
Lora terjaga. Ia segera bangun dari posisi tidur dan duduk di tepi tempat tidur. Ia merasa haus, tenggorokannya terasa sangat kering, ia ingin segera minum. Namun, melihat gelas di atas nakas kosong. Tidak beberapa lama Lora pun berdiri dan membawa gelas kosong ke luar dari kamar.
Sekitar lima menit akhirnya Lora kembali masuk ke kamar dengan membawa nampan berisi teko air dan gelas. Ia meletakan nampan di atas nakas, lalu kembali naik ke atas tempat tidur. Ia masuk ke dalam selimut dan berbaring di tempat semula. Ia mengubah posisi tidurnya menghadap Alexias. Dilihatnya, Alexias masih terlelap tidur.
"Tampan sekali," batin Lora tersenyum. Tanpa sadar, jemari Lora mengusap-usap rambut Alexias dan itu langsung membangunkan Alexias.
"Hmm ... " gumam Alexias mengernyitkan dahinya. "Sayang," panggil Alexias dengan suara serak.
Lora kaget, "Ma, maafkan aku membangunkanmu. Tidurlah lagi," kata Lora dengan suara lembut.
"Hah, tidak seharusnya aku mengusap rambutnya tadi." batin Lora.
Alexias berkedip-kedip beberapa saat, sebelum akhirnya membuka mata sepenuhnya. Ia perlahan menatap Lora. "Aku suka kau mengusap kepalaku seperti tadi. Lakukan lagi," pinta Alexias dengan manja.
"Tidurlah, jangan manja." jawab Lora. Ia sengaja mengabaikan Alexias.
"Kau tidak mau melakukannya lagi?" tanya Alexias sedikit kecewa.
Lora menggeleng, "Tidak mau. Tidurlah," pinta Lora terus menerus meminta suaminya untuk tidur.
"Kau sudah membangunkan aku. Jadi kau harus bertanggung jawab sekarang." kata Alexias menggerutu.
"Hah ... " hela napas Lora. Ia pun menatap Alexias dengan tersenyum kaku. "Apa yang harus hamba lakukan, Yang Mulia Pangeran?" ucap Lora begitu lembut.
Alexias terdiam sejenak lalu bicara, "Cium aku." jawab Alexias menggoda Lora, permintaan Alexias itu langsung mengejutkan Lora.
"Apa?" kaget Lora. Ia tidak menyangka Alexias akan meminta dicium olehnya. "Apa tidak ada permintaan lain? kita sudah puas berciuman. Jangan membuatku gila, Tuan. Kau tidak bisa lihat, bibirku sudah membengkak." jawab Lora bersungut. Ia dengan cepat berbalik, posisinya membelakangi suaminya.
Alexias tersenyum penuh maksud. Ia langsung merengkuh tubuh istrinya yang ada di depannya. Tangan kekarnya melingkar di perut Lora. Alexias mengendus dan menciumi tengkuk dan leher Lora dengan lembut. Membuat Lora kelabakan.
"Lex, Alexias hentikan ... " kata Lora tidak nyaman.
Alexis tidak berhenti sampai di situ saja. Ia menjilati daun telinga Lora dan sesekali mengigitnya. Merasa tidak kuat lagi menahan, akhirnya Lora berbalik. Posisi mereka sekarang sedang berhadapan. Keduanya saling bertatapan mata dalam. Tanpa banyak menunda, Alexias langsung mencium bibir Lora. Lora tidak menolak perlakuan suaminya. Ia mengalungkan tangan dan membalas ciuman suaminya itu. Mereka berciuman panas.
***
Mereka bercumbu. Ciuman mereka kian memanas hingga membuat Lora ingin lebih dari sekedar berciuman. Lora mulai hanyut dan tergoda, ia ingin menikmati suaminya itu.
