
Delapan bola berwarna perak mengalir di ekor Sasaki yang perlahan-lahan mulai ditembakkan pada Regard yang masih membeku. Bola-bola tersebut berubah menjadi jarum panjang menusuk langsung ke tubuhnya dan mengeluarkan cahaya menyilaukan berwarna perak yang menerangi seluruh area sekitarnya.
•••••
Sasaki POV
"Apa yang terjadi berikutnya?"
"Aku telah kalah sepenuhnya oleh Tuanku sendiri."
"Kalah?"
"Ya."
Menjelaskan pada mereka tentang kekalahan aku, aku yang berpikir bahwa Tuanku yang telah tiada akibat serangan akhir, dia dengan mudahnya muncul tanpa terduga di belakang aku dan menebasnya dengan senjata yang diselimuti oleh cahaya keunguan muda yang bersinar terang.
Cahaya keunguan itu sendiri bukanlah cahaya biasa, itu adalah cahaya yang membuat seluruh kesadaran aku menyatu dengan tubuh gadis ini, Sasaki dengan mudah membuat kepribadian kami saling terhubung satu sama lain.
"Apakah hanya itu?"
"Tidak, ada lagi."
Aku menjelaskan pada mereka tentang keanehan yang dilakukan oleh Sasaki selama ini. Walaupun aku dan dirinya telah bersatu membentuk kepribadian baru, kami tetap dipisahkan antara satu sama lain.
Pertama, Sasaki akan tetap ada di kepribadian lamanya ketika ekornya masih tetap satu. Kedua, semakin berkembang ekornya, dia akan terlihat semakin dewasa dengan kepribadiannya yang tercampur sedikit olehku. Ketiga, saat ekornya mencapai delapan ekor, kepribadian aku muncul menggantikan kepribadiannya.
Itulah kesimpulan yang dapat aku ambil selama ini melalui pertempuran yang kami lakukan sebelumnya.
"Aku tidak menyangka kamu memiliki sesuatu yang rumit seperti itu ya."
"Ya, kamu benar. Terlepas dari kepribadian kamu yang tergantung dari ekor, kamu juga memiliki kekuatan yang tolak ukurnya bergantung pada ekor milikmu."
"Ya, tepat sekali."
"Tapi, Sasaki, bukankah lebih baik kamu memberitahu pada kami sejak awal?"
Memberitahu kalian ya.
Aku tidak bisa melakukannya karena aku belum diizinkan oleh Tuanku sendiri, Regard.
Berkatnya, aku dapat terbebas untuk sementara waktu sambil menikmati semua yang telah lama tidak dapat aku rasakan di masa lalu. Meskipun hanya sementara waktu, aku sudah cukup puas atas hal tersebut.
Mandi bersama, sarapan pagi, berkeliling kota, dan mengunjungi aktivitas yang dikenal sebagai seorang petualang di Guild Petualang, semua kami lakukan bersama-sama selama tiga hari lebih.
Aku bersyukur bisa meletakkan hidupku sepenuhnya pada gadis bernama Sasaki. Walaupun dirinya hidup dipenuhi dengan masa lalunya yang kelam sebagai seorang budak, tapi setidaknya dia berterimakasih pada Regard karena telah membiarkan dia merasakan apa artinya hidup.
Aku juga sama. Di dalam tubuhnya, aku juga melihat hal-hal luar biasa tanpa sepengetahuannya. Meskipun aku bukanlah jiwa yang menghuni di dalam tubuhnya melainkan hanya aliran mana, aku dapat merasakan sepenuhnya perasaan, pikiran, dan apa yang dilakukannya terus-menerus.
•••••
Langit-langit mulai berwarna oranye, burung-burung yang terbang di langit-langit terlihat dalam jumlah banyak di tempat tertinggi menandakan cuaca mulai sore.
"Apakah kau yakin ingin menyudahinya?"
__ADS_1
"Ya."
Di dalam kamar penginapan seorang pria, kelima gadis sedang berkumpul di dalamnya, termasuk pemilik kamar penginapannya seorang pria yang duduk di sisi kasur sambil memperhatikan salah seorang gadis Demi-human yang sedang berdiri di dekatnya dan menatapnya.
"Aku sudah merasa cukup menyenangkan dan puas atas hari-hari yang dapat dihabiskan bersama mereka."
Gadis Demi-human berambut pirang panjang menoleh kearah mereka dengan senyuman ringan membuat tuannya ikut menoleh dan tersenyum atas kata-katanya yang jujur.
Setahu Regard, kesulitan dalam menghadapi sosok dari jati diri Sasaki ialah Goddess of Wolf, sejenis mahluk dewa yang menghuni tubuhnya dengan sejumlah mana dalam jumlah banyak mengalir dengan aliran rumit yang tidak akan pernah bisa diketahui dan diperbaiki oleh siapapun, terbilang cukup kuat saat berhadapan langsung dengannya.
