The Necromancer

The Necromancer
Ch. 40:Belenggu dan Kebebasan


__ADS_3

Seluruh gua tampak hancur sepenuhnya.


Di sekitar mereka berdua, debu berhamburan yang membuat pandangan mereka terhalang satu sama lain dalam mengetahui kondisi musuh mereka.


"Keluarlah! Aku yakin kau belum tiada."


Dibalik kabut tebal, seorang pria dengan [Black Sword] di tangan kanannya diayunkan ke pria yang berdiri dengan tubuhnya yang terdapat luka-luka gores yang berdarah.


Trang!


Dengan cepatnya pria itu menangkisnya menggunakan salah satu sayapnya dan menguatkan tekanannya di sayap yang menahannya membuat pria berambut putih pendek terpental beberapa jarak dari tempatnya sebelumnya.


Meskipun terpental, pria itu sama sekali tidak menghantam permukaan maupun dinding bekas reruntuhan dari gua yang mereka hancurkan melainkan dia tetap menapak tanpa jatuh maupun kehilangan keseimbangan.


"Aku akui kau benar-benar hebat."


Di salah satu lengannya terdapat lingkaran sihir merah terang bagaikan api yang menyala dalam ukuran yang kecil, pria itu dengan cepat melanjutkan kata-katanya yang sengaja dia tunda.


"Tapi, kau takkan bisa mengalahkan semua yang aku miliki."


Mengangkat tangannya ke langit-langit lalu memukul permukaan telapak tangan ke permukaan tanah, lingkaran sihir yang awalnya terlihat kecil di tangannya mulai membesar membentang luas di sekitarnya.


Dibalik lingkaran sihir yang terang, muncul sosok besar yang keluar dari dalam lingkaran.


Sosok itu terlihat seperti burung pada kepalanya, tubuhnya yang bulat yang tidak memiliki kaki, sepasang tangan dengan cakarnya yang panjang, disertai dengan benang-benang yang mengikat tubuhnya dapat dilihat dengan jelas bahwa itu adalah sebuah boneka yang mirip seperti Marionette.


Habisi dia!


Memberi aba-aba melalui tatapannya ke arah pria yang ada sedikit jauh darinya, pria yang memanggil sosok itu membuat sosok burung boneka atau bisa disebut sebagai Marionette Bird bergerak cepat ke arah Regard.


Trang!


Tangkisan dilakukannya saat cakar mulai diarahkan dari langit-langit.


Cengkeraman yang kuat dari hantaman cakarnya membuat Regard kesulitan untuk menahannya jadi dia dengan cepat memutar tubuhnya untuk membuat gelombang kejut udara yang menyebabkan dirinya menghilang dalam sekejap.


"Cepat cari dan bunuh dia!"


Marionette Bird mengikuti perintahnya. Dia dengan cepat bergerak melayang di udara sambil mencari mangsanya, Regard yang telah dia identifikasi sebelumnya melalui tetesan darah yang berhasil disebabkannya melalui goresan kecil di salah satu lengannya.


Dia terlihat kuat sekali.


Dibalik tumpukan bebatuan yang sudah terbengkalai, Regard yang memulihkan dirinya berpikir ini akan menjadi situasi yang gawat jika dia diharuskan berhadapan dengan Marionette Bird.


Setahunya, Marionette Makhluk Hidup sudah tidak bisa dikendalikan oleh Fuzikumibaru. Tapi, Marionette Bird dapat bergerak sendiri tanpa dikendalikan oleh siapapun yang membuat Regard berpikir makhluk ini disebut sebagai makhluk yang muncul dari balik lingkaran sihir, Summoner.


Aku harus lakukan sesuatu.


Menunjukkan dirinya keluar, Marionette Bird melihatnya dan mulai mengejarnya ketika dia berlari menjauh dari tempat mereka.


Di kedua tangan Marionette Bird, kelima cakarnya dari masing-masing jari dilemparkan ke arah Regard membuatnya menerjang langsung ke dirinya.


Trang!

__ADS_1


Sekitar tubuh Regard, darah mengelilinginya yang berubah menjadi jarum bergerigi dalam jumlah banyak yang memiliki ukuran besar mampu menangkis beberapa cakar darinya dengan mudah.


Benar-benar lemah.


Salah satu kakinya yang menghantam permukaan membuat gundukan tanah mengarah ke Marionette Bird dengan cepat. Marionette Bird menghindari gundukan tanah yang mulai membesar ke arahnya dan terbang di langit-langit yang sulit digapai oleh gundukan tanah tadi.


"Cih...."


Mengaktifkan [Acceleration], Regard menghilang dan mulai menjauh kembali.


Di sepanjang pelariannya, dia dan orang-orang di anggota The Necromancer saling berpapasan dan memandang satu sama lain sebelum akhirnya Regard pergi dengan segera.


"Barusan itu...."


"Ya. Tidak salah lagi, dia sedang bertarung."


"Tapi, siapa lawannya?"


Tepat ketika mereka berbicara seperti itu satu sama lain tentang keberadaan Regard yang menjauh, sosok Marionette Bird melewati mereka tanpa menyerang keberadaan mereka yang sedang berjalan menuju ke tempat tuannya berada.


"....."


Terdiam dan terkejut atas sosok tadi yang dirasa mereka kuat dan hebat, mereka tidak dapat mengetahui betul apa yang sebenarnya terjadi.


Tapi, satu hal yang mereka pahami ialah Regard yang sengaja menjauh membuat mereka berpikir dia melakukannya untuk menjauhi segala macam penghalang yang dapat mengacaukan pertarungan mereka, setidaknya mereka berpikir seperti itu.


•••••


Ini benar-benar merepotkan.


Setiap kali aku mencoba menyerangnya, dia selalu dilindungi oleh pelindung transparan.


