The Necromancer

The Necromancer
Ch. 17:Amukan Dark Knight Hero


__ADS_3

Mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatannya, Regard mengaktifkan sihir dan kemampuannya dalam meningkatkan pertahanan, serangan, dan sihir yang akan digunakan.


Di sekitar tubuhnya terdapat keempat bola hitam yang telah diperkuat dengan aliran listrik bertegangan tinggi, disertai dengan angin yang berada di sekitar bola hitam berhembus kuat dalam jangkauan yang kecil, ditambah dengan kelima tombak yang dimunculkan oleh Regard di kedua sisi bersiap untuk mengakhiri semuanya dalam sekejap.


"[Dark Aura]."


Dark Aura, kabut kegelapan yang mampu menyelimuti tubuh si pengguna yang mampu meningkatkan statistik miliknya sebanyak dua kali lipat dari biasanya.


Seluruh tubuhnya yang dipenuhi dengan mana hitam dalam jumlah yang banyak membuat area di sekitar dalam jangkauan yang luas merasakan getaran dan intimidasi yang kuat.


Kekuatan ini...


Apakah ada monster lain?


Bahkan di Desa Juria, beberapa kelompok Colorful Adventure dapat merasakan aura intimidasi yang dipancarkan lebih kuat melebihi kemampuan dan kekuatan mereka.


"Friya, Reita, apakah kalian merasakannya?"


"Ya. Aura intimidasi ini..."


"Tidak salah lagi, Regard akan melakukannya dengan cepat."


Ketiga gadis yang masih mengawasi mereka dikejutkan dengan intimidasi yang kuat yang sulit untuk membuat mereka bernafas sejenak membuat mereka yakin ini tidak lain berasal dari rekan mereka, Regard.


Di lain tempat, Regard yang meledakan sebagai besar area di sekitar membuat keempat orang misterius mampu bertahan dari amukannya yang mengerikan.


Regard yang mengetahui bahwa mereka sedang melindungi diri melanjutkannya ke serangan berikutnya.


Di tangannya terdapat keempat batu kecil yang menempel di batu besar yang berada di tengah. Mengarahkan batu tersebut ke atas langit-langit, Regard mulai menggunakan [Meteorit] yang sebelumnya Friya gunakan.


Tak lama setelah batu tersebut melayang di langit-langit malam, beberapa batu besar segera menerjang ke arah mereka berada dari balik kumpulan awan.


Regard yang masih ragu untuk membiarkannya terjadi melompat dengan segera mendekati [Meteorit] berada. Dia dengan kedua matanya mengaktifkan [Dark Soul] dalam jumlah banyak yang menyebabkan arwah penasaran yang berhasil dihabisi oleh tangannya menyelimuti [Meteorit].


[Meteorit] yang sebelumnya tidak terlalu berbahaya yang dapat ditahan sekarang sepenuhnya mustahil.


Tidak melewatkan kesempatan lain, Regard mengangkat salah satu lengannya ke langit-langit. Listrik bertegangan tinggi yang langsung menembak ke langit-langit mengubah cuaca menjadi sedikit gelap.


Tak lama setelah gelap, gemuruh kilat terdengar keras. Diiringi dengan sambaran kilat dalam jumlah banyak yang mengenai permukaan tanah menyebabkan tanah menjadi gosong dan hitam.


[Thunder Hummer]


Dalam kilatan petir yang tiada henti, aliran listrik bertegangan tinggi yang menjadi tebal dan panjang menyebabkan ledakan yang besar disertai dengan kobaran api.


[Ice Cavern] yang sebelumnya telah sirna benar-benar membuat mereka kebingungan untuk mengantisipasi berbagai macam hal.


Sekarang apa yang akan kalian lakukan?


Terkekeh dan tersenyum, Regard yakin cepat atau lambat mereka akan lenyap tak tersisa. Satu-satunya harapan Regard selain dari menghabisi mereka ialah dia ingin agar dalang dibalik pengendalian mereka yang merubah diri mereka menjadi Marionette keluar dari persembunyiannya.


