The Necromancer

The Necromancer
Ch. 16:Misi Pertama Reita


__ADS_3

Hmmm....


Membuka mataku, aku melihat seseorang di sebelah yaitu Shilph yang tubuhnya telanjang ditutupi oleh selimut kasur.


Bangun dari tidur, aku baru sadar bahwa semalam aku telah bertindak senonoh terhadapnya.


Meskipun dia adalah Stephani, aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya pada Shilph jadi sebisa mungkin aku tidak membangunkan dirinya melainkan membiarkannya tertidur pulas di kasur.


Melihat ke jendela, diluar terasa sangat ramai di pagi hari.


Aktivitas para penduduk kota berjalan lancar seperti biasanya tanpa ada satupun dari mereka yang panik atas apa yang terjadi semalam.


Itu bagus.


Jika mereka menyadari bahwa kami bertindak di malam hari sebagai The Necromancer, mereka pasti berpikir kami adalah orang-orang yang terpilih dari iblis yang berniat balas dendam atas kematian rekan-rekan iblis mereka lainnya.


Yah, aku menduga skenario itu yang terjadi nantinya jadi aku tidak terkejut sama sekali.


•••••


Di alun-alun kota yang dipadati oleh orang-orang, kedua orang sedang berjalan bersama.


"Apakah kita akan melakukan sesuatu di pagi hari, Kak Regard?"


"Ya. Itu sebabnya aku memanggilmu untuk segera beraktivitas usai mandi dan mengganti pakaian."


Menjelaskan tentang apa yang akan mereka berdua lakukan, Regard dan Reita duduk sejenak sambil menikmati kehangatan mentari di pagi hari yang tenang yang ada di sekitar mereka


Suasana yang ramai, hiruk-pikuk yang terjadi di sekitar, serta langkah kaki yang terdengar di telinga mereka dari luar jalan yang berbeda membuat mereka mengabaikan semuanya.


Di lain tempat, Friya yang baru bangun dari tidur tidak melihat Shilphonia di dalam kamarnya.


Kemana dia pergi? Apakah dia sedang berjalan-jalan bersama Regard?


Menurutnya, wajar jika Shilphonia berjalan-jalan bersama Regard agar menikmati suasana di kota sebelum mereka melanjutkan misi di Guild Petualang nanti.


"Baiklah. Waktunya untuk mandi terlebih dahulu."


Merenggangkan tubuhnya ke atas, Friya memutuskan untuk keluar kamar dengan pakaian tidurnya untuk bergegas ke pemandian umum yang disediakan oleh penginapan. Pemandian umum tersebut bukanlah pemandian campuran melainkan pemandian pemisah antara pemandian pria dan wanita yang saling bersebelahan satu sama lain.


"Huh?"


"Eh?"


Tepat disaat Friya keluar dari kamarnya dengan pakaian yang dibawa dan handuk di atas pakaiannya, secara tidak sengaja dia melihat Shilphonia yang keluar dari kamar Regard.


"Pagi, Friya. Apakah ada sesuatu?"


"Tidak ada."


Mengatasi keterkejutannya dalam perkiraannya yang salah, Friya dengan ekspresi tenang berjalan menuruni tangga menuju lantai dasar.


Shilphonia yang memperhatikan sikap Friya yang tenang, menghela nafas lega atas ketidaktahuan yang dia lakukan terhadapnya tanpa menanyakan apapun padanya.


Aku yakin dia pasti mencurigai aku.


Memegang kepalanya, Shilphonia menyesal kalau semua ini dikarenakan dia telah membuat perjanjian terhadap Stephani.


Tak hanya dirinya yang kehilangan keperawanannya oleh Regard, Shilphonia juga harus bertemu secara tidak sengaja pada Friya yang akan menanyakan langsung pada Regard.


Ini akan gawat jika dia mengatakannya dengan jujur.


Memutuskan kembali ke dalam kamarnya yang berada di sebelah, Shilphonia bergegas menuju ke pemandian usai menyiapkan pakaian dan handuk yang disediakan di penginapan.


Di dalam Aula Guild Petualang, Regard dan Reita sedang duduk berhadapan satu sama lain sembari menikmati teh hangat yang disuguhkan oleh pelayan yang disediakan di Guild.


"Hei, apakah kau tahu bahwa Glen dan rekan-rekannya telah tiada?"


"Benarkah?"


"Ya. Aku mendengar kabar bahwa dia bertemu dengan Dark Knight Hero di malam hari jadi jasadnya yang tiada yang menyisakan tulang-tulang membuatnya mati mengenaskan."


Di salah satu kelompok, rumor tentang kematian dari kelompok Glen menyebar luas ke kelompok petualang lainnya.


Tak hanya berita tentang kelompok Glen yang telah tiada, kelompok lain juga menjelaskan bahwa hampir dari sebagian petualang di Colorful Adventure bernasib sama seperti kelompok Glen, yang ditemukan telah tewas mengenaskan dengan darah yang sudah mengering dalam kondisi mengerikan dan menakutkan.


