The Necromancer

The Necromancer
Ch. 48,1:Campur Tangan Pihak Luar (1)


__ADS_3

Dengarkan aku, Semuanya!


Suara yang menggema di dalam kegelapan membuat Regard, Stephani dan Sasaki yang terkejut mendengarnya melihat-lihat area sekitarnya, bingung darimana suara itu berasal, mereka sama sekali tidak mengetahuinya.


Suara ini....


Apakah kamu mengenalnya, Shilphonia?


Dia adalah Nek Ryadu, sesepuh elf yang membantu kami pindah kemari sebelumnya.


Tertegun sejenak saat tahu bahwa sumber suara ini berasal dari Nek Ryadu, sesepuh elf yang dikatakan oleh Shilphonia yang membantu mereka pindah ke dimensi ini, Stephani yakin kalau dia adalah elf yang hebat yang tidak bisa diremehkan, dia harus berhati-hati dan waspada atas tindakannya nanti.


Aku ingin kalian segera pergi meninggalkan tempat itu. Jika tidak, dimensi yang akan aku buka untuk mengembalikan kalian akan tertutup.


"Tertutup? Mungkinkah..."


"Aku mengerti."


Regard yang terkejut atas perkataannya yang tidak menyangka kalau batas waktunya terbatas pada keinginan mereka membuatnya mengepalkan kedua tangannya, benci untuk mengakuinya, sedangkan Sasaki sendiri yang menutupi mulutnya yang sebelumnya terkekeh mulai serius dalam menanggapi kata-katanya.


"Dengan kata lain, anda ingin membawa kami kembali ke dimensi kami sebelumnya?"


Ya, itulah tujuanku berbicara dengan kalian.


Sasaki yang menoleh ke Stephani, Stephani tidak mengerti untuk apa ia mengangguk padanya dan menatapnya, Sasaki yang dikendalikan oleh Goddess of Wolf pada tubuhnya sulit untuk dimengerti oleh Stephani membuatnya tidak dapat memahami maksudnya.


"Kalian berdua pergilah!"


"Ta-tapi, Regard..."


"Biar aku saja yang menetap di tempat ini!"


"....."


Mencoba meniru tindakan Shilphonia yang terlihat persis, Stephani yang terdiam saat mengetahui ekspresi penuh percaya diri terlihat di wajahnya, ia menggantungkan kepalanya, tidak bisa membiarkan Regard, orang yang diinginkannya pergi meninggalkannya.


Terlepas dari perjuangannya dalam membantu Shilphonia hanya untuk kali ini, Stephani menginginkan imbalan yang setimpal atas usaha dan kerja kerasnya selama ini demi melindungi dirinya yang satunya, ia ingin Regard menuruti keinginan Stephani.


Akan aku buatkan retakan dimensi agar kalian bisa bebas dari tempat ini.


Retakan yang tiba-tiba muncul di dekat mereka, Stephani dan Sasaki yang berada di belakang Regard yang dekat dengan retakan yang terlihat memancarkan cahaya putih yang menyilaukan, pandangan mereka dialihkan sesaat ke Regard memastikan jawaban darinya.


"Pergilah dan bawa mereka ikut bersama kalian! Ini urusanku maka aku akan menyelesaikannya."


Memunggungi mereka berdua, Regard yang masih terdiam tidak menoleh ke arah mereka. Entah apa yang terjadi pada mereka sebelumnya, Regard tidak tahu karena itu dia akan mencari tahunya nanti saat urusannya disini telah selesai.


"Stephani, aku akan mengabulkan keinginan kau jikalau kau mau mengikuti perkataan darinya."


"Benarkah?"


"Ya, aku janji."


Mendengar Regard mengatakannya, Stephani dengan segera membopong kedua tubuh gadis; Reita dan Sasaki yang dirangkul di kedua pundaknya, ia yang berjalan mendekati sisi portal menoleh ke arah Sasaki, Goddess of Wolf yang sedang terdiam menatap tuannya.


"Tuan, aku..."


"Aku paham. Aku akan berikan kau kebebasan seharian penuh jikalau kau mengikuti perkataan aku dan perkataannya."


"....."


