The Necromancer

The Necromancer
Ch. 30,5:Kebangkitan Necromancer Muda


__ADS_3

Ini...


Bagaimana mungkin ini terjadi?


Di bagian timur dan barat, Friya dan Reita bingung atas cuaca yang berubah mendadak menjadi gelap gulita. Sama halnya dengan mereka, Shilphonia merasa instingnya berkata waspada dan hati-hati.


Sebuah bola besar berwarna ungu menyerang ke arah mereka berkali-kali.


Friya yang mengerahkan [Magic Shield] dalam jangkauan yang luas, Reita yang menggunakan bebatuan yang dipijaknya berubah menjadi tebing berukuran besar yang berlapis-lapis melindunginya dari rentetan bola besar berwarna ungu.


Di tempat Shilphonia, tembakan beruntun diarahkan padanya dari segala arah.


Panah yang terlapisi oleh cahaya keunguan muda menghujani dari langit-langit ke dirinya. Sebelum anak panah menghujaninya, Shilphonia menggunakan [Heaven Protection] pada tubuhnya membuatnya dilapisi oleh aura keemasan yang membuatnya kebal terhadap serangan anak panah dalam jumlah banyak pada dirinya.


Di tempat Regard, dentuman tanah bergetar kuat menyebabkan beberapa bangunan kota runtuh seketika.


Dia kuat sekali.


Melemparkan beberapa pisau belati yang dilapisi oleh racun ke arah lawannya, pria yang dilapisi oleh aura keunguan menghempaskan udara dan membalikkan serangan pisau belati yang mengarah ke Regard sendiri.


Gawat!


Tidak dapat menahan keterkejutan, Regard menggerakkan tubuhnya secepat mungkin menyebabkan dia mengaktifkan [High Acceleration] dalam kecepatan yang tidak biasa.


Di belakang Regard, seorang pria menyerangnya menggunakan tendangan yang dikuatkan oleh energi kegelapan.


Sebisa mungkin Regard menahannya menggunakan [Black Sword] namun sulit untuk tetap berada di posisi bertahan.


Energi kegelapan yang semakin membesar dan kuat membuat tubuhnya sedikit terdorong lalu terpental jauh mengenai dinding bangunan.


"Guh..."


Darah mengalir melalui mulutnya.


Dia tidak pernah merasakan sensasi dimana dirinya dikalahkan oleh pria yang ada di depannya.


Tak hanya satu, pria lainnya dalam penampilan yang serupa telah berkali-kali membuatnya terpojok menyebabkan Regard sulit untuk mengetahui mana yang asli dan palsu.


Salah satu pria yang diselimuti oleh aura kegelapan melesat cepat bagaikan kilat ke Regard.


Trang!


Meskipun gerakan pria itu dapat dihentikan, Regard merasa kurang yakin bahwa pria lainnya akan diam tanpa membantunya.


Rentetan bola berwarna ungu gelap diarahkan ke Regard.


Memijakkan kaki di permukaan, Regard menggunakan tanah sebagai perisai yang berubah menjadi dinding dalam jumlah banyak. Satu-persatu dinding yang melindunginya retak lalu hancur secara perlahan-lahan.


Tidak dapat mempertahankan posisinya, Regard menghilang dan muncul di udara.


Namun sebelum dapat bergerak, pria itu mengejutkan Regard. Dengan tendangan yang kuat diikuti oleh energi gelap yang memenuhi kakinya, tubuh Regard terpental ke bangunan dan terjatuh.


Tidak melewatkan kesempatan, sekelompok pria yang diselimuti oleh aura hitam di sekitar, mulai mengeluarkan cahaya keunguan yang sama seperti yang dimiliki oleh Regard sebelumnya.


Regard bangkit dari kejatuhannya.


Melihat ke arah mereka, dia tahu bahwa apa yang mereka gunakan bukanlah kemampuan biasa melainkan sesuatu yang luar biasa yang pernah digunakannya dulu.


"Hancurkan... bunuh... musnahkan..."


Beberapa katana yang dilapisi oleh elemen kegelapan berukuran besar berada di sisi kanan, sedangkan beberapa tombak panjang yang berukuran besar dilapisi oleh kegelapan berada di sisi kiri.


Kedua senjata yang ada di belakang pria misterius menjadi satu dalam lingkaran yang tercampur satu sama lain menyebabkan antara katana dan tombak saling berbaris secara bergantian.


Di kedua tangan sosok ungu, bola berwarna hitam berukuran kecil dapat dilihatnya.


