The Necromancer

The Necromancer
Ch. 39:Serahkan Pada Kami!


__ADS_3

"Apakah kau akan membunuhku?"


"Tidak akan."


"Kenapa kau tidak mau membunuhku?"


"Itu merepotkan."


"....."


"....."


Keduanya yang terdiam dalam waktu yang lama membuat mereka sibuk dalam pikirannya masing-masing.


Bagi Veru, Regard seharusnya sudah membunuhnya karena dia telah gagal menjadi ksatria kerajaan yang seharusnya melindungi para penduduk kota tak bersalah berhasil dibunuhnya tanpa pandang bulu ketika dia ditelan oleh kegelapan.


Prinsip dan tujuannya benar-benar menyimpang karena dirinya sudah tidak lagi bisa menyandang gelar ksatria kerajaan khusus di Kerajaan Eruguard maupun Kota Farihiora.


Bagi Regard, Veru masih bisa diperbaiki. Tidak peduli apakah dia berada dalam ambang keputusasaan karena telah membunuh orang tak berdosa tanpa ampun atau tidak, selama Veru dapat memperbaiki dosanya dan menebus kesalahannya di masa lalu adalah apa yang diinginkannya untuk diketahuinya secara langsung.


Tapi, Regard ragu jika Veru benar-benar langsung menyadarinya. Alih-alih dia dapat menebus dosa dan memperbaiki kesalahannya, dia tampak tertekan atas hidupnya yang sudah tidak memiliki apapun yang sedang dilihatnya langsung sekarang melalui ekspresi dan tatapan matanya yang tidak memunculkan semangat dari dalam dirinya.


Aku kasihan padamu, Paman.


Di tangan kanannya yang tidak memiliki apapun, sebilah pedang hitam muncul dari kabut hitam yang mengelilingi tangannya dan membentuk pedang hitam yang diinginkannya.


"Jika kau benar-benar menginginkan kematian maka..."


Tepat ketika Veru melihat Regard yang sudah mengangkat pedang hitamnya ke langit dan bersiap menebasnya, harapannya ialah dia dapat mengakhiri penderitaannya yang ada pada dirinya sendiri.


"Lakukanlah penebusan terhadap kesalahan dan dosa yang kau miliki sendiri!"


"Eh?"


Tidak menebasnya melainkan terdiam tepat di atas kepalanya, Regard yang menarik pedangnya dan melenyapkannya di udara kosong membuat Veru bertanya-tanya tentang apa yang dipikirkannya.


Seharusnya dia sudah tiada namun dia masih tetap bernafas hingga sekarang membuat dia bingung atas keputusan yang diambilnya.


Apakah aku dikasihani olehnya?


Satu-satunya pikiran yang tepat adalah dia mengasihani dirinya, setidaknya itu yang terus-menerus berputar di kepala Veru.


"Jika kau masih berkeinginan untuk mati, aku akan melakukannya nanti setelah kau menghabisi dalang yang mengendalikan dirimu sebelumnya."


"Dalang?"


Sekilas ingatan Veru muncul sosok yang telah melakukan ini padanya selama ini. Sosok yang disebut sebagai teman sekarang telah berkhianat dari pihak manusia ke pihak iblis, dan memanfaatkan kegelapan yang menyelimutinya untuk melenyapkan mereka.


"Apakah kau ingin aku untuk melakukannya?"


"Ya. Bukankah jauh di lubuk hatimu, kau juga ingin melakukannya?"


"Itu..."


Tidak dapat berkata apa-apa pada perkataan Regard, Veru menundukkan kepalanya dan mengepal kedua tangannya dengan kuat.


Baginya, balas dendam yang ada di dirinya di masa lalu sudah sirna terganti oleh secercah harapan untuk bisa menyelamatkannya. Entah apakah itu ada atau tidak, Veru yakin itu dapat terwujud jika dia melakukan sesuatu padanya.


"Baiklah. Akan aku lakukan."


"Baguslah jika kau memahaminya."


Melemparkan bola berwarna hitam keunguan ke arahnya, Veru mengambilnya dan melihatnya dengan ekspresi bingung.

