The Necromancer

The Necromancer
Ch. 35:Kerjasama Petualang


__ADS_3

Cahaya senja yang dapat terlihat membuat siapapun yakin bahwa hari akan terbenam terganti oleh malam.


Di Guild Petualang, sekelompok petualang sedang berkumpul di Aula Umum di lantai dasar. Masing-masing dari mereka terdiri dari Colorful Adventure maupun Black Adventure yang sama-sama terlihat sedang menunggu diskusi yang akan mereka lakukan sekarang sebelum matahari mulai terbenam.


"Apakah kita akan membantu mereka?"


"Kita bisa melakukannya."


"Kalian bercanda bukan? Kami mana mungkin bisa mengalahkan pasukan monster yang berada di tingkat atas dari tingkatan petualang kami."


"Itu benar."


"Jangankan mengalahkannya, melukai tubuh mereka belum tentu bisa kami lakukan."


Sebagian besar petualang yang berasal dari Black Adventure mengeluh atas ketidakseimbangan antara kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki melawan monster yang jauh lebih tinggi dari mereka.


Menurut mereka, memperjuangkan kota yang akhirnya akan hancur sama seperti bunuh diri dalam kehidupan mereka yang singkat. Mereka yang masih belum berkeinginan untuk mengorbankan nyawanya lebih mementingkan diri sendiri daripada keselamatan orang lain yang mereka yakin tidak akan ada artinya nanti.


"Apakah ada orang yang mengajukan keluhan?"


Mendengar keluhan yang tahu ini akan terjadi, seorang pria dengan paras tampan dan postur tubuhnya yang gagah dan berotot, disertai dengan zirah berwarna merah maroon dapat dilihatnya dengan seksama.


Selama perkataannya masih terdengar, beberapa petualang dari Black Adventure mengangkat tangan mereka ke atas, keberatan atas apa yang harus mereka lakukan.


"Baiklah."


"Bagi kalian yang tidak mampu melakukannya, aku harap kalian segera pindah dari kota ini."


Dengan tegas mengatakannya tanpa ada simpati di dalamnya, tatapannya yang tertuju hanya pada sekelompok petualang yang lemah membuat wanita berpakaian penyihir dengan rambut hitam panjang muak atas ketidakberdayaan mereka dalam mengatasi situasi sekarang.


Memang benar bahwa mereka lemah. Tapi selama mereka bisa bekerjasama, monster maupun iblis tingkat rendah mampu diatasi oleh mereka tanpa kesulitan sedikitpun, setidaknya itu yang ada dalam pikiran wanita berambut hitam panjang berpakaian penyihir.


"Jadi, apakah kita akan melakukan sesuatu pada mereka atau bagaimana?"


Seorang pria berambut mohawk berwarna coklat dengan singlet hitam yang memperlihatkan otot-otot tangannya dan tubuhnya yang gagah dan kekar, serta tangan dan kakinya yang mengenakan zirah membuatnya bertanya pada pria yang memimpin tadi.


"Kau benar."


"Kita akan melakukan dua hal secara bersamaan."


"Bersamaan?"


"Apakah kita bisa?"


"Ya."


Wanita berpakaian penyihir yang mengalihkan pandangan ke wanita berpakaian pendeta membuatnya mengangguk atas tatapan yang diarahkan wanita penyihir padanya.


"Jangan khawatir, kita semua akan berada dalam jalan benar. Dewa dan Tuhan akan ada bersama kita selama kita berbuat baik terhadap mereka."


Kata-kata pendeta wanita itu membuat petualang lain yakin ini adalah jalan yang terbaik.


Sebagian dari mereka setuju untuk ikut dalam mengatasi pasukan monster yang akan menghancurkan kota tempat mereka tinggal sementara, Kota Fiasfa untuk mengurangi korban dari para penduduk yang tak berdosa. Sedangkan sebagian dari mereka, kebanyakan tidak yakin apakah ini tindakan yang benar atau tidak.


"Bagaimana?"


"Apakah kita lebih baik ikut berpartisipasi?"


