The Necromancer

The Necromancer
Ch. 20,5:Sihir Terhebat


__ADS_3

"Akhirnya aku memiliki pion yang lebih kuat dari mereka."


Terkekeh dan melihat bahwa Regard berhasil dikendalikan olehnya, Fuzikumibaru yakin dia tak terkalahkan sekarang.


"Apakah kau benar-benar yakin bahwa kau tak terkalahkan?"


"....."


Di sisinya, Regard dengan tatapan membunuh dipancarkan ke arahnya.


Dihadapan Fuzikumibaru yang berhasil mengendalikan Regard telah sirna tanpa jejak di tempatnya berada yang membuatnya bertanya-tanya bagaimana dia berhasil melakukannya dan menghindari jebakan miliknya.


Sebelum dapat menghindarinya, Regard mengambil [Wind Blade] dan mengenai tubuh Fuzikumibaru. Goresan yang terjadi membuat tubuh kayunya retak.


"Tsk...."


Melompat menjauh dari tempatnya berada, Fuzikumibaru bergegas untuk mengambil kembali pion yang masih tergeletak di permukaan. Sebelum berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya, beberapa bola mengarah ke mayat yang akan disambungkan kembali Fuzikumibaru menggunakan [Magic Rope].


Bola yang awalnya berukuran kecil berwarna merah perlahan-lahan membesar lalu meledak dalam sekejap. Ledakannya bisa dikatakan setara dengan granat tangan yang mampu melenyapkan area di sekitarnya dalam jangkauan yang kecil.


"....."


"Kau benar-benar hebat menghindarinya ya."


"Namun..."


Bergerak menggunakan kakinya yang mengarah ke kepala Fuzikumibaru, dia mampu menghindari serangannya dengan mudah.


Tersenyum pada dugaannya yang memperkirakan dia berhasil menghindarinya, Regard dengan kuat menekan permukaan tanah menggunakan kaki satunya. Tanah mulai retak dan hancur dalam sekejap menyebabkan mereka berdua jatuh ke permukaan paling dalam.


Sebelum akhirnya Regard mengakhiri semuanya, dia menggunakan [Water Crystal] ke arah Fuzikumibaru. Fuzikumibaru yang melihatnya mencoba menghindar namun gagal.


Rentetan [Water Crystal] yang mengarah padanya tidak seperti [Ice Crystal] maupun [Ice Lance] yang dipadati oleh kepingan es yang mampu mempertahankan wujud mereka, sebaliknya, [Water Crystal] dalam jumlah banyak yang diarahkan pada Fuzikumibaru berubah menjadi [Tsunami Wave] dalam skala besar yang menyebabkan tubuhnya terombang-ambing oleh keganasan ombak yang menyeretnya.


Water Crystal, kristal yang mampu menampung air dalam jumlah banyak ke dalam tabung kristal, itu memadat yang tampak cantik atas keindahan warna yang dihasilkan yang transparan. Meskipun terlihat cantik atas keindahannya, itu memiliki serangan yang cukup mematikan bila kristal tersebut pecah yang dapat mengaktifkan Tsunami Wave.


Tsunami Wave, gelombang tsunami yang mampu menghempaskan apapun yang berada di ombak air, itu mampu memberikan daya serangan yang cukup fatal namun perlahan-lahan. Jangkauan dari Tsunami Wave terbilang cukup besar untuk suatu wilayah jadi tak heran jika kemampuan tersebut mampu menghancurkan satu desa maupun kota dalam sekejap.


Tidak membiarkan kesempatan didapat oleh Fuzikumibaru, Regard mengarahkan lengannya ke permukaan air.


Aliran listrik bertegangan tinggi yang menyebar di permukaan air membuat tubuh Fuzikumibaru kejang-kejang lalu meledak dalam sekejap menyebabkan air yang sebelumnya dibuat menggunakan [Tsunami Wave] telah sepenuhnya sirna.


"Permainan sudah berakhir."


Mengarahkan ujung pedang dari [Wind Blade] ke arah Fuzikumibaru, dia yakin bahwa ini adalah terakhir kalinya dia bermain-main terhadapnya.


Fuzikumibaru yang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan yang cukup untuk berdiri, menatap tajam ke arah Regard. Tatapan kebencian diarahkan padanya yang dapat diketahui oleh Regard bahwa dia tidak terima atas kekalahannya.


"Tidak peduli... seberapa kuatnya dirimu... kau tidak akan... bisa mengalahkannya..."