"Terlebih ada nama yang tertulis di dekat mayat korban."


"Ya. Kalau tidak salah, Ksatria Kerajaan menyebutnya The Necromancer."


"....."


Menatap ke arah Reita, Reita mengalihkan pandangannya dari Regard.

__ADS_1


Dia tahu betul kalau tindakannya benar-benar kelewatan dalam meninggalkan jejak yang membuat tatapan darinya dapat dirasakan jelas oleh Reita. Itulah mengapa dia mengalihkan pandangannya dari Regard untuk menghindari tatapannya secara langsung.


"Kerja bagus, Reita."


"Benarkah?"


"Ya."


Menyeruput teh di cangkir miliknya, Regard menghela nafas karena nikmatnya teh beserta aroma wangi yang disajikan benar-benar memanjakan dirinya di pagi hari.


"Aku yakin mereka pasti terkejut atas apa yang kita lakukan semalam."


"Ya, kamu benar, Kak Regard."


Tersenyum pada apa yang telah mereka lakukan bersama-sama di malam hari, mereka yakin kalau Ksatria Kerajaan terkejut dengan kasus baru selain dari Dark Knight Hero yang sudah ada sejak lama.


Pikiran Regard mengatakan bahwa Veru akan datang menanyakan ini langsung padanya jadi dia hanya berharap untuk tidak bertemu dengannya secepat mungkin demi menghindari dirinya untuk mencolok dari hadapan publik.


"Baiklah. Mari kita ambil misi yang kita inginkan."


"Ya, ayo kita lakukan."


Bergegas bangun dari kursi, mereka berjalan ke papan misi yang disediakan hari ini.


Memperhatikan dengan seksama, Regard dan Reita memilih misi yang mudah agar mereka tidak terlihat mencolok dalam misi hari ini. Dikarenakan Regard ingin menyembunyikan identitas aslinya sebagai seorang Necromancer, Reita paham atas keinginannya tersebut jadi dia mengikuti perkataannya dan mencoba memilih misi yang biasa.


"Bagaimana kalau kita pilih yang ini?"


"Ini..."


"Apakah terlalu sulit untuk level kita?"


"Tidak, itu cocok untuk kita lakukan."


Tersenyum atas jawabannya, Regard dan Reita berjalan ke resepsionis guild untuk mengklarifikasi bahwa misi ini belum diambil oleh siapapun. Selesai diklarifikasi oleh resepsionis guild melalui stempel, mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan Guild Petualang menuju ke lokasi dimana mereka akan pergi.


•••••


Regard POV


Seluruh orang berkumpul di dalam kamarku.


"Kemana kita akan pergi, Regard?"


"Ya."


Meletakkan selembar kertas di atas meja, Friya mengambil dan membacanya. Di sisinya terdapat Shilph yang penasaran atas lembaran misi tersebut, dia mendekati Friya dan ikut membacanya.


"Bagaimana?"


"Sepertinya bagus."


"Ya, kita tidak akan terlihat mencolok jika menyelesaikan misi kali ini."


Tentu. Kita tidak akan mencolok hanya karena misi yang aku pilih.


Misi yang diambil sebelumnya bersama Reita bukanlah misi yang sulit melainkan misi yang mudah. Misi yang mengharuskan kami mengevakuasi para penduduk desa untuk pindah ke kota terdekat sebelum para monster menyerang.


"Apakah hanya kita?"


"Ya. Tapi untuk menghindari kemungkinan yang terjadi, aku ingin kita merahasiakan kemampuan dan kekuatan kita masing-masing."


"Baiklah."


Akan sangat merepotkan jika ada petualang lain yang ikut misi bersama kami.


Terlebih misi ini tidak hanya dikhususkan untuk kami, petualang pemula yang akan menginvestigasi para penduduk desa untuk pindah ke kota terdekat, tapi ada kemungkinan lain bahwa kami akan bertemu petualang lain yang akan mengatasi amukan dari segerombolan monster yang ada.


Yah, tidak menutup kemungkinan kalau itu yang akan terjadi.


"Baiklah. Mari kita berangkat sekarang."


"Ya."


"Tentu."


Tersenyum pada mereka, aku dan yang lainnya memutuskan meninggalkan penginapan dan Kota Farihiora untuk sementara waktu selama kami menjalani misi petualang.


•••••


Di Desa Juria, seluruh petualang berkumpul.


"Ramai sekali ya."

__ADS_1


"Ya."


Kebanyakan dari para petualang yang berkumpul mengenakan zirah lengkap di seluruh tubuh mereka, senjata yang terlihat lebih kuat, serta perlengkapan lainnya yang lebih lengkap dapat mereka lihat.


"Berbeda dengan mereka...."


