Three Musketeers Mama

Three Musketeers Mama
TMM 91. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (2)


__ADS_3

Kang ShinWon mengucapkan salam perpisahan pada si kembar tiga. Karena ia harus segera pulang dan bersiap untuk pergi ke negara kelahirannya. Oriana dan Odellia memang tidak begitu mengenal dan dekat dengan Kang ShinWon, tetapi sebagai teman sekelas mereka juga merasa sedih ditinggalkan.


" ... Hei, kenapa kalian menangis? aku kan tidak akan pergi berperang. Aku hanya pulang ke negera asalku saja." kata Kang ShinWon tersenyum tipis.


"Ya, baiklah. Kami tidak akan sedih. Kau baik-baik di sana, ya. Jika mungkin, apa kau mau datang ke sini lagi? kau bisa datang kapan saja untuk menemui kami. Kita kan teman." kata Odellia.


"Pasti. Aku akan datang untuk melihat kalian semua. Sudah dulu, ya. Supirku sepertinya sudah datang." Kang ShinWon berpamitan. Ia melihat ke arah Olesia, "Kau mau mengantarku sampai ke mobil? ada sesuatu yang ingin kukatakan." pinta Kang ShinWon. Ia berharap Olesia mau ikut pergi dengannya.


Olesia menatap ke arah dua saudarinya yang lain. Oriana dan Odellia hanya diam melihat. Olesia pun memutuskan untuk pergi mengantar Kang ShinWon sampai di parkiran.


"Pergilah, Lesi. Temani Kang ShinWon." kata Oriana.


Olesia menganggukkan kepala, "Ya, aku antar ShinWon dulu. Jika Papi atau Mami mencari bilang saja aku pergi mengantar ShinWon ke parkiran. Ok." kata Olesia.


"Apa perlu kuantar juga?" tawar Christopher.


Olesia menggelengkan kepalanya, "Tidak, kan. Parkiran kan tidak jauh dari sini. Kakak di sini saja. Temani Oriana dan Odellia." jawab Olesia.


"Oh, ok. Hati-hati, ya. Cepat kembali." kata Christopher.


"Ya, Kak." jawab Olesia. Ia menggandeng tangan Kang ShinWon, "Ayo," ajaknya.


Kang ShinWon dan Olesia pun pergi. Di jalan, keduanya hanya saling diam. Sampai akhirnya Olesia bersuara, memecah keheningan.


"Kapan kau pergi?" tanya Olesia.


"Besok pagi," jawab Kang ShinWon.


"Kau ... tidak akan kembali ke sini lagi?" tanya Olesia lagi.


Kang ShinWon menggelengkan kepalanya, "Entahlah. Aku tidak yakin soal itu. Mungkin jika Bibiku rindu padaku, aku akan datang ke sini. Jika aku tidak datang, kau datanglah temui aku ke Korea. Kau bisa sekalian jalan-jalan." kata Kang ShinWon.


"Begitukah? Hmm, akan kupikirkan nanti." jawab Olesia.


"Lesi ... " panggil Kang ShinWon.


"Ya?" jawab Olesia menatap Kang ShinWon.


"Kuharap kau tidak melupakanku. Terima kasih untuk semua yang sudah kau berikan. Aku sangat senang, bisa berteman denganmu." Kang ShinWon terlihat sedih.

__ADS_1


Olesia tersenyum, "Tenang saja. Aku tidak akan melupakanmu. Mungkin kaulah yang akan lupa padaku." kata Olesia murung.


"Tidak mungkin. Itu tidak mungkin terjadi." jawab Kang ShinWon.


"Seyakin itu kau menjawab, Kang ShinWon. Apa yang membuatmu yakin kau tidak akan melupakanku?" tanya Olesia.


"Hm, apa, ya. Mungkin suaramu." jawab Kang ShinWon.


"Su-suaraku? kenapa dengan suaraku?" tanya Olesia bingung.


"Entah kau sadar atau tidak. Dari dua saudarimu, menurutku suaramulah yang paling indah. Aku bukan mengejekmu, Lesi. Jadi, jangan marah." kata Kang ShinWon takut-takut.


Olesia tertawa, "Hahaha ..." Ia lalu menepuk bahu Kang ShinWon, "Kau ini. Untuk apa aku marah? aku memang pemarah, tetapi aku tidak punya alasan marah pada ucapanmu. Mana bisa juga aku marah padamu. Kau itu lucu dan menggemaskan." kata Olesia.


Wajah Kang ShinWon merona, "Apa katanya? lu-lucu? meng-menggemaskan? dia mengira aku hewan peliharaan, ya. Bagaimana bisa dia bicara seperti itu padaku." batin Kang ShinWon.


"Apa aku seperti itu? kau pikir aku apa?" gumam Kang ShinWon.


"Ah, apa kau marah? maaf, ShinWon. Aku tidak bermaksud mengejekmu." kata Olesia panik.


