Three Musketeers Mama

Three Musketeers Mama
TMM 67. Menginginkanmu


__ADS_3

Perhatian!


Dalam cerita mengandung unsur dewasa. Seperti 21+, kekerasan fisik, darah, kata- kata umpatan dan lain-lain. Diharapkan pembaca bijak dalam menanggapi isi bacaan. Terima kasih.


*****


Seorang wanita yang baru saja datang itu langsung duduk di samping pria paru baya yang tidak lain adalah Ayahnya.


"Hei, kau sudah kembali, sayang?" tanya seseorang di hadapannya, yang tidak lain adalah Mamanya.


"Ya, Ma. Aku lelah setelah mengejar penjarah." katanya mengeluh pada Mamanya.


"Ada apa?" tanya Papanya.


"Ada seseorang yang berniat jahat. Ingin mencuri dompet seseorang," jelasnya menceritakan singkat.


"Kau tidak apa-apa?" tanya lagi Papanya terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja, Pa. Papa dan Mama sudah pesan apa saja? aku lapar," katanya menatap ke arah meja yang ada di hadapan mereka bertiga.


Sekeluarga itu terlihat menikmati makanan yang mereka pesan. Mereka makan bersama-sama sembari bercengkrama.


"Pa, apakah Papa akan menemui Alexias dan Agatha? tanyanya pada Papanya.


"Ya, tentu saja. Papa akan usakahan bertemu dengan mereka walau sebentar. Bibimu, meminta Papa menemui Alexias dan Agatha jika menemui kesulitan. Ya, meksi kita tidak sedang kesulitan." jelas sang Papa.


"Tapi, sayang ... apa ada sesuatu? sampai kau mau datang menenui mereka?" kata sang istri, bertanya kepada sang suami.


"Ya, ada apa memangnya? kita bertemu harus punya alasan khusus?" tanya sang suami.


"Apakah kau yakin akan baik-baik saja? bukan aku berpikir macam-macam, sayang. Hanya saja, ini bukan seperti kau yang sampai rela meluangkan waktumu meninggalkan pekerjaan yang kau cintai. Aku jadi merasa curiga," protes sang istri.


"Hahaha ... kenapa, sayang? apa kau cemburu jika aku menemui keponakanku dan Kakakku setelah sekian lama?" sang suami lalu menggoda sang istri.


"Kau benar. Aku terlalu banyak berpikir," kata sang istri kesal.


Sang suami memegang tangan sang istri dan mengusap punggung tangansabg istri untuk menenangkan hatinya. Suami istri itu saling menatap dan tersenyum. Disamping mereka, ada putri cantik yang juga tersenyum melihat hubungan kedua orang tuanya yang selalu harmonis dan hangat.


***


Lora berada dalam kamar. Tiba-tiba saja, ia begitu merindukan suaminya. Ia lantas mengambil ponselnya dan langsung mennghubungi suaminy. Lama panggilannya terhubung, namun belum tersambung. Alexias belum menerima panggilam dari Lora. Tentu saja, itu membuat Rowena sedikit kesal. Lora tidak sabar, ingin mendengar suara suami tersayangnya.


"Ck, ke mana dia? apa dia belum pulang kerja?" batin Lora menatap layar ponselnya dengan rasa kecewa.


Lora mencoba menghubungi Alexias lagi. Namun, lagi-lagi Alexias tidak menjawab. Ia terus mengulang panggilan sampai hampir lima kali. Dipanggilan terakhir, Lora hampir saja menyerah. Ia sudah akan mengakhiri panggilannya, namun tiba-tiba saja ada jawaban di ujung telepon.


"Hallo, sayang" jawab Alexias hangat.


"Kau dari mana? kau ini, susah sekali dihubungi." gerutu Lora. Bibirnya langsung maju.


"Maaf, sayang. Aku sedang ada urusan tadi. Ada apa?" tanya Alexias pada sang istri.


"Tidak jadi, kau menyebalkan." jawab Lora kesal, Lora menggerutu.


Alexias tertawa, "Haha ..." ia pun langsung menggoda istrinya itu, "Apa kau merindukanku, sayang?" tanya Alexias terang-terangan.


Lora melebarkan mata, "Tidak. Siapa yang rindu? memang siapa kau harus aku rindukan?" jawab Lora dingin.


