
Kabut tebal menyelimuti area di sekitar menyebabkan pemandangan yang ada di kedalaman lembah tidak dapat dilihat.
"Apakah kita akan dapat tiba di keesokan harinya?"
"Ya. Kemungkinan besar ini akan menjadi hari yang panjang untuk kita berjalan."
Di tengah kabut yang melanda kawasan lembah, beberapa sosok dapat dilihat sekilas melalui pakaian mereka masing-masing.
Mereka yang berjalan di kedalaman kabut tidak gentar dan takut dalam mengatasi perjalanan menuju Lost Town yang akan tiba di keesokan harinya.
Apakah kamu merasakannya, Kak Regard?
Ya, aku merasakannya.
Reita yang dengan jelas menatapnya membuat Regard mengangguk pada tatapannya tadi.
Diikuti dengan [Mind Reading] yang sempat terlintas dalam kepalanya, Regard benar-benar tahu bahwa Reita menyadarinya.
Tidak seperti Reita, Shilphonia dan yang lainnya belum menyadari sama sekali atas apa yang akan menanti mereka dibalik kabut tebal yang tak bisa dihilangkan.
"Berhenti!"
Tangan Friya yang terangkat menghentikan mereka untuk melanjutkan perjalanan.
Apakah dia menyadarinya?
Bertanya-tanya pada dirinya sendiri, Regard yakin kalau Friya juga ikut sadar atas apa yang tidak biasa di depan mereka dibalik kabut tebal yang ada.
"Bau ini..."
Melihat ke sisinya, Regard tersenyum pada indra penciuman dari Fenrir yang tajam untuk bisa mendeteksi bau kuat dari apa yang ada di depan mereka.
"Teman-teman, kita akan maju setelah aku memberitahu rencana aku pada kalian."
"Ya."
Memahami situasi, ambil keputusan, dan bertindak sebaik mungkin, itu adalah pemikiran yang Regard akan gunakan saat bertemu dengannya nanti.
Secara keseluruhan, Regard tahu apa yang menantinya namun dia tidak mungkin akan bertindak gegabah dalam menghadapinya. Sebaliknya, dia akan sebisa mungkin memahami kondisi dan situasinya tertentu agar tahu sejauh mana dirinya mampu bertahan.
"Apakah kalian sudah mengerti?"
"Ya."
Tersenyum pada jawaban mereka, Regard puas atas dirinya yang berhasil mengemukakan ide barunya.
Melanjutkan perjalanan, mereka tanpa henti terus waspada dibalik kabut tebal yang kemungkinan besar terdapat monster maupun iblis yang menunggu mereka lengah untuk dihabisi.
"Akhirnya kamu tiba ya, Manusia."
"....."
Di atas ranting pohon yang besar, seorang gadis berambut merah muda panjang yang tengah memakan lollipop di mulutnya, melompat turun ke permukaan dan tersenyum pada kehadiran mereka.
Dia benar-benar kuat ya.
Merasakan mana dalam jumlah banyak dihadapan Regard, gadis itu hanya tersenyum sambil memandang tubuh Regard dari atas ke bawah secara menyeluruh.
"Aku ingin tahu apakah kamu benar-benar kuat atau tidak?"
Tepat ketika kata-kata itu diselesaikannya, gadis itu menjentikkan jarinya.
Orang-orang di sekitar Regard, semuanya tidak dapat bergerak. Jangankan bergerak, mana yang ada dalam tubuh mereka tidak dapat dikeluarkan yang artinya mereka diserang oleh situasi tak terduga, terkecuali Fenrir yang tahu atas apa yang terjadi.
Dirinya yang dengan cepat menghembuskan angin kuat untuk melindungi dirinya menyebabkan beberapa tentakel transparan dapat terlihat dan jatuh permukaan tanah menjadi beberapa potongan daging.
"Sudah kuduga."
Dalam penciuman Regard yang tajam, dia dapat mencium apapun yang ada di sekitarnya dalam jarak jauh layaknya Fenrir.
Di sekitar mereka, terdapat tentakel berjumlah banyak yang bersembunyi dibalik kabut yang membuat mereka tak terlihat. Tentakel itu mampu menahan mana dan sihir untuk tidak bisa digunakan oleh mereka menyebabkan mereka lemah tak berdaya.
"Apakah kau adalah Stahark?"
"Ya, tepat sekali."
Menggigit lollipop di mulutnya, gadis itu melangkah mengelilingi Regard.
"Dilihat dari ekspresi yang kamu perlihatkan, kamu benar-benar membenci aku ya."
"Ya."
"Begitu rupanya."
Menjauh dari Regard, gadis itu menjentikkan jarinya sekali lagi.
__ADS_1
Buk!
Tubuh Regard yang mendadak terpental jauh menyebabkan dirinya jatuh ke permukaan air yang ada di Lembah Gial.
Barusan itu...
Dalam keterkejutannya yang tidak biasa, Regard sama sekali tidak dapat memperkirakan dan merasakan apapun ketika tentakel menyerang dirinya menyebabkan dia terpental dan jatuh ke permukaan air.
