
Pagi hari, Keluarga angkat Lora datang berkunjung ke rumah sakit. Saat Nenek dan orang tua angkat Lora masuk dalam ruangn, mereka melihat pemandangan indah. Di mana ada Odellia yang terlelap tidur, Oriana dan Olesia di ranjang lain di yang letaknya di samping ranjang Odellia. Lalu di sofa, ada Lora yang tidur di pangkuan Alexias yang juga tertidur.
"Umhh ... sepertinya kita datang di waktu yang tidak tepat, ya." gumam Rosella.
"Ya, sepertinya begitu." jawab Mattew.
"Kita keluar saja. Nanti kembali lagi," kata Magdalena.
"Ya, Ma. Bagaimana kalau kita sarapan dulu di restorant dekat sini?" tawar Mattew.
"Itu ide yang bagus, sayang. Ayo, Ma." ajak Rosella, merangkul lengan Mama mertuanya.
"Ya, ayo." jawab Magdalena.
Mereka berbincang dengan suara pelan. Setelah melihat apa yang terjadi di ruangan, ketiganya memutuskan untuk pergi sarapan dan kembali lagi nanti. Di luar ruangan, saat mereka baru saja keluar dari ruangan, mereka bertemu Agatha.
"Oh, hallo. Selamat pagi ... " sapa Agatha sopan.
"Ha-hallo," sapa Rosella.
"Selamat pagi, Nona." sapa Mattew.
"Kau ingin masuk, Nak? mereka masih tidur," kata Magdalena memberitahukan.
"Oh, begitu. Apa aku terlalu pagi berkunjung, ya?" gumma Agatha tersenyum canggung.
"Maaf, kalau boleh saya tahu. Nona mengenal Lora?" tanya Rosella.
"Ya, saya kenal. Apakah Bibi ... " kata Agatha yang langsung diam.
"Oh, saya Ibunya. Ini suami saya, dan ini Mama mertua saya. Kami adalah keluarga angkat Lora." kata Rosella memperkenalkan diri.
"Oh, iya. Maafkan saya tidak tahi soal ini. Saya Agatha Owen. Saya adalah saudara kembar pria yang kemungkinan besar ada di dalam sana." jawab Agatha.
"Oh, pria tadi?" sahut Mattew.
"Tadi?" ulang Agatha bingung.
"Kami tadi sudah masuk ke dalam. Karena mereka semu Masih tidur, kami memutuskan kembali lagi nanti. Apa kau sudah sarapan? bagaimana jika kau ikut kami saja. Kita sarapan bersama sambil bicara. Sepertiny aku perlu tau sesuatu," kata Rosella berterus terang.
__ADS_1
Agatha kaget, "A-apa boleh? Paman, Bibi dan Nenek tidak keberatan saya bergabung?" tanya Agatha serius.
"Tentu tidak. Ayo, Nak." ajak Magdalena.
Akhirnya, Agatha dan keluarga angkat Lora pergi meninggalkan ruangan. Mereka keluar dari gedung rumah sakit menuju sebuah restorant yang letaknya berada tidak jauh dari gedung rumah sakit.
***
Di restorant. Mereka berempat pesan menu sarapan masing-masing. Setelah sebelumnya Agtha memperkenalkan diri. Kini giliran Mattew yang langsung membuka percakapan dengan bertanya perihal Alexias.
"Maaf, sebelumnya. Apa boleh saya bertanya beberapa hal, Nona?" tanya Mattew.
"Ya, silakan." jawab Agatha tenang.
Mattew menatap Rosella dan Magedalena. Ia merasa ragu, tetapi ia juga tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.
"Apa hubungan saudara kembar Anda dengan Lora?" tanya Mattew.
"Ah, sudah kuduga. Mereka penasaran dan ingin tahu. Sekalian saja aku beritahu. Toh, kebenaran sudah terungkap." batin Agatha.
"Saya akan jelaskan semuanya. Sebenarnya, pria yang Anda bertiga lihat di ruangan itu adalah Papinya anak-anak. Saya tidak tahu apakah sebelumnya Lora pernah bercerita hal pribadinya pada masa lalu terkait adanya anak-anak. Namun, saya di sini ingin memberitahukan jika saudara kembar saya adalah orang yang memilimi hubungan darah dengan anak-anak Lora." jelas Agatha.
"Wah, syukurlah. Cicitku bisa melihat Papi mereka." kata Magdalena senang.
"Jadi begitu, ya. Maafkan saya banyak bertanya, Nona. Saya merasa tidak enak dan terkesan mengorek informasi terkit Lora. Padahal saya hanya penasaran. Karena selama ini, putri angkat saya itu tidak tertarik pada pria manapun. Saya pernah mencoba ingin menjodohkannya, tetapi dia menolak dengan alasan hanya ingin berfokus pada anak-anaknya. Untungnya selama ini ada teman baiknya yang membantunya." jelas Mattew.