Merasa sudah mencapai batasnya, sama seperti di malam sebelumnya, Alexias sengaja menghentikan cumbuannya. Meski mereka sudah menanggalkan pakaian masing-masing, Alexias masih menunda menyentuh Lora. Ia bermain tarik ulur. Ingin Lora menggodanya.
"Lakukan, sayang." pinta Alexias.
Lora menatap Axel, "Bagaimana, ya. Aku lelah sebenarnya. Apa kau ingin aku sungguh melakukannya?" tanya Lora menatap Alexias.
Alexias mengambil pakaian istrinya dan memakaian pakaian Lora. Alexias mengancing satu per satu kancing piama Lora. Melihat suaminya yang hanya diam, Lora lantas meraba wajah Alexias dan kembali mencium bibir Alexias dengan lembut.
"Jawab," lirih Lora menatap dalam mata Alexias.
Alexias masih mengancingkan kancing piama Lora. Ia memegang kedua tangan Lora lalu, mencium kedua punggung tangan Lora bergantian. Ia kembali menatap dalam mata istrinya.
"Aku hanya berusaha menjagamu. Ok. Jika kau lelah, tidak apa-apa. Masih ada hari esok dan esok lusa." jawab Alexias tersenyum.
Ia mengusap rambut Lora dengan lembut, ia mencium kening Lora lalu memeluk istrinya itu. Lora terkejut dengan jawaban suaminya, dengan perlakuan Alexias. Semua sudah di depan matanya, siap untuk dinikmati namun suaminya lebih memilih untuk melindunginya. Menakan keinginannya dan tidak egois.
Lora tersenyum, "Terima kasih, sayang. Kau mau mengerti aku." kata Lora senang.
Alexias kembali mencium puncak kepala istrinya, "Jangan ragu untuk menolak, sayang. Aku menyayangimu dan aku tak ingin melukaimu. Kita hanya boleh bermain sampai batas. Jangan sampai kau sakit gara-gara keinginan konyolku. Ok," jelas Alexias.
Lora mengangguk, "Ya, aku mengerti. Aku percaya padamu," jawab Lora.
Penasaran dengan sesuatu, Lora akhinya memberanikan diri bertanya. Ia melepas pelukannya dan menatap Alexis yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Kau sungguh-sungguh tidak pernah menyentuh wanita lain selain aku? sebelum atau sedudah bersamaku saat itu?" tanya Lora tiba-tiba.
"Hm, dia bertanya hal yang sudah kupastikan. Apa, lebih baik ku goda saja, ya?" batin Alexias.
Alexias diam seaaat lalu mengangguk, "Ya, tentu pernah." jawabnya, ia ingin menggoda Lora.
Lora mengernyitkan dahi, "Sejauh apa kalian?" tanya Lora lagi semakin penasaran.
Alexias mengernyitkan dahi, "Apa maksudnya sejauh apa? tunggu, wanita ini tidak berpikir jauh ke sana, kan?" batin Alexias berpikir.
Lora terlihat kesal, Alexias pun tersenyum melihat ekspresi wajah lucu istrinya itu. Alexias pun mengusap wajah Lora dengan sentuhan lembut.
"Kau ini jangan berlebihan. Aku tentu pernah menyentuh wanita, mereka adalah Mama dan saudariku. Kau pikir siapa, huh?" jawab Alexias jujur.
"Oh, aku kira wanita lain. Kau kan tidak bilang siapa." sungut Lora. Ia merasa bersalah karena sudah berburuk sangka.
"Kau juga tidak bertanya siapa, kan? Kau hanya bertanya sejauh apa." jawab Alexias membalikkan kata-kata Lora.
Lora terlihat murung, ia merasa malu juga sedikit kesal dikerjai oleh Alexias. Melihat istrinya yang murung Alexias menjadi tidak tega untuk menggodai lebih jauh lagi.
"Hei, kau kesal?" tanya Axel menadahkan wajah Lora sehingga mata keduanya saling bertatapan.