Mendengar detik-detik terakhir dari nyawanya, Regard menjambak rambutnya dan mengangkatnya untuk dapat dilihat oleh matanya sendiri.


"Mengalahkannya? Apakah kau tahu tentang Stahark?"


"Ya, dia jauh... lebih kuat... dan hebat dari dirimu...."


Memejamkan matanya tanpa belas kasihan, beberapa [Wind Blade] mencabik-cabik tubuh Fuzikumibaru menyebabkan anggota tubuhnya terputus.


Dia lebih kuat dariku ya.


Mengarahkan [Flame Ball] ke anggota tubuh Fuzikumibaru, Regard meledakan semuanya tak tersisa, terkecuali pakaiannya yang sempat diambilnya sebelumnya.


"Terserah apa katamu! Mau dia kuat dariku atau tidak, aku siap melayaninya kapanpun dia datang kepadaku."


Tidak melupakan perkataan darinya, Regard dengan tangan terbuka memberikan kesempatan pada Stahark untuk dirinya bisa membalaskan dendam padanya. Tentunya dia tidak akan membiarkan emosinya mengendalikan tubuh dan pikirannya melainkan dia sendiri akan membunuhnya dengan mengesampingkan ego balas dendam terhadapnya.


Entah seberapa kuat musuh yang ada di hadapannya, selama kekuatan dan kemampuan aslinya sebagai seorang Necromancer belum diperlihatkan sepenuhnya, Regard tak gentar sedikitpun.


•••••


Regard POV

__ADS_1


Nikmatnya.


Setelah seharian penuh mengatasi kekejaman dan ketakutan yang dipancarkan oleh Fuzikumibaru, akhirnya aku dapat menikmati waktu santai.


Yah, aku terkejut saat Paman Veru memarahi dan menceramahi aku atas kematian palsu yang berhasil menipunya.


Aku tahu dia mencemaskan diriku, tapi setidaknya dia harus memikirkan kondisinya sendiri agar dia bisa lebih kuat untuk dapat diandalkan dalam situasi terdesak.


Masa depan tidak diketahui ya.


Padahal aku pikir kami akan bertemu dalam waktu yang lama, tapi sepertinya itu lebih cepat dari perkiraan aku. Benar-benar sulit untuk ditebak.


"Aku harap tidak ada masalah yang terjadi baru-baru ini ya."


Menghabiskan waktu bersama teman-teman dalam aktivitas malam sebagai The Necromancer, aku sengaja menggunakan [Shadow Clone] agar aku bisa beristirahat sejenak.


Semua pemikiran, cara-cara tertentu, serta penanganan atas hal-hal yang sulit untuk dilakukan, semua telah dikerahkan dalam menghadapi Fuzikumibaru.


Sejauh penelitian yang kulakukan di dalam kamar di tengah malam, aku berhasil mengorek informasi dari kain yang ditinggalkannya.


Informasi dimana dia adalah seorang manusia yang tersakiti karena ayahnya yang tega memperlakukan ibunya dengan kasar membuatnya muak hingga akhirnya suatu insiden menimpa tempat tinggalnya, yang membuatnya ikut bersama pasukan iblis lebih hebat dan kuat melebihi dirinya di masa lalu, serta dia yang ditugaskan bersama Stahark menghabisi banyak nyawa tak berdosa di setiap desa kecil yang mereka targetkan sebelumnya.


Termasuk desa aku, Desa Elforia. Dimana hari-hari tenang dan damai telah sirna sepenuhnya.


Hari dimana keputusasaan dan kebencian dari mereka diarahkan pada Fuzikumibaru melalui sudut pandangnya, aku dapat yakin kalau satu dendam berhasil kulakukan pada mereka. Sisanya ialah Stahark, yang aku tidak tahu dimana dia berada.


Selama dia tidak memunculkan diri untuk terlihat mencolok, kami tidak akan bertemu.


Dengan kata lain, kami akan bertemu jika takdir mempertemukan kita. Saat dimana kita bertemu, aku harus lebih kuat dari diriku yang sekarang. Jauh lebih kuat agar bisa menyiksa dirinya tanpa ampun lalu membunuhnya.


Itulah skenario yang akan aku buat.


•••••


Jauh dari Kota Resihei, beberapa kereta kuda berlari dengan cepat. Di dalam gerbong kereta, terlihat beberapa petualang yang sedang menelusuri pegunungan salju yang berada di sisi timur dari Kota Resihei.


