
"Black Wind."
(Black Wind, angin hitam yang mampu diciptakan oleh Shilphonia dalam ruang lingkup kecil maupun luas, keduanya dapat dia lakukan tergantung dari kegunaannya. Black Wind mampu berfungsi sebagai serangan maupun pertahanan, tergantung dari kebutuhan Shilphonia sendiri)
Angin berwarna gelap berhembus di sekitar mereka membuat Shilphonia dan Friya terbungkus oleh kegelapan angin di dalamnya.
Wanita itu mengetahui kalau jangkauan angin hitam menutupi area di sekitarnya membuatnya menghindar dengan segera untuk menjauh.
"Takkan kubiarkan kalian pergi!"
Mengeluarkan kemampuannya, angin berhembus kencang yang menyebabkan udara hitam di sekitarnya berubah menjadi seperti biasa.
Tidak melewatkan kesempatan yang ada, wanita itu mengeluarkan Lightning Lance dalam jumlah banyak yang mengarah pada mereka.
Lightning Lance dalam jumlah banyak yang melesat cepat membuat Shilphonia dan Friya yang terkejut dengan kemampuannya, mulai menghindari serangannya sebisa mungkin.
(Lightning Lance, tombak yang tercipta dari elemen petir yang mampu dibuat satu maupun berjumlah banyak, semua tergantung dari si pengguna. Lightning Lance sebenarnya adalah sihir dasar. Namun tergantung dari penggunaannya, apakah mau menuangkan mana dalam jumlah banyak atau tidak, itu dapat berefek menjadi lebih kuat daya serangnya melebihi sihir dasar)
"Percuma kalian menghindarinya, Manusia!"
"....."
"Apa?"
Meskipun sudah menghindari serangannya, Lightning Lance yang telah menargetkan mereka berdua mulai mengejar dan membuat gemuruh menggelar ketika mengenai mereka berdua.
"Tidak berhasil ya."
Walaupun debu sempat terlihat, wanita itu tahu bahwa Lightning Lance tidak dapat mengenai mereka berdua.
Masalahnya adalah mereka dengan cepat menggunakan pelindung di tubuh mereka yang membuatnya kebal terhadap serangan sihir dari wanita tersebut, tanpa terkena efek apapun.
"Shadow Wolf."
Sepasang serigala muncul dari dua sisi wanita bertopeng iblis yang berlari mengarah ke arah mereka.
(Shadow Wolf, sihir bayangan yang mampu membentuk cloning serigala. Sihir ini hanya memerlukan konsumsi elemen kegelapan untuk digunakan jadi memudahkan si pengguna membuat serigala baik secara individu maupun berkelompok untuk dijadikan sebagai penyerang maupun pelindung untuknya. Tidak ada batasan dalam jumlah cloning dibuat, dan tidak memiliki efek apapun sesudah dihancurkan dan dikalahkan)
Tidak melewatkan kesempatan yang ada, wanita bertopeng besi bertanduk menggunakan kemampuan lainnya, Thunderbolt yang membuat seluruh tubuh Shadow Wolf dipenuhi dengan aliran listrik bertegangan tinggi.
(Thunderbolt, elemen kilat yang mampu dituangkan dalam suatu objek maupun makhluk hidup guna mempercepat pergerakan, itu juga mampu digunakan untuk menambahkan kekuatan untuk menyerang musuh. Thunderbolt adalah sihir pendukung maupun sihir penyerang, keduanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu dari si pengguna yang menggunakannya)
Sekarang apa yang akan kalian lakukan?
Memperhatikan dari balik topeng, tatapannya penasaran atas serangan yang sengaja diarahkan tanpa ada jeda sedikitpun terhadap mereka berdua.
"Takkan kubiarkan, Golden Chain."
Rantai emas dalam jumlah banyak muncul tiba-tiba dari balik portal dimensi yang membuat tubuh Shadow Wolf terkunci sepenuhnya.
"Unlimited Blade."
