The Necromancer

The Necromancer
Ch. 9:Kesalahpahaman


__ADS_3

Gemuruh terdengar keras di langit-langit diiringi dengan dentuman keras permukaan tanah yang menyebabkan tanah retak dan hancur seketika.


"Kenapa kamu tidak mau menyerah?"


"Aku hanya tidak ingin Shilph kalian jadikan sebagai sandera."


Kilat sempat terlihat beberapa kali di permukaan tanah.


Tepat ketika kedua kilat itu saling bertabrakan, kedua sosok memperlihatkan penampilan mereka. Mereka tidak lain adalah Regard dan Friya yang sedang bertarung satu sama lain.


Di kedua tangan Regard terdapat Black Sword yang membuat tongkat sihir Friya yang berubah menjadi sebilah pedang berwarna biru cerah tertahan. Friya juga sama, dia dengan segenap kekuatan mendorong sebilah pedang Magic Blade untuk dapat mendorong Regard.


(Magic Blade, sihir yang mampu membentuk sebilah pedang besar berwarna biru cerah yang mampu menebas apapun menggunakan sihir yang disalurkan dan diubah bentuknya dari tongkat sihir menjadi pedang)


Takkan kubiarkan itu terjadi.


Melepaskan kedua lengannya yang menahan Magic Blade, Regard menggunakan Acceleration menghilang dan muncul tepat di belakang Friya.


Mengetahui keberadaannya di belakang dirinya, Friya tersenyum, ia dengan segera menggunakan Magic Barrier untuk melindunginya dari serangan yang dilakukan oleh Regard.


Tepat seperti perkiraannya, Regard dengan seluruh kekuatannya menggunakan Dark Slash yang menyebabkan tebasan pedangnya mengeluarkan aura kegelapan yang dapat dilihat oleh Friya.


(Dark Slash, tebasan kabut hitam yang muncul menyelimuti ujung pedang yang mampu dihempaskan ke target lawannya maupun ditebas langsung ke arah target jarak dekat, keduanya mampu dilakukan)


Menggunakan kekuatannya, Friya mengeluarkan Rain Magic yang membuat seisi hutan dihujani dengan deras.


(Rain Magic, sihir yang mampu menciptakan cuaca yang awalnya cerah menjadi gelap, mendung dalam sekejap. Sihir Rain Magic juga mampu menciptakan hujan dalam jangkauan yang luas yang dapat melenyapkan targetnya bila itu terkena rintikan air hujan yang mengenai tubuh mereka, goresan yang tiada henti akan mengikis setiap kulit dan daging mereka hingga hancur lembur menjadi tulang-tulang yang disertai genangan darah di permukaan)


Sebelum dapat mengenai tubuhnya, Regard secepat mungkin menggunakan Unbreakable Shield yang membuat area di sekitarnya berubah menjadi pelindung berbentuk kotak yang tak tertembus oleh air hujan.


(Unbreakable Shield, pelindung yang terbuat dari area sekitar menjadi bentuk kotak yang tak dapat tertembus oleh apapun, baik sihir maupun serangan fisik, kedua tidak berpengaruh terhadap pelindung Unbreakable Shield. Pelindung ini memiliki durasi selama 3 menit)


"Dia benar-benar hebat."


Tepat setelah mengatakan itu, Friya dengan cepat menggunakan Rain Sword yang membuat seluruh isi hutan yang terkena hujan deras dapat berubah menjadi hutan gundul yang ditebas dalam sekejap oleh hujan air yang berubah menjadi hujan pedang.


(Rain Sword, sihir yang mampu mengubah bentuk hujan biasa yang tidak terlalu mengerikan dan menakutkan menjadi menyeramkan. Hujan yang awalnya hanya rintikan air biasa berubah menjadi bilah pedang dalam jumlah banyak yang mampu menghujam siapapun yang ada di jangkauan luas dari Rain Magic:Rain Sword yang dibuat oleh si pengguna, yang mampu melenyapkan musuh dengan cepat melebihi kekuatan dari Rain Magic itu sendiri)


Dia kuat sekali.


Memperhatikan di kedalaman kotak, Regard sama sekali tidak menemukan celah untuk dapat mengalahkannya, sebaliknya, dia berpikir hanya bisa pasrah dan mengalah untuk dapat berbicara dengannya.


Tapi, semua itu diperlukan waktu yang tepat agar dia dapat melakukannya.


"Aku akui kamu hebat sekali, Regard. Tapi, mampukah kamu menghindar dari serangan ini?"