"Oh, begitu. Jadi tidak rindu, ya? ya, sudah, aku aka bersiap pulang. Kita bicara lagi saat aku sampai rumah," kata Alexias.


Lora mengangkat sebelah alisnya, "Eh, tunggu. Apa maksudnya?" tanya Lora berpikir tidak lama ia melebarkan mata, "Jangan bilang, kau masih di kantor, Lex?" tanya Lora lagi memastikan.


"Hm, banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan sayang. Ezra kan tidak ada jadi, aku sendiri yang mengurus semuanya. Maaf, jika aku mengabaikan panggilanmu tadi." ucap Alexias merasa tidak enak hati pada istrinya.


Mendengar penjelasan suaminya, Lora pun mengerti. Rasa kesalnya langsung sirna. Ia lalu meminta suaminya itu cepat pulang dan berhati-hati. Setelah memastikan akan kepulangan sang suami, Lora akhirnya menutup panggilannya.


***


Tiga puluh menit kemudian, Lora mendapatkan panggilan dsri Alexias. Yang meminta Lora untuk keluar dari mansion. Karena ia punya sesuatu yang ingin diberikan.

__ADS_1


"Ya, sayang. Kau di mana?" tanya lora langsung. Sesaat setelah menerima panggilan.


"Sayang, bisa kau keluar sebentar. Aku ada di halaman mansion. Aku ingin memberikan sesuatu untukmu." pinta Alexias.


Lora tersenyum senang, "Tunggu, ya. Tidak lama, hanya lima menit. Aku juga punya sesuatu untukmu," kata Lora.


"Ya, tidak perlu terburu-buru. Aku akan menunggumu," jawab Alexias tenang.


"Ok," jawab Lora mengakhiri panggilannya.


Lora tersenyum tipis, "Ada apa dengannya hari ini? manis dan lembut seperti es krim," batin Lora senang.


Ia segera berganti pakaian dan pergi dari kamar untuk keluar dari mansion, ia hendak menemui Alexias. Lora bergegas, setengah berlari keluar dari mansion menghampiri mobil Alexias.


Lora mengatur napasnya pelan-pelan. Ia lalu membuka pintu dan masuk ke dalam mobil. Ia menatap Alexias, Alexias juga menatap Lora. Keduanya saling bertatap muka. Lalu, salimg melempar senyuman.


"Kenapa lari? aku kan sudah bilang pelan-pelan dan hati-hati," ucap Alexias terlihat khawatir.


"Ingin saja. Sekalian olah raga," jawab Lora tersenyum.


"Jangan berlarian, nanti kau jatuh dan terluka. Kalau seperti itu, bagiamana kau akan menjagaku dan anak-anak?" kata Alexias tidak terima alasan Lora.


Lora mengernyitkan dahi, "Oh, begitu. Kau hanya khawatir aku terluka dan tidak bisa manjagamu juga anak-anak? Ok, ok, terima kasih atas perhatianmu, Tuan." kata Lora menggerutu.


Alexias tersenyum, "Kau kesal, ya? Maaf, ya. Kenapa kau sensitif sekali hari ini, sayang?" Alexias sedikit cemas. Karen Lora bertingkah sedikit aneh.


Alexias mendekatkan wajahnya ke wajah Lora. Karena kesal, Lora pun memalingkan wajah dan memanyunkan bibirnya. Langsung saja Alexias mengecup lembut pipi Lora dan memberikan buket bunga mawar merah pada Lora.


"Aku mencintaimu, sayang." bisik Alexias.


Melihat buket bunga di hadapannya, membuat Lora terkejut. Ia langsung menatap suaminya dan mengembangkan senyuman.


"Untukku?" tanya Lora tersenyum, "Wuah ... ini indah," gumam Lora.


Alexias menganggukkan kepala, "Ya. Ini untukmu, sayang. Untuk siapa lagi jika bukan kau," jawab Alexias


Lora menerima buket bunga peemberian Alexias. "Terima kasih, aku suka sekali." jawab Lora tanpa memudarkan senyuman.


"Sungguh?" jawab Lora bepura-pura tidak percaya. Ia ingin menggoda suaminya itu.


"Kau tidak percaya padaku?" tanya Alexias mengernyitkan dahinya.


Lora juga mengernyitkan dahinya, "Buktikan jika kau memang merindukanku," kata Lora.


