
"[Brave Aura]."
Sejumlah mana berwarna biru langit menyelimuti tubuh seorang Swordman. Swordman tersebut menerjang langsung ke arah Troll dengan kedua lengannya yang memegang pedang yang diacungkan ke arah mereka.
"Rasakan ini!"
Pedang yang diselimuti oleh warna merah terang di ujung pedang menyala lalu membelah tubuh Troll dengan mudah di bagian pinggang.
Berbeda dengan beberapa petualang dari class Swordman, petualang dari class Assassin mulai menghilangkan keberadaan mereka menggunakan [Transparency] dan mengendap-endap di sekitar musuh mereka.
"[Silent Kill]."
Tebasan yang tak diketahui dapat menusuk tubuh beberapa monster seperti Sconake dan Minotaur. Mulai dari Sconake yang terbelah dua tubuhnya, Minotaur yang terbelah salah satu tangannya membuat beberapa dari mereka mengerang kesakitan.
"[Invisible]."
Beberapa class Shinobi yang menghilang dari tempatnya berada mengendap-endap ke arah musuh dan mulai melancarkan serangan pada mereka.
[Dance of Clone] membuat bayangan dari tubuh mereka terbagi dan menebas beberapa kali tebasan ke tubuh Sconake dan Minotaur dengan tarian yang terlihat indah bagi class mereka sendiri.
"Aku juga tidak mau kalah."
"Aku pun sama."
Beberapa dari class Samurai mulai berlari ke arah mereka.
Kapak diarahkan lurus vertikal ke tubuh atas mereka namun berhasil mereka hindari. Menjatuhkan dan menyeret tubuh mereka menggunakan satu kaki, mereka dengan segera mengeluarkan aura biru muda yang menyelimuti tubuh mereka.
[Dragon Slash] menebas kedua lengan Minotaur dalam sekejap tanpa suara maupun gerakannya yang terlihat.
Darah mengalir deras dari lengannya yang terjatuh. Meringis kesakitan dan mengerang, beberapa Sconake dan Minotaur mulai maju ke arah mereka secara berkelompok.
"Mari lakukan yang terbaik, Kawan-kawan."
"Ya."
Di barisan belakang, class High Wizard dan Enchanter mulai mengeluarkan beberapa sihir berwarna variasi antara biru laut, merah terang, kuning keemasan, dan coklat tua terlihat jelas di beberapa anggota yang melakukan serangan sihirnya.
Mulai dari badai salju palsu yang terbuat [Blizzard] yang mampu membekukan sayap Batur, monster kupu-kupu yang memiliki tanduk dan ekor ular diikuti dengan [Flame Ball] yang mampu menghanguskan apapun tubuh mereka hingga tak tersisa, serta cahaya dari [Thunderbolt] mampu menjalar ke setiap permukaan es buatan yang mampu melumpuhkan pergerakan Batur yang masih tergeletak.
Serangan terakhir ialah gundukan tanah yang mampu dibuat meremukkan tubuh-tubuh Batur dalam sekejap hingga tak menyisakan apapun dari mereka, [Earth Lance] secara berkali-kali.
Hebat sekali ya.
Masih memperhatikan kerjasama yang hebat dan teratur, Regard yakin cepat atau lambat seluruh monster dapat diatasi oleh mereka.
Sekarang....
Mengalihkan pandangannya ke sekelompok Wyvern yang terbang yang sedang merusak bangunan dengan serangan fisik dan beberapa bola api yang disemburkan dari mulutnya, Regard yakin hanya mereka yang sulit untuk dikalahkan oleh petualang yang berada di luar Ibukota Finier.
Berlari dan mengendap-endap langsung melewati mereka, para Colorful Adventure yang berada di luar.
Aura ini...
Apakah ada seseorang yang masuk?
Tidak dapat mengetahui mana yang samar-samar dirasakan oleh Colorful Adventure yang dilewatinya, mereka berpikir seseorang baru saja melewati mereka namun menghilang begitu mereka mengetahuinya.
__ADS_1
•••••
Regard POV
Benar-benar pemandangan yang mengerikan ya.
Seluruh gedung yang hancur menjadi puing-puing, kobaran api yang membakar segalanya menjadi tak tersisa, dan yang terakhir ialah para Wyvern sepertinya tidak akan mau melirik sedikitpun ke arahku.
Terlihat jelas dari sekelompok Wyvern yang sedang merusak dan menghancurkan kota, aku yakin mereka memiliki dua pilihan yaitu kesadaran sendiri atau diperintahkan oleh seseorang dari suatu tempat.
Lupakanlah.
Lebih baik jika selesaikan ini dengan mudah.
