
Dengan langkahnya yang pelan sambil memperhatikan area sekitar, kedelapan ekornya yang melambai-lambai setiap kali ia berjalan, gadis itu terhenti sejenak, menutupi mulutnya yang tersenyum saat tahu apa yang ada dihadapannya bukanlah monster maupun iblis melainkan hanya Undead dalam jumlah banyak yang menghadangnya.
Apakah kamu berpikir ini bisa mencegahku?
Di kedua tangannya yang terdapat kobaran api biru yang berkobar membungkus kedua tangannya, senyum sempat diperlihatkan ke arah beberapa Undead lalu diarahkan pada mereka yang menyebabkan tubuh Undead terbakar dalam lautan api biru yang menyebar ke segala arah dihadapan mereka.
"Benar-benar menyedihkan sekali ya."
Entah darimana munculnya sebuah kipas lipat yang ada di tangannya, gadis berambut pirang panjang yang menutupi mulutnya, berpikir kalau ini hanya mainan belaka yang membosankan untuk dilakukan.
Berbeda dengan mainan yang ada dihadapannya sekarang, gadis berambut pirang itu ingin sekali bertemu kembali dengan tuan dari pemilik tubuhnya yang satunya lagi, Sasaki, ia ingin berbincang-bincang setelah sekian lama untuk mengetahui apakah dia bisa bebas dari belenggu di tubuh ini atau tidak, ia penasaran untuk mengetahui jawabannya.
Tapi sayangnya sebelum dapat tiba di tuan yang dimiliki oleh Sasaki yang terlelap dalam tidurnya, gadis itu dipaksa untuk melakukan hal menyedihkan yang tidak disukainya. Apalagi dengan berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain, gadis itu memegang keningnya, pusing atas apa yang ada di istana ini.
"Bertahanlah, Tuanku! Cepat atau lambat, kita akan bertemu nanti."
Yakin kalau tujuannya dapat bertemu dengan tuannya adalah apa yang diharapkannya, gadis itu melanjutkan langkahnya menelusuri koridor istana dengan anggun dan elegan saat dia berjalan.
Di lain tempat, Fuuya yang terdiam di tempatnya berada, dia yang dalam posisi siap; kedua kakinya yang mencengkram erat di lantai, serta kedua tangannya yang ikut memijak lantai, geraman dilakukan atas apa yang dilihatnya sekarang.
Apa yang dilihatnya tidak lain adalah kawanan Fenrir dan Ibunya sendiri yang menghadangnya, Fuuya bingung mengapa mereka bisa muncul tiba-tiba. Entah darimana datangnya, firasat Fuuya mengatakan kalau ini bukanlah ilusi yang disajikan sama seperti sebelumnya melainkan kenyataan yang harus dihadapinya, ia menguatkan tekadnya.
"Tidak ada pilihan lain selain menyerang mereka."
Dengan tekadnya yang kuat, Fuuya yang berlari menerjang ke arah mereka, serta kawanan Fenrir yang ikut berlari ke arah Fuuya, keduanya saling menatap penuh kebencian di wajah yang mereka perlihatkan.
Kawanan Fenrir yang menerjang dari berbagai arah berniat untuk mencabik-cabik tubuh Fuuya dan menerkamnya, Fuuya yang mengetahui niat mereka hanya tersenyum kecil.
Dia yang memutar tubuhnya di tengah-tengah kerumunan Fenrir membuat gelombang kejut, [Wind Burst] yang mengakibatkan kawanan Fenrir terpelanting di lantai di jarak yang jauh.
"Ini akan menjadi akhir bagi kalian, Masa Laluku!"
Di sekitar tubuhnya, terlihat beberapa bunga lotus yang terbuat dari es yang berjumlah 4 tangkai yang melayang, Fuuya yang menggerakkan tangannya ke arah mereka membuat [Ice Lotus] berjatuhan ke arah mereka menyebabkan kristal es dalam skala besar terbentuk seperti bunga es yang terlihat cantik dan indah.
Bunga es yang bermekaran di lantai yang bersimbah darah yang menetes, hujan darah juga membasahi tubuh Fuuya. Fuuya yang berdiri di tengah-tengah mayat kawanan Fenrir, terdiam sejenak sambil mendongakkan wajahnya ke langit-langit, berpikir ini adalah gejolak emosi yang tak dapat dimaafkan oleh Fuuya terhadap Stahark yang telah memanfaatkan masa lalunya untuk dijadikan sebagai pedang untuknya.
"Apakah kamu berniat menyerang aku?"
Selesai meratapi nasibnya di tengah-tengah hujan darah dan kerumunan mayat Fenrir, pandangannya yang terfokus pada salah satu sosok yang masih bertahan dari serangan membabi buta yang dilakukan oleh Fuuya, Fuuya tahu kalau hanya dialah yang mampu bertahan dari semuanya.
Dialah yang dikenal sebagai pemimpin sebelum dirinya ada, Ibu Fuuya, dia tidak memiliki emosi di ekspresinya maupun berkata sesuatu pada Fuuya membuat Fuuya berpikir ini terlihat seperti sebuah boneka yang dikendalikan tanpa dapat melakukan apapun.
