The Best Bad Couple

The Best Bad Couple
Episode 59


__ADS_3

*****


Dhany melesat dengan cepat layaknya seorang pembalap profesional. Ia dengan gesit menyalip kendaraan lain hingga sang penguntit di buat kualahan mengikutinya.


"Mau sampai kapan lu ngikutin gue hah?" cibir Dhany sambil bersemirk penuh kelicikan.


Melihat Dhany menambah kecepatannya membuat Jafar yang sedari tadi mengikuti Dhany menjadi panik dan kualahan.


"Astaga dia pikir dia itu Valentino Rossi apa? ngebut banget," racaunya di dalam mobil.


Jafar terus memacu mobilnya agar bisa mengikis jarak antara mobilnya dan mobil Dhany yang mulai cukup jauh. Namun ia terpaksa harus kehilangan Dhany di sebuah perempatan.


"**** !! ilang kemana dia?" umpat Jafar yang kesal karena kehilangan targetnya, "Ech!!"


SRAAAAAAK


Suara ban mobil yang di paksa berhenti, Jafar terkejut saat melihat mobil Dhany yang tiba-tiba menghadangnya di tempat yang cukup sepi.


"Woy, lu bisa bawa mobil nggak sih?!!" amuk Jafar saat turun dari mobilnya.


Dhany mencetak senyum miring saat melihat Jafar turun dari mobilnya dengan mulut yang tak berhenti mengumpatinya. Bukannya turun dari mobil, Dhany malah nginjak pedal gas dan berjalan menjauh sebelum akhirnya ia mengarahkan mobilnya pada Jafar yang tengah mendekat dengan kecepatan penuh.


DEG


Jantung Jafar berdetak sangat cepat saat melihat mobil Dhany mendekat padanya dengan kecepatan penuh.


"Apa dia sudah gila? jangan bilang dia mau bunuh gue?" batin Jafar kebingungan.


Tubuhnya tiba-tiba kaku, kakinya tak mau bergerak untuk menghindari mobil Dhany. Ia menutup matanya rapat-rapat karena ketakutan setengah mati.


SRAAAAAK


"Mau tutup mata sampai kapan lo bro, hahaha," ledek Dhany yang sudah keluar dari dalam mobilnya.


Jafar membuka sebelah matanya dan ia terkejut melihat Dhany tengah memandangnya dengan pandangan meremehkan.


"Lo mau bunuh gue hah," teriak Jafar sambil berlari kearah Dhany dan melayangkan tinjunya.


BUG...SREET...KRAAAK


Dhany menangkis dan memberi Jafar pukulan sebelum menguncinya, "Lo itu gobl*k apa gimana sih? tadi pagi lo juga berusaha mukul gue, tindakan elu ini terlalu implusif tau nggak? jadi gampang banget di tebaknya," cemooh Dhany yang dihiasi oleh senyum miring.


"Aauuhh, siapa lo sebenernya? kenapa lo bisa deket sama Nandha?" cecar Jafar di sela jeritannya.


"Bukan urusan elu boy," ucap Dhany singkat.

__ADS_1


"Tinggalin Nandha!! dia punya gue, gue bakal bikin elo nyesel kalo nggak mau ninggalin Nandha!!" ancam Jafar.


Dhany terhenyak mendengar ancaman Jafar, "Gue rasa elo nggak dalam posisi yang bisa bilang begitu,"tegas Dhany sambil memperkuat kunciannya.


"AAAHHH, bangs*t lepasin nggak," teriak Jafar saat Dhany ingin mematahkan lengannya.


BRUUUUG


Dhany mendorong tubuh Jafar dengan keras hingga ia jatuh tersungkur mencium aspal. Emosi Dhany meluap saat ia mendengar bahwa Nandha yang merupakan istrinya diakui Jafar sebagai miliknya. Suami mana yang tak marah mendengar semua itu.


Bagai singa tidur yang terbangunkan, kini keadaan Dhany sudah sangat menakutkan. Mata elang yang biasanya tajam itu, telah berubah menjadi merah bak mata iblis dari neraka. Nafasnya memburu, tangan mengepal dengan kuat. Ia berjalan mendekati Jafar yang tengah terduduk kaku diatas aspal karena terkejut akan perubahan drastis dari seorang Dhany.


"Hey boy, lo bilang apa tadi? jauhi Nandha karena dia milik lu? mending lo tampar diri lu itu. Dia sekarang milik gue, lo udah sia-siain mutiara berharga demi seonggok SAMPAH!! maka nikmatilah sampahmu itu," ucap Dhany sambil mencemooh Jafar.


