Three Musketeers Mama

Three Musketeers Mama
TMM 37. Pertemuan Keluarga (2)


__ADS_3

Jeremy dan Erlisa sampai di restorant. Mereka bergabung dengan Agatha dan keluarga angkat Lora. Agatha secara terbuka langsung memperkenalkan kelaurga Lora kepada keluarganya. Jeremy dan Erlisa sempat bingung, mereka tidak tahu apa maksud dan tujuan putrinya itu.


"Pa, Ma. Perkenalkan, Beliau Paman Mattew, Bibi Rosella dan Nenek Magdalena. Mereka bergita merupakan keluarga angkat dari Flora. Flora itu, wanita yang disukai Alexias. Ah, bagaimana, ya. Sebenarnya ada sesuatu hal yang ingin kujelaskan lagi. Umh ... " Agatha menjeda ucapannya.


"Ada apa, Agatha? tidak apa, katakan saja." sahut Erlisa penasaran.


"Itu, sebenarnya ... enam tahun lalu. Ada sesuatu yang terjadi antara Alexias dan Lora. Mereka terlibat suatu hubungan satu malam. Lora yang dijebak sepupunya dan mantan tunangannya bertemu Alexias. Mereka lalu menghabiskan malam bersama. Saat sadar, Lora pergi meninggalkam Alexias seorang diri di Hotel. Dan di hari yang sama Lora di putuskan hubungan oleh tunangannya dan diusir karena dianggap mencemarkan nama baik keluarga. Tidak hanya sampai di situ, saat Lora ingin menejlaskan apa yang terjadi pada mantan tunanganya. Ia mendapati mantan tunangannya itu berselingkuh dengan sepupunya. Karena sdh diusir dan tidak punya tempat tinggal, akhirnya Lora memutuskan pergi ke luar negeri. Di sini dia tinggal teman semasa sekolahnya. Seminggu bekerja, ia mendapati jika dia hamil. Lora memiliki tiga anak kembar perempuan, saat ini berusia lima tahun." panjang lebar Agatha menjelaskan pada Papa dan Mamanya.


Jeremy dan Erlisa saling memandang heran. Mereka tidak sangka jika putranya akan terlibat suatu hubungan yang rumit. Alexias tidak pernah menceritakan apapun, jadi mereka sedikit kaget saat dengar cerita dari Agatha.


"Aku tahu Papa dan Mama bingung. Tapi, inilah yang terjadi. Papa dan Mama bisa minta penjelasan lebih detailnya nanti saat bertemu Alex dan Lora." kata Agatha menatap Papa dan Mamanya.


"Lalu, beliau-beliau ini adalah kelaurga angkat Lora?" tanya Erlisa.


"Benar, Nyonya. Saya Rosella Louis , Ibu angkat Lora. Senang bertemu Anda berdua, Tuan dan Nyonya Owen." jawab Rosella tersenyum.


"Saya Erlisa Owen. Senang juga bertemu Anda sekalian. Maaf, saya dan suami saya baru tiba di sini berniat menemui anak-anak kami. Tidak disangka, kami akan mendapatkan kejutan seperti ini." kata Erlisa.


"Lora itu wanita yang baik dan rajin. Meski dia sudah kami angkat sebagai anak, dia tidak mau menyalagunakan kekuasaan yang saya berikan di kantor atau memakai uang yang saya berikan untuk keperluan pribadi. Jujur saja, saya sedih saat awal pertama dia menceritakan kisah hidupnya. Bagaimana dia perlakukan tidak adil oleh keluarga kandungnya, sampai diusir dari rumah. Kami sangat menyayangi Lora seperti putri kandung kami sendiri. Saya harap Tuan dan Nyonya, berkenan menilai sikap, prilaku dan tutur katanya lebih dulu sebelum menolak atau menentang hubungan keduanya. Mengingat ada tiga anak di antara putra Anda berdua dengan Lora. Bukankah antar anak dan orang tua tidak berbekas?" jelas Mattew dengan tenang. Ia yakin penjelasannya akan diterim baik oleh dua orang di hadapannya.


"Begini, Tuan Louis. Anda salah paham jika menduga saya akan langsung menolak hubungan mereka atau mengekang. Kami selalu menomor satukan kebahagiaan dan kenyamanan putra dan putri kami. Kami tidak akan pernah melarang mereka jatuh hati dan menikahi pasangan mereka. Jika memang Alex menyuaki Lora, kenapa tidak kami coba beri kesempatan. Lagipula, di antara mereka sudah ada tiga anak. Soal menilai, saya akan percaya sepenuhnya pada penilaian Anda. Saya juga seorang Ayah, saya juga punya putri. Saya tahu benar perasaan Anda saat menceritakan Lora pada Kami." Jeremy juga menjelaskan isi pikirannya. Ia tidak ingin ada salah paham.