Melancarkan serangan berikutnya, Friya mengeluarkan Meteorit dalam jumlah banyak dari langit-langit membuat Regard terkejut dengan perubahan mendadak yang terjadi pada dirinya.


(Meteorit, batu meteor berukuran besar dalam jumlah banyak yang muncul di langit-langit yang siap untuk meratakan permukaan maupun orang-orang yang berada di bawah, itu merupakan sihir terkuat yang membutuhkan mana dalam jumlah banyak)


Cih. Tidak ada pilihan lain.


Sebelum Meteorit dalam jumlah banyak, Regard dengan segera terbang dengan sepasang sayap hitam Dark Wing yang membuatnya mendekati Meteorit dalam jumlah banyak untuk segera dihancurkan.


"Infinity Spirit."


Terpaksa menggunakan kemampuan aslinya, Regard mengeluarkan aura ungu yang langsung berubah menjadi sosok menakutkan.


Di salah satu pinggangnya, aura ungu sedang memegang pedang berukuran besar yang siap digunakan saat ini.


Mungkin ini sedikit berlebihan, tapi setidaknya ini lebih dari cukup untuk melindungi mereka semua.


Dengan segenap kekuatan dan kemampuannya, Regard mengeluarkan Dark Ball dalam jumlah banyak di sekitarnya dan diarahkan ke Meteorit.


(Dark Ball, bola hitam yang mampu memperlambat suatu gerakan pada objek. Singkatnya, Dark Ball adalah sihir yang mampu melambatkan gerakan suatu target yang diinginkan si pengguna. Tidak terbatas si pengguna mau menciptakan Dark Ball dalam jumlah sedikit maupun banyak, keduanya tidak memerlukan mana dalam jumlah banyak, melainkan cukup dan memerlukan energi kegelapan yang terbilang cukup banyak untuk digunakan dalam menciptakan Dark Ball)


Ketika Dark Ball mengenai bebatuan dari Meteorit, bebatuan besar perlahan-lahan mulai melambat membuat Regard dapat melanjutkan serangannya.


Illusion digunakan Regard yang mampu menggandakan tubuhnya dalam sekejap bersamaan dengan Infinity Spirit. Tak menyia-nyiakan kesempatan berikutnya, Regard dengan cepat menggunakan kemampuan terkuatnya Dark Soul yang membuat area di sekitarnya dipenuhi oleh jiwa-jiwa hitam yang melayang yang perlahan-lahan berubah bentuk menjadi bola dalam jumlah banyak.


(Dark Soul, sihir yang mampu menciptakan area sekitar berubah menjadi gelap dan suram. Jiwa-jiwa yang keluar akibat telah tiada sejak lama bergentayang bebas di udara dalam bentuk putih layaknya roh, yang dapat berubah bentuk menjadi apapun yang dapat digunakan oleh si pengguna)


Dark Soul kemudian menggandakan diri dan mengarah ke Meteorit yang menyebabkan langit-langit di sekitar dalam sekejap mata meledak luas diiringi dengan suara dari gemuruh yang terdengar kuat.


Berhasil.


Belum sempat menahan dirinya, tubuh Regard sudah mencapai batasnya yang menyebabkan ia terjatuh dari langit-langit tanpa ada sisa kekuatan dan kemampuan dari dalam tubuhnya.


Aku harap dia dapat berubah pikiran.


Tepat ketika harapan itu dikatakan dalam hatinya, Regard memejamkan matanya dalam sekejap.


"Heaven Bed."


Kasur yang entah darimana tiba-tiba muncul. Kasur itu memiliki warna keemasan yang disertai dengan selimut sutra yang berada di atasnya, ditambah dengan kanopi yang berada di atasnya yang dapat terbuka membiarkan tubuh Regard memasukinya dan beristirahat.


(Heaven Bed, sihir yang mampu membuat kasur yang muncul entah darimana. Kasur itu memiliki warna keemasan yang disertai dengan selimut sutra yang berada di atasnya, ditambah dengan kanopi yang berada di atas yang dapat terbuka untuk menangkap seseorang.


Heaven Bed memiliki kelebihan tersendiri yaitu mampu menghilangkan luka, rasa letih, serta emosi negatif lainnya yang ada di dalam pikiran maupun hati makhluk hidup yang beristirahat di Heaven Bed)


"....."


Memperhatikan sosok Regard yang tak berdaya, salah seorang gadis yang baru tiba di tempat pertarungan hanya bisa merasa kasihan dan sedih pada takdirnya.


