The Necromancer

The Necromancer
Ch. 50,2:Serangan Balik (2)


__ADS_3

"Bagaimana? Apakah kamu terkejut dengan kehebatan yang kumiliki?"


Terperangah saat mengetahui Stahark mampu menggabungkan antara [Monster Mode] miliknya bersamaan dengan [Infinity Spirit], Regard tidak bisa berkata apa-apa melainkan tercengang dalam diam, ia kemudian terkekeh sejenak sambil menggantungkan kepalanya yang membuat Stahark bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Apa yang lucu? Apakah dia benar-benar sinting saat hendak menyusul ke kematiannya?


Hal seperti itu muncul di benaknya yang membuat Stahark masih tidak mengerti atas tawa kekeh dari Regard terhadapnya.


"Lemah. Benar-benar lemah. Itulah yang kulihat sekarang dari dirimu."


"Lemah? Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa aku lemah? Sepertinya kamu sendirilah yang terlihat lemah?"


Terkekeh sekali lagi saat mendengar perkataan Stahark yang menyombongkan kekuatan dan kemampuannya melebihi dirinya, Regard dengan cepat mendongak ke arahnya, memperlihatkan senyum percaya diri yang tampak puas atas apa yang diperkirakan dari Stahark terhadapnya.


Ia tidak langsung bergerak melainkan diam, ia dengan cepat memejamkan matanya sejenak, berpikir kalau ini akan menarik jika ia menunjukkan bukti keseriusannya dalam memusnahkan dan membunuhnya.


"Lihatlah dan perhatikan baik-baik kekuatan dan kemampuan milikku!"


Dengan kata-katanya yang terdengar dalam layaknya inti di kedalaman bumi, Regard yang menyilang kedua lengannya di dada, mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya disaat bersamaan.


Mulai dari [Fenrir Mode] yang sebelumnya mengubah tubuhnya menjadi sama seperti Fenrir, beberapa bilah pedang dalam jumlah banyak yang melayang di sekitar tubuh Fenrir, [Imagine Sword], rentetan kristal yang melayang di udara diiringi dengan bongkahan batu yang melayang dalam jumlah banyak berukuran besar, diikuti dengan kristal es yang berada di udara, [Evolution] yang membuat tubuh Regard yang sebelumnya terlihat seperti Fuuya dalam bentuk dewasa berubah sebagian menjadi sosok monster.


Kedua lengan yang berubah menjadi gundukan tanah, kedua kakinya berubah menjadi butiran pasir yang diikuti dengan bongkahan batu, rambut panjang berwarna biru tua yang dimiliki oleh Regard dalam bentuk [Fenrir Mode] berubah menjadi beragam warna kristal yang tampak indah, itu benar-benar mencerminkan diri Regard seperti seekor monster buatan.


Tidak hanya terlihat seperti itu, beberapa bola melayang di udara yang mengelilingi tubuh Fenrir dalam bentuk [Infinity Spirit] yang dipasang dengan zirah berwarna ungu gelap, bola-bola beragam warna menampilkan keindahan dan kecantikan yang terlihat, [High Fairy Spirit], bola-bola itu hidup dengan sendirinya yang bergerak kesana-kemari yang terdapat seekor peri di dalamnya, peri itu terlihat kecil pada tubuh dan wajahnya, serta penampilannya.


Dan yang terakhir ialah penampilan pada ekor Regard yang terlihat hanya satu ekor berubah perlahan-lahan menjadi ekor delapan, bentuk pada [Infinity Spirit] juga ikut berubah pada [Fenrir Mode] yang membuat ekornya berjumlah delapan, itu tampak lebih hebat yang terlihat menakutkan dan menyeramkan untuk dilihat.


"Bagaimana bisa kamu mengeluarkan semuanya dalam sekejap?"


"Bagaimana? Sederhana. Itu karena aku berada di tingkat yang tidak dapat ditiru maupun dilakukan oleh siapapun."


"....."


Dengan kedua lengannya yang berada di permukaan kegelapan, Regard yang berancang-ancang seperti Fenrir bersiap untuk melakukan serangan pada Stahark.


Stahark yang mengerahkan [Shadow Clone] dalam jumlah banyak, ia memberikan sejumlah mana dalam jumlah banyak pada cloning miliknya, mengaktifkan [Infinity Spirit] sekaligus [Monster Mode] pada Stahark, ia tidak berniat untuk membiarkan Regard datang dengan mudah ke arahnya untuk melenyapkan dirinya.


"Benar-benar menyedihkan."


Dengan ancang-ancang kuat pada kaki kanannya yang diluruskan ke belakang sementara kaki kirinya yang ditekuk ke depan, Regard yang berubah menjadi sosok monster bergerak cepat bersamaan dengan Fenrir yang ditutupi zirah berwarna ungu gelap.


