
"Aaaaaaaaa ...."
Suara teriakan terdengar oleh Alexias dan Lora. Alexias kaget, suara teriakan itu terdengar tidak asing di telinganya.
"Agatha ... " kata Alexias.
"Apa, Agatha?" Lora kaget, saat mendengar ucapan Alexias. "Apa yang terjadi, sayang? ayo, cepat." kata Lora.
"Ya," sahut Alexias.
Keduanya langsung berlari bersama-sama menuju arah suara. Jantung Lora berdegup kencang. Perasaanya tidak tenang memikirkan anak-anaknya. Hal sama juga dirasakan Alexias. dadanya terasa penuh sesak seperti ingin meledak.
***
Lora dan Alexias tiba di tempat, di mana Agatha berada. Ternyata Agatha sudah ditemukan pingsan. Sedangkan si kembar tiga tidak ada. Christopher yang baru saja tiba menolong Agatha. Ia tidak tahu akan ada kejadian buruk dan di saat kejadian, ia sedang pergi ke kamar mandi.
Peter juga kebetulan tidak ada di samping si kembar. Peter dipanggil oleh Martha karena Martha membutuhkan bantuannya. Dengan perginya Christopher dan Peter, tersisa Agatha dan si kembar tiga saja. Dan sekarang hanya ada Agatha yang terkulai tidak sadarkan diri.
"Bibi ... " panggil Christopher.
"Bi, tolong bangun, Bi. Bibi ... " panggil Christopher lagi. Ia panik, mendapati Agatha tidak sadarkan diri.
"Apa yang terjadi, Chris?" tanya Alexias yang baru saja datang.
"Paman, Bibi." Christopher menatap bergantian Lora dan Alexias. Ia lalu, menceritakan apa yang terjadi menurut apa yang ia lihat. " ... begitulah, Paman, Bibi. Maaf, aku tidak tahu akan ada hal seperti ini." kata Christopher sedih.
Lora terkejut, "Jangan-jangan ... orang yang tadi? Ahhhh ... " Lora tampak menyesal. Jika saja ia tahu pria yang bertabrakan dengannya akan berbuat jahat, ia pasti sudah menyerangnya lebih dulu.
Alexias cemas dan gelisah. Ia memikirkan di mana putri-putrinya berada juga saudarinya yang tidak sadarkan diri. Ia lantas memanggil pelayan untuk di panggilkan ambulan dan pihak keamanan.
Tidak beberapa lama bantuan datang, pelayan membawa seorang tamu yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Keamanan lalu, dikerahkan Alexias untuk mencari ketiga putrinya dengan segara. Alexias dan Ezra bahkan langsung pergi, mereka turun tangan untuk mencari si kembar tiga sendiri.
Suasana pesta tampak kacau. Demi keselamatan dan keamanan, Pesta selesai lebih awal dan para tamu dipersilakan pulang setelah melakukan serangkaian pemeriksaan. Mengingat bintang pesta yang menghilang.
Lora terdiam tidak bicara. Ia merasa takut jika sesuatu hal terjadi pada anak-anaknya. Di saat Lora panik dan cemas, Hannah datang. Sahabat Lora itu langsung mencoba menenangkan Lora.
"Lora, kau dengar aku? hei, Lora ... " panggil Hannah.
"Bagaimana, ini? anak-anakku. Mereka tidak apa-apa, kan. Bagaimana jika terjadi sesuatu, apakah mereka bisa bertahan dan baik-baik saja?" batin Lora dengan pemikirannya yang kacau.
***
Alexias dan Ezra terus mencari si kembar tiga. Tapi, tidak juga ditemukan. Mereka bahkan berkeliling dan menyelisik area tempat pesta diadakan.
"Bagaimana pencarian keamanan? apa ada kabar?" tanya Alexias.
__ADS_1
Ezra menggelengkan kepala, "Tidak ada, Tuan." jawab Ezra.
"Kau kembali saja dulu, Ezra. Tolong jaga istriku," pinta Alexias.
"Tapi, Tuan. Bagaimana dengan Anda?" tanya Ezra, menatap ke arah Alexias.
"Aku akan menyusul nanti. Belum puas rasanya, jika aku tidak menemukan mereka. Kau kembali saja dulu, aku masih akan mencari ketiga putriku," jelas Alexias.
"Baik, Tuan. Tolong Anda berhati-hati," jawab Ezra.
Ezra merasa tidak senang, karena ia disuruh pergi begitu saja. Tapi, ia juga tidak bisa melawan perintah Alexias. Ezra pun pergi meninggalkan Alexias dan kembali ke tempat Lora dan Hannah berada.