Mengalihkan pandangannya ke arah berbeda, seorang gadis berambut biru panjang hanya bisa heran atas pembagian tempat yang berbeda.


Buktinya terlihat dari petualang yang berbeda yang berada sedikit jauh dari petualang dengan perlengkapan yang lengkap, zirah yang lengkap yang mereka kenakan, serta senjata yang terlihat mahal, terlihat petualang yang seadanya tanpa mementingkan perlengkapan yang lengkap dan senjata yang terlihat mahal.


"Mari kita dekati mereka."


"Ya."


"Sore, Teman-teman."


"Sore."


Beberapa petualang yang bersama kelompoknya membalas sapaan dari kelompok pria yang baru saja tiba.


Tatapan mata mereka yang awalnya sibuk mengalihkannya ke kelompok yang baru saja menyapa mereka, mereka tersenyum pada kedatangan kelompok baru tersebut.


"Apakah kami mengganggu kalian?"


"Mana mungkin. Justru kami sangat senang dengan kehadiran kelompok petualang baru seperti kalian."


"Hei, apakah kita akan berhadapan dengan iblis?"


"Tidak, kita hanya berhadapan dengan kawanan monster biasa yang kemampuannya sedikit lebih tinggi daripada monster tingkat rendah."


Dalam kelompok pria yang baru saja bergabung dengan mereka, kedua gadis di anggota kelompoknya yaitu Shilphonia dan Reita sudah mulai berbicara terbuka terhadap mereka.


Mereka yang terlihat antusias menjawabnya hanya membuat Regard tersenyum pada sikap rendah hati mereka, terutama Shilphonia yang dengan mudahnya mau bersosialisasi terhadap mereka meskipun mereka berasal dari ras manusia.


"Hei Regard, bolehkah aku berbicara denganmu?"


"Ya."


"Mengenai Shilphonia, apakah kamu melakukan sesuatu terhadapnya?"


"Apa maksudmu, Friya?"


"Maksudku ialah kamu tidak melakukan tindakan senonoh padanya bukan?"


"Tidak, aku tidak mungkin melakukannya."


Friya yang mendengarnya, terdiam dan memperhatikan gerak-gerik dari tindakan Regard.


Regard tentu paham atas sikap Friya yang diam-diam mengamatinya karena sejauh ini dia sudah berpengalaman dalam mengamati target penjahat jadi wajar jika Regard mampu berbohong dan tetap tenang tanpa terlihat panik yang mampu menghilangkan kecurigaan Friya terhadapnya.


"Apakah ada lagi?"


"Tidak ada."


Mundur dari sisi Regard, Friya masih sedikit melamun.


Bagi Regard, rahasia itu tidak boleh diketahui oleh siapapun. Rahasia dimana dia telah melepas keperjakaannya untuk Shilphonia, dan Shilphonia yang melepas keperawanannya untuk dirinya benar-benar sangat sulit untuk dikatakan terhadap siapapun.


Apalagi Regard sudah mulai sedikit paham atas sikap Shilphonia yang malu dan tidak mau mengakuinya seperti sifat tsundere.


Itulah sebabnya Regard berhati-hati agar dirinya tidak salah dalam berkata dan bertindak yang dapat menyebabkan Shilphonia marah dan membenci dirinya.


"Ngomong-ngomong Tuan, apakah kau kemari bersama kelompok yang kau miliki untuk menyelesaikan misi yang sama seperti kami?"


"Ya, itu benar."


Memperhatikan dan berbicara terhadap salah seorang pria yang mendekatinya, Regard menjawabnya dengan mudah.


Selama orang tersebut berada di tingkatan yang sama seperti tingkat petualang miliknya, Regard yakin kemampuan sosialisasinya akan baik-baik saja asalkan mereka adalah orang yang baik dan ramah terhadapnya.


"Kenapa banyak sekali para petualang dari tingkat Colorful Adventure?"


"Ah... mereka bergabung karena mereka dibayar mahal oleh pembuat misi untuk memburu monster yang akan menyerang kita saat menginvestigasi para penduduk desa."


"Apakah monster tersebut adalah monster yang memiliki akal dan insting berburu yang kuat?"


"Entahlah. Ada kemungkinan mereka salah satu diantaranya, tapi kita harus berhati-hati untuk tidak panik nantinya."


"Kau benar."


Sembari memperhatikan sekelompok petualang yang jauh dari mereka sedang berbicara bersama rekan-rekannya, Regard dan pria di dekatnya saling bertukar pembicaraan agar dia tahu tentang misi kali ini.


Sayangnya harapannya tidak terjawab. Bukannya mendapatkan informasi atas monster yang akan mereka hindari, pria di dekatnya justru sama sekali tidak tahu apapun tentang monster yang akan dihindari oleh mereka.

__ADS_1


Dengan kata lain, Regard harus mencari tahunya melalui dirinya saat bertemu dengan monster tersebut.


__ADS_2