__ADS_1


"Itu adalah penghilang kegelapan jika kau tertelan oleh kegelapan kembali."


"....."


Penghilang kegelapan ya.


Veru bertanya-tanya tentang Regard yang berkembang secepat ini melebihi perkiraannya. Apalagi dengan penangkal kegelapan yang digenggamnya, Veru yakin kalau pria yang sebelumnya telah dia selamatkan berubah menjadi juru selamat yang dapat merubah takdir kejam yang dimiliki oleh dunia.


•••••


Regard POV


Aku tidak menyangka bahwa Ksatria Kerajaan yang hebat dan kuat seperti Paman Veru dapat terkena kegelapan.


Awalnya aku berpikir kalau dia, orang yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memurnikan kegelapan tidak akan tertelan oleh kegelapan, tapi perkiraan aku telah sepenuhnya salah.


Dia yang tertelan oleh kegelapan, membunuh siapapun yang ditemuinya tanpa pandang bulu, dan dimanfaatkan kesempatan itu oleh Iblis adalah kesalahan fatal dari dalam dirinya sendiri.


Yah, aku pikir menyelamatkannya adalah hal yang tepat.


Meskipun aku harus membunuh dan membangkitkan dirinya kembali, aku yakin dia sama sekali tidak tahu kenyataan tersebut jadi aku merahasiakannya.


Seandainya dia tahu bahwa dia telah tiada sebelumnya yang berhasil aku bangkitkan, dia pasti akan menceramahi dan memarahi aku nantinya.


"Huh...


Bahkan manusia dapat tertelan oleh kegelapan itu sendiri ya.


Jika aku bukan seorang Necromancer, aku tidak tahu akan seperti apa nasib yang menanti diriku.


Apakah aku akan sama seperti Paman Veru yang tertelan oleh kegelapan dan membantai siapapun tanpa ampun lalu dimanfaatkan oleh iblis ataukah aku akan tiada, aku sendiri tidak tahu seperti apa nasibku nantinya.


Selama aku memiliki kemampuan seorang Necromancer, aku dapat hidup abadi. Meskipun ada tingkatan dalam class Necromancer, aku akan sebisa mungkin menetapkan diri di dalam hatiku untuk memprioritaskan bertahan hidup.


Itulah tujuanku selama ini.


Tak peduli siapapun musuhnya, baik itu iblis maupun makhluk yang tak kukenal sama sekali, aku akan menghabisi mereka dengan class milikku sendiri, class Necromancer.


Itulah prinsip aku.


"Baiklah. Waktunya untuk segera kembali ke penginapan."


Dikarenakan aku sudah kelelahan, aku mungkin akan langsung tidur tanpa perlu ikut perburuan malam seperti yang mereka lakukan.


•••••


Keesokan paginya, para ksatria kerajaan menemukan mayat yang diduga telah melakukan tindakan kriminal di Kota Fiasfa.


Mereka terdiri dari petualang tingkat Colorful Adventure, para pedagang ilegal, dan beberapa kalangan bangsawan dari kota-kota lain yang telah tiada berhasil dibawa oleh mereka untuk dipertanggung jawabkan atas keluarga yang ditinggalkan.


"Hoaaaammz....."


Di Aula Guild Petualang, seorang pria menguap dan mengantuk atas pagi hari yang tiba lebih cepat dari biasanya.


"Sejauh ini mereka berhasil mendapatkan barang selundupan di luar kota untuk mereka jual dengan harga yang mahal."


"Itu benar."


"Tak hanya barang selundupan, barang-barang ilegal seperti obat-obatan dan alkohol berkualitas yang tidak pernah disebarkan ada di dalam box kayu yang mereka bawa."


Berdasarkan laporan yang diberitahukan oleh Reita, mereka telah menghabisi banyak kejahatan yang terjadi malam tadi. Ada beberapa pedagang yang menyelinap diam-diam untuk memasukkan barang penyeludupan untuk dijual, petualang yang memeras beberapa pedagang asing, serta para bangsawan yang menjalani bisnis gelap di belakangnya berhasil ditangkap dan dibunuh oleh mereka.


Regard yang sedang menyeruput teh miliknya meletakkan cangkirnya di atas meja.