"Buktikan apa? kau ingin apa?" cecar Alexias penasaran dengan permintaan Lora.


"Kemarilah, dekatkan wajahmu." pinta Lora menatap suaminya itu.


Alexias tidak menaruh curiga, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Lora. Tanpa banyak mengulur waktu, Lora langsung mencium dan mengalungkan tanganya ke leher Alexias.


Mata Alexias melebar, "Apa ini? kenapa dia seperti ini? ciuman ni, benar-benar membuatku candu." batinnya.


Tidak mau melewatkan kesempat emas. Alexias dengan senang hati menerima dan membalas ciuman istrinya. Diciumnya gemas bibir ranum istrinya itu. Membuat bibir keduanya saling beradu.


Alexias melepaskan ciuman, "Apa ini? kau menggodaku?" tanya Alexias menatap Lora.


Lora menganggukkan kepala, "Ya. Aku menggodamu. Kenapa? kau tidak suka? atau, aku tidak boleh menciummu? Ah, sudahlah. Lupakan saja jika tidak suka. Anggap aku tidak pernah menciummu." gerutu Lora lagi.


"Hei, siapa juga yang bilang 'tidak suka' atau 'tidak boleh' ? Bukankah aku hanya bertanya saja? kau ini kenapa? sensitif sekali padaku," kata Alexias bingung. Tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh istrinya


Lora manatap Alexias, "Aku ..." kata Lora yang langsung diam.


"Ya, aku ..." ulang Alexias.


"Umh, itu. Jangan kau ledek, ya. Itu, sebenarnya aku juga merindukanmu. Kau tidak tahu, seberapa besar rinduku ini padamu. Aku juga kesepian, di rumah kan tidak ada anak-anak. Jadi, aku tidak punya kesibukan apa-apa. Seharian ini aku terus memikirkanmu." Jelas Lora dengan seriusnya.


"Manisnya," batin Alexias. Ia terus mengamati istrinya bicara.


Cukup lama keduany berbincang. Mereka memutuskan turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam mansion. Mereka sudah berencana menyiapkan makan malam bersama-sama.

__ADS_1


***


Di dalam mansion. Alexias berjalan menghampiri Lora, tanpa di duga-duga, Alexias langsung membopong istrinya untuk masuk ke dalam kamar. Hal itu, tentu membuat Lora kaget.


"Eh, apa yang kau lakukan? turunkan aku, Lex." kata Lora kaget. Ia tidak bisa mengerti apa maksud suaminya itu.


"Jalanmu lambat. Aku sudah tidak bisa tahan," jawab Alexias.


"Tahan? tahan apa?" tanya Lora bingung.


"Tidak tahan untuk ... " kata-kata Alexias terhenti. Membuat Lora semakin penasaran.


Alexias membuka pintu kamarnya, ia berjalan mendekati tempat tidur dan membaringkan Lora, dengan gerakan perlahan dan hati-hati. Kedua pasang mata saling menatap dalam, Alexias dan Lora saling melemparkan senyuman.


"Kau kenapa? tingkahmu aneh," kata Lora.


"Begitukah?" jawab Alexias, masih lekat menatap istrinya.


"Iya, kau ..." kata-kata Lora terhenti. Alexias membungkam bibir Lora dengan bibirnya agar Lora tidak banyak bicara lagi.


Lora hanya bisa melebarkan mata. Ia sempat terkejut, tetapi juga senang. Hatinya berdebar tidak karuan. Alexias bersikap manis juga sedikit liar. Puas menikmati perannya, Alexias memberi kesempatan pada sang istri untuk lebih aktif. Tidak melewatkan kesempatan, Lora pun beraksi memanfaatkan waktu yang diberikan Alexias padanya.


***


Udara di luar begitu dingin. Namun ada kehangatan di dalam kamar. Alexias dan Rowena sedang asik bercumbu mesra. Alexias sibuk membuat jejak di punggung sampai pinggang Lora. Jejak kecil merah sempurna sukses menghiasi tubuh belakang wanita cantik tersebut. Tak mau kalah, Lora juga melakukan hal yang sama. Dengan gemas ia membuat jejak-jejak seperti yang ia miliki di punggung sampai pinggang suaminya.


"Selesai," ucap Lora tersenyum bangga. Ia senang bisa mencetak jejak ciuamanya di tubuh suaminya.