"Apakah kau yakin dia akan menjadi harga yang sangat mahal?"


"Itu benar. Dengan harga dari pemburuan kali ini, kita dapat membeli rumah mewah serta lahan untuk kita tinggali."


Membayangkan apa yang dikatakan oleh teman mereka, impian dari masing-masing petualang terlintas dalam benak mereka.


Mulai dari mendapatkan istri yang banyak, memiliki kekuasaan penuh pada desa kecil, membangun rumah tangga yang baik, hidup menjadi petani dengan lahan yang banyak yang tiap kali panen menghasilkan untung yang besar, semua terlintas di benak mereka yang membuat mereka tertawa dan tidak sabar untuk mengambil imbalannya nanti.


Di tempat yang tidak jauh, di dalam gua es yang terdapat kristal es tergantung di langit-langit gua.


"Tampaknya mereka masih belum menyadarinya ya."


Di sekitar sosok yang berada di kedalaman gua, kawanan serigala putih menggonggong padanya seolah-olah melaporkan situasi yang ada.


"Mari kita beri mereka pelajaran setimpal atas perbuatan yang telah mereka lakukan di masa lalu."


Sepasang mata berwarna perak dengan garis lurus di pupil matanya terlihat jelas bahwa sosok itu membenci keberadaan manusia.


Di lain tempat, siang sudah tiba.


Regard yang masih terlelap dalam tidurnya berharap bahwa hari-harinya berjalan tenang dan damai untuk sementara waktu.


Dikarenakan hari dimana Fuzikumibaru berbuat ulah menyebabkan idenya terkuras penuh pada rencana yang belum pernah dipikirkan untuk membuat lawannya yang yakin telah menang berhasil dikalahkan sepenuhnya.


"Sudah siang ya."


Merenggangkan tangannya ke atas, pikirannya kembali beralih ke kejadian dimana dia telah berhasil membunuh Fuzikumibaru.


Beberapa hari yang lalu.


"Baiklah. Sekarang apa yang harus kulakukan?"


Pandangannya yang mengarah ke kumpulan mayat yang sebelumnya dikendalikan oleh Fuzikumibaru telah lenyap sepenuhnya.


Sekilas, dia ingin membangkitkan tubuh dan jiwanya menggunakan kemampuan Necromancer, namun keinginannya sempat dihentikan olehnya sendiri yang yakin kalau tiap kehidupan memiliki hak mereka masing-masing.

__ADS_1


"Tidak ada pilihan lain ya."


Menggunakan [Soul Return], jiwa-jiwa yang sebelumnya telah sirna kembali ke permukaan tanah dalam jumlah yang sama seperti yang Regard bunuh sebelumnya. Berikutnya Regard menggunakan kemampuan yang sama seperti Reita, dia dengan mudah membuat tubuh replika dari tanah menyesuaikan penampilan yang diingat Regard dalam menghadapi mereka.


Selesai melakukannya, Regard dengan cepat mengeluarkan sejumlah mana ke tubuh mereka, membiarkannya menyebar agar kulit kayu yang sebelumnya terlihat perlahan-lahan mulai berubah menjadi kulit manusia, begitupun dengan daging yang mulai tumbuh di dalam kulit mereka.


Regard juga menambahkan [Infinity Spirit] ke tubuh mereka, memulihkan jiwa yang tidak bisa diselamatkan dapat diselamatkan. Ditambah dia mengaktifkan [Soul Contract] yang mengharuskan mereka mematuhi dirinya setelah mereka sadar, bekerja dengan lancar tanpa kendala apapun.


"Baiklah. Waktunya segera pergi dari sini."


Menghabiskan waktu untuk menunggu mereka sadar, Regard tidak mau dirinya terlibat dalam urusan balas budi yang menyebabkan dia akan diikuti oleh banyak orang.


Sebisa mungkin dia hanya melakukannya terhadap beberapa orang agar dirinya tidak terlihat mencolok dihadapan publik, terutama dirinya yang terdapat kemampuan sebagai seorang Necromancer.


Dia ingin menghindari hal-hal yang tidak diperlukan.


Menyudahi ingatannya, Regard yakin kalau mereka telah kembali ke kota asal mereka. Mengingat bahwa ingatan yang ditunjukkan oleh masing-masing mayat yang berhasil dibangkitkan kembali oleh [Infinity Spirit], yang mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang penting di suatu tempat membuatnya bersyukur bahwa itu adalah tindakan yang tepat.


