The Necromancer

The Necromancer
Ch. 50,1:Serangan Balik (1)


__ADS_3

"Apakah kamu mau menerimanya atau tidak, semua tergantung dari dirimu."


"Aku..."


Regard yang kebingungan memilih jawabannya hanya bisa menggantungkan kepalanya, mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia tidak bisa memilih salah satu diantaranya.


Kuma, Raja Iblis yang sedang melihatnya dari kursi tahtanya usai melakukan godaan sedikit terhadap Regard, menghembus nafas panjang, mengeluh atas usahanya yang sia-sia, ia dengan cepat mengubah duduk kakinya.


Kaki kanannya yang awalnya berada di atas kaki kiri yang dilipat diubah oleh Kuma menjadi penyangga kaki kirinya yang berada di atas, Kuma berniat menjelaskan satu hal lagi pada Regard agar dia tidak salah paham atas bantuan yang ia berikan terhadapnya.


"Dengarkan aku, Manusia, aku membantumu bukan karena ingin sesuatu dari dirimu, aku hanya ingin menyingkirkan hama yang dapat menggangguku nantinya sekaligus ingin tahu sejauh mana keefektifan antara dirimu dan diriku."


"Apa maksudmu?"


"Tidakkah kamu pernah merasakannya juga? Necromancer dan Necromancer, itu bisa dikatakan sebagai Soul Link, jiwa yang saling terhubung yang mampu membuat mereka menjadi kuat, tidakkah kamu penasaran seberapa efektifnya itu bekerja?"


"Soul Link?"


Nama yang baru didengar oleh Regard benar-benar terdengar aneh untuk dikatakan.


Setahu Regard, ia hanya tahu tentang [Soul Contract] dan [Soul Return], keduanya adalah hal dasar dari dia yang membangkitkan jiwa yang sudah keluar dari dalam jasadnya lalu melakukan kontrak secara paksa terhadapnya, itulah yang diketahuinya.


Soul Link sendiri, Regard tidak memahami apa kegunaannya. Hanya saja Regard tahu tentang tingkatan yang ada di class Necromancer miliknya. Mulai dari; Necromancer Human, Demon, dan Lord of Necromancer, ketiganya adalah tingkatan yang dapat diketahuinya.


Berdasarkan dirinya yang ada sekarang, pikiran Regard hanya tertuju pada tingkatan yang berada di atasnya yaitu Necromancer Demon, Necromancer yang berada di tingkat teratas dari tingkat Necromancer Human, ia tidak perlu khawatir atas batas penggunaan [Infinity Spirit] yang membuatnya bernafas lega.


"Sepertinya kamu memahaminya ya. Baiklah. Biar aku jelaskan padamu!"


Kuma yang menjelaskan segala hal tentang tingkatan Necromancer, ia juga memberitahu tentang dua tingkatan yang dapat digabungkan menjadi satu maka akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa.


Apalagi Kuma yang menjelaskan pada Regard, ia memberitahu kalau dirinya yang berada di tingkat serupa sepertinya, Necromancer Demon, keduanya adalah tingkat yang tinggi dari Necromancer Human, Kuma penasaran akan seperti apa jika kekuatan dan kemampuan mereka digabungkan satu sama lain.


Regard juga sebenarnya penasaran atas apa yang akan terjadi nantinya. Terlepas dari dirinya yang hanya mengandalkan kemampuan Necromancer dan [Copied Skill] yang didapat dari teman-teman maupun orang lain yang dibunuhnya, ia ingin sesekali mencobanya untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilan dan keefektifan dalam menggunakannya.


"Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencobanya atau tidak?"


Sekali lagi tawaran diberikan pada Regard yang membuatnya menatap Kuma, ia dengan uluran tangannya ke depan mengarah Regard, membuka telapak tangannya yang terdapat kobaran api merah yang menari-nari fi telapak tangannya, Regard meneguk ludahnya, memantapkan niatnya, ia memutuskan untuk mengambil satu pilihan.


"Baiklah. Aku terima."


"Pilihan yang bagus."