"Ah, bagaimana, ini. Apa dia tersinggung? apa dia mengira aku mengejeknya karena dia gemuk?" batin Olesia.


Kang ShinWon menghentikan langakah, "Lesi, tunggu." katanya memegang tangan Olesia.


"A-aku mau berikan sesuatu." kata Kang ShinWon.


Olesia menatap Kang ShinWon heran, "Apa?apa yang mau kauberikan?" tanya Olesia.


Kang ShinWon merogoh kantung celananya. Ia mengeluarkan sesuatu dan menggenggamnya erat. Ia terlihat ragu, takut jika Olesia tidak akan suka dengn apa yang akan ia berikan.


Melihat Kang ShinWon yang ragu-ragu, Olesia pun mendesak Kang ShinWon segera memberitahu apa yang digenggam Kang ShinWon.


"Apa yang kau genggam? cepat perlihatkan." desak Olesia.


"Umh ... itu ... " gumam Kang ShinWon.


"Itu, itu, itu. Itu apa ShinWon. Sini, biar kulihat." kata Olesia. Ia lalu memegang tangan Kang ShinWon dan membuka paksa genggaman tangan Kang ShinWon.


Begitu genggaman terbuka, Olesia melihat sebuah jepit rambut dengan hiasan kupu-kupu kecil. Jepit rambut itu ada sepasang, terlihat lucu dan indah.

__ADS_1


"Woahh ... apa ini? cantik sekali," kata Olesia.


"Ini untukmu, hadiah istimewa dariku. Tolong simpan dengan baik, ya." kata Kang ShinWon.


"kupu-kupunya kecil jadi, terlihat lucu. Terima kasih, ya." kata Olesia.


"Mau kupasangkan?" tanya Kamg ShinWon.


"Boleh, padang sejajar saja di tempat yang sama." jawab Olesia.


Kang ShinWon lalu memasangkan jepit kupu-kupu pemberiannya di rambut Olesia. Senyum lebar menghiasi bibir Kang ShinWon. Ia lalu, memuji kecantikan Olesia.


"Cantik ... " puji Kang ShinWon.


Mendengar pujian Kang ShinWon, Olesia menjadi malu. Wajahnya merona. Dengan suara bergumam, Olesia mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih, ShinWon. Aku akan simpan ini baik-baik." gumam Olesia.


"Ya, sama-sama. Ah, itu mobilku. Kita hampir sampai," kata Kang ShinWon menunjuk mobil hitam tidak jauh dari pandangannya.


"Oh, ok. Ayo," kata Olesia.


Mereka pun kembali berjalan, mendekati mobil yang sedang berhenti di parkiran. Seseorang keluar dari dalam mobil, seseorang itu tidak lain adalah supir. Supir membuka pintu mobil bagian belakang lalu, mempersilakan Tuan Mudanya untuk masuk ke dalam mobil.


Melihat pintu mobil sudah terbuka, Ia pun segera berpamitan pada Olesia. Selesai berpamitan, ia langsung pergi meninggalkan Olesia dan masuk ke dalam mobilnya.


Di dalam mobil, Kang Shinwon melambai. Olesia membalas lambaian Kang ShinWon. Tiba-tiba Olesia merasa sedih. Tanpa ia sadari, air matanya jatuh menetes. Olesia berbalik dan buru-buru menyeka air matanya lalu, ia berbalik lagi untuk melihat kepergian Kang ShinWon. Banar saja, mobil Kang ShinWon melaju perlahan dan pergi meninggalkan Olesia.


"Selamat jalan, Kang ShinWon. Semoga kita bisa bertemu lagi." batin Olesia.


Di dalam mobil, Kang ShinWon juga merasa sedih. Ia terus lekat menatap Olesia yang menatapnya.


"maaf, aku tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih. Senang mengenal dan menjadi temanmu. Sampai jumpa lagi, Olesia. Aku pasti akan mengingatmu, sampai kapanpun itu." batin Kang ShinWon.


Air mata yang tertahan pun akhirnya meluap. Perlahan mobil yang ditumpanginya melaju. Ia semakin jauh dari Olesia.


Kang ShinWon dan mobilnya sudah tidak terlihat lagi. Olesia tampak murung. Ia berbalik dan melangkah pergi meninggalkan parkiran menuju tempat semula di mana saudari-saudarinya, Christopher dan Peter berada. Meski sedih, Olesia mencoba tetap tenang.


Kang ShinWon bukan anak jahat dan nakal seperti temannya yang lain. Bagi Olesia, Kang ShinWon adalah anak yang pendiam dan mudah tertindas. Itulah mengapa ia selalu maju untuk membantu dan melawan anak-anak yang menjahati Kang ShinWon.

__ADS_1


Di sisi lain. Ia merasa senang, ia mendapatkan hadiah istimewa dari Kang ShinWon.


*****


__ADS_2