
Budayakan like, koment, vote dan follow ya biar Chiplux makin semangat up nya. Happy reading.πππ
"Jangan ganggu urusan kami karna akibatnya akan sangat buruk!!!" ujar Dhany memberi peringatan pada Sandi.
*****
"Tetap saja tidak bisa seperti ini !! Kamu harus bawa bukti dulu," ucap Sandi dengan emosi yang hampir meluap - luap.
"Anda ingin bukti ?? Baik, akan saya berikan sebuah bukti." Dewa kematian alias Dhany mengjentikkan jarinya.
Hanya dengan kode tersebut 3 orang yang ada disana sudah dapat mengerti apa ang di maksud oleh tuannya itu.
"Permisi tuan Bryan, bolehkah saya meminjam laptop dan layar proyektornya??" tanya sala seorang pengikut Dhany.
"Silakan tuan - tuan," Bryan mempersilakan tamu tak di undangannya itu untuk menggunakan barang - barangnya.
Orang tersebut mengotak - atik laptop Bryan selama beberapa saat. Di coloknya sebuah flasdick pada laptop itu dan munculah sebuah video. Dalam Video tersebut nampak jelas gambar Lional yang tengah bernegosiasi mengenai informasi Ghost Crime.
"Apakah masih kurang?" tanya Dhany yang entah sejak kapan duduk di hadapan Sandi.
"I-itu bisa saja editan kalian!!" elak Lional.
Dhany nampak bersemirk saat penolakan dari Lional.
"Memangnya kamu punya apa?? Apa yang akan aku dapatkan dengan menjebakmu??" tanya Dhany santrai.
"M-mungkin kamu perlu uang. Ayahku akan memberimu uang berapapun yang kamu minta asal kamu menghapus semua video yang kamu punya." Lional mencoba tawar menawar dengan Dhany.
Dari belakang Nandha menyahuti ucapan Lional dengan sangat sarkas, "Kamu pikir, keluargamu itu sangatlah kaya?? Aku rasa kalian sekeluarga bagaikan katak dalam tempurung!! Uang kalian itu tak akan ada artinya buat dia."
"Saya sangat kecewa melihat tingkah laku keluarga kalian," timpal Bryan.
__ADS_1
"T-tuan Bryan biar saya jelaskan dulu, i-ini tidak seperti yang ada pikirkan. Me-mereka pasti menjebak putra - putraku saya yakin itu. Mereka hanya mengingkan uang kami karna saat ini kamilah keluarga terkaya di Indonesia," kata Sandi dengan tak tau malunya.
"Aku heran, kenapa dari tadi kau membanggakan kekayaanmu itu?? Untuk apa adik iparklu ini membutuhkan uang kalian, kalau statusnya saja seorang tuan muda Effendi yang begti kalian sanjung." lanjut Bryan.
Duuuoooorrrr
Ada yang meletus tapi bukan balon. Hancur sudah hati keluarga Carenn mengetahui bahwa musuh di hadapannya ini adalah keluarga terkaya di dunia. Harapan mereka untuk bebas dari masalah ini pun lenyap seketika.
"A-adik ipar?" dengan tubuh gemetaran Jafar bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Nandha.
"Dia suami gue, kenapa??" tanya Nandha dingin.
Jafar menggeleng - gelengkan kepalanya. Dia menolak mempercayai penglihatannya dan pendengarannya. Semakin di pikirnya maka semakin gila lah Jafar. Kini dia menarik baju Nandha dan hampir membawanya kedalam pelukannya.
Dhany yang melihat tidakan gila dari seorang Jafar ikut terbawa suasana dan ikut menjadi gila. Di tariknya pistol yang sedari tadi ada di pinggangnya dan di tembakkannya pada lengan dan kaki Jafar.
"Aaahhh .... aaahhhh "
Beruntung ruangan itu memiliki sistem kedap suara, jadi tak akan ada orang luar yang mendengar suara tembakan itu.
Dhany nampak sangat kesal melihat hal itu. Lional dan Wanda yang melihat jatuhnya tubuh Jafar dengan di banjiri genangan cairan merah kental layaknya sirup itu menjadi panik.
"Apa yang sudah kamu lakukan pada anakku?!!" Sandi menggila dan menerjang tubuh Dhany. Tapi ia bahkan belum menyentuh sejengkal dari tubuh Dhany dan harus kehilangan tangannya karena di tebas sampai lengannya berceri dari tubuhnya.