Lengan Regard yang diarahkan pada bola api yang berkobar di tangan Kuma mulai masuk ke dalam tubuhnya. Sensasi hangat dan menenangkan, itulah yang dirasakannya.


"Sekarang pergilah! Lakukanlah yang terbaik untuk menghadapinya!"


Membelakangi Regard dan berjalan beberapa langkah, sosok gadis berambut putih panjang dengan sepasang tanduk hitam melengkung di kepalanya, serta telinganya yang runcing seperti iblis, sosok itu sirna di kejauhan.


Sebelum sosok itu sirna, Regard yang mencoba mengejarnya menggapainya namun gagal untuk menangkapnya, ia terdiam sejenak, merenung atas apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan gadis iblis yang bernama Kuma tadi.


Lupakanlah! Yang terpenting sekarang adalah....


Dengan menggerak-gerakan telapak tangan kanannya, Regard yang memutuskan tekadnya untuk menghentikan tindakan Stahark, ia memberanikan diri untuk mengeluarkan kobaran api merah yang didapat dari Kuma ke tangannya yang perlahan-lahan membesar, meretakkan seluruh area di sekitarnya.


•••••


Aura ini....


"Andai saja kamu tidak menyelamatkan aku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami."


"....."


Friya yang sempat teralihkan pandangannya saat mengatakan itu pada Nek Ryadu, Nek Ryadu yang terdiam dalam renungan hanya terlihat pucat pada apa yang sebenarnya dirasakan di tempat yang jauh dari dirinya berada.


Aura yang besar yang menakutkan dapat dirasakan, sesuatu yang baru akan datang menghancurkan keseimbangan dunia, itulah perkiraannya.


"Ada apa, Nek?"


"Dia telah bangkit!"

__ADS_1


"Dia?"


"Ya."


Berjalan mendekati Friya dan melewatinya, langkah kaki Nek Ryadu yang terhenti tepat di pintu masuk menuju ruang bawah tanah menoleh ke arah Friya.


Friya yang memperhatikannya terdiam. Ia tahu tentang tatapan matanya yang sipit yang diarahkan Nek Ryadu terhadapnya, itu merupakan tatapan mata yang terlihat serius yang dapat menghilangkan canda tawa dan kelucuan dari Nek Ryadu, Friya mengenalnya dengan baik.


"Nak Necromancer... dia berubah menjadi sosok yang menakutkan dan mengerikan."


"Jangan bilang padaku kalau dia lepas kendali?"


Terlihat dari Friya yang panik saat mengetahuinya, Nek Ryadu dengan cepat menggelengkan kepalanya seolah menjawabnya dengan 'tidak' pada apa yang diperkirakan Friya, semua itu salah.


"Lalu apa? Apa yang sebenarnya terjadi pada Regard?"


"Dia berubah menjadi Lord of Necromancer."


"Lord of Necromancer?"


"Ya. Sosok yang lebih menakutkan dan mengerikan melebihi makhluk manapun, sosok yang mampu menghancurkan dunia dalam sekejap, itulah sosok dari Lord of Necromancer."


Terdengar mengerikan di telinga Friya, ia dengan segera berlari meninggalkan Nek Ryadu menuju ke teman-temannya berada. Tidak jauh dari tempat Friya berada, Reita yang hendak menghampiri Friya dan Nek Ryadu yang sedang berbincang berduaan dikejutkan dengan kehadiran Friya yang tampak terburu-buru.


"Ada apa, Friya?"


"Ah... Reita."


Mendadak menghentikan langkah kakinya, Friya yang mengatur nafasnya menatap serius ke arah Reita. Reita yang melihatnya sama sekali tidak mengerti atas tindakannya namun satu hal yang pasti ialah ada sesuatu yang ingin Friya katakan padanya, itulah insting Reita.


"Regard... dia berubah menjadi Lord of Necromancer."


"Lord of Necromancer?"