"Benar apa kata suami saya, Tuan. Anda tidak perlu khawatir," sambung Erlisa tersenyum.


"Syukurlah jika seperti itu. Saya lega mendengarnya. Maafkan saja, bukan maksud hati mencurigai. Namun, saya hanya bersaha menjelaskan saja." kata Mattew.


"Maaf menyela para orang tua. Jadi, kesimpulannya pihak kedua keluarga setuju dengan hubungan Alex dan Lora, kan? tidak ada masalah sampai di tahap ini? karena setelah ini, kita akan bersama-sama menemui mereka." kata Agatha.

__ADS_1


"Tidak ada masalah, Nak. Papa dan Mama setuju," kata Erlisa.


"Kami sekeluarga juga demikian," jawab Mattew.


Agatha menarik napas dalam lalu mengembuskan napas perlahan. Ia merasa lega, rencananya mempersatukan Alex dan Lora berjalan lancar. Restu kedua belah pihak keluarga sudah didapatkan.


***


Lora selesai mandi dan berganti pakaian. Begitu juga Alexias. Karena ada rapat, Alexias ingin pergi lebih awal ke kantor. Namun, sebelum pergi bekerja, ia menyempatkan diri menyuapi anak-anaknya sarapan.


"Hannah mengirim ini dan langsung pergi tadi." kata Alexias.


"Oh, dia pasti akan mengecek stok bahan di kedainya. Jadi terburu-buru pergi. Kenapa kau tidak bangunan aku, Lex. Gara-gara aku kesiangan bangun, jadi kau yang menyiapkan anak-anak untuk sekolah." Lora menyuapi Odellia bubur.


"Tidak apa-apa. Kau kan lelah, mana mungkin aku tega membangunkanmu. Oriana dan Olesia akan berangkat denganku. Kau bisa berangkat kerja setelah Agatha datang. Aku sudah mengirimnya pesan," kata Alex.


"Apa dia tidak sibuk?" tanya Lora.


Klekkk ...


Pintu ruangan terbuka. Agatha tiba-tiba masuk dan mengejek Alexias.


"Enak saja. Siapa yang kau sebut pengangguran? aku sibuk, Tuan Owen." sahut Agatha.


"Hai, Aga ... " sapa Lora, ia terdiam karena kaget melihat keluarga angkat dan dua orang asing ikut masuk dalam ruangan.


"Mama, Papa ... " panggil Alexias, melihat Papa dan Mamanya.

__ADS_1


Erlisa menghampiri Alexias,."Alex, kau baik-baik saja? Mama sudah dengar semuanya, Agatha mengatakan jika ada orang dalam yang ingin mencelakaimu." Erlisa tampak cemas dan khawatir.


Alexias menatap Erlisa, "Ma, aku baik-baik saja. Untung ada anak-anak yang menyelamatkanku. Jadi, aku tertolong oleh mereka." jawab Alexias.


Erlisa melihat Oriana dan Olesia, lalu melihat Odellia. Ia tersenyum lebar.


"Apa anak-anak ini yang kau maksud, Agatha?" tanya Erlisa.


Agatha menganggukkan kepala, "Ya, Ma. Dan itu Lora. Lora, kenalkan dirimu. Beliau Mamaku dan Alex. Ini Papa kami," Agatha merangkul Papanya, memperkenalkan keluarganya kepada Lora.


Lora tersenyum, "Hallo, Paman, Bibi." sapa Lora.


"Hallo, Lora. Kau cantk," puji Erlisa tersenyum.


"Ya, Hallo juga." Sapa balik Jeremy.


"Lex, ini adalah keluarga Louis. Keluarga angkat Lora. Kau juga harus perkenalkan dirimu pada beliau bertiga." Agatha meminta saudaranya memperkenalkan diri.


"Oh, Hallo, Paman, Bibi, Ne-nenek. Saya Alexias Owen," kata Alexias memperkenalkan diri.


"Ya, Nak. Senang bertemu denganmu. Aku Mattew Louis. Ini istriku, Rosella. Dan ini Nenek Lora, Magdalena." Mattew langsung memperkenalkan istri dan Mamanya pada Alexias.


Lora tampak kebingungan, begitu juga Alexias. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa tiba-tiba para orang tua berkumpul.


"Kalian pasti bingung, kan? santai saja dan jangan tegang. Aku akan ceritakan pada kalian berdua. Jadi ... " Agatha


Mulai bercerita.

__ADS_1


Lora dan Alexias mendengar dengan seksama cerita Agatha. Tanpa kurang atau lebih, Agatha menceritakan semuanya. Awal pertemuannya dengan keluarga Lora, lalu kedatangan Papa dan Mamanya sampai akhirnya berakhir dengan sarapan bersama. Agatha juga mengatakan jika kedua belah pihak keluarga sudah tahu yang sebenarnya tentang Alexias dan Lora.


*****


__ADS_2