Alasan Regard tidak dapat mengetahuinya ialah dia sengaja merendahkan sejumlah mana dalam dirinya sebaik mungkin agar tidak terdeteksi oleh musuhnya bahwa dia adalah lawan yang kuat.
Itu sebabnya mengapa Regard terpukul jauh karena dia sadar bahwa menunjukkan jati dirinya dihadapan musuh sama seperti bunuh diri jadi dia menerapkan menyerah dan lemah, itu adalah metode terbaik untuknya.
"....."
Fenrir yang diliputi oleh amarah menerjang langsung ke musuhnya.
Sebelum cakarnya meraih wajahnya yang cantik, gerakannya terkunci yang menyebabkan dirinya kesal dan benci atas ketidakberdayaannya sekarang.
"Lemah sekali ya."
Sekali lagi, gadis itu menjentikkan jari menyebabkan Fenrir yang diikat oleh tentakel memuntahkan darah dari dalam tubuhnya.
Rasa sakit akibat lengan dan kakinya yang dicengkeram kuat menyebabkan tulang-tulang bagian dalam patah. Itulah mengapa setiap kali rasa sakit dirasakannya, Fenrir memuntahkan darahnya berkali-kali.
"Apa yang akan kamu lakukan, Manusia? Akankah kamu menyelamatkan nyawanya atau..."
Fenrir menatap Regard dengan mata menyala.
Terlihat jelas dari sorot matanya yang terlihat yakin menandakan bahwa dia baik-baik saja selama Regard tidak menunjukkan jati dirinya sebagai seorang Necromancer dihadapan musuhnya.
Hal itu dapat dirasakan Regard melalui tekad di matanya menyebabkan dia bangkit dan berjalan perlahan-lahan mendekati Fenrir.
Bang!
Sebelum dapat bergerak ke permukaan tanah, Regard terpental kuat yang menyebabkan tubuhnya jatuh ke belakang.
Membosankan.
Menurut gadis berambut merah muda panjang, Regard adalah pria yang menarik. Terlepas dari kematian Fuzikumibaru dan pria yang ditugaskan untuk bersiaga di Fairy Forest, keduanya dapat dikalahkan dengan mudah olehnya.
Tapi, kali ini tidak tampak jelas baginya menduga bahwa dia adalah orang yang hebat. Sebaliknya, gadis itu berpikir kalau Regard lebih lemah dari manusia pada umumnya.
Menjentikkan jarinya berkali-kali, tentakel dalam jumlah banyak meremukkan tubuh Regard berulang kali. Darah disemburkan melalui mulutnya.
Rasa sakit akibat tulang-tulang di tubuhnya yang hancur menyebabkan organ dalamnya diremas sebisa mungkin lalu hancur begitu hantaman dilakukan berulang kali.
Mengarahkan lengannya ke arah teman-temannya, gadis itu menghisap sebagian jumlah mana yang dimiliki mereka agar terkuras habis dari tubuhnya.
Kulit mereka perlahan-lahan pucat, begitupun dengan daging yang ada di tubuh mereka yang mulai kering menyebabkan tulang-tulang di tubuh dapat dilihat jelas olehnya.
"Sayang sekali ya. Padahal jika kamu mampu menyelamatkan mereka, kamu seharusnya menunjukkan semua yang kamu miliki padaku."
Mengejek atas ketidakberdayaan Regard, gadis itu menendang tubuhnya dengan sepatu miliknya menyebabkan retakan di sekitar permukaan air dan genangan air yang tidak tenang tercampur oleh darah milik Regard.
"Menyedihkan."
Merasa sia-sia, gadis itu perlahan menjauh dan mendekati mayat-mayat bekas teman Regard yang telah dikuras habis mana di tubuh mereka, terkecuali Fenrir yang telah diremukkan tulang-tulang di tubuhnya menyebabkan dia telah tiada.
"Kita akan ketemu lagi nanti jika takdir mempertemukan kita kembali."
Menghilang dari tempatnya berada, tidak ada tanda-tanda keberadaan bahwa gadis berambut merah muda panjang pernah tinggal di Lembah Gial.
•••••
Regard POV
Sial.
Gadis itu... dia benar-benar kuat sekali.
Memegang tulang rusuk yang dipatahkan berkali-kali olehnya, aku menggunakan [Booster Health] yang dalam sekejap mengembalikan tulang yang patah menjadi seperti semula.
Untungnya aku dapat menjalankan rencana ini dengan mudah.
Rencana dimana aku sengaja menyuruh mereka meninggalkan kesadaran pada cloning yang berhasil dibuat, mereka diam-diam menyelinap masuk ke [Dark Dimension] yang berhasil aku munculkan di permukaan tanah dengan mana seminimal mungkin agar tidak diketahui oleh musuh.
Hasilnya dapat terlihat jelas.
Dihadapannya, teman-teman aku telah tiada.