"Tapi, kita tidak ada imbalan atas usaha kita."


Hanya beberapa diantara mereka yang saling berbisik sesama kelompoknya tanpa disadari oleh orang lain.


Bagi orang-orang yang mementingkan uang dan penghasilan, bekerjasama dalam mengatasi berbagai macam masalah yang terjadi pada Kota Fiasfa, kota sementara mereka tinggal akan membuat mereka dapat bertahan cukup lama. Namun sebagai ganti bantuannya, mereka tidak akan mendapatkan imbalan apapun.


Dengan kata lain, mereka tidak ada minat untuk melakukannya karena tidak ada hadiah maupun imbalan di dalamnya melaink hanya sekelompok orang yang berpartisipasi yang menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran yang ada.


"Siapa yang akan ikut?"


"Aku."


"Kami."


"Aku juga."


Satu-persatu orang-orang dari kelompok berbeda mengangkat lengannya ke atas. Setiap dari mereka yang ingin ikut berpartisipasi dapat membantu sebisa mungkin dalam menangani para monster yang ganas dan keji yang menyerang kota.


Asalkan mereka bisa mengurang korban, mereka tidak akan mempermasalahkan akan seperti apa nyawa mereka yang menjadi taruhannya.


"Jika kalian sudah berpartisipasi, aku ingin kalian membaginya menjadi beberapa kelompok yang berbeda sesuai dengan class masing-masing."


"Baik."


"Oke."

__ADS_1


Mengikuti arahan dari pria dengan zirah berwarna merah maroon, para kelompok petualang yang ada di tingkat Colorful Adventure mulai membentuk kelompok sesuai dengan class masing-masing.


Mulai dari class Magic Barrier, High Wizard, Bishop, Magic Caster yang berada di barisan belakang berfungsi sebagai pendukung dan penyerang di jarak jauh. Class petarung seperti Assassin, Shinobi, Samurai, Knight, Hunter, Swordsman berada di barisan depan sebagai penyerang utama.


"Baiklah. Sekarang yang perlu dilakukan adalah menyerang dan bertahan."


Mengalihkan pandangannya ke Black Adventure yang terlihat tidak ikut nimbrung dalam pembicaraan, pria dengan zirah berwarna merah maroon berjalan mendekati mereka.


"Apakah kalian yakin tidak ingin bergabung bersama kami?"


"Kami tidak bisa karena kami lemah."


"Ya. Terlepas dari ketidakberdayaan kami, kami tidak tahu apakah melawan monster adalah hal tepat atau tidak."


"Kalian benar-benar lemah ya."


"Terserah apa kata kalian."


Seorang wanita berpakaian penyihir dipegang pundaknya yang ikut mendekati mereka seperti yang dilakukan pria dengan zirah berwarna merah maroon yang memandang dia dengan wajah pasrah dan menggelengkan kepalanya.


"Kalian tidak perlu ikut membantu melawan mereka. Sebaliknya, kalian dapat melakukan evakuasi terhadap para penduduk selama mereka belum menyerang?"


"Itu..."


Tatapan yang diarahkan langsung pada mereka membuat mereka tidak yakin untuk menjawabnya.


Mereka ingin sekali membantu namun tidak tahu sejauh mana peluang keberhasilan dalam membantu mereka, para penduduk kota yang akan dievakusi dari tempat tinggal mereka sebelum monster menyerang.


Secara keseluruhan informasi, mereka tahu jelas bahwa monster yang datang tidak hanya segerombolan monster darat melainkan monster udara seperti Wyvern dalam jumlah banyak akan merepotkan mereka nantinya.


"Jika kalian tidak mau maka aku akan memberikan imbalan pada kalian."


"Tu-tunggu, Yoga! Jika kamu melakukannya maka–"


"Jangan khawatir, aku melakukannya demi kepentingan dan kebaikan bersama."


"Bagaimana?"


Seorang pria yang ikut maju ke arah kedua petualang di Colorful Adventure, pria berambut hitam panjang yang diikat kuncir kuda bertubuh kurus dan tinggi, serta mengenakan pakaian kimono dan katana yang tersingkap di pinggangnya membuat dia terlihat ramah dan baik.