(Unlimited Blade, pemanggilan pedang yang terdapat beragam pedang yang tiada habisnya melayang di udara maupun di sekitarnya, pedang tersebut digunakan dengan kekuatan dan kemampuannya masing-masing yang berguna dalam pertempuran menghadapi musuh.
Unlimited Blade memiliki beberapa pedang yang terbilang cukup kuat dan hebat untuk digunakan)
Mengeluarkan seluruh pedang dengan berbagai macam warna dan jenis, pedang itu menghujani Shadow Wolf, membuat tubuh mereka tertusuk oleh beberapa bilah pedang tanpa henti.
"Furuhiora!"
"Ya, serahkan padaku!"
Memusatkan fokusnya pada tongkat sihir, di ujung tongkat cahaya berwarna keperakan muncul. Setelah muncul cahaya perak yang menyilaukan, Friya mengarahkannya langsung ke Shadow Wolf yang belum menghilang dari tempatnya berada.
"Heaven Slash."
(Heaven Slash, sihir yang mampu menciptakan bilah pedang berukuran besar dari ujung tongkat menggunakan mana dalam jumlah cukup. Bilah pedang tersebut berwarna keperakan yang berukuran besar yang mampu menetralkan kegelapan yang menjadi lawannya, itu akan sirna begitu saja saat mengenainya)
Cahaya putih yang berukuran besar menyayat tubuh Shadow Wolf membuat mereka berdua meringis kesakitan lalu lenyap dari tempat mereka berada.
"Sepertinya aku tidak punya pilihan lain ya."
Mengangkat kedua tangannya ke atas, wanita bertopeng besi bertanduk mengeluarkan mana dalam jumlah banyak yang membuat seluruh langit yang sebelumnya cerah menjadi gelap.
Tak lama langit menjadi gelap, gemuruh terdengar menggelegar diiringi dengan kilat yang berkali-kali menyambar ke permukaan dan pepohonan yang ada di jangkauan yang luas. Dilanjutkan dengan hujan deras yang membasahi area sekitar membuat Friya dan Shilphonia bingung atas tindakan yang dilakukannya tadi.
"Kenapa tidak berpengaruh padaku?"
"Apakah ini hanya hujan biasa?"
Tersenyum pada keterkejutan mereka berdua, wanita bertopeng besi bertanduk mendekat ke arah mereka dan tertawa.
"Ya, ini hanyalah hujan biasa."
Melepaskan topeng besi bertanduk dari wajahnya, Shilphonia dan Friya terkejut bahwa wanita itu memiliki paras yang cantik dan indah untuk dilihat. Mulai dari; sepasang mata berwarna merah terang, wajahnya yang mulus, hidungnya yang mancung, serta bibirnya yang merah terang benar-benar membuat mereka terdiam.
"Kenapa kamu tidak menurunkan hujan yang dapat melukai kami?"
"Itu benar. Padahal aku dan dia adalah musuh kamu jadi wajar jika kamu melukai kami dengan hujan yang tidak biasa."
Mendengar perkataan dari keduanya, wanita itu hanya bisa terdiam. Mulutnya yang masih tersenyum membuat mereka berdua bertanya-tanya, apakah ada maksud tertentu dari senyumnya atau tidak.
"Aku tidak mau melukai kalian karena kalian adalah temanku."
"Teman?"
"Tapi, kami tidak mengenal dirimu sama sekali."
__ADS_1
Memejamkan matanya, penampilan wanita cantik dengan kimono berwarna merah terang yang di bagian dada terdapat jaring-jaring yang memperlihatkan *********** yang besar berubah menjadi penampilan seorang pria yang mereka berdua kenali.
"Regard, mungkinkah kamu..."
"Jangan bilang kalau kamu yang melakukannya!?"
"Ya, begitulah."
Mendekati Hellhound yang terdiam di tempatnya, tangan Regard diarahkan padanya yang membuat tubuh Hellhound menghilang dalam sekejap tanpa ada jejak sedikitpun.
Begitu Hellhound menghilang dari tempatnya, hutan-hutan serta kerusakan lingkungan yang terkena dampak serangannya, perlahan-lahan pulih dengan sendirinya dalam waktu singkat.