Tidak dapat memahami apa maksud dari perkataan Friya, Reita yang memiringkan kepalanya terlihat kebingungan di gambaran wajahnya yang terpampang jelas oleh Friya. Friya menghela nafas panjang, memegang keningnya, ia terpaksa menjelaskan apa yang perlu diketahui oleh Reita sesuai dengan penjelasan dari Nek Ryadu sebelumnya.


•••••


Selamat atas tingkatan baru anda, Tuan!


Tingkatan baru? Apa itu?


Itu adalah [Lord of Necromancer].


Mustahil. Aku berubah mendadak menjadi Lord of Necromancer!?


Tidak, biar bagaimanapun ini sangat tidak masuk akal untukku. Meskipun aku dan Shigase, gadis iblis yang kutemui sebelumnya menyatukan kekuatan dan kemampuan kami, aku tidak mungkin bisa sampai ke tingkat yang seharusnya tidak kumiliki.


"....."


Tubuhku... tubuhku terasa berat.


Suara yang terdengar keras memenuhi telingaku. Keputusasaan, kebencian, dendam, murka, serta kehampaan, semua berteriak keras di telinga seolah-olah emosi kegelapan mulai terdengar begitu jelas olehku.


Apakah ini efek dari Lord of Necromancer?


Ya, anda benar sekali, Tuan.


Lagi-lagi tulisan aneh itu.


Aku tidak tahu mengapa aku bisa melihat tulisan aneh di dalam benakku, tapi aku tidak mempedulikannya saat ini, aku lebih mementingkan tentang kondisi tubuhku yang terlihat sulit untuk digerakkan maupun dikendalikan, semuanya diam tanpa bisa aku lakukan sesuatu pada tubuhku.


Hancurkan siapapun yang menghalangi dirimu! Lenyapkan mereka yang membuatmu seperti ini! Bunuh siapapun yang telah merusak reputasi yang kau miliki!


Kata-kata itu berputar di kepalaku membuatku terasa sakit.


Apakah aku akan dikendalikan oleh kekuatan dan kemampuan aku sendiri? Tidak. Mustahil jika aku dikendalikan oleh kegelapan.


Terlepas dari jerih payah yang kulakukan selama ini, aku tidak mau kehilangan kendali pada tubuhku oleh kegelapan dari class Necromancer milikku sendiri.

__ADS_1


"Jangan khawatir, aku telah memberikan itu padamu bukan?"


Itu?


Tepat saat aku sedang dalam kondisi yang tidak dapat keluar, secercah kobaran api terlihat keluar dari dalam tubuhku yang melayang di hadapanku.


"Mungkinkah ini..."


"Ya. Kamu bisa menggunakannya sesuka hati tanpa perlu dikendalikan oleh kegelapan. Apakah kamu mengerti, Manusia?"


Aku mengerti sekarang.


Alasan dia dan aku menyatukan kekuatan dan kemampuan bukan sekedar mengetahui sejauh mana tingkatan yang dapat kami peroleh melalui diriku, tapi juga mampu membantu salah satu diantara kita yang membutuhkan bantuan sekaligus komunikasi melalui [Telepati], itulah kegunaan yang sebenarnya.


"Terimakasih atas bantuan darimu."


"Ya."


Suara itu sirna dari kepalaku, begitupun dengan suasana gelap yang mengelilingi sekitarku, semua pecah dan hancur berkeping-keping menjadi pemandangan yang kulihat sekarang.


Pemandangan yang dimana dinding yang dilapisi dengan warna keemasan, garnet merah muda yang memanjang di permukaan, marmer yang digunakan sebagai langit-langit ruangan, aku melihat ini sama seperti pertama kali aku terjebak di dalamnya.


"Dengan begini aku bisa keluar dan melenyapkan mereka semua, hahahahaha! Hahahahaha!"


Dia....


Sepertinya aku paham akan satu hal.


Stahark yang mengembalikan kehancuran dan keruntuhan tempat buatannya berubah menjadi seperti semula, itulah tujuannya usai mengalahkan dan melenyapkan aku.