Kali ini tak hanya keluarga Carenn saja yang tertegun, melainkan Nandha sendiri ikut menjerit ketakutan.
"Sayang/Ayah ... !!!" anak dan istri sandi berteriak dengan sangat kencang. Sandi sendirk sedang kelonjotan merasakan rasa sakit yang tidak bisa di jelaskan.
Nandha terjatuh dari tempatnya berdiri karena saking terkejutnya. Tubuhnya bergetar hebat saat melihat lelehan cairan merah yang keluar dari tubuh Sandi. Sebelum dia kehilangan kesadaran, ia sempat melihat suaminya yang nampak datar - datar saja walau tubuhnya kini penuh darah dimana - mana itu. Tiba - tiba berubah menjadi panik saat melihat kearahnya dan ... hilang.
"Tokek stop bini lu pingsan!!!" Bryan berlari ke arah tubuh Nandha yang sudah terkulai lemas.
__ADS_1
Dhany berpaling dan mendapati tubuh sang istri sudah tergolek lemah, "Leon cepat hubungi dokter!!" perintah Dhany.
Dengan cekatan Dhany membopong tubuh Nandha dan di baringkannya di sofo yang tadi di pakai mereka berbincang. Dia menatap ke arah Bryan yang sama - sama terlihat panik.
"Kenapa dia bisa pingsan?? Tadi dia masih baik - baik saja," kata Dhany yang berusaha nampak tenang.
"Tenang ... kayaknya dia cuma kaget aja deh. Kejadian ini bisa memicu ingatannya yang di hapus. Karena ... kejadian serupa ini sering terjadi dalam hidupnya yang dulu," jawab Bryan yang masih menatap kearah Nandha.
"Kalian semua binatang !!! Kalian ingin membunuh suami dan anak - anakku ya?!!" Wanda berteriak dan berlari ke arah Dhany, naas ... nasibnya harus berakhir sama dengan suaminya. Namun bukan tangannya yang putus melainkan kepalanya di todong pistol oleh orang yang lainnya.
Perlahan mereka membuka topengnya dan terpapang nyata wajah - wajah rupawan. Ada sosok yang sangat di kenali oleh baik Jafar maupun Lional.
"Bagas !!!" ucap Jafar dan Lional bersamaan.
Sosok tegap yang angat mereka kenali itu adalah Bagas. Sang hacker yang ada di kelompok mereka beberapa bulan ini.
"Lo khianatin kita Gas ?" tanya Lional.
"Gue nggak pernah khianatin kalian kok, soalnya dari awal gue kan nggak bilang mau gabung sama kelompok elu. Oh iya satu lagi, gue dari awal anggota Ghost Crime. Kenalin nama gue Bennedict Robert, gue ketua tim devisi keamanan. Kalau masalah gue masuk ke kelompok elu karena itu emang tugas gue buat memata- matai kelompok yang akan masuk jadi anggota tetap," jelas Ben yang membeberkan identitas aslinya sambil terus menodongkan pistolnya di dahi Wanda.
"Ibu mending duduk yang baik atau kalau enggam ibu boleh menemani suami ibu yang sudah hampir kehabisan darah itu."saran Bryan sambil menunjuk ke arah Sandi yang nafasnya ngembang ngempis dengan pistolny.
"Jangan ganggu ibu gue !!" Jafar melempar sebuah vas bunga yang ada di sampingnya denga sisa - sisa tenaganya.
Sayang ... usahanya itu sia - sia karena rasa solideritas yang dimiliki oleh mereka ber 3 sangatlah kuat. Melihat Bennedict dalam bahaya memuat Leon dengan cepat berlari dan menendang vas bunga yang sedang terbang santai menuju kening Bennedict itu.
Ketiga sosok itu kini telah berkumpul dan bersatu. Ada William, Bennedict dan si kecil Leon. Mereka adalah kekuatan utama milik Dewa Kematian. Kekuatan yang selalu di tutupi oleh orang lain.
William berjalan ke arah Dhany yang tengah bersedih. Di tanyanya keputusan akhirnya tentang kasus ini.
"Bagaimana tuan??" tanya William.
__ADS_1
"Saya melihat merk dan barang - barangnya semua kelas atas tapi selalu salah menggunakannya. Jadi aku putuskan biarkan saja dia!!!" kata Dhany.
*****