"Gue bakal rebut dia dari elo, Gue bakal bikin dia balik lagi sama gue dan ninggalin elo," kata Jafar dengan tegas.


"Coba aja!! kalau emang lo yakin," tantang Dhany, "Karena gue yakin lo nggak bakal sanggup," batinnya.


Dhany berjalan menjauhi Jafar, saat ia ingin memasukin mobilnya ia berbalik dan berkata, "Kalau lo kalah NYAWA lo buat gue," ucapnya sebelum masuk mobil.


"I-iblis," ucap Jafar lirih.


Dhany meninggalkan Jafar sendirian dalam keadaan yang sangat menyedihkan, terduduk di atas aspal yang panas dengan tubuh menggigil dan acak-acakan.


"Hampir aja, gue balik ke diri gue 2 tahun lalu. nggak gue nggak boleh gitu lagi, kecuali kepepet," racau Dhany di dalam mobil, "Lagian itu si jelangkung ngapain bilang istri gue punya dia jal, bikin emosi aja."


Ia memasukin ruangan istri dengan membawa banyak tentengan paper bag yang membuat ia menjadi pusat perhatian.


"Appa datang!!" teriaknya saat masuk ruangan.


Taekie yang mendengar suara Dhany langsung melompat turun dari sofa, "Appaaaaaa," teriaknya.


Dhany tersenyum lebar melihat reaksi Taekie yang sangat menggemaskan.


"Liat appa bawa apa?" ucap Dhany sambil menampilkan senyuman paling hangat yang ia miliki.


"Waaaah robot. Eomma liat Aekie di beliin appa robot," teriak Taekie menggema dimana-mana.


"Wiissh keren banget," ucap Nandha menanggapi ucapan putranya.


"Aekie mau main ini dulu, papay eomma appa," ucap Aekie sambil melambaikan tangan dan berjalan kembali ke sofa tempat ia duduk tadi.


Dhany bherjalan mendekat kearah Nandha yang asik terduduk di ranjangnya sambil memegang ponselnya.


"Kamu baca apa?" tanya Dhany sambil mengecuk singkat di kening Nandha.

__ADS_1


Nandha memandang Dhany sekilas, "Lagi baca novel online Story Of My LIfe karya Chiplux_Barbar di Mangatoon, kenapa? balas Nandha yang kembali fokus pada novelnya.


Dhany berdecak, "Ckck, karya orang barbar di baca," ucapnya.


"Sirik aja kamu ya, sini kalau mau baca juga," ajak Nandha.


"Enggak mak..." ucap Dhany terpotong.


"HALOOO SEMUA!!"


Teriak 2 orang pemuda berwajah kembar identik yang baru saja masuk membawa banyak sekali paper bag.


Nandha mengangkat sebelah alisnya saat melihat William datang bersama seseorang yang mirip dengan William.


"Tuaaaan!!" teriak Leon yang di hadiahi jitakan oleh Dhany.


"Berisik," tegurnya pelan.


"Bang tuan jahat," adu Leon pada William yang bahkan tidak di tanggapi oleh William.


"Halo nyonya, gimana keadaan nyonya?" tanya William sopan.


"Apaan sih Will, formal banget. Panggil kek biasanya ajalah," saran Nandha pada William.


"Oke Nandha cantik," Sahut William sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Sekali lagi gue liat lo genit ama istri gue, gue tebas lo Will," ancam Dhany dengan wajah datarnya.


"Rasain lo bang," ledek Leon dari belakang.


"Nah ini kembaran elu Will," tanya Nandha sambil meletakkan ponselnya.


"Iya nyonya, nama aku Leon Winata. Aku adik William Winata si kulkas nyata yang dinginnya macam di kutub utara," jelas Leon yang memotong pembicaraan abangnya dengan Nandha.


"Waow, kalian bertolak belakang ya . Kalau William lebih pendiam di banding kamu yang cerewetnya minta ampun," ledek Nandha.


"Nistain aja gue, nistain terus," protes Leon dengan mulut yang dimonyongkan, sungguh menggemaskan.


Dhany hanya tersenyum melihat kelakuan kedua anak buahnya itu, "Mio caro mommy kemana?" tanya Dhany.


"Mommy tadi mendadak harus balik Inggris," jawab Nandha singkat.


"Appa!!" panggil Taekie dari arah belakang Dhany.


"APPA?!!"

__ADS_1


*****


__ADS_2