Tak hanya itu, ia juga ingin memulihkan ruangan tempat miliknya untuk bisa berpindah ke dimensi semula, dimensi dimana dunia kami berada, ia berkeinginan untuk menghabisi teman-temanku, mereka yang telah keluar hidup-hidup dari tempat ini dengan mudah, dia tidak bisa membiarkan mereka selamat maupun hidup jadi aku berpikir dia akan membunuh dan melenyapkan mereka semua.


"Baiklah. Sekarang waktunya aku untuk—"


"Tidak secepat itu, Stahark!"


"Huh? Siapa yang mengganggu kesenangan aku?"


Dia membalikkan tubuhnya ke arahku, terkejut dalam diam atas penglihatannya yang mengira bahwa aku telah tiada, aku memakluminya jadi aku tidak menyalahkan atas perkiraannya tersebut.


"Bagaimana bisa kamu masih hidup? Apakah kamu benar-benar abadi? Ataukah seseorang membantumu?"


Dilihat dari gerakannya yang terlihat panik, ada kemungkinan kalau ia takut atas diriku yang terlihat utuh tanpa ada kerusakan apapun di dalamnya, baik itu goresan maupun tusukan dari tentakel merah dalam jumlah banyak, semua itu pulih dalam sekejap mata.


"Sederhana. Aku telah mempelajari satu hal yaitu..."


•••••


Regard yang menghentikan kata-katanya, lenyap dengan cepat bagaikan kilat yang menyambar permukaan, tidak ada tanda-tanda dari gerakannya maupun jejaknya melainkan hanya ada udara hampa yang tidak ada keberadaannya.


"Untuk tidak meremehkan dirimu!"


"....."


Menoleh ke belakang, Stahark yang memasang pelindung menggunakan [Ultimate Barrier] membuat di seluruh tubuhnya yang mengelilinginya, rentetan ledakan terdengar menggelegar di sekitarnya yang membuat bangunan yang ada di sekitar mereka seperti; dinding, atap, dan permukaan hancur berkeping-keping yang disertai debu hitam.


Kenapa dia tidak bisa aku ketahui? Apakah dia benar-benar berubah menjadi sosok yang berbeda?


Masih tidak mengerti atas apa yang sebenarnya terjadi, Stahark berpikir kalau Regard kali ini terlihat berbeda.


Pertama, ia tidak dapat mengetahui dimana Regard berada. Kedua, tidak ada tanda-tanda melalui jejak berupa mana maupun kekuatan yang mengalir di tubuh Regard, semua itu seolah-olah hampa layaknya udara kosong yang tidak dapat berhembus untuk dirasakan. Ketiga, kecepatan dan kelincahan milik Regard bisa dikatakan lebih cepat daripada kebanyakan makhluk lainnya, termasuk kemampuan dan kekuatan yang dimiliki Stahark, ia benar-benar menghargai atas kelebihannya tersebut.


"Tch... darimana kamu berhasil mendapatkan kekuatan sebesar itu, Manusia?"


"Darimana? Itu adalah hal yang tidak perlu kau ketahui."


Regard yang mengaktifkan [Infinity Spirit] mengubah penampilannya menjadi seekor Fenrir berukuran besar yang menjulang tinggi di langit-langit dengan satu ekor yang melambai-lambai di belakangnya, Regard pun ikut berubah menjadi sosok Fenrir dewasa yang sama seperti Fuuya namun dengan tubuh idealnya sebagai seorang wanita dewasa.


"Mulai hari ini aku akan serius menghadapi dirimu, Stahark!"

__ADS_1


"Serius? Jangan bercanda! Kekuatan dan kemampuan yang kamu miliki sekarang tidak ada apa-apanya dibandingkan milikku."


Stahark yang memanggil monster miliknya, ia memasuki [Monster Mode] yang membuat tubuhnya yang berada diluar sebelumnya masuk ke bagian dada. Tidak melewatkan kesempatan yang ada, Stahark yang berada di inti tubuh Stahark dalam bentuk monster, ia mengeluarkan [Infinity Spirit] yang mengubah bentuk monster miliknya dilengkapi dengan zirah berwarna ungu gelap yang membungkus tubuhnya.


__ADS_2