"Apakah kamu melihatnya?"
"Ya, aku melihatnya."
Selesai melakukan apa yang diperlukan, Regard kembali ke Shilphonia dan Friya untuk berbicara pada mereka tentang alasan dia melakukan ini pada keduanya.
Setelah mereka putuskan untuk turun ke permukaan, Regard menjelaskan pada mereka berdua maksud dari tindakannya tadi.
"Aku melakukannya agar kalian tidak bertarung satu sama lain."
"Kenapa kamu tidak ingin kami bertarung?"
"Apakah kamu memiliki ketakutan atas sesuatu di masa lalu?"
"Tidak ada. Aku hanya berharap kalau kalian bisa hidup berdampingan."
"Hidup berdampingan?"
Keduanya terkejut dengan kata-katanya.
Regard bisa memahami wajah bingung dan heran mereka atas perkataannya, yang sama sekali tidak dapat mereka pahami dan mengerti maksud dari perkataannya. Untuk itulah, Regard akan menjelaskan secara detail alasan mengapa dia mengatakan sesuatu seperti tadi pada mereka.
"Maksudku adalah aku ingin kalian yang tidak terlibat dalam class Necromancer bisa hidup berdampingan satu sama lain."
"Kenapa kamu melakukannya sejauh ini, Regard?"
"Apakah kamu ingin kami berdua berdamai karena suatu alasan?"
"Ya. Aku ingin kalian berdamai karena aku sudah baik-baik saja, terutama kau, Shilph. Aku berterimakasih atas darah yang kau berikan padaku, tapi aku ingin kau memahami bahwa semuanya telah salah dalam penglihatan yang kau lihat."
Mendengar perkataan lembut dari Regard, Shilphonia terkejut dengan matanya yang mengecil.
Regard kemudian menjelaskan bahwa dia melakukan perlindungan pada Fairy Forest untuk tidak dihancurkan oleh Meteorit milik Friya.
Dikarenakan akan membahayakan keselamatan elf lain, Regard memutuskan untuk menggunakan hampir dari seluruh mana miliknya untuk menghancurkan seluruh batu yang terjatuh dari langit menuju ke hutan.
Itulah sebabnya mengapa dia terjatuh dari ketinggian karena Regard sendiri tidak memiliki cukup banyak mana untuk menahan rasa laparnya yang kuat akibat telah mengkonsumsi sejumlah mana dalam jumlah yang banyak, menyebabkan dia terjatuh tak berdaya dan hilang kesadarannya.
Shilphonia tidak menyangka kalau prediksinya telah salah, mulai dari yang berpikir bahwa Friya yang melukai dan membuat Regard tak sadarkan diri hingga membuatnya terjatuh tak berdaya di permukaan tanah hingga bertarung dengan serius melawan Friya, semua itu hanyalah salah paham belaka.
Mendekati Regard dan memeluknya dengan erat, Shilphonia merasa sedih dan bersalah atas apa yang dilakukannya benar-benar diluar aturannya sendiri.
Regard yang menerima pelukannya, memegang dan mengelus punggung Shilphonia dengan pelan dan tersenyum padanya.
"Kau melakukannya demi diriku. Terimakasih!"
Mendengar perkataan yang tulus diucapkan padanya, Shilphonia melepaskan pelukannya dan menatap Regard dengan wajah memerah.
Dia sama sekali tidak berani melihat tatapannya secara langsung, sebaliknya, dia hanya menggantungkan kepalanya karena rasa bersalahnya yang kuat membuat dia tidak berani menatapnya.
"Aku juga minta maaf padamu, Furuhiora. Maaf atas kesalahpahaman yang aku lakukan padamu."
Berjalan mendekati Friya, Shilphonia meminta maaf dan memeluk tubuh Friya dengan erat.
Dia sama sekali tidak tahu cerita yang sebenarnya, yang Shilphonia ketahui adalah semuanya berawal dari Friya yang sengaja memulai pertempuran terhadap Regard. Itulah mengapa Shilphonia dibutakan oleh emosi yang bergejolak di dalam tubuhnya, menyebabkan dia menyerang Friya.
