
"Baiklah. Ini dia informasi yang berhasil aku dapatkan sebelumnya."
Membentangkan struktur kota di Kota Farihiora, ketiga orang melihatnya dengan serius pada apa yang akan ditunjuk oleh Regard.
"Menurut pengamatan aku sebelumnya, ada beberapa keluarga korban yang belum lama menetap di Kota Farihiora menghilang entah kemana."
"Tak hanya menghilang, menurut mereka selama beberapa hari menghilangnya anggota keluarga mereka, sebuah pesan disampaikan langsung melalui surat yang selalu diberikan pada mereka."
"Apakah mereka semua adalah keluarga orang biasa?"
"Tidak, mereka adalah keluarga pedagang yang memiliki pendapatan yang tinggi dan menguntungkan."
"....."
"Apakah kamu tahu lokasi tentang keberadaan mereka, Regard?"
"Ya."
Menunjuk ke beberapa lokasi yang ada di dalam Kota Farihiora, mereka bertiga terkejut bahwa semuanya tidak jauh satu sama lain.
Dengan kata lain, jarak yang dimiliki saling berdekatan satu sama lain yang membuat mereka bertanya-tanya siapa pelaku yang berani tega melakukan sesuatu pada para pedagang yang tersohor.
"Apakah pelakunya berasal dari seorang petualang?"
"Ya. Tak hanya petualang, ada juga para bangsawan kota yang ikut terjerumus ke dalamnya. Entah karena alasan apa mereka membayar jasa para petualang, aku yakin ini ada kaitannya dengan perdagangan."
"Itu artinya kita langsung membasmi mereka hingga ke akarnya. Benar bukan?"
"Tidak, itu terlalu cepat untuk kita lakukan, Shilph. Lihatlah ini!"
Friya yang menunjuk ke salah satu struktur Kota Farihiora, Shilph menyadari bahwa letak keberadaan para bangsawan berada dekat dengan Kerajaan Eruguard jadi sulit bagi mereka untuk mendekat maupun melenyapkan mereka dalam waktu singkat.
"Kita tidak akan bertindak gegabah dan ceroboh. Tapi, aku yakin dengan menghancurkan para petualang terlebih dahulu, mereka akan kesulitan untuk mengetahui bahwa kita bergerak di belakang layar di malam hari."
"Regard benar. Jika kita mampu melumpuhkan pergerakan para petualang, ada kemungkinan mereka akan ketakutan dan tidak akan mengulangi perbuatan yang mereka lakukan sebelumnya."
"Tidak, kita tidak akan memberi ampun mereka."
"Eh?"
Menatap tajam ke arah struktur kota, ekspresi Regard berubah menjadi kebencian dan kemarahan yang dapat dirasakan oleh mereka bertiga kalau aura yang dipancarkan bukanlah intimidasi melainkan aura membunuh.
"Kita akan eksekusi mati mereka semua!"
Selesai mengatakan itu, orang-orang di dekatnya tidak mengatakan apapun melainkan terdiam.
Mereka tahu jika mereka menolaknya, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Akankah mereka sadar atas perbuatan menyimpang mereka yang buruk atau sebaliknya, mereka sulit untuk menebak masa depan.
"Rapat selesai. Mari kita lakukan perburuan sekarang!"
"Ya."
Mengambil topeng besi yang diberikan Regard beberapa saat yang lalu untuk mereka kenakan, mereka lenyap dari kamar tanpa melalui pintu depan maupun menghancurkan kaca jendela kamar penginapan.
Di lain tempat, sekelompok petualang yang sedang sibuk untuk memindahkan seorang anak kecil berusia 5 tahun dari kereta satu ke kereta lain dilakukan oleh kedua petualang, sedangkan sisanya yaitu empat orang sedang mengawasi situasi yang ada di sekitar.
"Semuanya aman."
"Cepat kita lakukan!"
"Baik."
Setelah berhasil memasukkan seluruh anak kecil ke kereta kuda yang lain, kusir yang mengendarai kereta kuda berjalan pelan agar tidak membangunkan para penduduk kota yang terlelap dalam tidur.
Tak hanya di satu tempat, di tempat lain juga sama persis seperti yang dilakukan oleh sekelompok petualang tadi.
