The Necromancer

The Necromancer
Ch. 46:Menghadapi Takdir


__ADS_3

Kembali ke kejadian sebelumnya dimana Regard yang dipindahkan ke tempat asing, ia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut.


"Ini..."


Dihadapannya, kabut tebal yang menutup pandangannya berpikir kalau ada musuh di sekitarnya. Merasakannya dengan [Mana Mastery] untuk mengetahui apakah ada musuh atau tidak dari kemampuan Friya, dan pijakan tanah di sekitar yang berasal dari kemampuan Reita, Regard sama sekali tidak merasakan adanya bahaya yang mendekatinya.


Dalam sekejap mata, kabut tebal yang memenuhi pandangannya sirna dari hadapannya yang memperlihatkan hal yang familiar untuk diketahuinya.


Desa yang terdapat banyak sekali rumah para penduduk terlihat, ketenangan dan kedamaian yang dapat didengar dari suasana di dalamnya yang terasa akrab, serta beberapa; penduduk desa, petualang, pedagang yang singgah sementara waktu meramaikan suasana di desa tersebut.


Apakah ini ilusi?


Perlahan-lahan berjalan di jalan setapak, Regard yang tahu kemana ia pergi menghentikan langkah kakinya saat tiba di tujuannya.


Ini...


Di penglihatannya, seorang anak lelaki yang sedang membawa tas di punggungnya pergi dari rumah, berpamitan dengan kedua orangtuanya yang berdiri di depan pintu sambil melambaikan tangan pada mereka dan senyuman, anak lelaki itu berangkat.


Berikutnya adalah...


Benar seperti yang Regard duga, seluruh pandangannya teralihkan ke dalam hutan layaknya sebuah ingatan dari seseorang yang telah dibunuh oleh kekuatannya sebagai seorang Necromancer, Regard yang sudah berkali-kali mendapatkan ingatan masa lalu mereka tidak terkejut atas apa yang dilihatnya sekarang.


Di dalam hutan tersebut, anak lelaki sedang mengitari pandangannya, waspada atas hal-hal tak terduga yang ada di kedalaman hutan, ia meletakkan tasnya di pohon, mengeluarkan beberapa senjata kecil untuk seukuran usianya, ia kemudian merangkul tasnya dan melanjutkan perjalanannya.


Regard menduga kalau anak lelaki itu hendak menuju ke gua penambangan yang ada di kedalaman hutan. Apalagi gua tersebut adalah gua yang menjadi pertanda ingatan buruknya dalam kehidupan pertamanya telah tiada, ingatannya tidak bisa melupakan atas momen-momen yang terjadi pada kehidupannya yang lama berubah menjadi seperti sekarang.


"Ah... mulai ganti lagi."


Di kedalaman gua, anak lelaki yang berjalan di dalam kegelapan meraba-raba area sekitar, berusaha sebisa mungkin untuk mencegah dirinya terjatuh, ia tetap meningkatkan kewaspadaannya.


"....."


Saat ada seseorang yang menarik dan menutup mulutnya, anak lelaki itu tidak dapat melakukan apapun selain pasrah. Masalahnya adalah pikiran anak lelaki itu menganggap kalau orang yang melakukan ini dibalik kegelapan adalah orang yang berniat jahat padanya, ia gemetar ketakutan dalam diam tanpa ada rasa percaya diri.


"Tenanglah, Nak! Aku kemari untuk menyelidiki tempat ini."


"Menyelidiki? Apakah ada sesuatu yang terjadi?"


Melepaskan mulutnya yang menyekap anak lelaki tadi, suara yang terdengar seperti pria dewasa, Regard yang tahu siapa suara tersebut berpikir kalau itu tidak lain adalah Veru Sukijane, penyelamat sekaligus penolong hidupnya yang telah membebaskan dia dari sisi kegelapan menuju sisi terang.


"Berdasarkan informasi yang kudapat, ada gerombolan monster yang menghuni gua ini."


"Monster!?"


Dengan cepat Veru menutup kembali mulut Regard, terdengar suara langkah kaki yang berada di dekat mereka, serta suara yang tidak dikenal yang berjalan sesaat di dekat mereka lalu pergi begitu suara itu hilang.


"Mohon kecilkan suaranya, Nak! Jika monster tadi mendekati kami, kau tahu sendiri akibatnya bukan?"


"Ya, aku mengerti."


Melepaskan kuncian dari tubuh Regard, Veru yang mengajaknya untuk segera keluar membuat Regard bertanya-tanya mengapa dia repot melakukan ini padanya.


Setelah berhasil berada di pintu masuk gua, mereka berdua berjalan ke arah pohon yang tidak jauh dari gua tadi untuk berbincang-bincang sambil beristirahat sejenak.


"Menurutmu, tahukah kenapa gerombolan monster menghuni gua ini?"


"Tidak, aku sama sekali tidak mengetahuinya."

__ADS_1


"Begitu ya. Kurasa lebih baik memberitahukan ini padamu."