"Enyahlah!"


Hanya dengan satu tangan yang dihempaskan ke samping, rentetan bilah pedang yang muncul di langit-langit yang berukuran besar menghujam tubuh Stahark yang diikuti dengan bola-bola sihir yang melayang dalam jumlah banyak, mereka mengeluarkan sihir tingkat tinggi, [Tsunami Slash], [Thunder Sakura], [Wind Paralel], serta [Vulcan Smash] yang dilakukan berturut-turut.


[Tsunami Slash] yang mampu menghanyutkan beberapa Stahark berukuran besar yang mencabik-cabik tubuh mereka dengan gelombang air besar berkali-kali membuat luka goresan pada tubuh Stahark, beberapa Stahark yang masih bertahan menggunakan [Absolute Defense] mengeluarkan perlindungan tambahan, [Ultimate Barrier] yang berkali-kali lipat melapisi tubuh mereka membuat tubuh Stahark yang terkena gelombang air besar bertahan kuat.


[Thunder Sakura] yang berhamburan di langit-langit gelap yang dilakukan oleh bola berwarna merah muda terjatuh ke permukaan air, itu mengeluarkan sambaran petir yang menggelegar, menyambar seluruh area yang ada di permukaan air tanpa henti dan ampuh membuat retakan bagi pelindung yang dibuat Stahark, [Ultimate Barrier] yang perlahan-lahan retak satu-persatu mulai sirna dari tubuh mereka, menyisakan [Absolute Defense].

__ADS_1


Berikutnya beberapa bola angin yang berjumlah empat bola berukuran besar turun dari bola yang berwarna hijau muda, peri yang menggunakan sihir tingkat tinggi menjatuhkan itu di atas tubuh Stahark menyebabkan beberapa bola yang mengelilinginya terhubung, mengakibatkan tekanan udara yang tinggi yang membuat gravitasi mereka sulit untuk dikendalikan.


Dan yang terakhir ialah [Vulcan Smash], usai [Tsunami Slash] sirna yang menghempas sebagian dari Stahark yang telah mengering, beberapa Stahark yang diam di tempatnya sambil berlindung, Regard menggunakan rentetan tangan berukuran besar yang dibuat dari peri yang ada di dalam bola berwarna merah terang layaknya lahar, tangan dalam jumlah banyak menghantam tubuh mereka dengan panasnya api yang menyengat layaknya api neraka.


"....."


Stahark yang asli yang memperhatikan begitu jelas terkejut saat tahu bahwa kekuatan dan kemampuannya jauh diluar nalar manusia.


Apalagi dengan seluruh kekuatan yang dikerahkan, Stahark berpikir kalau Regard, Manusia yang awalnya dia remehkan ternyata berubah menjadi sosok monster yang mengerikan sekaligus menakutkan untuk dihadapinya, ia memutuskan untuk mengalihkan perhatian Regard agar bisa kabur bebas hidup-hidup.


"Tidak akan kubiarkan kau kabur!"


"....."


Dengan beberapa rantai emas yang muncul di permukaan kegelapan, [Golden Chain] yang terbentuk menahan pergerakan Stahark, Regard dengan cepat mundur dengan melompat tinggi, ia mengarahkan kedua lengannya yang dari atas ke bawah secara horizontal, beberapa bilah pedang berukuran besar muncul di langit-langit, mengenai kedua tangannya yang menusuknya dengan dalam, menahan gerakan dari kedua lengannya, Stahark memuntahkan darahnya.


"K-kamu..."


Dengan tubuh yang terlihat kelelahan dalam melakukan sesuatu pada Regard, Stahark yang memejamkan matanya berniat untuk memulihkan diri menggunakan [Booster Heal] sekaligus [Instan Health] disaat bersamaan, Regard yang melihatnya tidak membiarkan ia mendapat kesempatan tersebut.


"Matilah!"


Sekali Regard menerjang langsung ke arah Stahark, kedua tangan golem yang diciptakan sekaligus naga dalam bentuk tanah, beberapa kristal beragam warna, dan sayapnya yang terbuat dari pasir yang dicampur dengan bongkahan batu menjatuhkan Stahark, membawanya terbang tinggi, Regard yang mengerahkan [Shadow Clone] memberikan mana dalam jumlah banyak ke cloning satunya yang telah mengeluarkan panah yang serupa dengan panah milik Shilphonia.


"Ini adalah balasan atas penduduk dan orang-orang yang tak bersalah!"


Anak panah yang ditarik oleh cloning Regard yang terdapat elemen metal, dilepaskan. Satu anak panah yang mengarah pada Stahark yang awalnya berukuran kecil perlahan-lahan membesar menjadi [Gigantic Arrow] yang langsung menusuk ke bagian perut Stahark.