"Tidak apa-apa. Aku sudah memaafkan dirimu."
Mengelus rambut Shilphonia yang lurus dan rapih, Friya tidak keberatan kalau semuanya sudah berakhir tenang dan damai.
"Aku juga minta maaf padamu dan Regard!"
"Seandainya aku tahu bahwa dia adalah orang baik dan peduli terhadap sekitarnya, aku takkan mungkin bertarung dengannya. Mohon maafkan aku atas kesalahan sebelumnya, Regard."
Selesai dipeluk Shilphonia, Friya menundukkan wajahnya dan membungkukkan tubuhnya untuk meminta maaf pada Shilphonia dan Regard, korban dari pertarungan sebelumnya.
Menurut Friya, Regard adalah orang yang peduli terhadap sekitarnya membuatnya merasa bersalah jika dia tidak meminta maaf melainkan terus-menerus menyalahkannya. Apalagi Friya telah tahu sepenuhnya tentang kepeduliannya yang dilakukan Regard sebelumnya atas kemampuan yang Friya gunakan, seharusnya Friya malu atas ketidaksadarannya dalam menghadapi Regard yang hampir saja mengorbankan sebagian elf yang masih berada di Desa Elf.
"Terimakasih atas bantuannya karena telah menyelamatkan nyawa para elf."
"Tidak apa-apa."
Mengalihkan pandangannya dari Friya, Regard dengan malu menggaruk rambut belakangnya.
Selama beberapa detik dia malu, dia tersadar akan sesuatu yang tidak harus dia simpan selama ini jadi dia dengan segera menatap Friya dan Shilphonia secara bergantian.
"Jika kita tidak diterima di tempat ini, kita akan pergi. Bagaimana menurutmu, Shilph?"
"Keputusan yang bagus."
"Mengingat kami telah membuat masalah padamu, kami ingin berpisah mulai sekarang."
Berpamitan dan menundukkan kepala dan tubuh mereka pada Friya, mereka pergi dari tempatnya menuju ke luar Fairy Forest.
Friya yang tidak berkata apa-apa hanya memandang dari kejauhan pada keduanya, yang perlahan-lahan menghilang dari kejauhan yang membuat dia bersedih atas kehilangan keberadaan mereka dari Fairy Forest.
__ADS_1
•••••
Regard POV
"Ngomong-ngomong Regard, bagaimana mungkin kamu bisa menyamar menjadi orang lain yang tidak dapat dikenali?"
"Apakah kau menyadarinya?"
"Ya, aku sendiri terkejut begitu tahu bahwa kamu melakukannya demi membuat kita berdua bekerjasama sebelumnya."
Tentu.
Alasan aku melakukannya agar mereka berdua melupakan pertarungan mereka dan memutuskan untuk bekerjasama satu sama lain demi menghadapi aku dan Hellhound.
"Mengenai penyamaran yang kamu lakukan, apakah kamu melakukan tindakan aneh pada tubuhmu sendiri?"
Tubuhku? Aku tidak melakukan apapun.
"Tidak, aku tidak melakukan hal aneh. Memangnya kenapa, Shilph?"
"Tidak ada. Aku hanya berpikir kalau kamu melakukannya agar kamu bisa bertindak aneh pada tubuhmu sendiri yang berubah menjadi sosok yang menggoda bagi siapapun yang melihat dirimu."
Apakah aku begitu menggoda dalam menyamar?
Jika aku terlihat demikian, mungkin aku bisa menggunakannya untuk mendapat penghasilan tambahan dari pekerjaan lain. Namun aku sendiri tidak yakin akan pekerjaan tersebut, yang mengharuskan aku untuk melepaskan keperjakaan yang kumiliki selama ini.
Aku tidak ingin melakukannya sama sekali.
Meskipun aku penasaran apakah mereka menyukai penampilan aku sebelumnya dalam menyamar atau tidak, aku tetap tidak berniat untuk menjual diri di bar dimana tempat para wanita penggoda berada.
"Tunggu sebentar, Regard, Shilph!"
"....."
"Suara ini..."