Mendekati tubuh Regard, gadis itu dengan cepat mengeluarkan Golden Sword untuk dapat menyayat salah satu lengannya untuk mengeluarkan darah dari goresan. Setelah berhasil melukainya, gadis itu dengan cepat mengarahkannya ke mulut Regard, membiarkannya untuk menghisap darahnya di tengah ketidaksadarannya.

__ADS_1


"Aku harap kamu menikmatinya ya, Regard."


Dengan senyum yang lembut diarahkan padanya, gadis itu berharap Regard dapat pulih dan bangkit secepatnya.


"Kenapa kamu kemari, Shilph?"


"Kenapa katamu? Bukankah itu sudah jelas? Aku kemari untuk membalaskan perbuatan kamu terhadap Regard, Furuhiora."


"Tidak, kamu salah paham. Aku... aku tidak melakukan apapun terhadapnya."


"Benarkah? Aku tidak berpikir bahwa kamu mengatakannya dengan jujur."


Sepasang sayap berwarna putih mulai membentang di belakang punggung Shilphonia, diikuti dengan penampilannya yang perlahan-lahan berubah menjadi malaikat suci, disertai dengan busur berwarna keemasan yang dipegangnya membuatnya siap untuk menghadapi Friya.


•••••


Regard POV


Dimana ini?


Benar. Aku baru ingat sekarang.


Aku sedang bertarung dengan Furuhiora sebelumnya jadi aku menggunakan seluruh kemampuan dan kekuatan yang kumiliki untuk mencegahnya dalam menghancurkan seluruh hutan di Fairy Forest.


"....."


Di kejauhan, aku melihat gemuruh berulang kali terdengar. Dentuman tanah yang kuat membuat seluruh area di sekitar bergetar karena getarannya yang kuat.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Tunggu... keberadaan ini.... mungkinkah...


Bergegas bangun dan berlari ke arah kejadian, aku harus segera menjelaskan situasinya pada mereka berdua.


Akan lebih baik jika mereka tahu alasan mengapa aku melakukannya. Jika tidak, mereka akan saling membunuh satu sama lain.


Aku tidak ingin itu terjadi.


Ini...


Memperhatikan ke sekeliling hutan, aku menangkap dua sosok yang kukenal sedang bertarung satu sama lain.


Shilph yang telah mengeluarkan Golden Chain mengikat lengan dan kaki Furuhiora. Begitupun Furuhiora, dia dengan cepat mengeluarkan Magic Shield dalam jumlah banyak di sekitarnya untuk melindunginya.


Shilph juga mengerahkan seluruh pedangnya, Unlimited Blade ke Furuhiora untuk dapat menembus pertahanannya. Sayangnya hal itu tidak dapat tertembus.


Dikarenakan Furuhiora telah menggunakan Magic Shield berkali-kali, setiap kali pelindungnya retak dan hancur, pelindung baru muncul yang menyebabkan dia tak terkalahkan dari segi pertahanan.


Apa yang harus kulakukan?


Akibatnya tidak hanya akan jadi korban, tapi mereka juga akan semakin menyalahkan satu sama lain karena mereka telah membunuhku yang membuat situasi menjadi runyam.


Aku rasa aku punya ide.


Menjauh dari pertempuran, aku dengan cepat melompat ke batang pohon lalu ke pohon lain untuk mempersingkat waktu.


Sip. Sepertinya sudah aman.


Mungkin ini akan sedikit berlebihan, tapi setidaknya aku ingin mereka berdua berhenti demi aku.


Turun dari batang pohon ke permukaan tanah, aku meletakkan tangan di permukaan.


Dalam sekejap lingkaran besar berwarna ungu muncul dalam jangkauan yang luas. Perlahan-lahan lingkaran sihir berwarna ungu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan, dan di saat bersamaan dengan cahaya yang keluar, sebuah monster besar terlihat dari dalam lingkaran sihir.


Sip. Aku harap kau dapat melakukannya ya.


Tidak mengatakan apapun, monster yang melihatku, mengaum membuat seluruh area di pepohonan terkena hembusan angin kuat yang berasal darinya.


Sekarang waktunya sentuhan terakhir.


Melompat ke tubuhnya, aku menggunakan beberapa mantra sihir untuk membuatnya lebih kuat dan hebat. Mulai dari kemampuannya, serangannya, dan pertahanannya, semua berhasil aku tingkatkan dengan mudah.


Mohon bantuannya ya, Hellhound.


Menjauh dari tempat kejadian, aku mulai mengendalikan Hellhound, monster terkuat yang pernah aku kalahkan sebelumnya di Reruntuhan Sylvia.


Hellhound yang melihatku, mengaum sekali lagi.