Tidak bermaksud untuk mendapatkan jawaban seperti itu, Goddess of Wolf yang menggantungkan kepalanya tidak bisa memahami apa yang diinginkan oleh tuannya.

__ADS_1


Meskipun dia dan Sasaki memiliki perbedaan, keduanya tetap berada di dalam satu tubuh yang bertujuan untuk melindungi dan bersama-sama dengan tuannya, itulah apa yang mereka inginkan bersama-sama walaupun tidak ada yang menyadari mana diantara Sasaki dan Goddess of Wolf, mereka sulit untuk dibedakan bagi orang pada umumnya.


"Aku akan baik-baik saja jadi jangan khawatir, karena aku yakin dapat mengatasi semua masalah yang ada."


Menoleh ke arah Sasaki yang menyunggingkan senyum penuh percaya diri, kata-katanya yang mendalam membuat Sasaki yakin dia akan kembali dengan selamat.


"Berhati-hatilah, Tuanku!"


"Ya, aku akan berhati-hati."


Walaupun kata-kata Regard terdengar dibesar-besarkan dengan sombongnya, Sasaki yang mendengarnya hanya bisa tersenyum sedih sambil membawa Friya yang dirangkul di lengan kirinya, salah satu lengannya di pundaknya, mereka berdua berjalan menuju ke sisi portal dimana Stephani menunggunya bersama dengan kedua gadis yang dirangkulnya.


Apakah ini pilihanmu, Nak Necromancer?


"....."


Saat mereka berdua telah memasuki portal yang kebuka melalui retakan di dalam kegelapan yang perlahan-lahan sirna, suara tersebut menanyakan itu pada Regard.


Regard sendiri tidak tahu darimana dia mendapat julukan seperti itu dari sosok yang tidak diketahuinya. Apalagi dia belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, Regard benar-benar kebingungan terhadap siapa dia dan mengapa dia membantu mereka untuk bisa keluar dari tempat Stahark secara paksa.


Kamu berencana untuk membiarkan dirimu terbunuh sebelumnya, aku cukup terkejut saat tahu kalau kamu masih hidup. Apakah kamu berencana untuk mengorbankan diri demi teman-temanmu?


Mendengar sosok yang menggema di seluruh ruangan menyebut Regard rela berkorban demi teman-temannya, ia hanya terkekeh sejenak, tertawa terbahak-bahak atas hal yang dipikirnya akan rela melakukan apapun demi menyelamatkan temannya sendiri.


Padahal Regard sendiri tidak ada keinginan seperti itu. Dia hanya ingin menyelesaikan dendam yang dimilikinya selama bertahun-tahun demi membalas perbuatan yang dilakukan oleh Stahark terhadapnya, serta orang-orang tak bersalah yang menjadi korban dari kekejiannya, hanya itu yang dipikirkannya.


Nek Ryadu yang tidak mengerti atas sikapnya, dia hanya bisa memahami maksud dari kata-katanya tadi pada Regard bukan untuk menebaknya secara akurat melainkan hanya ingin tahu bagaimana reaksinya.


Seperti yang diduganya, Regard yang benar-benar tertawa terbahak-bahak saat mendengar Nek Ryadu mengatakannya, ia berpikir kalau Nak Necromancer yang diceritakan oleh Friya benar-benar unik untuk dianggap sebagai manusia biasa maupun pahlawan yang akan menyelamatkan dunia dari kekejian Stahark, hanya itu yang bisa disimpulkan oleh Nek Ryadu atas sikap dan tindakannya dalam bereaksi atas kata-katanya tadi.


Aku tidak tahu apa yang kamu rencanakan, tapi berhati-hatilah, Nak Necromancer. Cepat atau lambat, kamu akan mengetahui sejauh mana kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh Stahark.


"Serahkan padaku! Takkan kubiarkan siapapun yang bisa menyentuh aku membuatku mati untuk kedua kalinya."


Hanya itu kata-kata yang terdengar keras di dalam kegelapan yang kosong tanpa ada satupun orang, suaranya yang menggema benar-benar membuat Regard yakin kata-kata itu sampai padanya.


"....."