Aku dan Shilph mengalihkan pandangan ke belakang.
Kami berdua melihat kalau Furuhiora dengan wajah kelelahan dan penuh keringat menyusul ke arah kami.
Aku bisa mengetahui dari nafasnya yang terengah-engah membuatku yakin dia sengaja berlari dari jarak yang jauh hanya demi menghampiri kami berdua.
Mungkinkah ada alasan mengapa dia berlari sejauh ini ke arah kami? Apakah dia ingin berbicara dengan Shilph atau aku? Aku sama sekali tidak mengerti.
"Aku... aku sekali lagi ingin meminta maaf pada kalian. Dan juga, aku ingin meminta sesuatu pada kalian berdua."
"Meminta sesuatu pada kami?"
Shilph yang mendengarnya menanyakan apa maksud dari perkataan Furuhiora kepada kami.
Yang aku tahu, aku tidak melakukan sesuatu yang bersifat balas budi agar Furuhiora bisa membalas kebaikan yang kami lakukan sebelumnya. Sebaliknya, apa yang kami lakukan hanyalah menghancurkan sebagian hutan dengan pertarungan satu sama lain yang menyebabkan lingkungan bekas pertarungan kami terlihat mengerikan dan menakutkan.
Itu sebabnya aku segera memperbaikinya agar tidak ada jejak bekas pertarungan kami sebelumnya.
"Aku... aku ingin ikut bersama kalian. Apakah boleh?"
"....."
Shilph, aku serahkan padamu.
Mengapa harus aku?
Aku dapat membaca pikirannya dari ekspresinya yang terlihat keberatan dan jengkel padaku.
"Sejujurnya aku bisa saja menerima kehadiran kamu, Furuhiora. Tapi, aku tidak tahu apakah Regard mengizinkan dirimu untuk ikut bersama kita."
Sudah kuduga kalau dia akan mengatakan itu padanya.
Menghela nafas dan memejamkan mata sejenak, aku menenangkan diri dari emosi atas kelakuan Shilph tadi terhadapku.
Sejujurnya aku berharap kalau dia yang mengatur semuanya, tapi dia malah dengan sengaja memberikan semuanya padaku. Jadi, aku harus dengan tegas dan berani menjelaskan pada Furuhiora tentang penolakan yang aku maksudkan sebelumnya.
"Aku hargai bahwa kau ingin ikut bersama kami, Furuhiora."
Wajahnya terlihat senang saat mendengar perkataan aku. Namun itu hanya sementara, karena aku akan mengatakan sesuatu lagi yang akan membuat wajah senangnya berubah menjadi sedih.
"Tapi, ada syarat dalam bergabung dengan kami."
"Syarat?"
"Ya. Shilph, jelaskan padanya!"
"Tu-tunggu... kenapa harus aku!?"
Tidak menjawab apapun padanya, Shilph dengan menghela nafas panjang, memegang kepalanya.
Aku yakin dia terlihat pusing dan marah pada perkataan dan sikapku tadi jadi aku hanya bisa meminta maaf atas kesalahan yang aku perbuat padanya nanti.
"Sebenarnya Regard bisa mengajakmu namun dengan satu syarat yaitu berikan darahmu padanya."
"Darah? Kalau tidak salah kamu pernah memberikan darah padanya bukan?"
"Ya. Dikarenakan dia adalah Necromancer, dia membutuhkan darah untuk dijadikan sebagai kekuatan dan kemampuannya."
Apa yang dikatakan Shilph memang masuk akal.
Selama ada darah, aku dapat bertahan hidup dan kuat dalam segi apapun. Tidak peduli apakah musuhnya lebih kuat dariku atau tidak, aku hanya bisa melakukannya jika terus-menerus mengkonsumsi darah agar bisa menenangkan kegelapan di dalam tubuhku.
__ADS_1
Yah, tidak hanya darah melainkan daging diperlukan untuk menghilangkan rasa lapar yang tak tertahankan dari kegelapan yang ada di tubuhku.
Tapi, aku tidak bisa meminta banyak karena itu hanya aturan dasarnya.