Mengaktifkan beberapa [Special Rope], aku menggunakan [Instructions] untuk membuat tubuh mereka dari tanah lalu mengubah penampilannya menggunakan [Illusion] agar terlihat persis. Yang diperlukan sekarang ialah meletakkan sebagian dari jiwa yang pernah aku ambil seperti jiwa Shilph, Reita, Fuuya, dan Sasaki, sedangkan jiwa Friya aku tidak memilikinya jadi aku meletakkan mana dalam jumlah cukup ke tubuh buatan.
Baiklah. Mari berpesta, Kawan-kawan.
•••••
Curse Frog yang menembakkan liur mampu membuat para Colorful Adventure membatu dalam sekejap diarahkan berkali-kali. Class Swordman yang mendekati mereka kesulitan sebelum mereka akhirnya mendapatkan bantuan dari class High Priest.
[Anti Curse] diaktifkan oleh mereka mampu membuat mereka kebal terhadap kutukan apapun yang mengenai tubuh. Dilanjutkan dengan [God Blessing] yang terdapat makhluk putih bersayap terbang di atas mereka yang mampu merontokkan bulu-bulu ke setiap petualang yang bertarung melawan Curse Frog membuat mereka dikaruniai perlindungan mutlak dari para dewa dan dewi.
"Mari kita habisi mereka dengan cepat."
"Ya."
Class Swordman mulai mengeluarkan kemampuannya masing-masing. Mulai dari [One Slash] yang mampu menebas lurus ke arah musuh dalam jumlah banyak yang diikuti dengan [God Speed] yang mampu meningkatkan kecepatan dan kelincahan mereka benar-benar mampu menghancurkan sebagian dari pasukan Minotaur.
Class Samurai dan Shinobi yang bekerjasama satu sama lain, mereka menyerang beberapa Flamiel, seekor monster berbentuk seperti Golem dengan lahar berwarna merah yang terlihat dibalik bebatuan di seluruh tubuhnya menggunakan kemampuan mereka masing-masing.
Mulai dari class Samurai yang menggunakan [Desperate Move] mampu membuat beberapa bayangan dalam sekejap membelah tubuhnya menjadi tiga bayangan palsu diikuti dengan [Issen] yang menebas beberapa kali tubuh Flamiel membuat bagian lengan dan kaki mereka terputus.
Tak melewatkan kesempatan yang ada, beberapa petualang dari class Samurai mengaktifkan [Finishing Stroke] yang mampu membuat Flamiel lumpuh dalam sekejap dengan beberapa kali tebasan.
Class Shinobi yang bergerak di balik [Invincible] menggunakan [Bunshin no Jutsu] berkali-kali untuk menggandakan diri mereka. Sekitar 5 petualang yang membelah diri menggunakan [Bunshin no Jutsu] menjadi 3 terdapat 15 orang yang bergerak selagi Flamiel dalam kondisi tak bergerak.
Sebagian dari mereka menyerang Flamiel yang tak mampu bergerak dengan menggunakan [Doton no Jutsu] yang mampu menggerakkan permukaan tanah dan memanipulasinya sesuka hati membuat tubuh mereka tertancap dan tertahan. Kemudian sebagian lagi ada yang menggunakan [Makibishi] membuat senjata yang mereka pegang diselimuti oleh mana dalam jumlah banyak berwarna merah terang membuat tebasan di tubuh Flamiel yang tertancap terdapat mark yang terlihat.
Selama beberapa kali menyala, mark tersebut menyilaukan lalu dalam sekejap seluruh tubuh Flamiel yang terkena tebasan dari [Makibishi] hancur berkeping-keping menjadi puing-puing bebatuan.
Di kedalaman Ibukota Finier di bagian utara, Regard yang menggunakan jubah hitam diikuti dengan beberapa anggota The Necromancer siap untuk melakukannya dengan baik.
Menggerakkan jari-jari di tangannya, Shilphonia yang mengambil busur dan membidik menggunakan [Magic Arrow] mulai menembakkan ke langit-langit yang terdapat beberapa Wyvern yang terbang. Sebelum mengenainya, [Magic Arrow] yang berubah menjadi [Multiple Arrow] menghujani tubuh mereka yang dilapisi oleh [Burst Arrow] mampu meledakan langit-langit di malam hari layaknya kembang api.
Menggerakkan jarinya, Friya dan Reita yang terbang ke langit-langit mulai bersiap mengadu kemampuan mereka masing-masing.
Mulai dari Friya yang dengan cepat menggunakan tongkat sihirnya untuk mengaktifkan [Ice Crystal] dan [Flame Ball] berukuran besar diarahkan langsung ke beberapa Wyvern yang terbang ke arahnya, sedangkan Reita yang menggunakan beberapa permukaan tanah yang dipijaknya melayang berubah menjadi beberapa serpihan kristal, tanah, dan pasir dengan cepat mampu membentuk ketiga kemampuannya.