Kali ini hembusan anginnya kuat membuat seluruh pohon dan rumput di sekitar tumbang dan menjauh diiringi dengan getaran yang kuat di permukaan tanah, dan gemuruh yang menggelegar, aku yakin itu akan menarik perhatian mereka terhadap monster ini.


•••••


Suara ini....


Mustahil.


Friya dan Shilphonia yang awalnya bertarung dikejutkan dengan suara mengaum yang terdengar keras ke arah mereka diiringi dengan dentuman besar terdengar, disertai dengan gemuruh yang menggelegar, keduanya mengalihkan pandangannya ke sumber suara itu berasal.


"Kenapa dia bisa ada di sini?"


"Itukan monster.... apakah ada seseorang yang melakukannya?"


Shilphonia yang terlihat kesal bergegas terbang ke arah tersebut. Dimana Hellhound berukuran besar dapat dilihatnya yang sedang berjalan menuju ke Desa Elf.


Diikuti dengan Friya yang melayang di udara menggunakan Wind Walk, membuatnya mudah untuk pergi tanpa harus berada di permukaan tanah.

__ADS_1


"Sepertinya mereka terpancing."


Melihat ke lengannya yang terdapat topeng besi bertanduk, Regard dengan senyum percaya diri mengenakannya. Dia juga mengubah penampilannya dengan segera menjadi orang lain, dan ditambah dengan sepasang sayap hitam yang membuat mereka berpikir kalau Regard adalah dalang penyebab kerusakan.


Shilphonia yang berhenti terbang di langit-langit dan Friya yang berada sedikit jauh darinya terkejut bahwa sosok itu tampak berbeda dari monster pada umumnya.


Termasuk Shilphonia, dia berpikir kalau itu hanya Hellhound biasa. Tapi saat dia melihatnya dari dekat, dia dikejutkan bahwa Hellhound yang ini memiliki kepala tiga dengan sayap kelelawar yang membentang luas di langit-langit.


"Takkan kubiarkan dia pergi dari sini!"


Mengeluarkan busur emasnya, Shilphonia membidik ke arah langit-langit. Anak panah berwarna biru cerah yang sempat ditariknya dan dilepasnya.


"Rain Arrow."


Satu anak panah mengarah ke langit-langit.


Ketika panah tersebut mencapai langit, awan yang awalnya cerah berubah menjadi gelap. Tak lama setelah itu, hujan mulai mengguyur dalam jumlah banyak di jangkauan yang luas. Air hujan itu tidak terlihat seperti hujan biasa melainkan hujan panah yang turun dalam jumlah banyak mengenai tubuh Hellhound.


(Rain Arrow, anak panah yang ditembakkan ke langit-langit yang awalnya cerah dan terang menjadi mendung dan gelap, yang kemudian turun hujan dengan bentuk yang tiada biasa. Bentuk hujan anak panah dalam jumlah banyak yang tak terbatas area serangannya, itu mampu menghancurkan suatu wilayah dan musuh dalam jumlah banyak hanya dengan Rain Arrow)


"Aku juga akan membantumu."


Di ujung tongkat sihir yang menyala, Friya mengeluarkan sihir berkali-kali.


Mulai dari Earthquake yang dapat membuat gundukan tanah dari permukaan tanah biasa yang dapat mencegah Hellhound bergerak, Fire Ball yang muncul di langit-langit di sekitar Friya yang mulai melesat dengan cepat ke arah tubuh Hellhound, serta Thunder Hummer yang membuat gemuruh di langit terdengar keras dan kilat besar yang langsung menyambar tubuh Hellhound.


(Earthquake, sihir gempa bumi yang mampu memanipulasi tanah menjadi bentuk yang diinginkan baik itu Earth Lance maupun Earth Sword dalam jumlah banyak dipermukaan maupun gundukan tanah yang mampu mencegah pergerakan suatu monster, keduanya tergantung dari si pengguna menggunakan Earthquake)


(Fire Ball, sihir dasar dari elemen api, Bola Api. Tergantung dari si pengguna dalam menggunakannya, jika ia menuangkan mana dalam jumlah banyak ke dalam Fire Ball maka Fire Ball akan terbilang kuat dalam serangannya maupun jangkauan dalam menyerangnya akan ikut luas, sebaliknya, jika itu tidak dituangkan mana dalam jumlah banyak maka itu hanya sejenis Fire Ball biasa pada umumnya)


(Thunder Hummer, sihir guntur yang mampu dipanggil dari langit-langit yang mendung dan gelap, guntur tersebut dengan cepat mampu menyambar apapun yang ditargetkan dalam ukuran sambaran petir yang besar yang mampu menghancurkan suatu wilayah tertentu sesuai dengan ukuran yang diinginkan si pengguna)


Debu hitam menyebar luas yang membungkus tubuh Hellhound.