Sebelum dapat bereaksi atas apa yang dilihatnya, beberapa tentakel yang berwarna merah gelap layaknya darah yang mengarah ke arah celah retakan yang perlahan-lahan menutup, dengan cepat Regard mengarahkan lengannya ke depan retakan yang perlahan-lahan menutup, melindunginya sedemikian rupa agar tidak ada siapapun yang mengganggu kebebasan mereka.


Apa yang digunakan oleh Regard bukanlah sesuatu yang baru dan hebat melainkan hanya kemampuan pelindung dari kedua kemampuan yang didapat sebelumnya; Friya dan Stephani, keduanya memiliki pertahanan mutlak yang takkan dapat ditembus dengan mudah yaitu; [Ultimate Barrier] dan [Absolute Defense] yang membuat retakan itu perlahan-lahan pulih sepenuhnya membuat Stahark yang muncul dari dalam kegelapan jengkel dan kesal atas apa yang dilakukan oleh Regard padanya.


"Kenapa kamu melindunginya?"


"Kenapa? Bukankah kau hanya menyediakan tempat ini untuk kematian dan pemakaman untukku? Jadi untuk apa kau ingin mengejar dan membunuh mereka yang sama sekali tidak ada gunanya, bukan?"


Dengan rasa percaya diri yang tinggi dalam mengatakannya, Regard yang blak-blakan dalam menyampaikannya membuat Stahark yang mendengarnya terkejut pada awalnya namun terkekeh atas jawabannya yang tidak disangka akan dikatakan secepat itu padanya.


Meskipun kata-kata itu terdengar seperti hinaan dan ejekan, Stahark benar-benar yakin alasan dia melakukan itu padanya agar dia tahu bahwa urusannya hanya ada pada Regard, tidak lebih dari itu.


"Kamu benar."


Aura yang keluar dari dalam tubuhnya, Stahark mengeluarkan aura berwarna merah gelap yang mengelilingi tubuhnya, membuat dia tersenyum atas kata-kata Regard tadi.


"Apa yang kamu katakan ada benarnya. Terlepas dari urusan ini hanya ada diantara kita, jika aku berhasil mengalahkan dan membunuhmu di sini, di tempatku maka aku akan pergi untuk membunuh mereka, orang-orang yang ikut campur terhadap urusan kita sebelumnya."


"Ya, silahkan saja jika kau mau melakukan itu nanti terhadap mereka. Aku sama sekali tidak peduli atas hal tersebut."


"Hehehe... hahahaha..."


Tawanya yang menggema ke seluruh ruangan yang ada di dalam kegelapan, Stahark yang senang atas kata-kata Regard yang terdengar sama seperti makhluk yang diikutinya selama ini, ia tidak menyangka kalau Regard memiliki kepribadian yang serupa seperti makhluk yang diikutinya sebelumnya.

__ADS_1


"Baiklah. Jika itu yang kamu katakan maka tidak masalah untukku tidak mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuan yang kumiliki dalam menghadapi dirimu."


"Ya, aku juga akan melakukan hal yang sama seperti dirimu."


Regard yang mengeluarkan [Infinity Spirit] yang menampilkan sosok hitam yang berjubah dengan warna ungu yang terpancar melalui aura dari mana ungu gelap miliknya, itu terlihat seperti sosok yang sama persis seperti yang Stahark lihat dari makhluk yang diikutinya.


Yang membedakan antara Regard dan makhluk itu sendiri ialah Regard memiliki warna keunguan sedangkan makhluk itu berwarna merah, keduanya hanya berbeda dari warnanya, tidak lebih dari itu.


•••••


Di lain tempat, Nek Ryadu yang berada di sisi pembuangan air yang melihat Stephani dan Sasaki yang berjalan di atas air ke arahnya, mereka berdua menurunkan ketiga gadis yang dibawanya ke aspal, membiarkan dia memeriksanya terlebih dahulu untuk mengetahui situasinya.


"Ini..."


"Apakah ada sesuatu yang terjadi, Nyonya?"


"Bagaimana kondisi Nona Friya?"


"Apakah mereka baik-baik saja?"