Mereka yang menculik dan menghilangkan kesadaran anak kecil berusia 5 tahun memindahkan mereka ke kereta kuda lain untuk dibawa ke area yang berbeda. Siklus itu terjadi selama beberapa hari jadi mereka yakin tidak ada siapapun yang menyadarinya.
"Baiklah. Apa yang akan terjadi jika aku langsung terjun ke arah mereka?"
Memperhatikan dari atas gedung yang tinggi, Regard paham atas sosok petualang yang ada di lokasinya sekarang.
Sosok itu sendiri bukanlah seorang petualang biasa melainkan Colorful Adventure yang telah melakukan tindakan buruk dan kasar terhadapnya selama dia membawa Reita untuk mendaftarkan dirinya di Guild Petualang.
__ADS_1
Benar-benar takdir yang luar biasa.
Mengenakan topeng besi bertanduk, Regard melompat dari ketinggian untuk menerjang langsung ke arah mereka.
"Siapa di sana?"
"Apakah ada musuh?"
Sekumpulan debu membuat jarak pandang mereka terbatas. Setelah debu sirna, sesosok topeng besi bertanduk membuat mereka terkejut atas kedatangannya yang mendadak.
"Sial. Bagaimana bisa Dark Knight Hero muncul di saat seperti ini?"
"Kita tidak punya pilihan lain, Glen."
"Ya, kau benar."
Beberapa petualang yang berada di sekitarnya memegang senjata masing-masing untuk siap mengeksekusi mati sosok dengan topeng besi bertanduk.
Bagi mereka, jumlah banyak adalah kemenangan yang mampu mereka raih. Namun tidak untuk sosok yang disebut sebagai Dark Knight Hero, baginya jumlah tidak berpengaruh untuknya melainkan sama seperti biasanya.
"Serang!"
Seorang Wizard dengan tongkatnya bersiap untuk merapalkan mantra sihir, seorang Knight menerjang langsung dengan perisai dan pedangnya, seorang Assassin menghilang dalam kegelapan bersamaan dengan kedua pisau belati miliknya, dan yang terakhir ialah seorang Cleric yang berdoa untuk memberikan perlindungan, semuanya siap melenyapkan keberadaan musuh mereka.
Sayangnya semuanya tidak terlihat cepat untuk Regard. Seakan-akan waktu melambat, Regard dengan langkah pelan mendekati mereka dan menguap.
Benar-benar membosankan.
Dikarenakan ada hal yang mau dicobanya, senyum menghiasi bibirnya, begitupun dengan ekspresinya yang tampak senang.
Aku akan jadikan kalian sebagai kelinci percobaan.
Mengaktifkan kemampuan [Ice Cavern], seluruh area dalam jangkauan yang luas berubah menjadi butiran salju dan es. Tak hanya itu, badai salju sempat terlihat jelas yang membuat Regard yakin ini akan terlihat hebat melebihi prototipe sebelumnya.
Ice Cavern, sihir yang mampu menciptakan seluruh area sekitar berubah menjadi es dan beku, itu juga mampu mengaburkan pandangan musuh yang berada di dalamnya yang sulit untuk mengetahui dengan mata khusus mereka dimana musuh berada, memudahkan si pengguna untuk menyerangnya diam-diam tanpa perlu ketahuan oleh mereka.
Mundur beberapa langkah, Regard mengaktifkan [Acceleration] untuk bergerak cepat dan menjauh.
Dia penasaran apakah ini akan bekerja atau tidak, dia mengamatinya terlebih dahulu sebelum menghabisi mereka.
"Apakah kalian melihatnya?"
"Kenapa kita tidak dapat mengetahuinya di badai salju seperti sekarang?"
"Mungkinkah dia adalah seorang White Adventure?"
"Mustahil. Itu tidak mungkin terjadi."
Di tengah kepanikan dan kebingungan yang terjadi, senyum terlihat di wajah Regard.
Dugaannya benar-benar membuatnya mengangguk puas atas keberhasilannya dalam mengubah susunan sihir yang dibaca sebelumnya di buku yang dibeli menjadi lebih hebat dari versi pertamanya benar-benar membuahkan hasil maksimal.