Mengubah anak panah yang dilenyapkan oleh cloning Regard, ia mengubah senjatanya menjadi tongkat sihirnya. Merapalkan mantra sihir yang singkat dan cepat, sihir tingkat tinggi diarahkan ke Stahark.


"[Magic Finale]."


Hanya dengan satu kata yang diucapkan, cahaya berwarna perak yang menyilaukan melesat cepat ke arah Stahark, menembus ke bagian dada, mengoyak kulit-kulit dan dagingnya tanpa henti, Stahark memuntahkan darahnya dari mulutnya.


"Ini adalah balasan dari teman-temanku!"


Merubah tongkat sihirnya, cloning Regard yang berganti penampilan yang terlihat seperti seekor monster sama seperti dirinya yang asli, melesat cepat ke arah Stahark.


Kedua tangannya yang berubah menjadi gundukan tanah memukul perut Stahark berkali-kali yang menghasilkan lengan Golem berukuran besar meninjunya terus-menerus tanpa henti, kedua kakinya yang berubah menjadi pasir sekaligus bongkahan batu, ia dengan segera menginjak-injaknya bertubi-tubi yang menyebabkan bongkahan batu sekaligus pasir mengapit tubuh Stahark.


Menyudahinya, cloning Regard yang melesat cepat bagaikan kilat kembali ke tempatnya di kejauhan, ia yang mengeluarkan ekor delapan, memegang kipasnya dihadapan mulutnya. Bisa dikatakan penampilannya yang sebelumnya terlihat seperti monster sekarang terlihat anggun dan elegan, serta cantik sama seperti Goddess of Wolf.


Beberapa ekornya yang melengkung yang berwarna putih mengalirkan bola-bola berwarna putih salju, menembakkan berkali-kali ke arah tubuh Stahark, itu meledak dengan dentuman keras yang menggelegar di udara.


Berganti penampilan lagi, cloning Regard yang berubah menjadi Stephani, ia dengan cepat mengerahkan [Imagine Sword], memberikan beberapa kali sayatan pada pedang yang berwarna keemasan, pedang itu memberi goresan di kedua lengan Stahark.


"Aaaarrrrggggghhhh!"


Menjerit kesakitan atas apa yang dilakukan oleh Regard, Stahark merasa sakit yang tak tertahankan. Itu adalah sebab dilakukan oleh pedang [Imagine Sword] Regard, [Holy Sword], pedang yang mampu menyucikan apapun kegelapan yang ada di tubuh seseorang dengan beberapa sayatan, itu dapat menyiksa Stahark ke dalam rasa sakit yang tiada hentinya.

__ADS_1


Regard yang melanjutkan kembali serangannya, ia mengganti pedangnya dengan [Tornado Sword], ia menghempaskan dengan pola spiral menyebabkan angin tornado terbentuk yang membawa Stahark di dalamnya terombang-ambing, Regard dengan cepat mengganti pedangnya dengan [Thor Sword], ia mengarahkan kedua lengannya ke langit-langit, sambaran petir yang menggelegar menyambar ke dalam tornado mengubahnya menjadi badai petir yang memekikkan telinga manapun, itu membuat angin yang mengoyak kulit-kulit dan daging Stahark ikut hangus terbakar oleh sambaran petir yang menyambar tubuhnya.


"Ini yang terakhir!"


Menggantinya dengan pedang lain, kali ini Regard mengarahkan kedua pedang yang ditancapkan ke permukaan kegelapan, [Rains Sword], itu menciptakan hujan deras yang mengguyur tubuh mereka, diikuti dengan ombak besar yang muncul di permukaan membuat Stahark terombang-ambing sekali lagi, tersayat oleh dentuman ombak besar yang tiada hentinya.


Terbang ke langit-langit, cloning Regard yang mengeluarkan sepasang sayap hitam mulai menjatuhkan bulu-bulunya ke dalam permukaan air yang terhempas oleh ombak besar, itu meledak dalam jumlah banyak mengakibatkan rentetan ledakan yang tiada henti terdengar keras menggelegar.


"Dan ini...."


Tidak seperti cloning yang dilakukan pada Stahark sebelumnya, Regard yang asli yang mengerahkan sayap yang berjumlah dua pasang sayap di [Fenrir Mode] yang dilapisi zirah [Infinity Spirit], ia mengeluarkan [Zero Ray], sihir tingkat tinggi yang lebih kuat dampak serangannya, itu berputar di keempat sayapnya yang mengepak, Regard menghilang dalam sekejap lalu muncul di langit-langit yang melesat cepat menerjang ke arah Stahark.


"Mati dan nikmati hidupmu yang singkat, Stahark!"


