The Necromancer

The Necromancer
Ch. 4:Latihan Seorang Necromancer (1)


__ADS_3

Melesat bagaikan kilat, Regard dengan kekuatannya yang kuat membuat Raja Iblis terkejut betapa kuatnya dia dalam memukul.


Ketika Regard melakukan pukulan dengan tinjunya, udara berhembus kuat di belakangnya, begitupun dengan retakan yang sempat terlihat di pijakan kaki Regard membuat Raja Iblis terkagum pada kehebatannya dalam menggunakan kekuatannya.


Sayangnya Raja Iblis berpikir kalau semua itu percuma karena Regard telah dikendalikan oleh kegelapan.


"Menyedihkan."


Jarum panjang dalam jumlah banyak berwarna perak muncul di langit-langit di atas kepalanya lalu melesat ke arah Regard.


Regard yang mengetahuinya menghindar sebisa mungkin lalu mundur ke belakang.


"....."


Sebelum dapat bergerak lebih lanjut, tubuhnya tiba-tiba terasa berat yang membuat ekspresinya terlihat kesal dan jengkel.


"Baiklah. Permainannya telah selesai."


Mengarahkan salah satu lengannya ke depan wajah Regard, dia yang terdiam dalam kebingungan atas apa yang akan dilakukan oleh Raja Iblis padanya.


"Selamat tidur, Nak!"


Tepat ketika itu diucapkan oleh Raja Iblis, Regard jatuh tak sadarkan diri di permukaan tanah.


•••••


Regard POV


Ugh....


Dimana ini? Apakah aku sudah tiada?


Memperhatikan ke sekitar, aku terasa hafal dengan tempat ini.


Kalau tidak salah ingat....


Mengingat kembali atas apa yang terjadi padaku, aku mencoba merenungkannya.


Setahuku, aku sepenuhnya telah dibutakan oleh emosi negatif yang muncul di hati dan pikiranku. Ketika aku dipenuhi oleh kegelapan, satu-satunya hasrat yang kuinginkan adalah balas dendam.


Tapi, kenapa aku masih berada di tempat ini?


"....."


Memperhatikan ke kedua sosok yang aku kenal yang salah satu dari mereka, aku mengenalinya, aku bangun dan bergegas mendekatinya.


"Bagaimana?"


"Lumayan bagus."


"Benarkah?"


"Ya, hanya sedikit lagi yang perlu kau asah maka kau mampu menguasainya."


"....."


Mereka yang melihat kemari membuatku tidak tahu harus bagaimana.


"Apakah kau sudah baikan?"


"Ya."


Entah siapa sosok yang ada di sebelah Paman Veru, aku hanya bisa beranggapan dia adalah sosok yang luar biasa.


Tubuhnya tidak dapat dilihat karena terdapat kabut hitam melainkan hanya pakaiannya yang dapat aku lihat sekarang. Selain penampilannya yang tidak diketahui, aku merasa sosok ini memiliki aura yang mengintimidasi siapapun yang melihat dan merasakan kehadirannya.


"Kau merasakannya ya, Nak."


"Ya, begitulah."


Entah kenapa aku merasa sedikit takut dan khawatir atas sosok aneh ini.


"Jangan khawatir, Nak. Dia adalah rekan kita jadi kau tidak perlu takut."


Sembari mengayunkan pedangnya di depan berkali-kali, Paman Veru mengatakan itu padaku dengan senyum yang sama. Ekspresinya yang terlihat baik-baik saja membuatku melepas rasa khawatir dan takut atas sosok yang berdiri bersebelahan dengannya.


"Mungkin aku belum memperkenalkan diri padamu. Aku adalah Raja Iblis, kau bisa panggil aku dengan nama itu."


"Raja Iblis!?"


Eh? Tunggu sebentar!


Jika dia Raja Iblis maka artinya dia kemari karena suatu alasan bukan?


"....."


Mundur beberapa langkah darinya, aku takut dia akan melakukan sesuatu padaku jadi aku sengaja menjaga jarak.


"Hahaha. Kau benar-benar menarik ya, Nak."


Selesai tertawa, dia perlahan-lahan berjalan mendekati aku.


Sebelum dia dapat menjangkau tempatku berada, aku mundur berkali-kali agar dia tidak dapat mencapai tempatku.


Menjauh dariku! Aku tidak ingin kau membawaku ke tempatmu!


Meskipun aku mengatakan itu dari dalam lubuk hati terdalam, aku tidak mampu mengatakannya melalui mulutku.


Mungkin saja karena aku tahu dia adalah sosok Raja Iblis jadi aku ragu mengatakannya. Kalaupun aku mengucapkannya, itu akan membuat umurku menjadi pendek dari umur yang kumiliki.