Dentuman keras yang bergetar hebat, diikuti oleh jeritan dari arwah penasaran yang kesakitan, putus asa, dan menderita memenuhi permukaan tanah.


Tidak sebatas itu saja, sambaran kilat yang tiada hentinya menyebabkan kebakaran di area sekitar hutan, disertai dengan gemuruh keras yang menyebabkan para petualang lain yang mendengarnya, merasa ketakutan di dalam diri mereka.


Bagi para petualang, kemenangan telah berhasil mereka raih. Namun entah bagaimana mereka tidak tahu apa yang terjadi, dan kenapa terasa begitu mencekam dan menakutkan di sekitarnya.


Berbeda dengan beberapa kelompok petualang, Shilphonia, Friya, dan Reita melindungi diri mereka menggunakan [God Blessing] yang membuat mereka tidak merasakan aura menyeramkan dan menakutkan dari arwah penasaran yang menyelimuti permukaan.


God Blessing, berkah dewa yang mampu menetralkan kegelapan apapun yang ada dalam diri manusia maupun makhluk hidup lainnya yang dapat menjadi suci sepenuhnya dalam waktu 15 menit. Kemampuan ini hanya mengeluarkan mana dalam jumlah yang cukup agar dapat mengaktifkan God Blessing.


"Friya, apakah kamu merasakannya?"


"Ya, sejauh ini tidak ada tanda-tanda bahwa Regard kalah."


"Aku juga sama. Aku tidak merasa bahwa dia telah dikalahkan oleh mereka."


Memperhatikan area kejauhan yang menurut Shilphonia sangat berbahaya, hati dan pikirannya mencemaskan kondisi Regard.


Bagi Shilphonia, keberadaan Regard sangat berarti untuknya. Dia yang telah menyelamatkan nyawanya, membebaskan diri dari kurungan yang tak dapat ditembus, serta memberikan kehidupan sehari-hari yang penuh arti membuat Shilphonia takut kalau dia akan kehilangan Regard.


Berbeda dengan dirinya, Friya dan Reita yakin saat ini Regard mampu mengatasinya.

__ADS_1


Friya yang mampu merasakan sejumlah mana dan sihir dalam jumlah banyak di sekitar tubuh Regard berpikir bahwa dia tidak akan dikalahkan dengan mudah. Begitupun Reita, dia sama sekali tidak mengkhawatirkan Regard melainkan sepenuhnya yakin bahwa dia dapat mengatasinya tanpa masalah apapun, termasuk dalam situasi terdesak.


•••••


Regard POV


Tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan muncul ya.


Sayang sekali kalau mereka yang telah tiada tidak menunjukkan dalang yang mengendalikan mereka.


Sebetulnya aku dapat merasakan keberadaan dalang yang mengendalikan mereka melalui [Special Rope] yang ada di tubuh mereka sebelum terputus karena ketiadaan, namun aku tidak mau memutuskan untuk pergi ke tempat musuh karena berbahaya.


Ya, cepat atau lambat aku akan bertemu dengannya. Prioritas utama aku sekarang adalah menyudahinya tanpa perlu bertindak lebih jauh.


Mengambil darah dari saku baju, aku meminumnya dan berjalan menjauh dari tempat ini lalu menghilang. Sebelum sempat menghilang ke diriku yang lain, aku menyampaikan [Mind Reading] kepada mereka untuk berhati-hati bahwa dalang yang mengendalikan Marionette belum terlihat sama sekali.


Tidak ada kemajuan ya.


Setelah beberapa cloning dihilangkan, aku mendongak ke langit-langit malam yang dipenuh dengan bintang-bintang di langit dan bulan yang tinggi menyinari kegelapan malam.