Dentuman besar sekaligus ledakan yang memekikkan telinga, diikuti dengan seluruh area yang berubah menjadi warna putih, seluruh area yang ada di sekitar lenyap, tak tersisa apapun yang menghempaskan dan menghancurkan segalanya, itu sangat kuat melebihi sihir apapun.


•••••


Beberapa saat sebelumnya, Friya yang sedang berbincang-bincang dengan Reita dilihat di kejauhan oleh Nek Ryadu.


Wajahnya yang terlihat serius dibalik keriputnya, ia memahami atas kekhawatiran yang dirasakan oleh Friya. Apalagi jika kekhawatirannya ditunjukkan pada temannya, Nak Necromancer yang berubah menjadi Lord of Necromancer, itu akan menjadi pertanda buruk bagi mereka, teman-temannya.


Setahu Nek Ryadu, ia pernah membaca buku sejarah kuno yang menjelaskan tentang tingkatan seorang Necromancer, orang yang berada di tingkat Lord of Necromancer tidak akan memiliki sisi kemanusiaan baik itu; belas kasih, empati, simpati, dan lain-lain sebagainya, orang tersebut berubah menjadi iblis, bahkan lebih buruknya lagi berubah menjadi Raja Iblis yang terlihat angkuh dan keji, itulah yang diketahui Nek Ryadu dalam bukunya.


Sayangnya buku itu sudah hangus terbakar oleh lautan api, tidak ada lagi siapapun yang mencetak maupun menyalinnya yang membuat buku itu terbilang cukup langka yang hanya ada satu buku di dunia ini, tidak ada lagi buku-buku tentang Necromancer. Kalaupun ada, Nek Ryadu yakin semua buku yang menjelaskan tentangnya ada kemungkinan akan dirobek, dibakar, dan dibuang agar siapapun tidak tersesat di jalan kegelapan.


Apakah kamu tertelan oleh kegelapan atau tidak?


Mendongak ke langit-langit ruangan bawah tanah, satu-satunya pikiran Nek Ryadu adalah apakah Nak Necromancer bisa bertahan dari kegelapan yang kuat melebihi dirinya dan ambisinya ataukah ia akan kalah oleh kegelapan tersebut, Nek Ryadu hanya bisa mengetahuinya nanti.


Berjalan pelan mendekati Friya dan Reita, senyum muncul di wajah Nek Ryadu yang menggantikan ekspresi serius menjadi ceria, ia tidak bisa membiarkan siapapun melihat keseriusannya sekarang, terutama para Elf, ada kemungkinan kalau mereka akan takut saat tahu bahwa Nek Ryadu benar-benar serius yang dapat membuat mereka patuh dan tunduk dalam sekejap olehnya.


Benar-benar menakutkan untuk dilihat, itulah deskripsi yang pas untuk para Elf melihat keseriusan dari Nek Ryadu.


"Kita harus segera memberitahu mereka bahwa kita harus waspada atas kemungkinan yang terjadi."


"Nek Ryadu..."


"Nek..."


Selama melakukan percakapan satu sama lain, Friya dan Reita yang dikejutkan dengan kehadiran Nek Ryadu yang berjalan pelan dengan tubuhnya yang bungkuk, kedua gadis tersebut terburu-buru mendekatinya, menuntunnya dari dua arah, mereka memapahnya seakan-akan membantu Nek Ryadu dalam berjalan, Nek Ryadu menyunggingkan senyuman di wajahnya, senang atas kepedulian yang mereka lakukan terhadap nenek tua sepertinya.


"Apakah kamu merasakannya, Stephani?"


"Ya, aku merasakannya. Tidak salah lagi, dia sedang memasuki mode seriusnya."


"....."


Di depan permukaan air yang tinggi dan dalam, Stephani dan Sasaki yang sedang merasakan mana dalam jumlah besar yang dapat dirasakan oleh mereka berdua, mereka yakin kalau sumber itu berasal dari tempat yang berbeda, tempat yang dibuat oleh Stahark yang dikenal sebagai [Golden Castle], dimana Regard berada.

__ADS_1


Stephani yang sedari tadi menyilang kedua lengannya di dada, menatap lurus ke depan ke kejauhan yang tidak terlihat di matanya, ia mencemaskan kondisi Regard, penyelamat hidupnya yang mungkin akan berakhir menjadi sosok yang berbeda dari dirinya yang dikenalnya sebelumnya.


Sasaki yang menutupi mulutnya menggunakan kipas lipat, ia dengan cepat menutupnya, menduga bahwa tuannya dalam kesulitan saat ini yang benar-benar tidak ada siapapun diantara mereka yang ada di sekitarnya, itu benar-benar buruk untuk Sasaki tahu jikalau tuannya kehilangan kendali atas kekuatan dan kemampuannya sendiri.


__ADS_2