"Kami akan memikirkannya terlebih dahulu."


"Kita tidak ada waktu untuk melaku–"


"Baiklah. Aku beri waktu kalian 5 menit."


Sebagian dari petualang di tingkat Black Adventure mulai berkumpul bersama kelompoknya masing-masing, berunding dan berbicara atas apa yang ditawarkan oleh petualang di tingkat Colorful Adventure terhadap mereka sebelumnya.


Di lain tempat, sekelompok ksatria kerajaan beristirahat di dataran luas yang hijau.


"Apakah kita akan membutuhkan waktu lama untuk bisa melanjutkannya?"


"Ya. Beristirahat untuk menjaga kuda tetap sehat adalah hal utama."


"Bukankah kita akan terlambat nantinya?"


"Tidak apa-apa. Selama kita bisa mengejar waktu maka kita akan tiba tepat waktu meski sudah terlambat."


Beberapa pasukan ksatria yang mengikat kuda-kuda mereka di pohon, mereka memotong rumput yang panjang untuk diberikan ke kuda untuk beristirahat sambil memberikan mereka makan.


Apakah ini baik-baik saja?


Di sekitar mereka, seorang pria berambut putih yang tidak mereka sadari kurang yakin apakah dengan istirahat bisa tiba tepat waktu atau tidak, dia meragukannya.


Lebih baik jika aku berangkat sekarang.


Mengabaikan pasukan ksatria yang sedang beristirahat sambil memberi makan kuda-kuda mereka, pria itu melanjutkan perjalanan dengan berlari ke arah yang akan ditujunya yaitu Kota Fiasfa.


•••••


Regard POV


Ini tidak akan sempat tiba di keesokan di pagi hari.


Berlari dengan kaki telanjang memang sulit untuk mempercepat dan mempersingkat waktu yang ada seperti kuda, tapi jika kuda yang melakukannya maka dapat terkejar cepat.


Yang menjadi masalah ialah kuda adalah makhluk hidup.


Begitu mereka lapar dan lelah, mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan. Itulah apa yang kudapatkan dari perjalanan terburu-buru mereka, para ksatria kerajaan yang aku tumpangi sebelumnya.


"Tidak ada pilihan lain ya."


Memunculkan permukaan tanah selama berlari, aku mengubah bentuknya menyerupai kuda. Selesai melakukan perubahan pada penampilannya, aku menggunakan [Infinity Spirit] yang menyelimuti tubuh kuda dengan zirah yang dikenakannya.

__ADS_1


Sip.


Melompat ke atas kuda, aku dengan sebisa mungkin mengaktifkan [High Acceleration] padanya dan memegang tali yang ada di depan agar tidak terjatuh dengan mudah.


Sekarang mari kita mempersingkat waktu yang ada.


Dengan kecepatan yang tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk tiba di Kota Fiasfa sangat singkat. Mungkin bisa dikatakan sekitar malam hari aku tiba, tapi tidak apa-apa.


Selama tepat waktu, itu sudah lebih dari cukup untuk mengetahui apakah ada iblis dibalik kehancuran sebagian kota atau tidak, aku hanya perlu melihatnya.


•••••


Diluar gerbang, sekelompok petualang mulai menunggu kehadiran para monster.


Mereka yang telah membentuk formasi masing-masing di tiap-tiap class berniat untuk segera mengakhiri tragedi yang ada di Kota Fiasfa selama beberapa hari sebelumnya.


"Cepat pergi dari sini!"


"Mari ikuti kami!"


Di dalam Kota Fiasfa bagian utara, para petualang sedang mengungsikan para penduduk kota ke bagian selatan agar dengan mudah meninggalkan Kota Fiasfa dengan cepat ke kota lain.


"Apakah kita akan baik-baik saja?"


"Entahlah."


"Aku harap kita dapat pergi dengan selamat."


Kekhawatiran dan kecemasan ada di dalam diri mereka.


