
Pesta ulang tahun diselenggarakan. Banyak tamu undangan yang hadir. Si kembar tiga, tambak lucu dan menggemaskan dengan gaun berwarna peach. Ketiganya tersenyum cantik menyabut para tamu yang datang dan memberikan ucapan selamat pada mereka.
Alexis dan Lora mendampingi ketiganya putri mereka. Keduanya tampak tampan dan cantik dengan menggunakan warna pakaian senada.
"Wah ...kukira semua orang sibuk. ternyata tidak. Pesta kali ini begitu meriah." kata Alexias.
"Ya, tentu saja. Ini kan kali pertama kau menggelar pesta untuk anak-anak. Semua yang datang, pasti penasaran dengan si kembar. Bukankah, dengan datang dan mengucapkan selamat, mereka semua secara tidak langsung akan mendekat? ah, maksudku soal bisnis." jawab Lora.
"Wah-wah. Kau memang yang terbaik, sayang. Aku suka caramu berpikir." puji Alexias. Ia tidak sangka istrinya yang cantik akan berpikir jauh demikian.
"Luar biasa. Aku bahkan belum sampai terpikirkan untuk itu. Tapi, dia sudah memikirkannya." batin Alexias.
Benar saja apa yang dikatakan Lora. Satu per satu tamu yang datang mencoba mendekati Alexias. Dengan berbagai macam alasan, mereka ingin mendapatkan perhatian Alexias.
"Hallo, Tuan. Hallo, Nyonya." sapa sesreorang. Ia menatap si kembar tiga dan mengucapkan selamat ulang tahun. "Hallo, Nona-nona yang cantik. Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur dan selalu. diberi kesehatan juga kebahagiaan." ucapnya yang lalu, tersenyum.
"Terima kasih, Pama." jawab Oriana.
"Terima kasih," jawab Olesia.
"Terima kasih banyak, Paman." jawab Odelia tersenyum.
Seseorang itu memalingkan pandangan menatap seseorang dibelakangnya. Ia menatap seakan sedang memberi perintah. Seseorang yang ada dibelakangnya langsung sigap. Tiga buah boneka berukuran besar sudah disiapkan dan langsung diberikan pada si kembar tiga.
"Ini untuk Nona-nona cantik yang menggemaskan. Sekali lagi, selamat ulang tahun." kata sesorang itu.
"Terima kasih, Tuan Laurent. Anda sudah berkenan datang ke pesta anak-anak saya." ucap Alexias.
James Laurent, adalah salah satu rekan bisnis Alexias. Sudah sejak lama sekali hubungan kerjasama di antara keduanya terjalin. Semenjak Papa dari masing-masing masih menjabat sebagai CEO di perusahaan.
"Ah, bukan apa-apa Tuan Owen. Saya senang, bisa datang dan melihat Anak-anak Anda yang cantik. Juga, melihat Nyonya Owen." kata James.
"Senang bertemu Anda, Tuan. Saya Flora Owen." salam kenal dari Lora untuk James.
"Salam kenal, Nyonya Owen. Saya James Laurent. Saya juga senang bertemu dan melihat Anda." jawab James.
__ADS_1
"Silakan menikmati pesta kami, Tuan. Katakan saja jika ada sesuatu yang kurang. Kami akan berusaha sebaik-baiknya menjamu Anda." kata Lora sopan dan ramah.
"Saya rasa itu tidak perlu, Nyonya. Berjumpa dan berbincang dengan kalian berdua saja, saya sudah senang. Maaf, jika saya datang seorang diri. Anak saya sedang kurang sehat dan istri saya sibuk menjaganya." jelas James.
Oh, kasihan sekali. Apakah sudah berkunjung ke dokter? sakit apa, Tuan?" tanya Lora merasa kasihan.
"Hanya demam biasa, karena flu. Mungkin terlau banyak bermain di air. Ya, anak-anak kan selalu lupa waktu jika bermain." jelas James lagi.
"Ah, benar juga. Kadang saya khawatir, jika ketiga anak saya terlalu aktif bermain dan kelelahan. Tapi, jika dicegah untuk menyudahi, rasanya juga kasihan. Karena mereka masih kecil dan bermain adalah hal biasa bagi anak-anak seusia mereka." kata Lora menanggapi.
"Anda benar, Nyonya. Hahaha … anak-anak memang terkadang lebih sulit dihadapi dibandingkan berkas dokumen dan rapat bulanan." kata Jemes.
