The Necromancer

The Necromancer
Ch. 7:Masalah Elf


__ADS_3

Regard POV


"Namaku adalah Friya Furuhiora. Aku adalah Wakil Kepala Desa yang ditugaskan untuk bersiaga di Fairy Forest."


"Namaku Shilphonia Autheurus. Kamu bisa memanggilku dengan sebutan Shilph kalau kamu mau."


"Aku adalah Regard Arthen, seorang petualang dari Kota Farihiora."


Kami bertiga memperkenalkan nama untuk saling mengenal satu sama lain.


Furuhiora yang mendengar nama kami, tersenyum dan memasang ekspresi ramah terhadap kedatangan kami. Meskipun kedatangan kami bisa dikatakan mendadak baginya, tapi kami kemari karena ingin bertemu Stahark bukan untuk yang lain.


Namun dikarenakan alasan yang dibuat sebelumnya, entah kenapa aku merasa kalau Furuhiora berpikir kalau kami petualang yang sedang mengerjakan misi untuk memburu dan membasmi segerombolan Orc di Fairy Forest.


"Ngomong-ngomong Furuhiora, kenapa banyak sekali elf yang terluka di pemukiman penduduk?"


"Itu karena wabah penyakit yang disebarkan oleh Stahark sebelumnya di Fairy Forest."


"Wabah penyakit?"


Aku dan Shilph terkejut dengan pernyataan Furuhiora yang mengatakan bahwa Stahark mampu menyebarkan wabah penyakit.


"Ya. Sebenarnya Stahark menyebarkan wabah mematikan yang dapat meniadakan siapapun yang terkena racunnya dalam waktu seharian, tapi karena aku memiliki tugas dan kewajiban untuk menyembuhkan dan menetralkan racun di dalam tubuh mereka, mereka dapat selamat."


"Sebagai gantinya, para elf yang berjuang diharuskan kehilangan beberapa anggota tubuh mereka saat mereka terkena serangan dari Stahark."


Dengan kata lain, Stahark tidak terkalahkan ya.


Mendengar ini memang sangat membantu. Apalagi jika aku berhadapan langsung dengan Stahark, ada kemungkinan aku akan tiada jika tidak mengetahui kemampuan yang dimilikinya. Sebaliknya, jika aku mampu mengetahuinya maka keberlangsungan hidupku lebih meyakinkan daripada sebelumnya.


Yah, meskipun aku sendiri memiliki kemampuan Resurrection untuk bangkit dari kematian.


"Aku mohon bantu kami untuk menghabisi dan membasmi segerombolan Orc yang masih berada di sekitar!"


"Ya, kami akan melakukannya."


"Tunggu, Regard! Kita tidak bisa-"


Menatap Shilph, dia terdiam dan tidak melanjutkan kata-katanya lagi.


Akan sangat berbahaya jika identitas kami ketahuan olehnya. Tak hanya akan dianggap sebagai pengkhianat, ada kemungkinan aku dan Shilph akan diburu dan dibunuh oleh mereka.


Walaupun aku tidak yakin apakah mereka mampu membunuh kami atau tidak, sebisa mungkin aku ingin menghindari masalah yang terjadi pada kami ke depannya nanti.


Itupun jika kami baik-baik saja dan tidak terjebak dalam masalah mereka lebih dalam dari ini.


"Terimakasih. Mengenai keberadaan Orc, aku mengumpulkan beberapa informasi dari elf pengintai di wilayah tertentu di dalam hutan."


Membuka selembar peta besar, aku melihat kalau Fairy Forest sangat besar untuk diketahui.


Di dalam kertas tersebut, ada tanda lingkaran merah yang bisa diartikan itu adalah tanda yang terdapat makna di dalamnya. Aku yakin itulah yang dapat aku perkirakan.


"Orc berada di lingkaran merah jadi kalian bisa langsung ke tempat mereka. Tapi, berhati-hatilah terhadap lingkungan yang ada di sekitar sini!"


Menunjukkan lingkaran kuning tua, aku sama sekali tidak mengerti maksudnya.


"Mungkinkah di tempat itu terdapat makhluk mengerikan?"


"Ya, aku ingin kalian untuk tidak menginjakkan kaki di tempat itu karena berbahaya untuk kalian."


"....."


Entah kenapa aku kalah pengetahuan dibandingkan Shilph.


