The Necromancer

The Necromancer
Ch. 39,1:Serahkan Pada Kami! (1)


__ADS_3

"Apa yang akan kita ambil hari ini?"


"Bisakah kita ambil yang itu?"


"Bukankah itu terlihat sulit?"


"Kamu benar."


Dihadapan mereka terdapat papan misi yang tersedia di lantai dasar yang didasarkan untuk para petualang di tingkat Black Adventure.


Masing-masing misi yang tersedia ialah misi pengawalan, pemburuan, penjagaan, serta perbantuan dapat mereka lihat di kertas yang berbeda-beda di setiap tempat yang mengajukannya.


"Kita ambil yang ini."


"Ini?"


"Ya."


Di tangan pria berambut putih pendek yang menunjukkan selembar kertas pada gadis berambut biru panjang, gadis itu mengambilnya dan membacanya dengan seksama.


Misi yang diambilnya bukanlah misi sulit melainkan misi pengawalan. Dimulai dari Kota Fiasfa hingga hutan yang mereka lewati sebelumnya, hadiah dari misi itu terbilang cukup kecil namun lumayan untuk menambah penghasilan mereka.


"Bagaimana?"


"Ini bagus."


"Benarkan?"


"Ya."


"Bolehkah aku melihatnya?"


Di dekat gadis berambut biru panjang terdapat gadis kecil dengan pakaian lucu dan menggemaskan yang mengambil selembar kertas UN dibacanya.


Di samping gadis kecil, gadis berambut perak pendek yang mendekatinya melihat isi dari lembaran tersebut secara bersamaan dengan gadis kecil berpakaian imut dan menggemaskan.


"Ini menarik."


"Ya. Tidak hanya dekat, biayanya terbilang cukup untuk tingkat petualang seperti kami."


"Ya, kalian benar."


Tanpa menunggu waktu lebih lama, mereka bergegas pergi meninggalkan Aula Guild Petualang. Sebelum mereka pergi, mereka mengkonfirmasi misi terlebih dahulu agar tahu apakah ada yang mengambilnya atau tidak, setelah itu mereka baru pergi meninggalkan Guild Petualang.


•••••


Regard POV


Misi pengawalan terhadap salah satu keluarga bangsawan.


Ini adalah misi mudah yang aku yakin akan terbilang sulit untuk dilakukan oleh orang-orang seperti kami, petualang dari tingkat Black Adventure.


Sejauh yang kutahu, para bangsawan selalu memiliki masalahnya tersendiri. Mulai dari penodongan, penculikan, pencurian, pembunuhan, semua itu adalah kasus yang terjadi diantara para bangsawan yang pernah aku lihat dalam seri-seri novel yang dibaca sebelumnya selama aku masih muda dulu di dunia lama aku.


"Apakah ini tempatnya?"


"Ya."


Di depan kami, sebuah gedung membentang luas.


Gedung yang memiliki empat tingkat memiliki arsitektur yang mewah dan indah untuk dilihat dari luar, pagar-pagar yang membentang luas di permukaan, serta tanaman hijau yang ada di sekitar gedung dapat kami lihat dari balik pagar adalah pemandangan yang cukup indah dan cantik untuk dilihat beberapa kali.


"Ara... apakah kalian adalah orang yang menerima misi dariku?"


"Ya."


Setelah beberapa ketukan, seorang gadis berambut merah api panjang keluar dari pintu, menyapa kami dengan senyum yang terlihat di wajahnya.


"Apakah kamu adalah Sakigawa Miyu?"


"Ya. Aku adalah seorang bangsawan yang akan menjalani bisnis diluar kota."


Sekilas tatapan yang dialihkan dari Reita melihat ke arahku.


Aku tidak tahu apakah dia benar-benar melihatku atau tidak, aku mengabaikannya dan memilih untuk tidak berinteraksi langsung karena itu akan membuatku terasa aneh dihadapan mereka.


"Apakah kalian adalah petualang dari tingkat Black Adventure?"


"Ya, kami adalah petualang di tingkat Black Adventure."

__ADS_1


"Aku mengerti."


Semakin dia melihat ke arahku, tubuhnya semakin dekat denganku.


Secara perlahan-lahan, aku menjaga jarak darinya untuk menjauh sebisa mungkin untuk tidak menarik perhatian mereka yang terlihat kebingungan sekarang.