Lora menggelang, "Tidak apa," jawab Lora yang hendak pergi beranjak dari tempat tidur.
Alexias memeluk Lora dari belakang, berhasil menghentikan pergerakan Lora untuk pergi meninggalkan tempat tidur. Alexias tidak mau Lora pergi meninggalkannya.
"Maaf," bisik Alexias. Alexias mengeratkan pelukannya, "Maafkan aku, sayang." kata Alexias lagi.
Mata Lora melebar, "Untuk apa minta maaf?" tanya Lora bingung.
"Maaf membuatmu kesal, dan tolong jangan pergi ke mana-mana." pinta Alexias.
Lora melapaskan tangan Alexias, ia berbalik dan menatap dalam mata Alexias. Rowena meraba wajah suaminya itu lalu, tersenyum. Lora tidak tega melihat suaminy yang memelas dan memohon seperti itu.
"Oh, aku kira kau mau pindah kamar karena kau kesal padaku. Maaf sayang," kata Alexias yang ternyata sudah salah paham.
Lora tersenyum, "Tidurlah, aku tidak akan ke mana-mana." kata Lora.
"Sungguh?" ALexias bertanya penuh keyakinan.
"Sungguh. Aku tidak akan ke mana-mana. Percaya padaku," jawab Lora menyakinkan.
Lora berpikir sejenak, ia melihat tempat tidur lalu melihat Alexias. Pria di hadapannya begitu keren dan tampan, bentuk tubuh yang sempurna terlihat jelas karena memang ALexias masih belum mengenakan pakaiannya.
"Pakai pakaianmu," pinta Lora.
"Kenapa? aku ingin tidur tanpa pakaian," jawab Alexias sesuaka hati.
"Menyebalkan," gerutu Lora.
"Siapa? aku," sahut Alexias. bertanya.
"Siapa lagi," jawab Lora.
Lora langsung diam tidak bicara apa-apa lagi. Segera ia kembali berbaring di atas tempat tidur dan langsung masuk dalam selimut. Sebenarnya, Lora merasa malu. Ia menutupi wajahnya yang merona dengan selimut. Alexias menyusul Lora, masuk dalam selimut dan berbaring di samping Lora. Mereka pada akhirnya tidur dengan mengenakan selimut yang sama.
***
Mentari bersinar, hari sudah kembali pagi. Lora terbangun, ia membuka matanya perlahan dan mendapati sosok suaminya masih terlelap tidur di sisinya.
Senyuman manis mekar dari bibir Lora. Lora menyelisikan tangannya mengikuti bentuk paras tampan Axel. Alis hitam tebal, hidung yang mancung, bulu mata yang lentik, juga rahang kokoh membuat Axel terlihat sebagai sosok pria dewasa yang sempurna di mata Lora.
__ADS_1
Perlahan Lora mendekat, ia mencium kilas bibir Alexias lalu, berbisik membangunkan Alexias yang masih tidur.
"Selamat pagi," bisik Lora, "Ayo bangun, kau harus bekerja hari ini," bisik Lora lagi.
"Aku libur," Jawab Alexias.
Alsxias bergerak, ia membuka matanya dengan perlahan. Dilihatnya Lora yang ada di hadapannya dengan tersenyum cantik dan sudah terbangun dari tidur.
"Kau sudah bangun," sapa Lora tesenyum.
"Pagi juga, sayang." sapa Alexias membalas senyuman Lora.
Lora tertegun, "Pria ini memang sangat berbahaya dan menggoda." batin Lora.
Alexias memeluk Lora, tidak lama kemudian melapas pelukannya, lalu mencium kening Lora lembut. Ia mendekatkan hidungnya ke hidung Lora. Alexias bisa merasakan napas hangat Lora. Kedua pasang mata lekat saling memandang, Alexias dan Lora pun saling berciuman.