Apakah karena aku kurang jaringan informasi dan pengalaman hidup di dunia ini? Ataukah Shilph telah memiliki kehidupan yang jauh lebih lama sehingga membuatnya memahami isi di dunia ini?


Aku sedikit penasaran darimana pengetahuannya berasal.


"Apakah kalian mampu melakukannya?"


"Ya."


"Jika kalian membutuhkan bantuan, aku bisa membantu kalian."


"Kami sangat menghargai keramahan yang kamu berikan pada kami, tapi kami sebisa mungkin menghindari beberapa korban yang dapat berjatuhan di hutan ini."


Oi, apa maksudmu mengatakan itu padanya? Apakah kau berpikir aku akan mengacaukan dan merusak semua lingkungan di hutan ini?


Sudahlah. Tidak ada gunanya berkomentar jadi aku ikuti saja perkataan Shilph.

__ADS_1


"Ya, Shilph benar. Itu sebabnya kami menghargai keputusan darimu."


Selesai mengatakan itu padanya, aku dan Shilph pergi meninggalkan pemukiman penduduk dengan selembar kertas di tanganku yang terdapat lokasi dimana Orc berada.


Aku masih penasaran dengan tanda lingkaran kuning tua di peta ini.


Mungkinkah itu menandakan dimana Stahark berada? Jika memang dia berada di lokasi itu, aku berpikir kita akan segera ke sana usai menjalankan misi yang akan kita lakukan.


"Hei Regard, apakah kamu sudah paham atas kondisi mereka?"


"Ya, aku sepenuhnya mengerti situasi yang ada."


Fairy Forest berada dalam bahaya besar.


Jika Stahark masih menetap di Fairy Forest, ada kemungkinan para elf akan binasa dalam sekejap sama seperti yang terjadi pada Desa Elforia milikku sebelumnya.


Tak hanya Desa Elf, lingkungan yang ada di Fairy Forest akan rusak dan hancur akibat keganasan dan amukan yang dimiliki oleh Stahark dalam melenyapkan siapapun yang berada di jalannya.


Aku sepenuhnya paham atas kondisi itu karena aku pernah tiada sebelumnya.


Hari itu, hari dimana kegelapan yang sunyi dan hening berada, aku menyusuri untuk mendapatkan beberapa bijih material yang ada. Ditemani oleh Paman Veru, aku bersama beberapa prajurit Ksatria Kerajaan menelusuri ke kedalaman gua untuk mengambil beberapa bijih material.


Namun, sesuatu terjadi pada kami.


Sebelum sempat pergi meninggalkan gua, segerombolan monster menerjang ke arah kami. Monster itu sendiri bukanlah monster yang bisa dianggap remeh melainkan monster kuat yang mampu melenyapkan dan membunuh sebagian dari pasukan ksatria kerajaan dari pasukan yang dibawa Paman Veru sebelumnya.


Aku dan Paman Veru yang berhasil selamat, kami berdua memutuskan untuk berada di hutan sembari menunggu bala bantuan tiba.


Sayangnya hal itu tidak terjadi.


Tepat sebelum bala bantuan tiba, kami berdua dilenyapkan oleh keberadaan menakutkan dan menyeramkan yaitu Stahark. Dicabik-cabik oleh cakarnya, disayat oleh pedang besarnya, dan dilenyapkan tak tersisa oleh kekuatannya, aku dan Paman Veru telah tiada dari muka bumi.


Itulah mengapa aku paham atas kondisi dimana keputusasaan dan kehampaan terjadi sebelum kematian.


Yah, anggap saja ini sebagai pelajaran bagi kehidupan aku untuk selalu waspada dan hati-hati atas marabahaya yang menanti aku di masa depan.


"Shilph, kita tidak punya pilihan lain selain ke tempat yang terlarang itu."


"Apakah kamu yakin? Jika kita ke tempat itu maka kita akan dianggap sebagai kriminal oleh mereka."


"Tidak masalah. Selama mereka selamat maka itu sudah lebih dari cukup."


"Baiklah. Jika itu mau kamu maka aku tidak bisa mencegah dirimu."


•••••


Setibanya mereka di lokasi yang ditandai oleh lingkaran kuning tua, mereka dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tidak mereka duga.


"Kau benar-benar telah memihak kepada mereka ya, Shilphonia."


"Berisik! Ini semua adalah salah mereka bukan salahku."