Padahal aku mengubah cloning aku yang lain untuk menjadi sama seperti mereka dengan kesadaran dan mana dalam jumlah tertentu yang berhasil ditempatkan.
Seandainya saja aku tidak dapat melakukannya sebaik mungkin, aku tidak tahu apakah mereka akan terbunuh olehnya nanti atau tidak, aku yakin mereka tidak mampu bertahan hidup usai mana dalam tubuh mereka terkuras habis olehnya.
Huh...
__ADS_1
Ini akan menjadi peringatan untukku bahwa Fuzikumibaru benar-benar yakin kalau lawan aku bukanlah lawan biasa.
Dia memiliki kemampuan dan kekuatan yang hebat yang tak tertandingi oleh siapapun.
Namun...
Itu semua belum berakhir.
Aku sama sekali tidak menunjukkan apapun padanya tadi. Jadi, besar kemungkinan yang akan menjadi orang yang berdiri di akhir adalah aku, seorang Necromancer terkuat dengan kesadaran manusia.
Aku ingin mengatakan itu namun aku tetap harus waspada dan hati-hati.
Lengah sedikit, nyawaku yang jadi taruhannya.
"Kalian bisa keluar sekarang!"
"Baik."
Dari dalam permukaan tanah yang terdapat garis hitam yang melebar, mereka muncul ke permukaan tanah yang melihatku dengan kagum atas ide aku yang brilian.
Tentu. Ini semua aku lakukan demi kepentingan mereka.
Jika aku sendirian, aku takkan mungkin berperan menjadi orang lemah dan mengakhiri hidupku sendiri oleh tentakel sialan yang meremukkan tulang di tubuhku berkali-kali.
Sakit sekali.
Merasakan sensasi sakit yang masih membekas, aku akan sebisa mungkin membalasnya nanti saat kita bertemu kembali.
Lihatlah pembalasan aku, Stahark.
•••••
Dalam perjalanannya, mereka menemukan segelintir mayat-mayat dari monster yang ada di Lembah Gial.
Kebanyakan dari mereka terluka di bagian perut oleh sayatan besar, kepalanya yang terpenggal, lengan dan kakinya yang terputus hingga organ dalam di tubuh mereka yang keluar benar-benar pemandangan yang mengerikan dan menakutkan untuk dilihat.
"Apakah dia yang melakukan?"
"Ya. Berdasarkan dari darah, ini masih belum lama terjadi."
Memeriksa darah yang ada pada tumpukan mayat monster, Regard mendekati mereka dan menunjukkan langsung bahwa ini masih segar.
"Akan berbahaya jika kita tetap tinggal di Lembah Gial."
"Ya."
"Itu benar."
"Mari lanjutkan perjalanan, Teman-teman."
Selama mereka berjalan, mereka menemukan mayat monster yang sudah tiada beberapa saat yang lalu.
Kondisi mereka sama seperti monster yang ditemukan sebelumnya yang mati dalam kondisi mengerikan dan menakutkan atas ketidakpedulian yang dilakukan oleh orang yang membunuh mereka.
Fenrir yang sedari tadi menutup hidungnya, tak tahan atas bau busuk yang menyengat.
Dikarenakan Fenrir hidup dalam waktu yang lama untuk berburu, bau kali ini terasa berbeda dari bangkai melainkan ada bau aneh yang membekas di tubuh-tubuh mereka.
"Ini..."
"Mereka hidup ya."
Secara tidak disengaja, monster-monster yang awalnya dipikir oleh mereka telah tiada bangkit kembali dalam kondisi yang sama.
Masing-masing dari mereka mengepung The Necromancer yang tidak akan membiarkan mereka keluar hidup-hidup dari Lembah Gial.
Apa boleh buat.
Maju ke depan, Regard mengeluarkan beberapa [Crystal Ice] dalam jumlah banyak lalu ditembakkan ke tubuh mereka.
Tubuh monster yang terkena rentetan tembakan menembus langsung ke kulit dan daging yang menyebabkan lubang membekas di jasad mereka yang tiada.
Ini benar-benar keterlaluan.
Shilphonia yang merasa muak, mengambil busur dan membidik beberapa anak panah ke belakang barisan.
Anak panah biasa dalam jumlah banyak mengenai tubuh monster lalu meledak dalam skala besar mengakibatkan area di sekitar hancur tak tersisa.
Aku harap kalian dapat hidup dengan tenang di alam yang berbeda.
Selesai berdoa, Friya yang mengerahkan tongkat sihirnya mengeluarkan [Fire Ball] dalam ukuran besar yang diarahkan ke sisi kiri menyebabkan seluruh area yang terkena jangkauan serangan [Fire Ball] hangus terbakar.
Diluar Lembah Gial, seorang gadis tersenyum pada apa yang mereka lakukan.
"Dia benar-benar menarik."
__ADS_1
Selesai mengatakan itu pada dirinya sendiri yang mulai tertarik pada Regard, tubuhnya menghilang di tempatnya berada sebelumnya.