Bola itu diarahkan ke langit-langit membuat seluruh langit dipadati oleh lingkaran besar berwarna hitam layaknya bulan, namun menghisap berbagai kota yang ada di permukaan.

__ADS_1


Cih. Kenapa mereka sekuat ini?


Masih tidak mengerti atas apa yang sebenarnya terjadi, Regard bertanya-tanya atas kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki selama ini.


Kekuatan dan kemampuan Necromancer, [Infinity Spirit] yang dapat dikendalikan, serta [Dark Hole] yang dapat dipanggil bersamaan di kedua tangannya, semuanya terasa sangat tidak masuk akal.


Menancapkan [Black Sword] ke permukaan tanah, Regard sebisa mungkin menahan dirinya untuk tidak terhisap ke dalam [Dark Hole] yang berada di langit-langit karena itu berbahaya untuk dilakukannya.


Mereka...


Ketika tatapannya terkunci pada gerakan yang dapat diprediksi akan mengarah padanya, Regard melepas genggaman pedangnya dan memilih berpindah tempat dengan instan.


Betul seperti perkiraannya tadi, tebasan dari katana yang akan membelah tubuh terlihat di udara kosong, diikuti oleh tombak panjang yang ditancapkan ke permukaan tanah, mengeluarkan arwah penasaran yang melambung tinggi di langit-langit memenuhi permukaan.


Guh...


Tak dapat berkata apapun, satu-satunya kesalahan Regard ialah dia tak tahu harus bagaimana.


Secara menyeluruh, di depannya tampak seperti dirinya yang kehilangan kendali namun beberapa aspek yang berbeda.


Regard yang diberitahu oleh Raja Iblis, dia mengatakan padanya bahwa ketika Regard lepas kendali pada tubuh dan pikirannya, dia hanya bisa menggunakan serangan fisik pada tinju dan tendangannya terhadap Raja Iblis, sedangkan mempelajari sihir dilakukannya ketika dia mampu menguasai kekuatan fisik setahun yang lalu usai dia berhasil mengendalikan kegelapan di dalam dirinya.


Tebasan pedang berkali-kali dilakukan di udara menyebabkan gelombang udara berwarna ungu gelap mengenai tubuhnya lagi dan lagi.


Sudah cukup!


Lenyap di tempatnya berada, Regard yang muncul di langit-langit menggunakan [Air Step] dan [Wind Walk] yang kemudian memutar tubuhnya ketika melompat di udara.


Disaat dirinya memutar di udara, angin berhembus kuat di sekitarnya. Memanfaatkan angin dalam jumlah banyak, Regard mengumpulkannya sebanyak mungkin lalu meledakkannya di sekitar menyebabkan gelombang kejut dari angin tersebut mampu melenyapkan serangan apapun dari musuhnya.


"Benar-benar luar biasa."


Memperhatikan lengannya, dia tidak sadar bahwa beberapa diantara musuhnya mendekati dirinya dan bersiap mengakhiri hidupnya.


Menyedihkan.


"....."


Tekanan berat dapat dirasakan oleh seluruh pria yang sebelumnya terasa percaya diri sekarang jatuh ke permukaan, menahan beban berat yang diakibatkan oleh Regard kepada mereka.


"Bagaimana? Apakah kalian sudah melihatnya?"


Dengan mata berwarna merah yang bersinar terang, Regard mengubah dirinya menjadi lebih menakutkan.


Sepasang sayap hitam membentang luas, sepasang tanduk melengkung di kepalanya, ekor hitam perlahan-lahan memanjang, disertai dengan telinga runcing yang panjang dan lancip.


"Ini akan menjadi akhir bagi kalian."


Seolah-olah suaranya lebih dalam dari biasanya, dirinya yang melayang di udara, memegang sebuah bola berwarna ungu yang berputar-putar dalam telapak tangannya yang terbuka.


"[Dimension Breaker]."


Tepat bola berwarna ungu berputar-putar diarahkan ke langit-langit, dimensi yang lebih besar dan luas yang diawali garis vertikal membentang luas di langit, menelan segalanya layaknya [Dark Hole] namun lebih kuat dan hebat dari sebelumnya.


Di Lost Town bagian timur, Friya dan Reita yang masih terus-menerus dalam posisi bertahan, merasakan getaran kuat dan hebat.


Perlahan-lahan, gedung kota mulai terhisap ke dalam lingkaran ungu yang membentang luas layaknya bulan purnama namun dalam ukuran yang lebih besar dari biasanya membuat mereka bertanya-tanya.


"Mungkinkah ini..."