Ketika ingatan Regard teralihkan ke masa lalu saat dirinya dibekukan, dia ingat kalau dia telah melakukan sesuatu jauh sebelum Sasaki membekukan dirinya dengan bola berwarna biru langit yang meledak ke arahnya.
Kedua cloning milik Regard yang menggunakan [Transparency] dan [Illusion] membuat sejumlah mana dalam tubuhnya sirna untuk tidak diketahui oleh Sasaki dalam mode Goddess of Wolf.
Kedua cloning itu terdiam dan menunggu kehadiran Sasaki yang berhasil menyerang dirinya yang asli dan melenyapkannya dengan mudah, mereka tetap memperhatikan hingga waktunya tiba.
Sekarang!
Kedua cloning yang menduga bahwa dirinya yang asli berhasil terbunuh bergerak langsung ke Sasaki dan berniat menyerangnya dari titik buta.
Salah satu cloning yang telah dipindahkan kesadarannya dengan kesadaran dari dirinya yang asli, Regard kembali hidup untuk kedua kalinya berkat [Infinity Spirit] yang sengaja dipasangkan ke kedua tubuh cloning miliknya.
Salah satu cloning yang menyerang dengan beberapa tebasan mampu ditangkis olehnya. Regard sudah menduga itu yang terjadi, dia sengaja memundurkan dirinya dan menyamarkan keberadaannya dengan [Hidden Seek] membuat hawa keberadaan tidak dapat dirasakan dan dicium aromanya membuat Sasaki yang menangkis rentetan tebasan membalikkan tubuhnya dan menyerang udara kosong dengan tembakan bulu-bulu di ekornya.
"Gah..."
Salah satu cloning yang tertusuk dan terjatuh ke permukaan membuat dia kesakitan atas bulu-bulu yang menancap di tubuhnya menyebarkan sisik berwarna putih menyebar ke seluruh tubuhnya membuat dia mematung lalu hancur.
Yang tersisa hanyalah dirinya yang asli yang tidak mampu melakukan apapun. Dalam situasi yang cukup menakutkan, satu-satunya cara agar dia bisa melawan sosok Sasaki yang berbeda ialah menggunakan untuk sementara waktu pada [Soul Contract] agar apa yang diinginkannya sesuai dengan kehendaknya.
Sosok yang memegang pedang di pinggangnya dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya sedang memegang sarung pedang, keduanya mengikuti gerakan Regard yang memegang pedang layaknya katana di pinggangnya yang siap menebasnya.
[Death Slash] dilakukan oleh Regard tanpa perlu ragu sedikitpun untuk melakukannya.
Seluruh area yang ada di sekitar porak-poranda dan hancur menjadi beberapa keping. Sasaki yang terkena tebasan, dia telah terjatuh ke permukaan tanah dan tak sadarkan diri akibat serangan dari [Death Slash] yang langsung menyerang inti ke dalam roh miliknya tanpa ampun.
"Bolehkah aku tanya sesuatu padamu, Tuan?"
"Ya."
Selesai mengingat kejadian tersebut, Regard yang sudah mendekat ke Sasaki dalam mode [Goddess of Wolf] dihentikan olehnya yang sedang memegang lengan kanannya yang beberapa senti menuju perutnya dengan lengan kanan, dan tersenyum kecil padanya.
"Apakah aku hanya dianggap sebagai budak?"
Ekspresi Sasaki yang berubah menjadi sedih membuat Regard yakin kalau dia berpikir dirinya akan membuangnya jika dia sudah tidak dibutuhkan, tapi itu semua tidaklah benar.
Walaupun Regard menjadikan dirinya sebagai pusat informasi untuk dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, dia tetap menganggap Sasaki sebagai seorang budak yang merdeka karena mampu mengikuti aktivitas hidup seperti orang-orang pada umumnya.
"Tidak, kau bukanlah seorang budak, kau telah menjadi temanku selama beberapa tahun yang lalu."
"Benarkah?"
Dengan sepasang mata yang berkaca-kaca saat menanyakan pada tuannya, Sasaki tidak tahu harus bahagia atau terharu mendengarnya karena itu adalah kata-kata yang sangat hangat untuk dia dengar.
__ADS_1
"Ya. Apakah kau sudah puas?"
"Tentu. Aku sudah puas atas jawabannya."
Meskipun seluruh anggota di The Necromancer terkejut atas kepribadian Sasaki yang dapat ditiru dengan mudah oleh [Goddess of Wolf], mereka berpikir itu adalah Sasaki yang sengaja sadar, tapi Regard tidak berpikir demikian.