__ADS_1


"Kerja bagus."


Setahunya, keamanan Ksatria Kerajaan terhadap Kota Fiasfa ketat jadi sulit untuk menembus tanpa diketahui oleh pihak berwajib. Tapi mendengar informasi penting dari Reita, adik tirinya, Regard yakin kalau itu dapat berhasil mereka alihkan dengan mudah tanpa diketahui oleh Ksatria Kerajaan.


"Tuan, apakah kamu benar-benar tidak ikut semalam?"


"Itu benar. Aku mengharapkan kamu untuk ikut bersama kami dalam perburuan."


Di depan Regard, Fuuya dan Sasaki yang melihatnya dengan tatapan berharap membuat Regard mengalihkan pandangannya sejenak, berpikir untuk alasan tentang dia tidak ikut dalam perburuan di malam hari.


Ada tiga alasan yang dapat dipikirkannya. Pertama, dia sedang kelelahan jadi dia tidak bisa ikut. Kedua, dia sedang sibuk dalam urusan mengetahui siapa dalang dibalik pengendalian Veru. Ketiga, dia tidak mau ikut untuk menghindari kontak dengan para ksatria kerajaan.


Ketiganya adalah alasan yang dirasanya cukup hanya dengan memilih salah satu dari ketiga pilihan tadi.


Sip.


Selesai meyakinkan dirinya terhadap pilihannya, Regard berniat untuk mengatakannya.


"Aku tidak bisa ikut karena aku sedang menyelidiki kasus tentang apa yang terjadi padanya."


"Maksudmu adalah tentang pria yang kamu selamatkan?"


"Apakah kamu sudah mengetahui siapa pelakunya, Tuan?"


"Ya."


Reita dan Sasaki yang telah kenal dengan sosok Veru, mereka berdua merasa cemas dan khawatir atas kondisinya yang terjadi sekarang.


Terlihat dari mata mereka yang membuat Regard yakin bahwa mereka merasa simpati atas kondisi yang dialaminya, mereka tidak mau pria itu kehilangan kesadaran yang dapat menyebabkan dirinya bunuh diri di masa depan.


"Orang yang melakukannya tidak lain adalah Fallen Angel."


"Fallen Angel?"


"Ya."


Menurut Regard, Fallen Angel yang melakukannya masih ada kaitannya dengan Shilphonia yang membuat dia yakin bahwa mereka sengaja melakukannya untuk memancing Regard untuk ikut masuk ke dalam gua.


Secara keseluruhan, semua rencana yang dimiliki oleh Fallen Angel telah terbaca oleh Regard melalui ingatan Veru. Mulai dari perangkap diluar pintu masuk gua, jebakan di dalam gua, serta beberapa monster tingkat tinggi yang disiapkan di kedalaman gua, semua telah diketahuinya.


Namun Regard tidak yakin apakah memberitahu mereka adalah pilihan yang tepat, dia lebih memilih untuk diam agar mereka tidak tahu tentang apa yang direncanakan oleh Fallen Angel terhadapnya.


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Kita akan menunggu."


"Menunggu?"


"Ya."


Tidak mengatakan apapun, Regard mengambil secarik kertas dan pulpen untuk memberikan pesan rahasia kepada mereka bertiga yang hadir di dekatnya tanpa ada yang perlu dikatakan secara langsung.


"Ini."


Diserahkan selembar kertas pada Reita, dia membacanya dengan perlahan-lahan dan tersenyum atas isi di dalamnya.


Reita yang meletakkan selembar kertas kemudian diambil oleh Fuuya. Sasaki yang ada di sisinya mendekati dirinya untuk melihat isi dari surat tersebut.


"Apakah kamu yakin kita akan melakukannya sesuai yang tertulis di dalam kertas?"


"Ya. Kita perlu menyiapkan beberapa rencana."


Bagi Regard, memutuskannya terlalu cepat sama seperti bunuh diri jadi dia yakin dengan mempersiapkan berbagai macam persiapan dapat membuat mereka bisa bertahan hidup meski hanya beberapa persentase yang didapat, tapi setidaknya itu lebih dari cukup.

__ADS_1


__ADS_2