Veru yang menjelaskan tentang gerombolan monster yang berhasil didapat dari ksatria kerajaan yang secara tidak sengaja singgah di Desa Elforia, ia melaporkan ke kerajaan tentang tanda-tanda keberadaan monster yang ada di kedalaman gua di dekat hutan dari Desa Elforia.


Menurut laporan yang diberikan oleh ksatria kerajaan yang singgah, beberapa petualang yang ada di Guild Petualang membicarakan ini dengan ramah. Masalahnya adalah gua tersebut yang awalnya dijadikan sebagai ladang pencarian bijih material mengalami kejadian aneh di dalamnya.


Kejadian aneh tersebut tidak lain adalah hilangnya keberadaan petualang lain, salah satu monster yang sempat dilihatnya di dalam kegelapan, serta bahaya yang mengintai dari balik kegelapan tanpa sepengetahuan mereka, semua adalah apa yang dikatakan dari beberapa petualang dari ksatria kerajaan yang melaporkan pesan ini ke kerajaan.


"Apakah kau paham sekarang?"


"Aneh sekali. Bagaimana bisa gerombolan monster mendiami gua ini? Setahuku, gua ini tidak ada apapun di dalamnya yang membuatnya aman sebelumnya."


"Mungkin ada salah monster yang memimpin pasukan mereka untuk mendiami gua tersebut."


"Pemimpin monster?"


"Ya. Berdasarkan dari beberapa insiden yang terjadi selama beberapa bulan lalu, ada sosok monster yang menakutkan dan menyeramkan untuk dilihat, monster itu sendiri dinamakan sebagai Stahark, monster yang melebihi batasan wajar dari ras manapun."


Meneguk ludahnya sendiri, Regard yang terdiam sepenuhnya berpikir kalau keberadaan Stahark, monster yang menjadi pemimpin mereka bukanlah sembarang monster yang pernah ditemui Regard di hutan ini sebelumnya saat dia melakukan pekerjaannya menambah bijih material di dalam gua.


"Nak, dengarkan aku, cepat pergi ke rumah dan beritahu tentang ini pada mereka. Apakah kau paham?"


"Ya. Tapi aku tidak bisa melakukannya karena aku tidak yakin mereka akan mempercayainya atau tidak, aku ragu untuk memberitahu mereka."


"Kau benar."


Regard dewasa yang sedari tadi memperhatikan percakapan mereka dari kejauhan, berpikir kalau ini akan menjadi penentu hidupnya yang baru yang dimilikinya sekarang.


"Baiklah. Kau bisa menetap dulu di sini sedangkan aku akan ke Desa Elforia untuk mencari bala bantuan. Apakah kau bisa?"


"Ya."


Apakah dia datang atau tidak?


Selama menunggu sambil menatap kegelapan di dalam mulut gua yang menyeramkan dan menakutkan, Regard yang berharap kalau ksatria kerajaan yang ditemuinya tadi datang dengan segera membuat dia bisa kembali ke desa.


Regard takut kalau sesuatu tak terduga terjadi dari dalam gua terhadapnya, yang bisa saja kalau ia akan tiada saat ini dengan mudah tanpa dapat melakukan apapun. Meskipun ada senjata yang dipegangnya dan di tasnya, Regard tetap ragu apakah itu berguna dalam mengalahkan gerombolan monster yang menghadangnya nanti atau justru sebaliknya, dia akan jadi makanan untuk mereka, membayangkan hal tersebut sudah membuat bulu kuduk Regard berdiri ketakutan.


•••••


Regard POV


Diriku yang ada di masa lalu menunggu hingga sore tiba, Paman Veru tidak kunjung datang bersama bala bantuannya.


Sepi dan sunyi, itulah yang aku takutkan atas apa yang ada di hutan ini dan gua yang tidak jauh dari tempatku berada memperlihatkan kegelapan yang bisa saja memunculkan monster menakutkan dan menyeramkan berupa Stahark datang mendekati aku dan membunuhku.


Yah, aku memang tidak bisa dibunuh karena aku hanya melihat masa lalu, aku hanya tidak tahu apakah aku harus terus mengingat ini saat terjadi padaku di masa lalu yang tidak memiliki apapun untuk dijadikan kekuatan dan kemampuan, aku muak untuk melihat semuanya.


Tapi karena aku tidak bisa terbebas, aku tidak memiliki pilihan selain mengikutinya.


Benar-benar deh. Membosankan dan merepotkan, itulah yang kurasakan dari bayangan masa lalu saat ini.


"....."


Dari dalam kegelapan yang ada di gua, sosok monster berukuran besar muncul melalui kepalanya, melihat ke sekitar untuk memastikan apa yang ada, inilah awal mula dimana aku tiada.


Gawat, aku harus lari.

__ADS_1


Itu adalah perasanku saat pertama kali melihatnya.


Meskipun instingku menyuruh untuk lari dari tempat ini, tubuhku tidak dapat digerakkan, hanya itu yang dirasakan aku sejak masih kecil dulu saat melihat kepalanya yang besar dari monster itu terlihat menakutkan.


Perlahan-lahan sosoknya yang muncul sepenuhnya mendekat ke arahku, berdiri di depanku dan menatapku.