"Curang sekali, kau menggigitku. Kau kira aku steak?" gerutu Alexias.


"Haha, maaf. Aku terlalu gemas padamu," jawab Lora tertawa senang.


Lora dan Alexias kembali saling memandang dalam. Alexias membelai rambut lalu membelai wajah istrinya itu. Mereka pun kembali berciuman. Keduanya masih enggan melepas ciuman mansing-masing. Ciuman mereka semakin dalam, Alexias sudah bertelanjang dada, sedangkan Lora masih mengenakan pakaian dalamnya. Tidak beberapa lama kemudian, Alexias dan Lora melepas ciuman.


Napas Lora naik turun, begitu juga Alexias. Alexias menatap Lora. Lora tersenyum membalas tatapan mata suaminya, tangannya perlahan membelai wajah suaminya itu. Lalu, merangkul dan memeluk suaminya erat-erat.


"Aku mencintaimu, Lex." bisik Lora, lalu, menciumi leher Alexias. Lora melapas pelukan dan kembali menatap suaminya lekat, "Hanya ada aku dihatimu, kan?" tanya Lora memastikan.


"Kenapa? kau ingin hati ini terisi orang lain?" tanya Alexias, dia menciumi leher Lora. "Itu tidak akan pernah terjadi, sayang. Kaulah satu-satunya wanita yang bisa menggoyahkan hati dan pikiranku. Juga ... menggoyahkan pertahananku yang kokoh." jawab Alexias.


Lora mendorong dan langsung menindih Alexias, Lora memulai serangannya, diciuminya leher dan dada Alexias dengan kecupan-kecupan lembut. Ditinggalkannya jejak-jejak indah berwarna merah di sana.


"Nakal sekali," ucap Alexias tersenyum.


Lora menatap Alexias, "Kau tergoda?" tanya Lora. Sambil mengusap-usap dada bidang suaminya. Berusaha membangkitkan ga*rah Alexias.


Alexias hanya diam, Lora kembali mencium dan membuat jejak, bahkan sampai ke perut Alexias. Lora tersenyum puas melihat hasil karyanya.


"Lihatlah, karya-karyaku ini, sayang. Mereka sungguh indah." kata Lora bangga. Mengusap jejak merah di tubuh Alexias.


"Terus saja memancingku. Aku akan membalasmu," sahut Alexias yang mulai panas.


"Ayo, balas saja. Aku menantikannya," sahut Lora. Menantang Alexias.


"Sesuai keinginanmu," kata Alexias berbalik menyerang Lora.


Alexias mengubah posisinya menindih Lora. Tanpa membuang waktu, Alexias langsung menciumi wajah dan leher istrinya. Ciuman itu turun ke perut Lora. Sebelumnya, Alexias sudah banyak membuat jejak di punggung sampai pinggang Lora. Kini ia membuat jejak di perut istrinya juga. Perlakuan Alexias begitu lembut, membuat Lora tak berhenti bersuara seksi. Tangan Alexias perlahan merayap ke punggung Lora, ia membuka pengait pakaian dalam milik istrinya itu. Ditariknya perlahan pakaian dalam bagian atas milik isteinya sehingga bagian d*d* Lora terekspos jelas.


Alexias tertergun sejenak, ini bukan kali pertama ia melihat d*d* Lora. Tapi, ia terlihat kagum dengan milik istrinya itu. Alexias melirik ke arah Lora, Lora mengusap wajah Alexias dan bertanya. Karena bingung melihat suaminya yang diam tertegun.


"Kenapa?" tanya Lora.


Alexias menggeleng, ia langsung memeluk Lora. Ia mencium kening dan pipi Lora. Lora merasa aneh, tetapi ia menikmati setiap perlakuan Alexias.


"Apa tidak apa-apa kita melakukannya? aku rasa, permainan ini tidak akan berakhir hanya dengan sekali bermain. Aku takut kau akan kesulitan menghadapiku." bisik Alexias.


Lora tersenyum, " tidak apa. Aku sudah mempersiapkan diri dengan baik. Kali ini, aku juga tidak akan tinggal diam. Aku akan tunjukan kemampuanku." kata Lora.


Mendengar keyakinan istrinya, membuat keinginanya semakin memuncak. Alexias tidak bisa lagi menahan diri. Ia melanjutkan serangan-serangan yang sempat tertunda.

__ADS_1


***


__ADS_2