"Percuma saja ya."

__ADS_1


Dia tiba-tiba terhenti di kejauhan dan menghilang dalam sekejap.


Dimana dia? Apakah dia sudah pergi?


Memperhatikan ke sekeliling, aku tidak menemukan keberadaannya, sebaliknya, aku hanya melihat permukaan tanah yang luas yang kosong tak berpenghuni oleh manusia maupun bangunan.


"Menyerah, Nak! Aku sudah berhasil mencapai dirimu."


"....."


Di dekatku, sosok Raja Iblis memegang salah satu pundak dan mengatakan itu padaku dengan ramah.


Aku tidak bisa berkata apa-apa, sebaliknya, aku hanya diam membisu karena aku tidak menyangka kalau dia bisa secepat itu tanpa diketahui oleh siapapun.


Mungkinkah ini adalah kekuatannya?


Tidak heran jika Raja Iblis memiliki kemampuan dan kekuatan yang lebih hebat dari makhluk manapun. Apalagi jika dia berada di posisi tertinggi iblis, aku yakin dia adalah iblis terkuat yang lebih tinggi dari iblis lainnya di wilayah iblis.


"Baiklah, aku menyerah!"


Lebih baik ikuti perkataannya daripada aku harus dibunuh dan mati untuk kedua kalinya di dunia ini, aku tidak ingin itu terulang kembali.


"Keputusan yang bijak."


Berjalan ke depanku, dia berhenti sambil mengarahkan pakaiannya padaku. Bisa dikatakan dia sedang menatapku.


Terlihat dari pakaiannya yang menghadap ke arahku, aku hanya bisa memperkirakan kalau dia sedang memperhatikan aku karena suatu alasan. Entah apakah dia benar-benar dapat dipercaya atau tidak, aku masih waspada terhadapnya.


"Ikuti aku, Nak!"


"Ikuti? Kemana kita akan pergi?"


"Latihan. Aku ingin kau menjalani latihan sebagai seorang Necromancer."


"Necromancer?"


Menghentikan langkah kakiku, aku terkejut mendengar perkataannya.


Necromancer adalah class menakutkan bagi manusia. Mereka yang memiliki class Necromancer akan kehilangan kendali pada tubuh mereka yang membuat mereka menjadi iblis, monster atau bahkan dapat membunuh diri mereka sendiri.


Membayangkan apa yang diceritakan oleh Ibuku di waktu aku masih kecil, aku merasa kalau beban yang aku pikul terlalu berat untukku seorang.


Kekuatan ini...


Aku tidak tahu apakah aku senang atau tidak, tapi aku hanya tidak yakin mampukah aku menguasainya atau tidak, hanya itu yang aku pikirkan sekarang.


Setahuku, kebanyakan dari cerita lama mengatakan tidak ada satupun orang yang dapat mengendalikan class Necromancer jadi aku bisa yakin kalau semua ini percuma jika aku tidak dapat mengendalikannya.


Tapi, di sisi lain aku tidak ingin menjadi iblis maupun monster yang artinya aku setuju dengan latihan yang akan dijalani untuk menjadi seorang Necromancer.


•••••


Beberapa menit telah berlalu.


Ketika Regard melakukannya, dia dipaksa untuk dikendalikan oleh kegelapan yang menyebabkan dia kehilangan kendali pada tubuhnya. Itulah mengapa setiap kali Regard kehilangan kendali pada tubuhnya, dia diharuskan untuk melawan Raja Iblis dengan menganggapnya sebagai dalang dibalik hancurnya desa dan lenyapnya para penduduk.


"Huh... huh..."


Keringat mengalir membasahi tubuh Regard.


Tubuhnya yang terasa berat, kepalanya yang terasa pusing, serta nafasnya yang terengah-engah membuat kondisi Regard berada dalam batasnya.


Setiap kali dia mengeluarkan emosi negatif dari dalam dirinya, dia selalu terlihat kelelahan yang membuat pandangannya samar-samar.


Regard tidak bisa menyerah.


Bukan karena dia takut kalau dia akan menjadi lemah, dia hanya tidak ingin dirinya menjadi iblis maupun monster di masa depan.


Itu sebabnya Regard yang terlihat kelelahan mencoba memaksakan diri pada tubuhnya yang sudah mencapai batasnya agar dia bisa mempertahankan dirinya sebagai seorang manusia.


"Kita sudahi latihannya, Nak!"


"Menyudahinya? Tapi, aku..."


Tubuh Regard terhuyung ke depan yang siap jatuh ke permukaan tanah.