Aku harap saat kita bertemu nanti, kau dan aku akan bertarung hingga titik darah penghabisan.


Mengeluarkan [Black Sword] di salah satu lengan dan mengarahkannya ke langit berbintang, aku tersenyum pada penantian yang aku harap akan terjadi tanpa kita berdua sadari.


"Baiklah. Waktunya aku untuk pergi."


Melompat ke bawah dan bergegas ke tempat yang lainnya berada, aku akan memastikan bahwa kami tidak akan diketahui keberadaannya oleh mereka.


Merepotkan sekali jika mereka tahu bahwa kami ikut campur dalam urusan mereka. Tak hanya akan marah dan benci, aku yakin mereka akan berpikir kami akan merebut imbalannya.


"Maaf membuat kalian menunggu."


"Tidak apa-apa."


"Regard...."


Dengan tiba-tiba tanpa disadari, Shilph memelukku dengan erat. Ekspresinya yang cemas dan khawatir membuatku yakin dia takut kehilangan diriku.


"Terimakasih telah mengkhawatirkan aku."


"Tidak apa-apa. Aku... aku hanya lega ketika melihatmu baik-baik saja."


"Bukankah sudah kukatakan padamu bahwa dia baik-baik saja?"


"Itu benar. Dia tidak akan mudah dikalahkan oleh lawannya karena kita tahu kemampuan dan kekuatannya jauh diluar batasan mana yang dimiliki oleh kita."


Mereka benar.


Sejauh yang aku ketahui, batasan pada tiap makhluk hidup dalam segi mana terbatas pada diri mereka masing-masing. Tak peduli apakah mereka memiliki class Enchanter, High Wizard, Beast Tamer, Summoner, dan lain-lain sebagainya, selama mereka hidup dari keturunannya masing-masing, mana dalam diri mereka terbatas.


Kalaupun berhasil dikembangkan, mereka akan tumbuh perlahan-lahan tanpa hasil yang maksimal.


Yah, aku bisa tahu karena aku sering membaca buku lainnya yang telah aku beli sebelumnya.


Menurut informasi yang ada, makhluk di dunia ini memiliki batasan masing-masing, terkecuali para Liberator.


Liberator yang dapat diartikan sebagai kebebasan merupakan para reinkarnasi dari dunia lain, dunia dimana tempatku berada dulu yang sekarang telah aku tinggalkan sepenuhnya.


Masing-masing Liberator memiliki kemampuan dan kekuatan yang berada di luar akal dan tubuh makhluk lainnya menyebabkan mereka setara dengan Pahlawan di dalam legenda yang diceritakan di tiap-tiap buku yang ada saat kami masih kecil.


Yah, aku tidak tahu apakah aku akan jadi jahat atau tidak. Selama aku memiliki pendirian teguh atas suatu hal, aku bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.


Jika situasinya berubah menjadi sulit, kemungkinan jiwa dan pikiranku akan berubah menjadi iblis yang dapat merubah sikap dan pola pikirku di masa depan.


Mengenai hal itu mari pikirkan nanti.


Yang perlu dilakukan sekarang ialah mengambil hadiah lalu pergi tidur di penginapan.


•••••


Di dalam kegelapan di tengah-tengah hutan, sesosok berjubah hitam datang mendekati keberadaan yang sebelumnya merupakan Marionette miliknya telah hancur tak tersisa.

__ADS_1


Mengelus-elus permukaan tanah beberapa kali, sosok itu tersenyum lalu berdiri kembali dan menjauh dari lingkaran sihir yang muncul berwarna ungu terang.


Perlahan-lahan lingkaran itu semakin terang. Di dalam lingkaran sihir, tubuh-tubuh yang seharusnya sudah dihancurkan dapat kembali ke kondisi semula tanpa ada luka sedikitpun. Tak hanya kembali, tatapan dan sikap yang ada pada mereka telah kosong tak berpenghuni layaknya jasad kosong yang tak memiliki jiwa.


