
Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya.πππ
*****
"Ya udah kalian lanjut aja. Sekolah yang bener, jangan berduaan muluk nanti khilap lho," pesan Bryan sebelum pergi meninggalkan adik tercintanya.
"Yaelah telat kali bro, kita udah pernah begituan," jawab Dhany dengan santainya.
"Apa?!!" Bryan mendelik mendengar ucapan Dhany.
"Kayak yang lo denger tadi. Kita udah pernah ngerasain hal itu. Lagian wajar-wajar aja kan, inget kita kan pasangan suami istri,"
"Bener juga sih, tapi kan si Nandha masih ada luka. Emang lo nggak papa dek?" tanya Bryan yang khawatir akan keadaan sang adik.
Nandha yang sedari tadi memalingkan wajahnya karena malu akhirnya terpaksa memandang ke arah Bryan, "G-gue nggak papa kok bang," dusta Nandha pada Bryan.
Dhany mencebik, "Ckckck, iya nggak papa. Bilang nggak papa tapi nggak bisa jalan seharian bahkan sampai nggak bisa berangkat ke sekolah," sahut Dhany.
Bryan terkejut namun ia segera tersenyum, "Pelan-pelan dong Dhan. Ini adek kesayangan gue. Lagian lo gimana sih Dhan, adek gue itu baru pertama kali lembutan dikit napa." goda Dhany.
"Lah si bangsul ... dikira gue udah pro kali ya ama yang begituan," ucap Dhany.
"Tau tuh bang, sumpah sakit banget tau. Gue bahkan nangis," sambung Nandha.
"Maaf yang. Nanti malam aku lembutan deh."
"Kagak ada!!!"
Bryan yang melihat secara langsung interaksi Dhany dengan sang adik merasa senang. Dia bahagia karena ia bisa menyerahkan adiknya seutuhnya pada Dhany. Dia juga berpikir kalau Dhany adalah pasangan yang baik dan cocok untuk adiknya yang bandel namun ngangenin, bagaimana tidak setelah Nandha pindah ke rumahnya Dhany, ia merasa kesepian dan kehilangan sebagian dari dirinya.
"Ya udah gue balik dulu jangan lupa pesen gue," kata Bryan yang kembali berpamitan.
"Oke, take care ya bang," balas Nandha yang langsung memeluk tubuh bryan.
"Siip, tiati di jalan ya bro," balas Dhany yang ikut memeluk tubuh Bryan.
Bryan pergi keluar meninggalkan Dhany dan Nandha. Dhany pun kembali memeluk tubuh Nandha dengan mesra.
"Yang emang bener nanti malam nggak dapat jatah?" tanya Dhany yang siap dengan mode manjanya.
"Kagak ada Dhan ... lagian kamu tau nggak, rasanya itu beneran sakit," kata Nandha.
"Yaa mon maap yang, aku kan nggak tau kalau bakal sesakit itu," kata Dhany sambil memainkan jarinya.
"Tapi kamu kan bisa lebih halus."
"Iya sih ... eh tunggu dulu. Bukannya kamu juga nged*s*h di bawahku ya," ucap Dhany sambil bermain mata.
__ADS_1
"I-iya sih," ucap Nandha terbata-bata.
"Makanya nanti malem lagi ya?" tanya Dhany sambil memainkan rambut Nandha.
"Kagak ada!!"
"Apa kita lakuin sekaranga aja?" ucap Dhany menggoda Nandha dengan menggosokkan wajahnya di leher jenjang sang istri.
"Nggak!! minggir aku mau ke kelas aja." kata Nandha yang berusaha melepaskan diri dari pelukan sang suami.
"Dek gue pin ... ? astaga kalian ngapain woy!!" Bryan yang tiba-tiba masuk langsung menutup mata dengan kedua tangannya.
Secepat kilat Nandha melepas pelukan Dhany dan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan gara-gara di buat mainan oleh Dhany.
"A-ada apa bang?" tanya Nandha tergagap.
"Udah lepas belom? kalau belum gue nggak mau buka mata ya," kata Bryan.
"Udah bang udah."
Bryan membuka matanya, "Nah gini dong jadi mata gue kan nggak ternodai."
"Ini orang demen banget ngadi-ngadi," cibir Dhany.