"Ya, aku yakin ini pasti ulahnya."


Friya dan Reita yang saling berpegangan tangan memutuskan untuk berpindah tempat ke luar kota agar tidak ikut terseret ke dalam bola ungu yang menyeramkan untuk mereka lihat.


Di Lost Town bagian barat, Shilphonia yang menggunakan [Unlimited Blade] dari berbagai jenis pedang terus-menerus melancarkan serangannya pada musuhnya.


Namun usahanya sia-sia.

__ADS_1


Musuhnya yang menggunakan kemampuan yang dirasanya pernah dilihatnya, dikejutkan oleh sesuatu yang tak terduga yang membentang luas di langit-langit malam.


"Apa itu?"


Cepatlah pergi dari sini, Shilphonia! Kekuatan dan kemampuan itu...


"Mungkinkah..."


Ya. Tidak salah lagi, itu adalah kemampuannya.


Menggigit bibirnya, Shilphonia dengan cepat menggunakan sedikit kemampuan yang lebih kuat dari biasanya.


Mengeluarkan rentetan pedang berwarna merah terang untuk ditembakkan ke arah mereka, mereka menahannya.


Tapi, itu tidak membuat Shilphonia gentar. Sebaliknya, senyum menyeringai dapat dilihatnya.


Tepat ketika pedang berwarna merah terang mengenai mereka, ledakan skala besar terjadi beruntun tanpa henti menciptakan debu yang membuatnya dapat berpindah ke luar kota menggunakan [Acceleration] secepat mungkin tanpa diketahui oleh mereka.


Menyaksikan pemandangan dimana semuanya dilahap oleh bola besar berwarna ungu yang ukurannya lebih besar dari bulan, Regard yang berubah menjadi setengah iblis hanya bisa menunggu detik-detik kehancuran kota ini untuk kedua kalinya.


Di tangannya yang terdapat bola hitam, terkumpul dalam jumlah banyak jiwa-jiwa yang berkeliaran yang memiliki kebencian, keputusasaan, dendam, dan kesedihan dapat dirasakannya.


"Maafkan aku, Semuanya."


Dengan tangisan yang membasahi pipinya, dia menghilang dalam sekejap di udara kosong.


•••••


Regard POV


Lelahnya.


Beristirahat di hamparan permukaan tanah yang kosong, kami memutuskan istirahat sejenak selama tiga hari di perjalanan sebelum akhirnya kembali ke kota.


Perjalanan kali ini benar-benar membuatku lelah.


Setelah menggunakan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh gadis iblis yang berhasil aku dapatkan kemampuan dan kekuatannya, tubuhku terasa lebih kejam dan menakutkan dari biasanya.


Tak hanya merubah penampilan aku sebagai seorang gadis cantik dalam bentuk iblis dan manusia, itu juga merubah emosi yang ada dalam diriku menjadi lebih mengerikan dan menakutkan.


Aku tidak mau menggunakannya lagi.


Akan sangat berbahaya jika aku benar-benar kehilangan kendali lagi nanti. Jadi, satu-satunya yang terbaik ialah membiarkan aku memilikinya.


Hanya itu.


Ya, tidak lebih dari memilikinya.


Tapi, aneh sekali ya.


Sejak jiwa-jiwa terkumpul, ada beberapa emosi yang memberitahu padaku untuk tetap bertahan hidup hingga akhirnya tiba.


Akhirnya tiba ya.


Entah apa yang dimaksudkan oleh mereka, aku berpikir ini ada kaitannya dengan Hu-Machina yang menyerang kota mereka, melenyapkan gedung-gedung, menghabisi nyawa yang tak berdosa, dan membabi buta segala serangan hanya demi meniadakan apapun yang sebelumnya ada di peta lenyap dalam semalam.


Dalam pengumpulan jiwa-jiwa, ada satu jiwa yang kurasa itu berasal dari pria yang menjadi lawan aku.


"Kuatkan tekad dan hatimu agar tidak sama seperti mereka."


Itu adalah kata-kata yang mendalam yang penuh arti.


Dengan kata lain, aku harus memperkuat tekad dan hatiku lebih banyak dari biasanya.


"....."


Suatu saat nanti, aku tidak tahu apa yang menanti diriku. Selama aku memiliki class Necromancer, aku ditakdirkan untuk hidup di dalam kegelapan, menghabisi dan membunuh siapapun yang menjadi musuhku, menyalin kemampuan dan kekuatan yang mereka miliki.

__ADS_1


Itulah kekuatan sejati dari Necromancer.


__ADS_2