Seandainya Regard terjebak dalam suatu masalah di tempat lain, dia tidak perlu khawatir atas kondisinya nanti. Selama dia memiliki peluang untuk bertemu dengan mereka, dia akan dibebaskan. Itu sebabnya kecemasan dan kekhawatiran hilang dari dirinya.


Baiklah. Apa yang harus kulakukan hari ini?


Mengganti pakaian usai mandi dan sarapan di siang hari di dalam penginapan, Regard memutuskan untuk mencoba kemampuan barunya di lokasi terdekat sebelum melanjutkan misi lainnya yang akan membahayakannya.


•••••


Regard POV


Baiklah.


Di tengah kerumunan monster yang ada, aku membuat [Shadow Clone] lalu menggunakan [Illusion] untuk mengubah tubuh mereka menjadi teman-temanku.


Setelah berhasil melakukannya, aku mencoba menggunakan [Special Rope] yang berhasil didapat dari Fuzikumibaru kepada mereka untuk dapat mengendalikannya.


Menggerakkan jari-jari dan tangan, anggota tubuh mereka ikut bergerak sesuai gerakan jari yang kulakukan.


Sip. Sepertinya berhasil.


Menatap tajam ke arah mereka, aku tersenyum.


Waktunya untuk ujicoba.


Shilph yang aku gerakan untuk berjaga di barisan belakang membidik anak panah sihir di busurnya ke arah mereka. Dia dengan mudah melepaskan [Multiple Arrow] yang telah dilapisi oleh [Magic Arrow] dalam jumlah banyak menyebabkan sebagian monster yang berada di belakang jatuh tak berdaya.


Menggerakkan jari-jari tangan, Friya mengeluarkan tongkat sihirnya dan merapalkan mantra.


Sihir yang dikeluarkan hanya sihir tingkat rendah yaitu [Dark Wave] yang mampu membuat kabut hitam di sekitar kumpulan monster, [Wind Cutter] yang menebas beberapa anggota tubuh monster, [Ice Lance] yang mampu membekukan musuh usai tombak es menancap di tubuh mereka, dan [Flame Ball] diarahkan ke beberapa monster yang ada di sisi kiri yang menyebabkan ledakan berskala kecil layaknya granat tangan.


Reita yang menggunakan [Cracked Stone], [Golem Arm], [Water Ball], dan [Thunder Burst] dikerahkan olehnya pada monster yang ada di sisi kanan.


[Cracked Stone] yang membuat tubuh mereka berlubang besar dari rentetan bola batu yang sengaja ditembakkan menggunakan tubuh Reita. [Golem Arm] yang mampu meremukkan tubuh mereka. [Water Ball] yang mengenai tubuh mereka membuat balon air yang mengurung sebagian monster menjadi tak bernafas.


Dan yang terakhir ialah senjata terkuat dari Reita, [Thunder Burst]. Bentuknya yang turun dari langit dengan tampilan seekor naga besar yang mampu memutari tubuh mereka, naga besar tersebut meledak yang disertai dengan sambaran kilat yang terdengar bergemuruh.


Baiklah. Percobaan selesai.


Sekarang sisanya ialah menghabisi mereka dengan mudah.


Melepaskan [Special Rope] yang mengikat tubuh mereka, aku mengeluarkan [Black Sword] dan mulai menebas satu-persatu dari mereka dengan cepat. Menghindar dari beberapa serangan seperti cakar dan gigitan, aku menebas mereka berkali-kali hingga tak tersisa.


Baiklah. Sepertinya sudah cukup.


Memperhatikan mayat yang telah aku basmi sepenuhnya, aku menggunakan [Dark Drain] pada tubuh mereka untuk menyerapnya tanpa tersisa satupun anggota tubuh agar menghilangkan jejak keberadaan para monster yang berhasil kami basmi.


Jika petualang lain melihatnya, aku tidak tahu apakah rumor buruk akan beredar jadi aku memilih untuk berhati-hati dan waspada.


Waktunya untuk segera kembali.


Melenyapkan [Shadow Clone] yang telah diberikan [Illusion] pada tubuh mereka, aku bergegas kembali ke Kota Resihei sebelum para petualang yang melewati tempat ini dapat melihatku.


Akan sangat merepotkan jika aku ketahuan sebagai seorang Necromancer. Tak hanya reputasi buruk dan kebencian, ada kemungkinan lain kalau ras iblis akan merekrut aku sebagai rekan mereka.

__ADS_1


Aku tidak mau itu terjadi.


__ADS_2