Faktanya tak hanya mereka, para petualang biasa yang kesulitan untuk mengetahui dimana keberadaan teman dan musuh, tapi juga seorang petualang dengan class Assassin kesulitan untuk mengetahui dimana Regard berada.
Baiklah. Waktunya untuk masuk ke tahap berikutnya.
Mengangkat salah satu lengannya dengan telapak tangan terbuka, Regard memusatkan mana di seluruh telapak tangannya yang membuat kristal berwarna hitam pekat muncul.
"[Illusion]."
Tepat ketika dia mengatakannya, seluruh area di dalam badai salju berubah drastis dari sebelumnya.
Bunyi dari suara tawa dan kesenangan, pertempuran yang mereka dengar, serta jeritan yang terjadi benar-benar membuat mereka kebingungan dimana Dark Knight Hero berada.
Merasa frustasi dan sia-sia, mereka menjatuhkan lutut, depresi atas ketidakberdayaan mereka dalam sekejap olehnya.
Sepertinya mereka sudah tidak tertolong ya.
Di lengan satunya yang sedikit terangkat, sebuah bola berukuran sedang dengan warna keemasan terlihat.
Bola itu perlahan-lahan memancarkan cahaya yang menyilaukan yang dapat bersinar terang layaknya mentari di siang hari. Sebelum cahaya itu semakin terang, Regard melemparkannya ke langit-langit yang membuat bola bersinar terang tersebut sirna.
[Golden Trap] mulai terlihat di permukaan tanah, mengenai tubuh dan mengikat tubuh mereka layaknya benang yang tak dapat dihancurkan. Tubuh mereka yang terluka akibat goresan benang-benang halus yang tidak mereka sadari membuat mereka meringis kesakitan.
__ADS_1
Golden Trap, cahaya keemasan yang bersinar terang melebihi matahari di siang hari, itu mampu menjebak siapapun yang ada di permukaan tanah, menjerat tubuh mereka menggunakan tali keemasan yang takkan bisa diputus dengan mudah.
Waktu bermainnya telah berakhir.
Menghilang dalam sekejap, Regard muncul di dekat orang-orang yang tak berdaya atas apa yang akan mereka lakukan terhadapnya.
Sebelum dia melakukan apapun, dia dengan cepat mendekati salah satu pria yang dirasanya pas untuk membalaskan dendam atas perbuatannya dulu.
"Apa yang kau inginkan? Lepaskan aku!"
Tidak mengatakan apapun, Regard melepaskan topengnya, memegang lehernya dan menggigitnya tanpa menunggu lama. Setelah menggigit dan menghisapnya, sensasi aneh terjadi pada tubuhnya.
Dia tidak pernah merasakan kenikmatan yang lebih daripada yang dirasakannya sekarang. Dikarenakan dia merasa nikmat, dia memutuskan untuk mengambil setengah darahnya untuk dijadikan uji coba dalam mengetahui apakah efeknya akan berlaku sama seperti Friya atau justru sebaliknya, yang tidak berefek sama sekali seperti yang terjadi pada Reita.
Dia penasaran dan menunggu reaksinya.
Selama beberapa menit dia menunggu, teriakan terdengar dari pria tersebut.
Pria dengan zirah berwarna emas di tubuhnya merasakan sensasi panas yang meluap-luap di dalam tubuhnya. Keringat yang mengalir deras tak kunjung berhenti, pusing yang melanda kepalanya, serta nafasnya yang terengah-engah membuatnya kebingungan atas apa yang sebenarnya terjadi.
"Apakah kau baik-baik saja, Glen?"
"Sadarkan dirimu, Glen! Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu, tapi aku yakin kau dapat mengatasinya."
Tidak dapat menjawab perkataan teman-temannya, Glen, pria dengan zirah berwarna emas di tubuhnya meringis kesakitan.
Perlahan-lahan tubuhnya mengecil dan kulitnya mengering menyebabkan zirah yang dikenakannya berjatuhan menyisakan pakaian dalam berupa kaos biasa dan celana. Kemudian setelah beberapa menit dia menahannya, tubuhnya semakin kecil dan kurus lalu lenyap dalam sekejap.
Tidak ada lagi daging yang tersisa di tubuhnya melainkan hanya tengkorak yang tergeletak di tanah setelah terjatuh dari [Golden Trap] yang mengikatnya.