Benar-benar menyebalkan.


Mengetahui titik kelemahan musuh, aku sudah tahu dia lemah terhadap serangan sihir maupun fisik yang berasal dari elemen api. Tapi untuk dapat menembus pertahanannya, semua usaha diperlukan agar aku bisa melenyapkannya.


Tidak ada pilihan.


Menjatuhkan pedang yang aku pegang, benda itu langsung lenyap saat menyentuh permukaan.


Sip. Kali ini aku akan melakukannya dalam sekali serang.


Mana dal jumlah banyak aku kerahkan, begitupun dengan elemen api yang akan aku gunakan, sebisa mungkin aku mengerahkan seluruhnya tanpa perlu menahannya lebih lama.


"....."


Trang!


Pedang yang berhasil aku gunakan menangkis dan menahan cakar miliknya dengan mudah. Meskipun tekanannya terbilang kuat, itu sebenarnya terlihat lemah jika kau menguatkan pertahanan di bagian pedang dalam jumlah banyak.


[Ultimate Barrier], itulah senjata yang aku gunakan dalam menahan rentetan cakar di salah satu pedang yang aku gunakan melalui kemampuan yang berhasil aku dapatkan dari Shilph, [Imitation Sword].


"Sekarang!"

__ADS_1


Rentetan rantai mulai mengunci pergerakannya.


Berlari langsung ke arahnya, beberapa bola berwarna merah tua yang terasa panas dapat dirasakan olehku. Bola itu memiliki jumlah sekitar lima yang akan aku lepaskan secara langsung ke arahnya.


"Rasakan ini!"


Mengubah lenganku menjadi sebuah tembakan, satu-persatu bola mulai menembak ke arahnya membuat kawasan sekitar berubah menjadi lahar yang membakar segalanya dalam sekejap.


Sekarang waktunya penutupan.


Berdiri tegak dan menyimpangkan kedua lenganku ke depan, tubuhku sedikit membungkuk ke arahnya.


Udara dingin yang disertai dengan aura biru yang membungkus tubuhku benar-benar terasa hangat. Tak hanya aura biru, seluruh tubuhku berubah menjadi sosok yang berbeda yang terlihat sama persis seperti Fenrir namun aku yakin aku memiliki perbedaan di dalamnya yaitu payudara yang besar dan bokong yang menggoda.


Terlebih lagi aku tidak mengenakan sehelai pakaian apapun. Seluruh pakaianku sebelumnya telah sirna dilahap oleh api biru yang berkobar di sekitarku membuat tubuhku telanjang bulat sepenuhnya.


"Bersiap-siap untuk mati!"


Dengan menggunakan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, [High Acceleration], aku menggunakan beberapa cakar untuk meretakkan perisainya berkali-kali membuat monster itu kesulitan untuk menyerang aku karena pergerakan yang kulakukan terbilang lebih cepat dari sebelumnya.


Sedikit demi sedikit, retakan mulai terlihat lalu pecah menjadi berkeping-keping dalam waktu singkat.


Sekarang!


Menggabungkan antara [Fenrir Mode] dengan [Infinity Spirit] adalah hal yang pernah kulakukan sebelumnya, tapi kali ini aku sengaja menggunakannya kembali untuk membuktikan siapa diantara kita yang terkuat.


•••••


Sosok Fenrir yang terlihat jelas yang memiliki ukuran besar, sepasang sayap yang muncul berwarna ungu gelap yang membentang luas di langit-langit, serta zirah yang membungkus tubuh Fenrir membuatnya terlihat seperti alat tempur yang tak dapat tertembus.


"Mari kita akhiri ini."


Sepasang mata dan mulut Regard yang mengeluarkan darah mengalir perlahan-lahan membuat tubuhnya merasa berat dalam menggunakan kedua kemampuannya, [Fenrir Mode] dan [Infinity Spirit] membuat pandangannya terlihat samar-samar namun ditahannya.


Berlari dengan kecepatan tinggi, [High Acceleration] yang dikerahkan terus-menerus untuk melukai tubuh Marionette Bird berkali-kali menggunakan cakarnya, sosok Fenrir yang terbang di udara membuka mulutnya lebar-lebar.


"Matilah!"


Di dalam mulut Fenrir terdapat cahaya berwarna merah ke oranye berbentuk bola yang berukuran kecil perlahan-lahan membesar. Bola tersebut digigit olehnya dan dibuka mulutnya menyebabkan laser berwarna oranye menyala terang membakar seluruh area sekitar lalu meledak dalam jangkauan yang luas.


Setelah ledakan sirna, kawah kecil terbentuk di permukaan tanah yang disebabkan oleh ledakan dari laser Fenrir.


Benar-benar menyedihkan ya.


Di permukaan tanah di tengah-tengah kawah yang dibuat sebelumnya oleh ledakan Fenrir, Regard terbaring di atas dengan tubuhnya yang dipenuhi oleh genangan darah. Sepasang mata dan mulutnya yang masih mengeluarkan darah, beberapa anggota tubuhnya yang hilang mengeluarkan darah dalam jumlah banyak menyebabkan genangan darah di permukaan yang membasahi punggung dan pakaiannya.


Pada akhirnya, keberhasilan Regard benar-benar terlihat sukses.


Tidak peduli seberapa banyak pengorbanan yang dibutuhkan, dia akhirnya selesai untuk mengakhiri pertarungan bersama monster tersebut. Walaupun dia kehilangan banyak darah dan seluruh tenaganya, dia tetap tersenyum atas kesuksesannya.


Selamat tinggal, Teman-teman.


Tersenyum puas atas dirinya yang berhasil dilenyapkan, tubuhnya menghilang bagaikan hamparan pasir yang lenyap tanpa ada jejak yang tersisa sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2