Mulai dari [Cracked Stone] yang dilapisi oleh bijih besi mampu ditembakkan berkali-kali ke tubuh Wyvern yang tak mempan, [Golem Arm] yang mampu menghantam tubuh mereka terus-menerus, serta yang terakhir ialah [Sand Glowing] yang menyilaukan lalu meledak dalam rentetan garis membuat beberapa dari mereka jatuh ke permukaan.
"Mereka benar-benar mampu melakukannya ya."
Sekali lagi Regard menggerakkan beberapa jarinya membuat Sasaki yang terdiam di tempatnya dengan tubuh barunya terbang ke langit menggunakan mesin di belakangnya.
Beberapa jenis mesin dimunculkan olehnya. Mulai dari rudal kecil dan senapan dilakukannya dalam mengatasi Wyvern yang sebagian berniat kabur. Rudal dalam jumlah banyak yang diterbangkan melayang layaknya kembang dan mengincar beberapa Wyvern lalu meledak, sedangkan sebagian ada yang berniat untuk menyerang Sasaki namun gagal karena di kedua tangannya terdapat senapan yang mampu membuat tubuh mereka yang kebal dihancurkan dengan mudah melalui ledakan peluru yang terpantul berkali-kali ke tubuh Wyvern.
__ADS_1
Sip. Berhasil.
Selesai melakukannya, Regard menghilangkan seluruhnya dalam sekejap lalu mendekati mayat Wyvern yang terjatuh sebelumnya.
"Baiklah. Mari kita lihat siapa yang tega melakukan ini kepada mereka."
Mengambil beberapa darah yang berada di genangan permukaan, dia menjilat dengan pelan dan merasakannya.
Aku mengerti sekarang.
Terdiam sejenak dan terkekeh, Regard yang melenyapkan tubuh Wyvern menggunakan [Dark Dimension] berniat meninggalkan kota ini secepatnya dengan melenyapkan tubuhnya secara tiba-tiba.
Sebelum dia melenyapkan tubuhnya, dia yang berhasil memperbaiki seluruh kota yang hancur membuat api dan puing-puing yang dilihatnya sebelumnya tidak lagi terlihat seolah-olah bangunan dan kobaran api tak pernah ada sejak awal.
•••••
Fajar telah tiba.
Seluruh pasukan monster yang awalnya terdapat dalam jumlah banyak berhasil dibunuh oleh Colorful Adventure dalam jumlah banyak yang membuat mayat mereka tergeletak diluar gerbang kota di bagian utara dari Ibukota Finier.
"Sekarang mari kita pergi."
"Ya."
"Oi, lihatlah itu!"
"....."
Sebelum beberapa dari mereka menyadari ada yang aneh, tatapan mata mereka fokus pada seisi kota yang sebelumnya diratakan dan dihancurkan oleh para Wyvern telah sepenuhnya kembali seperti semula seakan-akan tidak ada kejadian apapun.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Tidak dapat memahami atas kebingungan dan keheranan yang mereka perhatikan, mereka sama-sama tidak mengerti kondisi yang terjadi pada Ibukota Finier di bagian utara.
Apakah mereka benar-benar berpikir Wyvern itu asli atau palsu, mereka tidak tahu keduanya karena beberapa kali mereka menjelajah di dalam Ibukota Finier di bagian utara, mereka tidak menemukan mayat Wyvern yang tergeletak di permukaan.
Siapa yang bisa melakukannya?
Tidak ada yang tahu jawaban atas ketidaktahuan mereka karena itu benar-benar menjadi misteri bagi kalangan para petualang yang telah berhasil melindungi Ibukota Finier dari ancaman para monster.
Di pemandian umum campuran, seorang pria dengan kedua gadis di dekatnya menyandarkan punggungnya di bebatuan halus.
Benar-benar nikmat.
Meskipun pria berambut putih pendek tidak berjuang sama sekali, raut wajahnya yang terlihat santai dan menikmati pemandian umum benar-benar membuat kedua gadis di dekatnya tidak berpikir apapun mengenai dirinya yang bertindak sendirian.
Fallen Angel ya.
Kembali ke ekspresi serius yang menatap langit-langit ruangan, senyum sempat menghiasi bibirnya.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi, Tuan?"
"Benar. Kamu terlihat seperti sedang menikmati sesuatu."
"Tidak ada. Aku hanya sedang menikmati acara santai saat ini."
Kedua gadis di dekatnya yang merasa heran atas apa yang mereka perhatikan mengangkat kedua bahunya, bingung atas sikap Regard yang tidak terlihat biasanya namun mereka mengabaikannya karena itu tidak penting untuk mereka berdua.
__ADS_1