"Hehehe..."


Sayangnya hal itu tidak membuahkan hasil.


Nyonya Sakigawa yang mulai merangkul tanganku, melilitkannya dan memeluknya dengan erat membuatku sulit untuk melepaskannya dan menjaga jarak darinya.


Apakah kamu kenal dengannya?


Tidak, aku sama sekali tidak mengenalnya.


Itu bohong. Aku justru mengenalnya karena kami pernah bertemu sebelumnya.


Dirinya yang dahulunya telah tiada yang membuat tubuhnya berubah sepenuhnya menjadi boneka berhasil aku selamatkan dan hidupkan kembali seperti sekarang, semua berkat aku.


Jika aku tidak melakukan sesuatu pada mereka sebelumnya, aku tidak tahu apa yang akan menanti mereka. Ya, dia adalah wanita iblis yang pernah dijadikan Marionette Makhluk Hidup oleh Fuzikumibaru sebelumnya.


"Bolehkah aku tahu nama kalian?"


"Ya."


"Tentu."


Aku yakin mereka ingin mengatakan sesuatu namun mereka menahannya.


Terlihat dari wajah mereka yang terlihat kesal dan iri atas kedekatan yang aku dan Nyonya Sakigawa lakukan, aku bisa pastikan mereka kesal pada dirinya yang tiba-tiba mendekati aku tanpa alasan yang jelas.


"Namaku adalah Sasaki."


"Aku adalah Fuuya."


"Namaku Reita Hiena, panggil saja aku dengan nama Reita."


Setelah mereka bertiga memperkenalkan namanya masing-masing, pandangan Nyonya Sakigawa mengarah padaku.


Terlihat dari wajahnya yang penasaran atas namaku membuat aku mengalihkan pandangan darinya dan berpura-pura untuk tidak melihatnya.


Jujur saja ini merepotkan karena aku tidak menyangka bahwa orang yang meletakkan misi bukanlah orang asing, tapi orang yang kukenal.


Benar-benar merepotkan ya.


"Bisakah kamu beritahu namamu?"


Sekali lagi dia melirik ke arahku.


Aku tahu semua orang melihatku bersikap aneh, tapi tidakkah kalian tahu jika aku memberitahu namaku maka dia akan semakin dekat denganku.


Sudahlah. Lebih baik jika aku perkenalkan namaku agar mereka tidak curiga.


"Namaku Regard Arthen, kau bisa memanggilku dengan nama Regard."


"Regard ya."


Nyonya Sakigawa yang menundukkan kepalanya dan bergumam namaku berkali-kali secara pelan-pelan, dia mengangguk sekali dengan wajahnya yang yakin lalu melihatku.


"Sip. Sudah aku putuskan."


Putuskan? Apa maksudmu?


"Regard, menikahlah denganku sekarang!"


Eh.... menikah?


Secara keseluruhan aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Apakah aku harus senang atau tidak, aku sama sekali tidak merasakan apapun dari dalam diriku.


Kejantananku telah diambil oleh Shilph jadi mustahil jika aku menikah dengan orang lain karena aku sudah dikotori oleh Shilph sebelumnya yang dikendalikan oleh Stephani.


Benar deh. Aku tidak tahu harus berkata apa.


Melihat reaksi mereka, aku yakin mereka terkejut atas perkataan dari Nyonya Sakigawa. Menikah bukanlah hal yang mudah. Itu sebabnya mereka sama sekali tidak menyangka atas kata-kata yang dikeluarkannya membuat mereka tidak percaya pada apa yang mereka dengar sebelumnya.


Sudahlah.


"Maaf, aku tidak bisa menerimanya."

__ADS_1


"Eh... kenapa? Apakah ada alasannya?"


"Ya. Aku hanya seorang petualang biasa sedangkan kau adalah seorang bangsawan jadi mustahil bagi kita untuk menikah."


Tidak, bukan itu maksudku.


Lebih tepatnya aku belum bisa menikah karena aku tidak menginginkannya sama sekali.


Itulah maksudku.


"Begitu ya."


Menghela nafas panjang, ekspresinya yang terlihat sedih berubah menjadi senang atas penolakan yang kulakukan terhadapnya.