"Ah, Anda bisa saja. Oh, maaf. Saya ingat sesuatu yang penting. Saya pamit undur diri lebih dulu." kata Lora. Ia lantas berbisik pada Alexias, "Sayang, maaf. Aku lupa sesuatu. Aku tinggal dulu. Kau tolong awasi anak-anak, ya." pinta Lora.
"Oh, ok. Pergilah. Hati-hati, sayang." kata Alexias tersenyum menatap Lora.
Lora menganggukkan kepala membalas senyuman suaminy. Ia lantas menatap James dan menganggukkan kepala lagi, sebagai ucapan salam perpisahan. Lora pun pergi, ia meninggalkan Alexias, si kembar tiga dan James.
***
Seseorang datang, "Hallo, maaf aku terlambat." kata seseorang, yaitu Kang ShinWon.
"Hei, ShinWon. Akhirnya kau datang." kata Olesia senang.
"Selamat ulang tahun, Oriana, Olesia dan Odellia. Semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan." ucap Kang ShinWon, mendoakan.
Lalu, Kang ShinWon memberikan masing-masing dari si kembar sebuah kotak. Di kotak, sudah tertera nama si penerima dan ucapan selamat.
"Terima kasih," kata Oriana. Menerima hadiah dan ucapan dari Kang ShinWon.
"Wah, terima kasih." ucap Odellia senang.
"Terima kasih hadiahnya, ShinWon. Duduklah, ayo makan cemilan bersama kami." ajak Olesia.
Mendapat tawaran dari Olesia, Kang ShinWon merasa senang. Namun, saat itu ternyata dia sedang diet. Dia tidak mau makan, tetapi enggan untuk menolak.
__ADS_1
"Umh … " gumam Kang ShinWon.
Olesia mengernyitkan dahinya, "Kau kenapa? Umh, umh, umh. Umh, apa?" tanya Olesia menatap tajam arah ShinWon.
"Lesi, jangan menakuti ShinWon. Kau itu selalu begitu." kata Oriana.
"Kau juga menakutiku," sahut seseorang yang baru datang. Seseorang itu berdiri tepat di belakang Oriana.
"Kau baru datang rupanya," gumam Oriana.
Christopher meyapa Olesia dan Odellia dengan senyuman. "Hallo, Lesi, Lia. Apa kabar kalian?" tanya Christopher dengan senyum yang mengembang.
"Kakak, hallo … sudah lama, ya. Kita tidak bertemu." sapa Odellia senang.
"Kakak kenapa terlambat? apa sedanga ada pekerjaan?" tanya Olesia.
"Ah, iya. Aku harus mencari sesuatu dulu tadi. Karena aku ingin memberikan yang istimewa untuk Adik-adikku yang cantik dan imut." Chirstopher menjelaskan alasan kedatangannya pada si kembar tiga. Olesia dan Odellia mendengar dengan serius, sedangkan Oriana bersikap acuh tak acuh.
Christopher memberikan hadiah istimewa. Ia memberikan Oriana, Olesia dan Odellia hadiah yang berbeda. Ia menyesuaikan dengan kebiasaan dan kegemaran masing-masing si kembar.
Tidak lama, datanglah Peter. Ia membawa tiga buket bunga lengkap dengan kartu ucapan. Peter lalu, memberikan ucapan selamat dan menyerahkan buket bunga yang berbeda-beda pada si kembar tiga.
Peter memberikan mawar merah untuk Odellia, "Hai, Lia. Selamat ulang tahun, ya." ucap Peter bersuara lembut.
"Woah, kau sungguh datang. Terima kasih, Pete." Odellia bersorak gembira dengan kedatangan Peter. Ia menerima buket bunga pemberian Peter dan memeluknya erat.
Peter tersenyum, "Kau suka? hadiah yang lain sudah kutitipkan pada pelayam tadi. Kuharap kau suka dengan bunga dan hadiah yang kuberikan, Lia. Maaf, aku tidak bisa memberikan lebih." kata Peter sedikit murung.
Odellia menggelengkan kepala, "Tidak, Pete. Bukan salahmu. Kau datang saja aku sudah senang. Kau sudab bawakan bunga kesukaanku, juga hadiah. Ini ulang tahunku yang luar biasa. Terima kasih," Odellia tampak begitu senang.
"Ya, sama-sama." jawab Peter.
Peter juga mendapatkan ucapan terima kasih dari Oriana dan Olesia. Kang ShinWon, Christopher, dan Peter akhirnya ikut bergabung di meja si kembar tiga. Mereka menikmati cemilan yang sudah tersaji di atas meja.
*****
__ADS_1