Nek Ryadu yang sedari tadi diam membisu hanya bisa terus-menerus menatapnya tanpa dialihkan dari mereka, ketiga gadis yang tak kunjung sadarkan diri, ia juga tidak menjawab pertanyaan yang diarahkan oleh beberapa elf terhadapnya.


"Kalian, bawa mereka ke dalam tenda! Aku akan mengurus tentang apa akan kulakukan demi mengembalikan apa yang hilang dari diri mereka."


Mendengar Nek Ryadu mengatakan itu pada mereka, tanpa bertanya-tanya maupun menunggu lebih lama, mereka, para elf pria yang bertubuh kekar dan berotot merangkul kedua tangan di setiap gadis-gadis yang mereka bawa ke tenda besar milik Nek Ryadu, mereka memasukinya dan meletakkannya di ruang tamu.


Stephani dan Sasaki yang sedari tadi tidak beranjak dari tempatnya berada yang mencemaskan keberadaan Regard, mereka tidak peduli atas apa yang terjadi pada mereka, para elf dan ketiga gadis yang pernah menjadi teman dekat dari kepribadian mereka satunya lagi.


"Kenapa kamu tidak mau ikut bersama mereka?"


"Aku tidak peduli. Tugasku hanya satu yaitu menunggu kedatangannya tiba, hanya itu."


"Fufufu... kamu benar-benar sama sepertiku ya."


"Sama? Jangan bercanda! Aku adalah Fallen Angel sedangkan kamu, aku yakin kamu adalah makhluk yang penting bagi mereka, orang-orang yang memuja dirimu bukan?"


Terkekeh atas apa yang dipikirkan oleh Stephani dalam melihat penampilan Sasaki, Sasaki yang menutup mulutnya dengan kipasnya, ia menghela nafas panjang dan mendongakkan kepalanya ke langit-langit ruangan bawah tanah.


"Tidak, aku bukanlah sosok yang dipuja-puja oleh mereka untuk beribadah melainkan aku hanya keturunan Dewi yang ditugaskan untuk melindungi kepribadian yang sama sepertiku."


"Aku mengerti. Maksudmu adalah dia?"


"Ya, kamu benar."


Saat Sasaki menghadap ke arah Stephani, Stephani yang ikut menghadapnya, keduanya saling bertukar senyuman dan tatapan atas apa yang mereka lihat diantara mereka berdua.


Mereka yang memiliki kesamaan dalam melindungi kepribadian yang berbeda, Stephani dan Sasaki yang mengulurkan tangannya satu sama lain, berjabat tangan sebagai hubungan pertemanan yang terbentuk atas persamaan yang tidak mereka sangka akan mempertemukan mereka.


"Senang berkenalan denganmu. Aku adalah Stephani, kepribadian lain dari diriku yang ada di dalam tubuhku, Shilphonia."


"Ya. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan orang yang sama seperti diriku. Aku adalah Sasaki, itu adalah nama yang dimiliki oleh tubuh ini, sedangkan aku sendiri disebut sebagai Goddess of Wolf."


Selesai berjabat tangan dan memperkenalkan diri mereka, mereka yang mengalihkan pandangannya ke saluran air yang besar yang perlahan-lahan menutup dengan sendirinya hanya bisa menunggu dan berharap kalau tuannya datang dengan segera usai menyelesaikan urusannya dengan Stahark.


Mereka benar-benar aneh.


Di kejauhan, Nek Ryadu yang tidak ingin mengganggu atas hubungan pertemanan yang mereka ciptakan sebelumnya hanya menggelengkan kepalanya, bingung atas apa yang sebenarnya terjadi.


Walaupun Nek Ryadu dapat melihat masa depan menggunakan [Clairvoyant] miliknya, itu tetap membutuhkan mana dalam jumlah banyak untuk mengetahuinya sebagai harga yang harus dibayar untuk mengetahui hal-hal yang tidak diketahui.


Itulah sebabnya Nek Ryadu yang tidak menggunakannya hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tidak mau menggunakan [Clairvoyant] hanya untuk hal-hal sepele, sebaliknya, ia akan menggunakannya untuk kepentingan bersama yang lebih membutuhkan bantuannya daripada urusan biasa.

__ADS_1


__ADS_2