"Mungkin suatu saat nanti, kita bisa bertemu lagi jadi aku akan meminta bantuan darimu jika aku memerlukan bantuan."


"Ya, aku akan menantikannya."


Tak terasa sudah sampai di tempat tujuan, kami dan Nyonya Sakigawa berpisah karena tugas yang dijalani sudah selesai.


Aku merasa bingung dan heran atas permintaan yang sengaja dia letakkan di Guild Petualang. Dilihat dari segi kekuatan dan kemampuan, Nyonya Sakigawa memiliki kemampuan yang jauh di atas rata-rata manusia biasa yang dapat mengalahkan siapapun yang menyerangnya.


Tapi, dia sama sekali tidak memperlihatkannya pada kami.


Sebaliknya, dia terlihat seperti seorang gadis lemah yang tidak dapat diketahui oleh siapapun bahwa dia adalah seorang iblis yang berkamuflase sebagai seorang manusia.


Bahkan mereka bertiga, orang yang sensitif terhadap perasaan, pendengaran, dan penciuman tidak dapat mengetahui apapun.


Benar-benar teknik kamuflase yang hebat.


"Kira-kira siapa Nyonya Sakigawa?"


"Itu benar. Mengapa mereka terlihat dekat sekali denganmu?"


"Apakah kamu mengenalnya, Tuan?"


Sudah kuduga kalau mereka akan menanyakan ini padaku.


"Tidak, aku sama sekali tidak mengenalnya."


"Benarkah? Aku melihat ekspresinya yang senang melihatmu membuatku berpikir bahwa kamu pernah bertemu dengannya."


Kenapa kau tidak percaya padaku, Reita? Bukankah sudah kukatakan padamu bahwa aku tidak mengenalnya?


Sudahlah.


Jujur saja aku lebih memilih berbohong daripada berterus terang yang dapat membuat mereka cemburu dan iri atas kedekatan yang kami lakukan sebelumnya. Jadi, aku sengaja berpura-pura untuk berpikir bahwa kami tidak saling mengenal.


"Mungkin saja dia melihatku seperti tunangannya."


"Tunangannya?"


"Ya."


Dengan mengambil kata tunangan, mereka tidak akan mencurigai aku lebih dari apapun.


Bisa saja mereka berpikir kalau dia memiliki tunangan yang terlihat mirip denganku, dia sengaja memperlakukan aku dengan lembut dan baik seolah-olah aku adalah tunangannya.


•••••


Di tengah malam, jalanan terasa sepi dan sunyi. Tidak ada tanda-tanda keberadaan penduduk maupun petualang yang sedang beraktivitas di sepanjang jalan melainkan hanya ada suara angin berhembus, binatang malam yang terdengar, serta suara dari burung terdengar keras di dalam kota.


"Apakah kalian siap?"


"Ya."


"Kami siap melakukannya."


"Bagus."


Diluar gerbang Kota Fiasfa, sekelompok orang sedang bersiap-siap untuk memulai penelusuran di dalam gua yang ada di kedalaman hutan.


Mulai dari Regard yang memimpin di depan, Shilphonia yang berada di belakang Regard, Reita yang berada di belakang Shilphonia, serta Fuuya dan Sasaki yang ada di sisi Regard yang ikut jalan bersama dengannya terlebih dahulu memimpin di depan.


Tak hanya mereka, ada satu orang yang ikut bersama mereka yaitu seorang pria yang berasal dari Ksatria Kerajaan khusus, Veru yang ada di barisan paling belakang.


"Apakah kamu yakin mengundangnya untuk ikut?"


"Ya. Dikarenakan dia masih memiliki kewajiban untuk menyelamatkan seseorang, aku akan mengandalkan dirinya dalam melakukannya."

__ADS_1


Membisikkan itu pada Shilphonia, Regard yakin dengan menyerahkan urusan persahabatan yang mereka miliki pada Veru, itu dapat membuatnya lebih baik daripada dia harus ikut campur ke dalam urusan yang bukan urusan dirinya sendiri.


Setahu Regard, Kanae adalah sahabat Veru jadi dia sengaja menyerahkannya agar Veru bisa menyelamatkan temannya yang telah tertelan oleh kegelapan untuk kembali ke jalannya semula.


__ADS_2