Suara ini...
Mungkinkah....
Jangan bilang kalau Glen sudah tiada?
Beberapa rekannya yang tahu bahwa bunyi dari tulang-tulang berjatuhan di permukaan salju yang dingin membuat mereka yakin itu adalah akhir dari hidup Glen.
Tidak melewatkan kesempatan yang ada, Regard juga penasaran dengan kemampuan lainnya.
Di kedua lengannya, sepasang bola berwarna hitam mengambang di telapak tangannya yang berukuran kecil. Bola tersebut kemudian diarahkannya ke kedua gadis di kelompok mereka yaitu gadis dengan pakaian penyihir dan gadis dengan pakaian pendeta, Regard meletakkannya di kedua dada mereka.
Tepat setelah menunggu beberapa saat, tubuh dari kedua gadis itu terbakar dan panas.
Perlahan-lahan tubuhnya yang berubah menjadi sosok iblis tingkat rendah, Succubus dapat dilihat oleh Regard.
Regard sendiri tidak tahu bahwa sihirnya mampu mengubah tubuh mereka menjadi iblis tingkat rendah, terutama Succubus. Setahunya, dia menerapkan untuk meletakkan mana dalam jumlah banyak di bola yang polos dengan warna hitam lalu diberikan pada mereka. Namun dia tidak menyangka kalau perkiraannya telah salah, bukannya berubah menjadi sosok menyeramkan dan menakutkan, kedua gadis itu berubah menjadi sosok Succubus yang terlihat menggoda dan seksi atas penampilan dari pakaian mereka.
Apalagi dengan sepasang tanduk dan sayap yang terlihat kecil, disertai dengan ekor melengkung yang panjang yang bergerak-gerak di udara.
Percobaan selesai.
Sekarang aku hanya perlu menyimpan mereka.
Mengarahkan salah satu lengannya, dalam sekejap udara di sekitar berubah menjadi dimensi yang berbeda.
Itu adalah [Dimension Portal] yang dapat memindahkan mereka dalam sekejap ke tempat lain yang tak pernah ada di dunia ini. Alasan Regard memindahkannya adalah dia bisa saja menyediakan jasa layanan budak **** untuk siapapun yang membutuhkannya atau menjual mereka kepada yang membutuhkan.
Dengan menjual harga diri dan keperawanan mereka, Regard yakin kalau itu sangat menyenangkan membayangkan betapa nikmatnya ekspresi yang mereka rasakan ketika melakukan **** pada orang yang tidak mereka kenali.
Apalagi menurut Regard, Succubus dapat menyerap energi kehidupan yang berasal dari cairan lawan jenis mereka. Dia yakin pasti mereka akan kembali ke tangannya atau menikmati hidup barunya tanpa dapat melawan sedikitpun.
Benar-benar pemandangan yang hebat untuk Regard bayangkan.
Sekarang sisanya ya.
Tidak mempedulikannya, Regard yang mengeluarkan [Black Sword] menebas area di depannya di udara kosong lalu melenyapkan [Black Sword] dalam sekejap.
[Dimension Slash] berhasil digunakan olehnya menyebabkan area yang terkena tebasan melalui [Black Sword] membuat tubuh mereka terbelah dalam sekejap menjadi sekumpulan daging manusia yang berjatuhan.
Dimension Slash, tebasan yang dilakukan secara beruntun yang mampu menjangkau dalam area yang luas yang dengan cepat dilakukan ke dimensi lain melalui Dimension Portal ke dunia nyata, itu mampu menghasilkan tebasan pedang yang indah dan cantik untuk dilihat.
Baiklah. Cukup sampai disini.
__ADS_1
Mengembalikan dan memulihkan area di sekitarnya, Regard memutuskan untuk menunggu di kamar penginapan atas laporan yang akan mereka berikan terhadapnya.
Selama The Necromancer ada di kegelapan malam, Regard yakin bahaya apapun dapat diatasinya, asalkan dia mampu membangkitkan dan menghidupkan kembali mereka lalu meletakkan kesadaran yang sama seperti sebelumnya, itu sudah lebih dari cukup untuk mempertahankan The Necromancer agar abadi selamanya.