Nandha berkacak pinggang, "Bener banget, biasanya nobar video yadong sama kak Kai juga," ucap Nandha menimpali ucapan Dhany.
"Apa?!! tau darimana kamu?" tanya Bryan terkejut.
"Jangan bilang kamu lihat Bryan sama kak Kai yang aneh-aneh?" tanya Dhany.
"Woy imajinasinya di kontrol dong, gue masih suka lobang ya bukan batang," cerocos Bryan.
Nandha dan Dhany malah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Bryan saat mengamuk.
"Lo mau ngapain sih bang balik lagi?"
"Gue mau minjem mobil lo, tadi gue kesini naik taxi," jawab Bryan.
"Seorang Bryan Agatha naik taxi?!!" tanya Nandha tak percaya akan pendengarannya sendiri.
Bryan memutar bola matanya, "Ya gue kepaksa ... sopir gue lagi cuti bininya lahiran. Dariada gue paksain buat menyetir mending gue naik taksi," ujar Bryan.
"Ya udah nih kunci mobil gue." Nandha menyerahkan kunci mobilnya pada Bryan.
Setelah mendapatkan kunci mobil sang adik. Bryan pun pergi. Nandha pun ikut angkat kaki dari ruang istimewahnya karena takut Dhany akan melakukan hal yang aneh-aneh lagi.
"Yah kabur," ucap Dhany kecewa.
__ADS_1
*****
Waktu pulang sekolah pun tiba. Nandha langsung mengemasi barang-barangnya dan pergi meninggalan kelas.
"Lo buru-buru amat Ndha, emang mau kemana sih?" tanya Carla saat melihat Nandha berajak dari tempat duduknya.
"Kita mau balik ke rumah utama. Tadi kak Bryan bilang gue sama Dhany di suruh mampir kesana."
"Lo nggak mau ajak kita gitu?" ucap Carla sambil memberi kode mata pada teman-temannya.
"Bener banget. Ajak kita juga dong Ndha, kita juga kangen Taekie nih," sahut Victoria setlah mendapat kode mata dari Carla.
"Taekie udah balik ke Korea semalem," sahut Dhany yang ada di belakang Nandha.
"Yah kok udah balik sih," ucap Suci.
"Pengasuhnya ada urusan di Korea. Lagian kalau kalian mau ikut ya ikut aja." jawab Dhany. "Bolehkan yang?" tanya Dhany pada Nandha.
"Boleh kok, dahlah ayok pulang mommy udah chat nih."
"Horeee," sorak semua teman Nandha.
Mereka pun pergi ke rumah utama Nandha menggunakan mobil masing-masing. Dari kejauhan seorang satpam melihat kedatangan mobil Dhany dan teman-temannya datang. Ia lantas membukakan pagar dan seakan-akan sudah hafal betul dengan mobil mereka.
"Mommy ... Nandha pulang!!" Nandha berteriak-teriak saat masuk kedalam rumah mewah teman ia di besarkan.
"Jangan teriak-teriak gitu dong yang," protes Dhany.
"Kamu nggak liat rumah sepi kek gini," balas Nandha.
"Tau sih, tapi jangan teriak-teriak."
"MOMMY .... CARLA IN HERE!!!!" Carla masuk di iringi suara badai yang auto merusak gendang telinga yang mendengar.
"Kamu nggak bolehin aku teriak-teriak, nyatanya yang lebih parah dari aku datang," ucap Nandha.
"Aku tak mengerti kalian para wanita," balas Dhany.
"Eh kesayangan mommy ada disini semua," kata Monica saat menuruni anak tangga. "Maafin mommy ya, tadi mommy ada di balkon," imbuhnya.
"Halo mom," sapa Suci.
"Hai sayang, tumben kalian dateng rame-rame gini?"
"Ah iya mom, tadi kita lihat Nandh buru-buru pas aku tanya katanya mau kesini jadi kita ikut aja deh," jawab Suci.
"Ya udah kalian makan aja dulu, Nandha sama Dhany ikut mommy yuk, ada yang mau mommy bicarain."
__ADS_1
*****
π―π°:"Menurut kalian apa yang mau di omongin sama mommynya si Nandha. Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya, jangan lupa like, komen, vote dan follow ya, see you on next chapter byee"ππ