__ADS_1
•••••
Regard POV
Bulu-bulu hitam yang mengarah pada Lucifer milikku, mereka meledak saat menusuk ke sela-sela kerangka boneka yang aku buat pada Lucifer milikku.
Fuzikumibaru sendiri yang terus melakukan tinju dan tangkisan pada Fuzikumibaru milikku, keduanya terlihat sengit layaknya petarung tangan kosong yang mencoba mencari tahu siapa yang terkuat diantara mereka.
Mungkin lebih menarik jika aku tambahkan unsur lainnya ya.
Ya. Dengan menambahkannya, ada kemungkinan pertandingan ini akan terlihat seru untuk dinikmati.
"Baiklah. Mau bagaimana lagi, aku tidak punya pilihan lain selain melakukannya dengan cepat."
Beberapa boneka muncul dari bebatuan yang keluar dari garnet merah yang berubah menjadi boneka kayu, aku yakin itu semua berkat kemampuan Reita, [Change Material] memudahkan aku membuat apapun yang kuinginkan, aku memutuskan untuk menambah unsur baru dalam pertarungan.
Ya. Dengan bantuannya, ini akan menjadi sangat menarik.
Kelima orang yang dikendalikan oleh Fuzikumibaru sebelumnya, aku telah tambahkan kemampuan dan kekuatan berdasarkan diri mereka yang asli. Gadis vampir, pria bertubuh besi, pria dengan palu petir, gadis iblis, mereka adalah kelompok yang pas untuk membantu Fuzikumibaru.
Berbeda dengan Fuzikumibaru, aku menambahkan bala bantuan untuk Lucifer milikku yaitu partner semasa hidupnya, Haniel, wanita yang menjadi lawan Sasaki sebelumnya yang memaksa tubuhnya berubah menjadi Goddess of Wolf, membantunya bertarung.
Sekarang situasi sudah tidak seimbang.
Berharap dia mendapat bala bantuan untuk mengatasi masalah ini, aku ragu jika dia turun tangan langsung untuk menghentikan permainan pion yang digunakannya.
•••••
Mengepakkan sayapnya di langit-langit, bulu-bulu hitam berjatuhan ke arah Lucifer Regard, meledak di area sekitar tanpa henti membuatnya terdengar menakutkan bagi siapapun yang mendengarnya.
Haniel yang berada di kejauhan, ia dengan kedua tangannya yang diarahkan pada Lucifer Regard, melindungi tubuhnya sepenuhnya dari rentetan ledakan tadi yang dilakukan oleh Lucifer musuhnya, [Magic Barrier] berbentuk kristal yang berlapis-lapis dibuatnya membuat Lucifer selamat.
Di dekat mereka di pertarungan lain, Fuzikumibaru yang meninju Fuzikumibaru Regard membuatnya terpental beberapa langkah, berniat untuk menghampirinya dengan menusukkan pedang kayunya ke tubuhnya.
Namun sebelum pedang kayu menusuknya, Fuzikumibaru Regard yang menahannya dengan kedua tangannya menoleh ke arah mereka berdua yang berada di belakang; gadis vampir dan gadis iblis, keduanya mengangguk penuh, paham atas maksud pandangan Fuzikumibaru ke arah mereka.
Dimulai dari gadis vampir yang membuat tubuhnya berubah menjadi kawanan kelelawar menyebar ke berbagai arah yang mengerumuni Fuzikumibaru lawannya, Fuzikumibaru itu sendiri terlihat kebingungan sambil memandang kawanan kelelawar yang berjumlah banyak yang terbang di langit-langit membuatnya sulit untuk melenyapkannya.
Gadis iblis yang memperhatikannya, berniat untuk menggunakan beberapa sihirnya pada Fuzikumibaru yang kebingungan. [Flame Rock], [Thunder Dragon], [Crystal Dust] diarahkan pada Fuzikumibaru.
Flame Rock yang mampu menembus tubuh kayu Fuzikumibaru yang membuatnya terbakar, Thunder Dragon yang bergerak di langit-langit ruangan yang menyambar langsung dalam gemuruh yang menggelegar di telinga manapun yang mendengarnya, serta Crystal Dust yang digunakannya untuk melelehkan tubuh kayu Fuzikumibaru dengan cepat membuat boneka itu sendiri lenyap seketika.
__ADS_1
Benar-benar tidak ada ampun ya.
Menggelengkan kepalanya yang tidak menyangka itu akan berakhir cepat dengan mudah, Regard menghembuskan nafas berat, sedih atas hiburan menarik yang baru saja dimulai harus berakhir di pihaknya yang menang dalam waktu singkat.
Mengalihkan pandangannya ke arah Lucifer, pertarungan mereka yang terlihat lebih seru membuat Regard penasaran akan seperti apa akhirnya.