Friya dan Shilphonia yang memperhatikan situasi yang ada, berpikir kalau mereka mampu melumpuhkan pergerakan Hellhound.


Sayangnya hal itu tidak sesuai dengan perkiraan mereka.


Yang membuat mereka terkejut adalah Hellhound itu dilindungi oleh pelindung dalam jumlah banyak di sekitar tubuhnya. Unlimited Shield yang terpasang di sekitar Hellhound membuat mereka berdua berpikir kalau usaha mereka sia-sia.


(Unlimited Shield, pelindung yang tercipta dalam jumlah banyak yang tidak terhitung jumlahnya yang dapat menangkal berbagai macam serangan yang ada baik; fisik maupun sihir, keduanya tidak mempan terhadap Unlimited Shield)


"Raaaaaarrrrh."


Hellhound yang menyadari kehadiran pengganggu mulai melihat ke arah mereka.


Di mulut Hellhound, partikel bola berukuran kecil berwarna hitam dan merah maroon berkumpul menjadi satu. Perlahan-lahan partikel bola berubah menjadi besar yang menyebabkan hembusan angin kuat sempat dirasakan oleh mereka berdua yang berada di langit-langit.


"Shilph, kita harus menghindari serangannya!"


"Ya, kamu benar."


Menggunakan Dimension Portal, Shilphonia dan Friya bergegas memasuki tempat itu lalu menghilang dalam sekejap dari tempat mereka.


(Dimension Portal, portal yang muncul di manapun dan kapanpun, portal berbentuk oval yang tercipta dari retakan yang ada di udara kosong yang mampu membawa si pengguna ke dalam dimensi khusus miliknya sendiri yang tidak berpengaruh terhadap dunia luar dari dimensi miliknya)


Usai mereka menghilang, ledakan besar mengenai permukaan tanah hingga membentang luas di langit-langit yang menyebabkan seluruh hutan yang terkena jangkauan ledakannya telah bersih tak tersisa, begitupun permukaan tanah yang awalnya biasa berubah menjadi kawah besar yang dapat dilihat dari ketinggian.


Mereka berhasil kabur ya.


Di langit-langit yang gelap, sesosok gadis memperhatikan kemana perginya mereka berdua.


Selama dia memperhatikan ketidakhadiran mereka, dia dengan cepat menemukan sebuah portal yang tiba-tiba muncul di langit-langit lalu terbelah menjadi garis panjang, dan perlahan-lahan terbuka.


Itu mereka.


Dengan cepat langkah kakinya yang melayang di langit menggunakan [Air Step] dan [Wind Walk] membuatnya dapat bergerak cepat di langit-langit malam menuju ke keberadaan mereka berdua.


(Air Step, pijakan udara yang tercipta untuk dipijak oleh si pengguna dalam berjalan di atas udara dengan piring udara yang tercipta tiba-tiba olehnya. Air Step tidak memerlukan mana sedikitpun melainkan hanya pengalaman yang mengharuskan pengguna terbiasa dalam menggunakannya)


"Tadi itu hampir saja."


"Ya, kamu benar."


"Apakah kalian sudah selesai bermain petak umpet?"


"....."


"....."


Shilphonia dan Friya yang dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tidak dapat mereka rasakan kehadirannya, mengalihkan pandangannya ke sumber suara itu berasal.


"Bagaimana? Apakah kalian terkejut dengan kehadiran aku?"


Siapa dia?


Bagaimana bisa dia ada di tempat ini?


Keduanya sama-sama bingung dan heran darimana datangnya wanita dengan penampilan yang menggoda bagi siapapun yang melihatnya.


Mulai dari pakaian kimono merah yang dikenakannya yang terdapat jaring di bagian dadanya memperlihatkan *********** sangat jelas, tubuhnya yang kurus dan ramping yang tampak indah dan ideal, serta bokongnya yang besar yang dapat mereka lihat membuat mereka merasa wanita ini bukanlah wanita biasa. Apalagi dengan topeng besi bertanduk yang menutupi wajahnya membuat mereka penasaran, ditambah dengan rambut panjang berwarna hitam yang panjangnya sepinggang dapat mereka lihat.


"Shilph..."


"Ya, aku mengerti."

__ADS_1


Keduanya saling menatap sesaat lalu mulai menatap tajam dan serius pada kehadiran wanita berpakaian kimono merah.


__ADS_2