"Sebenarnya kami sudah berusaha mencari. Namun, setelah kepergianya ke luar negeri, jejaknya tidak terlihat lagi. Selama enam tahun ini, saudara saya terus ingin bertemu. Sampai ada kejadian beberap waktu yang lalu. Jika bukan karena keberanian Oriana, Olesia dan Odellia, saudara saya sudah celaka. Saya sempat menyesal, karena menolong saudara saya, salah seorang dari ketiga anak itu terluka. Saya mohon maaf," jelas Agatha merasa bersalah.
Magdalena memegang tangan Agatha, "Tidak, Nak. Kami bangga pada mereka yang bisa menjadi pehlawan bagi keluarganya. Mereka juga pasti sangat senang saat tahu jika mereka berhasil menyelamatkan Papa mereka, kan. Tidak apa-apa. Jangan sedih," hibur Magdalena.
"Ya, Nek. Terima Kasih." jawab Agatha.
Ponsel Agatha berdering. Ia mengambil ponsel dari dalam tasnya dan melihat layar ponsel. Ternyata Jeremy menghubungi Agatha.
"Papa ... " gumam Agatha, terpaku menatap layar ponsel.
"Tidak apa, terima saja." kata Mattew.
Agatha menganggukkan kepala, "Baik, Paman." jawab Agatha.
__ADS_1
Agatha lantas menerima panggilan dari Papanya dan bicara.
"Hallo, Pa." sapa Agatha.
"Agatha, di mana kau? di Hotel tidak ada. Papa dan Mama sudah sampai di Hotel tempatmu dan Alex menginap." kata Jeremy memberitahukan lokasinya berada.
"Ah, Papa dan Mama sudah datang rupanya." batin Agatha, Agatha lantas menatap Mattew, Rosella dan Magdalena. "Pa, sebentar, ya. Satu menit saja." kata Agatha.
Agatha menjauhkan sedikit ponselnya dan bicara pada keluarga angkat Lora. Ia berniat mempertemukan orang tuanya dengan orang tua angkat Lora untuk mempersatukan Lora dan saudara kembarnya segera.
"Umh, Paman, Bibi, Nenek. Apa boleh orang tua ku bertemu kalian? begini, aku punya sesuatu dipikiranku. Aku ingin saudaraku dan Lora cepat bersatu demi anak-anak mereka. Tidak baik kan menunda hal baik yang datang. Ya, meski aku tidak tahu mereka nanti akan bereaksi seperti apa. Aku harap Paman, Bibi dan Nenek bersedia membantuku." jelas Agatha.
Mattew, Rosella dan Magdalena diam sejenak. Mereka saling bertatapan seperti sedang memikirkan jawaban masing-masing atas perjelasan Agatha.
"Tidak masalah. Idemu bagus. Kasian juga anak-anak tanpa keluarga yang lengkap. Meski kami belum tahu seperti apa Alexias itu karena hany melihat saat dia tertidur tadi." kata Rosella.
"Bagaimana dengan Paman?" tanya Agatha.
"Paman setuju. Bagaimanapun Alexias harus bertanggung jawab pada keluarganya. Lepas itu karena kesalahan Lora yang melarikan diri." jawab Mattew.
"Nenek?" tanya Agatha.
"Aku ikut saja. Yang jelas aku mendoakan kabahagiaan kalian semua. Jika ini yang terbaik, kenapa tidak." jawab Magdalena.
Agatha mengangguk. Ia mendekatkan kembali ponsel ke telinga kirinya dan bicara dengan Jeremy.
"Hallo, Pa. Maaf, ada sesuatu barusan. Pa, Papa bisa mendengarku?" tanya Agatha.
"Ya, sayang. Papa dengar, bicaralah." jawab Jeremy.
"Saat ini aku ada di restorant dekat rumah sakit. Papa dan Mama ke sini saja. Ada yang ingin kusampaikan dan kukenalkan pada Papa dan Mama. Aku akan kirim alamatny lewat pesan." jelas Agatha.
"Oh, baiklah. Kirim saja, Papa dan Mama akan segera datang ke sana." kata Jeremy tanpa bertanya lebih panjang.
"Ok, Pa. Papa dan Mama hati-hati, ya. Sampai bertemu," kata Agatha tersenyum.
"Ya, sayang. Tunggu kami," jawab Jeremy. Yang langsung mengakhiri panggilan.
Agatha langsung mengirim pesan berisi alamat restorant kepada Papanya. Ia berharap pertemuan dua keluarga ini berjalan dengan baik. Hatinya gelisah dan cemas, mengingat jika ia sudah lancang mempertemukan keluarga angkat Lora dan keluarganya.
__ADS_1
*****