"Kau sudah lelah jadi lebih baik untuk mengistirahatkan diri terlebih dahulu."


Sebelum tubuhnya mencapai tanah, Raja Iblis memegang kedua pundaknya, meletakkannya di tanah dengan perlahan-lahan.


"Baiklah."


Memejamkan matanya, Regard beristirahat dengan pulas di tanah.


Hari demi hari, bulan demi bulan, latihan itu terus dilakukan berkali-kali.


Sekitar 3 bulan telah berlalu, Regard akhirnya mampu mengendalikan kegelapan dari dalam dirinya sendiri. Dia sudah tidak lagi kehilangan kendali pada tubuhnya membuatnya dapat mengontrol kekuatan dan kemampuannya sebagai seorang Necromancer.


Namun sebagai gantinya, dia diharuskan untuk berburu monster untuk dapat menyantap darah dan daging dari mereka.


Alasan Raja Iblis menyuruhnya memburu monster ialah dia ingin Regard menenangkan emosi bergejolak hanya dengan darah dari monster yang akan dihisapnya, dan daging monster yang akan dikonsumsinya.


[TL: Dikarenakan Necromancer aku ambil dari persembahan terhadap iblis jadi aku hanya menuliskannya sebagai darah untuk suatu ritual, dan sesajennya seperti daging adalah tambahannya, sesuatu seperti itulah pokoknya].


Jika Regard tidak melaksanakannya, dia akan kehilangan kendali pada tubuhnya seperti sebulan yang lalu.


Di pagi hari yang cerah di kedalaman hutan, kedua sosok sedang berlari sekuat tenaga.


Raja Iblis yang berada di depan yang memimpin lari, membalikkan tubuhnya lalu mengeluarkan Dark Chain yang diarahkan pada Regard. Regard yang mengetahuinya, menghindar dan melayang di udara.


(Dark Chain, rantai kegelapan yang mampu dibuat melalui elemen kegelapan yang mampu menghentikan pergerakan siapapun yang ditargetkan oleh si pengguna)

__ADS_1


Sepasang sayap Dark Wing diaktifkannya yang membuat Regard mampu terbang di udara dengan sangat lama. Tidak memanfaatkan kesempatan yang ada, Regard mengeluarkan Darkness Bow yang dia lancarkan ke langit-langit.


(Dark Wing, sepasang sayap hitam yang muncul dalam mode biasa tanpa perlu menggunakan mana apapun melainkan hanya sedikit kegelapan yang perlu digunakan, itu mampu membuat si pengguna terbang dengan lama tanpa ada batasan dalam menggunakannya)


(Darkness Bow, busur hitam yang mampu menciptakan Dark Arrow, kemampuan kegelapan lainnya yang dapat digunakan oleh si pengguna Necromancer)


(Dark Arrow, anak panah hitam yang mampu mengubah siklus cuaca yang awalnya terang dan cerah menjadi gelap dan mendung, anak panah tersebut mampu menghujani musuhnya dalam ruang lingkup yang luas yang tak ada batasnya sesuai keinginan si pengguna, yang dapat memberikan dampak serangan ringan seperti goresan pada tubuh lawan yang perlahan-lahan menjadi luka fatal jika diabaikan)


Langit-langit yang awalnya cerah perlahan menjadi gelap.


Tak lama setelah langit menjadi gelap, gemuruh terdengar. Selama beberapa kali gemuruh terdengar keras, hujan deras turun dari langit. Hujan itu sendiri ialah hujan yang berbeda dari hujan biasanya.


Masalahnya bukanlah hujan air, tapi hujan itu sendiri merupakan Dark  Arrow dalam jumlah banyak yang membuat seluruh permukaan tanah berubah menjadi hitam.


"Benar-benar hebat, namun..."


Sebelum Dark Arrow dalam jumlah banyak mengenai tubuh Raja Iblis, dia telah memasang pelindung di sekitar tubuhnya dengan Special Cube yang membuatnya mudah untuk berjalan di tengah hujan tersebut.


"Cih. Tidak mempan ya."


Menerjang langsung ke arahnya, di kedua tangannya yang sebelumnya terdapat Darkness Bow berubah menjadi Black Sword yang akan siap digunakannya untuk menebas langsung ke Raja Iblis.


Raja Iblis yang memperhatikannya, tersenyum. Dia sudah menduga kalau ini akan terjadi jadi dia sengaja tetap diam seolah-olah menunggu kedatangan Regard.


Mungkinkah dia....