Mungkin aku yang ada di ingatan ini berpikir kalau aku akan tiada dengan mudah. Terlepas aku yang telah dilahirkan kembali di dunia yang berbeda, mendapatkan keluarga yang baik dan peduli terhadapku, serta sosialisasi yang ramah terhadap keluargaku, aku takut apa yang menanti diriku saat monster ini melakukan sesuatu padaku.


Yah, aku yang lemah memang menyebalkan, tapi bukan berarti aku membencinya, aku justru bangga atas apa yang ditunjukkan di masa lalu ini padaku.


Stahark yang membuka mulutnya lebar-lebar, cahaya berwarna oranye yang menyala terang perlahan-lahan membesar dari dalam mulutnya dalam bentuk bola.


"Awas, Nak!"


Saat bola berwarna oranye yang berukuran besar melesat cepat bagaikan laser yang menjatuhkan apapun yang mengenainya, aku yang memperhatikan Paman Veru sekaligus diriku di masa lalu, kami berdua tiarap sambil berharap tidak terjadi apapun pada kami berdua.


"Hahahaha. Benar-benar makhluk lemah. Kalian tidak pantas untuk hidup, sebaliknya, kalian pantas untuk tiada."


Salah satu lengannya yang terangkat, Stahark yang memukul tempat mereka berdua berada yang berhasil menghindarinya dengan bangkit dan berlari, dentuman keras dari tanah membuat permukaan tanah menjadi retak.


Yah, aku tahu kalau dari segi kekuatan dan kemampuan, Stahark memang hebat dari diriku di masa lalu. Tapi, apakah aku benar-benar bisa mengalahkannya sekarang atau tidak, aku yakin bisa melakukannya.


"Cepat kita pergi, Nak!"


"Ya."


Bala bantuan yang dibawa Paman Veru ke arah kami membawa beberapa pasukan dan kuda yang dikendarai mereka, mereka dengan cepat mengepung Stahark.


Stahark yang menyadari kalau dirinya di kepung, ia hanya menampilkan senyum di wajahnya yang bisa aku artikan mereka akan tiada dengan cepat dan mudah.


"Benar-benar merepotkan."


Di sekitar tubuh Stahark yang besar, kelima lingkaran sihir berwarna ungu terlihat dalam ukuran besar, menembakkan laser ke setiap ksatria kerajaan yang mengepung dengan mudah melenyapkan mereka tanpa ampun sedikitpun.


Yah, ini adalah awal dari keputusasaan. Keputusasaan antara ksatria kerajaan yang dibawa oleh Paman Veru dan diriku di masa lalu yang lemah, kami berdua akan mati dengan mudah olehnya.


"Sekarang waktunya kalian untuk lenyap."


Dengan kecepatan yang tak terduga oleh Paman Veru dan diriku di masa lalu, Stahark yang mengeluarkan pedang berukuran besar di lengan kanannya yang memegangnya mengarahkan tebasan horizontal ke arah kami berdua.


"Awas, Nak!"


Melihat ke belakang yang mengetahui kalau Stahark hendak menyerang diriku di masa lalu, Paman Veru berusaha mendorongku dengan kuat, membuatku tersungkur jauh dari tempatnya berada yang menyebabkan tubuhnya terbelah menjadi dua sisi.


Darah mengalir deras di tubuhnya yang disertai hujan darah. Aku yang melihatnya gemetar ketakutan dalam diam, berpikir ini adalah akhir hidupku di dunia lain, aku tidak tahu akan seperti apa nasibku setelah kematian tiba.


"Pada akhirnya, makhluk hidup seperti kalian adalah makhluk lemah."


Tangan kiri Stahark yang terangkat mengeluarkan beberapa lingkaran sihir dari langit-langit yang muncul di hutan, dari dalam lingkaran sihir terdapat beberapa tembakan jarum-jarum kecil yang mengenai tubuhku membuatku merasa sakit yang tak tertahankan, Stahark dengan cepat memukul tubuhku yang menyebabkan aku terpental, menghantam permukaan tanah berkali-kali lalu terdiam dalam posisi tengkurap.


Akankah aku mati? Itu adalah pikiran pertama kali aku saat tahu ajal sudah dekat.


"Sekarang waktunya untuk dirimu tiada."


Dengan pedang yang diangkatnya kembali, pedang itu dengan cepat menebas tubuhku berkali-kali dengan mudah layaknya potongan daging, Stahark dengan cepat kembali ke dalam gua, memasuki kegelapan di dalamnya.


Ingatan akan masa lalu benar-benar menyedihkan untukku, tapi dibalik itu semua aku mendapatkan kekuatan dan kemampuan mutlak yang tak terukur batasnya.

__ADS_1


Memang terdengar angkuh, aku yakin itulah kekuatan dan kemampuan dari seorang Necromancer. Sayangnya dunia ini tidak ada yang memiliki class Necromancer, ada kemungkinan kalau mereka akan lenyap dengan mudah, itulah yang membuat class Necromancer langka untuk ditemui.


__ADS_2