Regard yang duduk di lantai, menyaksikan pertarungan mereka dengan santai sambil menunggu akhir dari kedua belah pihak di dirinya yang mampu mengalahkan Lucifer, ia penasaran dalam diam.
Lucifer yang menciptakan beberapa tombak bergerigi dari sayap hitamnya diarahkan pada Lucifer milik Regard, Lucifer milik Regard yang menutupi tubuhnya menggunakan sepasang sayap berwarna putih berputar-putar di lantai, memastikan untuk menghindari rentetan serangan tombak yang mengarah padanya, Lucifer milik Regard terus berputar layaknya bor.
Saat fokusnya tertuju pada Lucifer milik Regard, Haniel yang dengan cepat menggunakan kemampuan dan kekuatannya saat melawan Sasaki sebelumnya, ia mengeluarkan malaikat yang tidak memiliki tangan dan kaki melainkan hanya tongkat yang tampak seperti + yang berwarna putih dan keemasan pada sayapnya, itu menancap di lantai.
Begitu sayapnya yang keemasan membentang luas memenuhi ruangan yang melindungi Haniel di belakangnya, beberapa bulu-bulu berhamburan dari langit-langit yang turun perlahan-lahan ke lantai dengan warna putih, bulu itu berubah warna menjadi keemasan.
"Ini adalah akhir dari penutupan!"
Memutuskan untuk berdiri, Regard yang mengetahui apa yang terjadi berikutnya nanti, ia dengan cepat menghentakkan kaki kanannya ke lantai sekali membuat dinding yang berbentuk persegi yang berlapis-lapis untuk melindunginya dari serangan mematikan yang dilakukan oleh kekuatan dan kemampuan lain dari Haniel, [Angel of Destruction], itulah kemampuan yang dilihatnya.
Saat bulu-bulu berubah keemasan, bunyi dari "tring" sempat terdengar diikuti oleh gelombang kejut ringan di udara yang membentang dari kecil ke besar, seluruh ledakan terdengar keras yang membuat area di sekitarnya runtuh dan hancur dalam sekejap membuat puing-puing dinding dan permukaan lantai yang terbuat dari garnet merah ikut hancur.
"Benar-benar hebat. Tidak aku sangka kalau ini akan menakjubkan seperti ini."
Dibalik pelindung dinding persegi berlapis-lapis, Regard yang terus tersenyum membiarkan rasa percaya dirinya mengalir di wajahnya.
Awalnya Regard berpikir saat pertama kali melihat Haniel melawan Sasaki, Haniel hanya bisa memadukan [Angel of Destruction] ke tubuhnya yang membuatnya menjadi Fallen Angel seutuhnya, itu ternyata memiliki potensi tersembunyi lainnya yang tidak diketahui.
Beruntungnya Regard mendapatkan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh Haniel dengan memanfaatkan class Necromancer miliknya, ia dengan cepat menyerap seluruh kelebihannya menggunakan [Infinity Spirit] untuk dijadikan sebagai bahan keperluan yang penting yang dapat berjaga-jaga jikalau dia dihadapkan dengan Stahark suatu saat nanti.
Hasilnya yang melebihi perkiraan Regard, dia benar-benar masih takjub dengan apa yang dilakukan oleh [Angel of Destruction] yang membuat seluruh area di sekitar hancur, Regard yakin kalau cepat atau lambat, ada kemungkinan kalau ia akan terbebas dari [Golden Castle] terbilang cukup tinggi.
Apalagi jika dia segera bertemu dengan Stahark, Regard tidak sabar untuk menggunakan apa yang telah didapat dari pengikut Stahark sebelumnya, ia akan gunakan itu di pertarungan nanti sebagai senjata terkuat untuk menghadapinya.
•••••
Dia hebat sekali.
Mengeluarkan permen lollipop dari dalam saku gothic lolita miliknya, gadis berambut merah muda panjang yang sedang terkagum atas kehebatan dari kekuatan yang dimiliki oleh pengikutnya sebelumnya, Haniel merupakan kelebihan yang tidak pernah diketahuinya sebelumnya.
Setahu gadis itu, Haniel hanya memiliki kemampuan yang dapat menyatu dengan benda yang terlihat seperti malaikat. Selain dapat menyatu, ada kelebihan lain yang dapat digunakan seperti; penyembuhan instan, perlindungan, serta peningkatan kekuatan sihir dan fisik, itu adalah kelebihannya.
Sayangnya kekurangan dari malaikat yang berbentuk seperti + tidak diketahuinya, gadis itu yang menggigit permen lollipop, menghancurkannya saat itu masih di mulutnya, kesal atas kelebihan dan kebolehannya dalam meningkatkan potensi yang dimiliki dari mayat pengikutnya yang melebihi kemampuan aslinya.
__ADS_1
"Yah, aku tidak menyangka dia sehebat ini maka aku tidak punya pilihan lain."
Beranjak dari kursi yang terbuat dari kristal yang melayang di udara, gadis berambut merah berjalan keluar dari ruangannya berniat untuk bertemu orang yang membuatnya tertarik untuk menyambutnya dengan ramah dan baik.