Sebelum dapat mencapai tubuh Raja Iblis, Regard dengan segera mengaktifkan Infinity Spirit yang membuat aura di sekitarnya berubah menjadi warna ungu. Di sekitar tubuhnya terdapat kepala tengkorak dalam jumlah banyak yang mengelilinginya dan melayang di udara.


Selama beberapa detik kemudian, kepala tengkorak berubah menjadi keberadaan yang menakjubkan. Sosok yang terdapat mata berwarna hitam gelap, jubah yang menyelimutinya yang berwarna ungu, dan aura ungu yang melindungi Regard, disertai dengan kedua kepala tengkorak di kedua sisi membuat Regard siap untuk menerjang langsung ke Raja Iblis.


Tampaknya dia mampu memahami pertarungan sesungguhnya ya.


Tidak mampu melakukan apapun, Raja Iblis dengan segera menghindar.


Namun sebelum dapat menghindarinya, Regard dengan senyum licik menyiapkan beberapa jebakan untuknya.


"Ini...."


"Hehehe... berhasil."


Di pijakan tanah tempat Raja Iblis berada, tanah berguncang dan berubah menjadi gundukan tanah. Di kedua tanah yang ada di sisi Raja Iblis terdapat kegelapan yang mengikat kedua tangan dan kakinya yang membuat pergerakannya terkunci.


"Semuanya telah berakhir."


"Ya, kau benar."


Selesai menerjang ke arah Raja Iblis, dentuman tanah terdengar keras diiringi dengan cahaya besar yang mampu membuat hutan hancur dengan warna hitam pekat, dan dilanjutkan dengan ledakan besar membuat tempat itu berubah menjadi kawah dalam sekejap.


"Huh... huh... huh..."


Tersungkur ke tanah, Regard dengan segera menahan tubuhnya untuk tetap berdiri menggunakan Dark Lance yang sebelumnya adalah Black Sword yang diubahnya menjadi Dark Lance menggunakan Change Weapon miliknya.


Apakah berhasil?


Memperhatikan kondisi di sekitarnya, Regard dengan senyum bahagia berhasil mengatasinya dengan mudah.


"Dia benar-benar hebat sekali."


Di kejauhan hutan, Raja Iblis yang memperhatikannya tersenyum pada perubahan drastis yang dimiliki oleh Regard Arthen.


Sejauh yang diketahuinya, Regard mampu berkembang dan tumbuh secepat itu hanya dalam waktu tiga bulan. Meskipun tubuhnya masih belum mampu menahan beban berat akibat Infinity Spirit miliknya, tapi Raja Iblis tetap bangga atas perkembangannya sejauh ini.


"Bagaimana menurutmu, Raja Iblis?"


"Tidak terlalu buruk."


Mendekati Regard, Raja Iblis dengan salah satu lengannya menepuk rambutnya dan mengelusnya dengan pelan-pelan dan lembut.


"Kerja bagus, Nak!"


"Ya, terimakasih."


•••••


"Hanya itu yang dapat aku ceritakan."


Mendengar dengan seksama cerita Regard, Stephani dan gadis berambut pirang panjang terkagum pada perubahan Regard yang begitu cepat daripada orang biasa.


"Kamu luar biasa ya, Manusia."


"Itu benar. Sejauh yang kutahu, manusia tidak akan mampu menahan kemampuan dari class Necromancer."


"Ya. Apalagi jika mereka kehilangan kendali membuat tubuh mereka berubah menjadi iblis ataupun monster."


"Sejujurnya aku juga masih belum dapat menguasai beberapa kemampuan yang kumiliki, contohnya seperti tadi. Aku sama sekali tidak bisa menguasainya dalam waktu yang lama karena itu akan membebani tubuhku."


Memperhatikan kedua lengannya, Regard memasang ekspresi sedih di wajahnya.


Kesedihan itu sendiri bukanlah kesedihan karena tubuhnya yang lemah melainkan dirinya yang masih belum mampu memenuhi syarat dalam mengendalikan [Infinity Spirit] tanpa ada batasan waktu.


"Aku mengerti."


"Baiklah. Kalau begitu Stephani, aku ingin kamu ikut bersamanya."


"Apa katamu!?"


"Aku ingin kamu ikut dengannya agar kita bisa saling dekat satu sama lain."


"....."


Tidak mampu memahami pemikiran gadis di sebelahnya, Stephani memasang ekspresi keberatan atas perkataannya tadi.

__ADS_1


Menurut Stephani, Regard memang kuat dan hebat. Tapi, itu hanya sebatas kekagumannya dalam mengamati kemampuannya. Jika Regard kehilangan kendali pada tubuhnya, Stephani yakin kalau dia akan kewalahan dan kerepotan dalam menghadapinya nanti.


__ADS_2