Terlepas dari kepribadian [Goddess of Wolf] yang terbilang cukup usil, manja, dan elegan membuat Regard terbiasa atas sikapnya selama dia muncul beberapa kali ketika Sasaki sedang terlelap dalam tidurnya dahulu saat masih berpetualang bersamanya.
Tangan Regard yang diarahkan ke perut membuat cahaya keperakan perlahan-lahan terpancar keluar dari tubuh Sasaki lalu redup setelah beberapa saat, ekornya juga sama yang awalnya terlihat delapan ekor telah berubah menjadi satu ekor lalu lenyap sepenuhnya menjadi bentuk tubuhnya yang baru, tubuh Hu-Machina yang ditempatinya sekarang.
Terimakasih atas kebaikan dirimu, Tuan. Maafkan diriku jika aku telah melakukan kesalahan padamu di masa lalu.
Hanya itu yang tersisa melalui [Mind Reading] yang sempat muncul sebelum sosok dari [Goddess of Wolf] hilang sepenuhnya dari diri Sasaki.
•••••
Regard POV
Aku heran atas apa yang sebenarnya terjadi pada Sasaki.
Di satu sisi, dia terlihat seperti Demi-human biasa yang tidak memiliki kemampuan apapun di dalam dirinya. Tapi di sisi lain, dia memiliki kemampuan luar biasa yang tidak pernah orang lain duga sebelumnya, kemampuan yang dimiliki oleh sosok yang disebut sebagai Ookami, dia adalah orang yang telah menjaga tubuh Sasaki.
Semakin banyak ekornya, dia akan muncul sepenuhnya.
Kepribadiannya yang terbilang cukup dewasa, gerakannya yang elegan, sikap usilnya yang terlihat, serta kata-katanya yang terdengar lembut dan halus adalah ciri khas dari Ookami.
Aku tahu karena aku sering bersamanya dulu.
Sejak aku berhasil membangkitkan kembali Sasaki dan menyegel mana miliknya menggunakan [Soul Contract], aku terus menunggu ketika dia tertidur lelap, aku akan membukanya membuat aku seringkali ditemani oleh Ookami ketika malam tiba.
Meskipun dia sudah tidak berbahaya berkat [Soul Contract] yang tertanam di dalam rohnya, dia tetap terlihat menyebalkan saat mengusili aku ketika kami sedang berbicara di malam hari.
Terkadang, dia membantu aku dalam perburuan malam. Dengan kejamnya dan ganas, dia mampu menghabisi musuhnya yang telah berbuat dosa karena tindakan mereka terbilang buruk untuk diterapkan.
Yah, aku paham atas perasaannya. Terlepas dia adalah Dewi Serigala, aku jadi tahu kalau sosok Sasaki yang memiliki ekor delapan, Ookami memiliki kepribadian seperti; bunuh orang berdosa sama seperti memberikan kebaikan pada orang beriman, sesuatu seperti itu bisa saja ada dalam pikirannya.
Lupakanlah.
Satu-satunya hal yang tertarik dari Sasaki adalah ekornya.
Dikarenakan ekor delapan memiliki kepribadian Ookami, aku sama sekali tidak mengerti dengan ekornya yang lain yang tumbuh di dua ekor hingga tujuh ekor, itu akan membentuk kepribadian dirinya dan Ookami atau sebaliknya.
Tapi, selama aku mencoba melakukan ujicoba, Sasaki perlahan-lahan menjadi dewasa tergantung dari ekornya.
Kalau dipikir kembali, ekor satu adalah sifatnya yang asli yang selalu ceria layaknya anak-anak. Ekor dua hingga tiga adalah sifat yang sedikit lebih bisa diandalkan. Ekor empat dan enam adalah sifat yang terlihat sedikit lebih dewasa. Ekor tujuh dan delapan yang membentuk kepribadian dewasa, terutama di ekor ketujuh, Sasaki dapat berubah menjadi Mode Milf dalam sekejap.
Berbeda dengan ekor tujuh, ekor delapan adalah wujud dari sosok Ookami itu sendiri.
Ya, benar-benar rumit untuk dijelaskan, tapi itulah kenyataannya.
Huh....
Sudah berapa lama aku tidak bertemu Ookami, aku sudah tidak dapat mengingatnya. Mungkin sudah bertahun-tahun lamanya aku tidak membuka segel miliknya, aku jadi paham atas perasaan Ookami yang merindukan dunia luar untuk dapat dilihatnya.
__ADS_1
Aku harap kau dapat menjaga dan menemaninya ya, Ookami.
Tersenyum pada Sasaki yang terlelap dalam tidurnya di sisi kiri, aku yakin dia sedang menjaganya dengan baik melalui aliran mana yang telah disegel olehku menggunakan [Soul Contract] yang diperkuat dengan [Infinity Spirit] dalam bentuk rantai yang mengikatnya.