Ciuman yang lembut memercikkan gairah keduannya, ciuman itu berubah menjadi ciuman yang panas. Asik berciuman mesra, Alexias dan Lora diganggu oleh ponsel Alexias yang berdering di atas nakas.
Keduanya terkejut dan saling melepas ciuman. Alexias tersenyum, mengusap kepala Lora dan langsung bangun dari tidurnya, untuk menerima panggilan diponselnya. Lora sedikit kecewa, ciumannya berakhir begitu saja. Namun, ia merasa malu juga senang, ia mendapatkan ciuman selamat pagi yang begitu manis dari suaminya.
Alexias meninggalkan tempat tidurnya, ia terlihat serius berbincang di telepon. Alexias pergi ke teras kamarnya untuk menghirup udara segar. Saat berdiri di teras, ia memalingkan wajah menatap Lora, Alexias tersenyum ke arah Lora.
Deg ... deg ... deg ...
Jantung Lora berdebar melihat senyuman suaminya.
"Tampan sekali," batin Lora merona.
Lora membalas senyuman Alexias. Diam-diam ia menikmati tubuh Alexias yang terlihat semakin menggoda karena terpaan sinar matahari pagi. Tidak tahan, Lora pun segera menyusul turun dari tempat tidur dan langsung memeluk suaminya itu dari belakang. Lora mengusap perut berotot suaminya lalu, menyembunyikan wajahnya di punggung Alexias.
Alexias masih berbincang. Ia memegang ponsel dekat di telinga kirinya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya memegang dan mengusap lembut tangan istrinya yang melingkar di perutnya.
(Percakapan di telepon)
"Kapan jadwal luangku?" tanya Axel pada asisten pribadinya, Ezra.
"Minggu depan, Tuan." jawab Ezra.
"Ok. Aku akan ambil libur saat itu. ada hal yang harus aku kerjakan," kata Alexias.
"Baik, Tuan. Sesuai permintaan Anda," Jawab Ezra.
"Aku rasa itu saja. Kau masuk kerja, kan?" tanya Alexias.
"Ya, Tuan. Jika tidak ada hal lain lagi, Saya akan akhiri panggilan pagi ini, terima kasih." pamit Ezra.
"Hm," jawab Alexias bergumam.
Ezra menutup panggilan, Alexias kembali berfokus pada Lora. Ia merasakan, Lora masih erat memeluknya.
"Ayo masak," ajak Alexias. Semalam kan kita tidak jadi memasak bersama dan makan malam.
Lora menggelengkan kepalanya juga mengeratkan pelukannya, "Sebentar lagi. Aku masih ingin seperti ini," rengek Lora manja.
Alexias tersenyum tipis, ia merasa risih namun juga merasa gemas karena Lora semakin berani mendominasinya dan bersikap manja padanya. Alexias melapas pelukan Lora, ia berbalik dan meraba wajah Lora. Dikecupnya lembut kening dan hidung Lora. Lalu, kecupannya mendarat di bibir ranum Lora. Cukup lama keduanya berciuman, akhrinya ciuman pun terlepas. Merasa malu, Lora segera berbalik dan menutup mukanya. Alexias pun memeluk Lora dari belakang. Tangan kekar Alexias melingkar erat di perut Lora.
"Apa kau sedang malu?" bisik Alexias ke telinga Lora.
"Apa maksdunya ini?" gerutu Lora, merasa dirugikan.
"Tidak ada maksud apa-apa. Hanya saja aku merasa lelah, sangat lelah. Aku butuh punggungmu untuk bersandar," jawab Alexias, yang menyembunyikan wajahnya di punggung Lora, meski ia harus kesulitan membungkukan badannya.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan Alexias, Lora hanya bisa tersenyum cantik, dengan wajah yang masih merona. Ia diam, membiarkan Alexias melakukan apa yang diinginkan. Ia tidak keberatan jika hanya meminjamkan punggung. Jika diperlukan, ia akan pinjamkan semua yang ia punya pada suaminya itu.
*****