Selama monster masih suka menghancurkan kota-kota di bagian barat dan timur sebelumnya, keselamatan dan keamanan mereka belum terjamin sebelum ada seseorang yang mampu menghabisi dan melenyapkan monster yang menjadi teror di Kota Fiasfa.


"Apakah mereka aman?"


"Aku harap begitu."


Diluar gerbang kota, sepuluh kereta kuda bermuatan barang dikerahkan oleh tiap-tiap bangsawan yang telah mengungsi terlebih dahulu ke kota lain.


Masing-masing dari para penduduk di bagi menjadi beberapa kelompok masuk ke dalam kereta dan segera pergi meninggalkan Kota Fiasfa, kota tempat tinggal mereka sebelumnya.


Tidak jauh dari luar gerbang di bagian utara, segerombolan monster dalam jumlah banyak berbaris rapih berjalan menuju ke Ibukota Finier. Mereka terdiri dari Troll, Sandworm, Dark Bat, dan beberapa monster lainnya yang tidak dikenal.


Perlahan-lahan mereka semakin maju dan maju hingga akhirnya mereka dapat dilihat oleh petualang Colorful Adventure yang berada diluar gerbang menunggu kehadiran mereka.


"Semuanya, bersiap-siap untuk melakukan pertarungan."


"Ya."


Dengan deklarasi yang dipenuhi dengan semangat yang tinggi, semua orang yang ikut dalam membantai pasukan monster dalam jumlah banyak bersorak penuh semangat agar orang-orang bisa kabur dan selamat dengan mudah.


•••••


Regard POV


Seluruh petualang sedang sibuk melakukan pertempuran yang tiada hentinya.


Mulai dari monster kelelawar yang dengan mudah dilenyapkan oleh sejumlah anak panah dari barisan belakang oleh beberapa petualang yang kurasa mereka adalah Colorful Adventure.


Di barisan depan, sekelompok petualang yang memiliki zirah lengkap di tubuh melawan monster tanaman yang memiliki tubuh batu berwarna putih, lengan dan kakinya terlihat seperti pohon, dan kepalanya yang terdapat dua ekor monster ditangkis oleh mereka dengan mudah.


Aku penasaran mengapa banyak sekali monster tak dikenal.


Tak hanya monster tadi, ada juga monster lain seperti kupu-kupu terbang namun mereka memiliki ekor ular dan tanduk di kepala mereka dengan ukuran yang lebih besar dari ukuran kupu-kupu pada umumnya, binatang yang terlihat seperti minotaur, ular berkepala dua yang terdapat ekor lancip layaknya kalajengking, dan masih banyak lagi yang tidak aku ketahui.


Sial. Berapa banyak monster aneh bermunculan?


Tidak dapat menghitung satu-persatu jenisnya, aku yakin cepat atau lambat mereka akan kesulitan untuk mempertahankan kekuatan dan kemampuan mereka.


Apalagi dengan monster yang ada jauh memasuki gerbang tanpa dapat mereka lumpuhkan.


"Wyvern ya."


Mereka adalah sekelompok naga besar yang memiliki kulit tebal yang sulit untuk dilenyapkan oleh serangan biasa.


Dilihat dari cara mereka terbang, mereka sama sekali tidak berniat untuk menyerang maupun melenyapkan mereka melainkan hanya tertuju pada kota yang akan mereka hancurkan.


Apa yang harus kulakukan?


Berjuang sendirian di dekat mereka, aku mungkin akan ketahuan oleh para petualang yang kekuatan dan kemampuan yang kumiliki berbeda dari orang-orang pada umumnya.


Tidak ada pilihan lain ya.


Menunggu akan lebih baik.

__ADS_1


Jika aku bertindak gegabah, aku mungkin akan ikut terseret dalam masalah mereka.


Yah, andai saja ada Friya maka aku mungkin akan disuruh bertindak olehnya. Dia adalah orang yang tidak tega dan tahan dalam melihat suatu kota dihancurkan dan dibasmi oleh sekelompok Wyvern yang menyerang di langit-langit.


__ADS_2