"Aku akan membalaskan perbuatan yang kau lakukan pada kami, Manusia."


Terkekeh dan tertawa puas, sosok itu menantikan kedatangannya di lain waktu saat mereka berdua saling bertemu satu sama lain.


Dia tidak sabar untuk tahu seperti apa wujud aslinya di pertarungan nanti jadi dia berharap mampu membalaskan perbuatan yang telah dilakukannya terhadap Marionette kesayangannya tanpa belas kasihan sedikitpun.


Di Guild Petualang, para petualang sedang berpesta ria sepuasnya di meja mereka masing-masing bersama rekan-rekannya di kelompok mereka.


Di salah satu meja, ketiga gadis yang menunggu kedatangan Regard meminum jus yang dipesan sebelumnya sambil menikmati alunan melodi dari harpa yang dimainkan Penyair, dan alunan nada pada nyanyian yang dilakukan oleh Minstrel.


"Ini dia bayarannya, Tuan!"


"Terimakasih."


"Ya, sama-sama."


Mengambil kartu khusus pembayaran yang mengkhususkan Kota Resihei dalam bertransaksi apapun, Regard mengantongi kartu tersebut dan berjalan ke arah mereka berada.


"Apakah imbalannya sudah kita dapatkan?"


"Ya, mari kita beristirahat sejenak."


"Kamu benar."


"Kita sudah terlalu lama begadang jadi kita harus istirahat sebisa mungkin."


Reita yang setuju pada perkataan Regard mengiyakan waktu istirahat mereka, Friya juga berpikiran sama jadi dia memutuskan untuk ikut dengannya, dan Shilphonia yang meregangkan kedua lengannya ke atas, dia sudah tidak dapat menahan kantuk yang melanda dirinya membuatnya sulit untuk tetap terjaga dari tidurnya.


"Tunggu sebentar, Regard!"


"Ada apa?"


"Terimakasih atas bantuan dari kalian."


"Bantuan?"


"Kami tidak melakukan apapun."


"Itu benar. Tapi, kami berterimakasih atas bantuan dari kalian yang telah mengamankan area sekitar tanpa ada yang datang ke arah kami."


Mendengar penjelasan dari pemimpin kelompok mereka, Yuta yang menjelaskan bahwa tidak ada bahaya apapun yang membuat mereka kesulitan baik itu monster maupun iblis, mereka tidak menemukannya sama sekali, sebaliknya, semuanya berjalan lancar sesuai kehendak mereka jadi mereka putuskan untuk kembali ke kota sambil menunggu keadaan dari Kelompok Regard.


"Begitu rupanya."


"Syukurlah jika mereka dapat selamat tanpa terluka."


"Ya. Berkat bantuan kalian, kami diberi hadiah oleh mereka jadi kami ingin membagikan hasil ini pada kalian."


Membuka kantong berisikan uang kepada mereka, Regard dan yang lainnya terkejut atas berapa banyak nilai yang ada di dalamnya.


"Apakah tidak apa-apa bagi kami menerimanya?"


"Ya. Lagipula kita sudah diberikan beberapa pangan yang cukup untuk beberapa hari berikutnya."


Menunjuk ke arah meja tempat dimana mereka berada, Regard dan anggotanya terkejut pada seberapa banyak buah-buahan dan sayur-sayuran yang ada di beberapa box kayu dapat dilihatnya.


Menurut mereka berempat, box kayu yang berisikan pangan untuk sehari-hari mampu bertahan selama sebulan penuh jadi mereka rasa wajar jika Kelompok Yuta memberikan hadiah uang kepada mereka.


"Terimakasih banyak."


"Aku juga berterimakasih."


"Kami harap kami dapat bertemu lagi dengan kalian."


"Aku harap begitu."


Setelah melambaikan tangan satu sama lain, Kelompok Regard pergi memasuki penginapan dan beristirahat di kamarnya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2