"Terserah apa katamu. Selama kau membawa beban tersebut, kau dinyatakan sebagai Fallen Angel oleh mereka bukan?"


Mendengar pembicaraan keduanya, Regard hanya bisa diam pada percakapan mereka.


Menurut Regard, pria yang duduk di atas tubuh seorang elf yang bermandikan darah adalah orang yang dikenal Shilphonia selama dia masih berada di langit.


Tapi, Regard tidak berani menanyakannya karena dia tahu bahwa Shilphonia tidak akan menjelaskan apapun padanya. Sebaliknya, dia merasa muak pada pembicaraan yang dilakukan oleh orang tersebut.


"Kau tampaknya memiliki aura yang berbeda dari manusia ya, Manusia."


Berjalan mendekati Regard, dengan waspada Regard mengeluarkan Black Sword di kedua tangannya dan diarahkan menyilang di depannya untuk menandakan bahwa dia tidak akan segan untuk membunuhnya.


"Hahaha. Kau benar-benar menarik sekali ya."


"Tapi, kau tidak bisa menghadapi aku."


"Benarkah?"


"Ya, kau lemah dan rapuh saat ini jadi kau hanyalah sebuah sampah menurutku."


"Sampah ya."


Memejamkan mata sejenak, Regard tentu paham bahwa dirinya sampah.


Menurut Regard, dia adalah manusia yang awalnya lemah yang hanya dipandang rendah oleh makhluk apapun selama hidupnya. Tapi, kali ini dia mampu berjalan di atas rata-rata manusia pada umumnya berkat kemampuannya sebagai seorang Necromancer. Jadi, dia enggan untuk menyebut dirinya sebagai sampah.


"Aku akui kalau aku sampah, tapi aku akan mengakui jika kau berhasil untuk..."

__ADS_1


Lenyap di tempatnya berada, angin berhembus kencang dari tempat Regard berada sebelumnya.


Mungkinkah dia akan...


Mendadak terkejut pada hilangnya Regard, dengan segera Shilphonia mengeluarkan mana dalam jumlah banyak untuk membuat pelindung di sekitar agar menghindari dampak dari kehancuran yang akan terjadi karena Regard.


Tepat setelah pelindung dibuat, sesuatu melesat dengan cepat di sekitar pria itu.


Pria itu tidak bergeming maupun bergerak, sebaliknya, dia hanya menikmati hiburannya selama Regard memperlihatkan semuanya padanya.


Namun sebelum berhasil menikmati semuanya, goresan dan luka-luka sempat terlihat di tubuhnya yang membuat pria itu memutuskan untuk menyudahi tontonan menariknya.


"Lightning Slash, Poisonous Area."


(Lightning Slash, tebasan pedang yang dilakukan secara cepat dan lincah bagaikan kilat yang terlihat sekilas, tebasan tersebut tidak dapat dilihat oleh mata telanjang melalui pergerakan dan arah mana yang diambilnya)


(Poisonous Area, racun yang dapat terbentuk seperti kabut mampu menyebabkan area sekitar dipenuhi dengan kabut racun mematikan yang dapat membuat lawan maupun kawan di sekitarnya yang menghirupnya akan tiada)


Mengeluarkan kedua kemampuannya, Regard yang telah berhenti bergerak membuat tubuh pria itu memuntahkan darah dari mulutnya, serta menyembul keluar dari tubuhnya ke setiap tempat yang ada di sekitarnya.


Tak hanya luka-luka yang dilakukannya dengan Lightning Slash, Regard juga menggunakan Poisonous Area untuk menutupi seluruh area dengan racun mematikan yang dapat membunuh siapapun dalam sekejap.


Shilphonia yang berada di dalam kabut berhasil menghindari racun mematikan berkat Goddess Shield miliknya yang mampu memberikan resistensi terhadap serangan apapun.


(Goddess Shield, pelindung khusus dengan warna keemasan yang menyelimuti tubuh si pengguna yang mampu menahan berbagai macam serangan dan memiliki kekebalan berbagai macam jenis racun, lumpuh, serta kebutaan sejenak selama kemampuan tersebut masih aktif)


"Mari akhiri ini, Illusion."


(Illusion, ilusi yang dapat diaktifkan dengan mana dalam jumlah banyak mampu mengubah suatu area yang sebelumnya menjadi area buatannya, serta mampu memanipulasi area yang diubahnya menjadi pertahanan maupun serangan yang dapat dilancarkan terhadap lawannya.


Illusion terkadang bisa digunakan pada diri sendiri dalam menggandakan jumlah orang menjadi banyak maupun sedikit, yang mampu membuat lawan manapun kebingungan atas dirinya yang asli dan palsu)


Tanpa menunggu kesempatan dari musuhnya, Regard mengeluarkan mantra yang menurutnya terkuat.


Perlahan-lahan area di sekitar mereka berubah mendadak, mulai dari; kabut ungu yang berisikan racun mematikan berubah menjadi suasana yang tenang dan damai, langit-langit yang gelap berubah menjadi cerah, dan lingkungan yang sekiranya suram dan gelap perlahan berubah menjadi cantik dan indah.


"Lenyap bersama impian ini, Iblis!"


Mengubah Black Sword menjadi Black Katana, Regard sempat menarik katana dari sarungnya namun tidak sampai terbuka sepenuhnya.


(Black Sword, pedang yang muncul dari kabut hitam yang mengelilingi tangan Regard, itu mampu mengubah bentuk dari kabut hitam menjadi Black Sword yang ketajaman dan kekuatannya dalam tebasan terbilang cukup ampuh tanpa berkarat sedikitpun)


(Black Katana, katana yang tercipta dari kabut hitam yang membentuk Black Sword, katana ini terbilang cukup kuat dalam melakukan tebasan terhadap lawannya yang lebih kuat dari si penggunanya)


Setelah berhasil menariknya sedikit, dia dengan segera meletakkan kembali katana ke dalam sarungnya yang menyebabkan seluruh lingkungan yang ada di sekitar perlahan-lahan berubah menjadi seperti semula.


Unlimited Slash yang menyebabkan tebasan menyeluruh di sekitar area yang luas, membuat pria itu kesulitan bertahan lama di pertahanannya yang menyebabkan tubuhnya dipenuhi luka parah dan goresan yang membesar di tubuhnya.


Shilphonia juga sama. Awalnya dia berpikir bahwa Unlimited Slash hanyalah tebasan biasa, namun setelah tahu bahwa itu bukanlah tebasan biasa melainkan tebasan cepat dari katana milik Regard, Shilphonia memutuskan untuk berpindah tempat dengan segera menggunakan kemampuannya yang menyebabkan dia berada di luar area dari tebasan tersebut.


(Unlimited Slash, tebasan berskala luas yang menyeluruh di setiap tempat yang ada, tebasan yang dilakukan dengan kecepatan tinggi yang tak terlihat mampu bergerak cepat selama 3 detik, itu menghasilkan rentetan tebasan yang tak terhitung jumlahnya terhadap satu musuh maupun musuh dalam jumlah banyak)


Meskipun berhasil lolos dari tebasan tak terhitung jumlahnya, pakaian yang dikenakannya compang-camping menyebabkan Shilphonia harus menutupi *********** di bagian dada dan ************ miliknya.


Pelindung yang awalnya Shilphonia buat perlahan memudar dan sirna dalam sekejap.


Di kejauhan dari tempat Regard berdiri, pria itu tergeletak di tanah sambil menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya.


"Apakah kau sudah paham bahwa aku berada jauh di atas dirimu?"


"Kau..."


Di salah satu lengannya, pria itu mengaktifkan portal teleport yang menyebabkan dia berpindah tempat dalam sekejap meninggalkan Regard dan Shilphonia.


Sial. Padahal sedikit lagi aku mampu menghabisinya.


Merasa frustasi dan depresi atas kesempatannya yang sia-sia, Regard hanya bisa menghela nafas panjang, mendekati Shilphonia yang masih berdiam diri sembari menutupi ***********.


"Apa yang akan kamu lakukan terhadapku?"


"Tidak ada. Aku hanya ingin melakukan ini."


Di tangan Regard yang diulurkan ke arah Shilphonia terdapat cahaya berwarna ungu tua.


Dalam sekejap pakaian compang-camping yang dikenakan Shilphonia kembali normal seutuhnya tanpa ada yang rusak di bagian manapun.


"Ini..."


"Baiklah. Mari kita kembali sebelum mereka mencurigai kita."

__ADS_1


"Ya, kamu benar."


Merasa bahwa keberadaan Regard berbahaya, Shilphonia hanya bisa mengikutinya tanpa menyatakan keberatannya atas tindakannya tadi.


__ADS_2