***
Lora melihat Ezra dan bertanya tentang Alexias. Ezra menjawab, ia juga menceritakan hasil pencarian yang mereka lalukan. Ezra mengatakan jika hasil pencarian mereka tidak membuahkan hasil.
"Di mana Alexias?" tanya Lora, menatap Ezra.
"Tuan masih mencari keberadaan ketiga Nona, Nyonya." jawab Ezra.
"Apa masih belum ditemukan?" tanya Lora lagi.
Ezra menggelengkan kepalanya perlahan, "Masih belum, Nyonya. Saya dan Tuan menyusuri setiap sudut area pesta. Tapi, Nona-nona belum juga terlihat. Kami juga masih menunggu hasil pencarian dari pihak keamanan. Karena kami masih belum dapat kamar dari mereka." jelas Ezra. Ia tidak mau menutup-nutupi apapun.
"Kenapa kau kembali dan tidak ikut mencari, Ezra?" sahut Hannah bertanya.
Hannah sedih, ia juga tidak bisa membantah ucapan kekasihnya. Tapi, ia juga merasa khawatir. Karena seharusnya mereka sama-sama mencari.
"Tuan memintaku menjaga Nyonya. Jadi, kau juga tolong bantu aku menjaga Nyonya, ok." kata Ezra lagi menjelaskan.
Hannah menganggukkan kepala, "Ya, aku akan bantu. Tanpa kau minta pun aku akan bantu." jawab Hannah.
"Aku tidak apa-apa. Kalian jangan berdebat karenaku. Lebih baik kita juga mencari. Bukankah jika banyak yang mencari semakin bagus?" kata Lora.
"Ya, Nyonya. Kita bisa mencari di area lain." jawab Ezra.
"Ayo, kita harus bergerak sekarang." kata Lora.
Lora, Ezra dan Hannah pun bergerak. Mereka pergi menuju dapur, parkiran dan tempat lain yang diperkirakan akan didatangi si kembar.
***
Selama hampir satu jam pencarian. Si kembar tiga tidak juga ditemukan. Lora yang sudah meredam panik, tidak bisa mengendalikan diri lagi. Ia pun menangis tersedu-sedu mencari ketiga putrinya.
Alexias berusaha menangkan Lora, Ia memeluk Lora dan mengusap lembut punggung Lora. Alexias juga meminta maaf pada Lora. Ia merasa bersalah pada Lora, karena tidak bisa menepati janjinya menjaga anak-anak mereka.
__ADS_1
Hiks ... hiks ... hiks ....
Suara isak tangis Lora.
Maafkan aku, sayang. Maaf ... " bisik Alexias.
Lora masih menangis. Ia tidak menyahuti perkataan Alexias. Air mata terus bercucuran, keluar dari mata Lora. Sembari mencengkram kuat kemeja Alexias, Lora menyandarkan kepalanya ke dada bidang Alexias.
"Di mana mereka, Lex. Di mana? ini salahku, seharusnya aku tidak pergi meniggalkanmu dan anak-anak tadi." ucap Lora sedih. Ia tidak bisa menahan kesedihannya.
"Bukan salahmu, Lora. Tapi, salahku. Maafkan aku, seharusnya aku tidak pergi meninggalkan anak-anak tadi. Aku terlalu khawatir padamu, yang tidak juga kembali. Aku menyesal sudah meninggalkan mereka," kata Alexias sedih. Ia sungguh merasa bersalah.
Lora melepas diri dari pelukan Alexias, "Tidak, Lex. Jangan menyalahkan dirimu. Kau kan mencariku tadi. Akulah yang salah, sudah membuatmu cemas dan khawatir." kata Lora, menatap Alexias.
Mereka kembali berpelukan erat. Keduanya sedih, mereka tidak mau kehilangan putri-putri kesayangan mereka.
Kepala keamanan menemui Alexias. Lora dan Alexias melepas pelukan dan menatap kepala keamanan yang terlihat ingin melaporkan sesuatu.
"Ya, Pak. Apa ada sesuatu? Apakah Anda sudah mendapatkan informasi tentang anak-anak kami?" tanya Alexias.
"Maaf, Tuan. Kami masih belum bisa menemukan ketiga putri Anda. Tapi, kami menemukan ini. Apakah ini pita milik Nona-nona?" tanya petugas tersebut.
Lora menerima dan melihat, "Ini milik Odellia, Lex." kata Lora, mencengkram kuat pita ditangannya.
"Apa tidak ada petunjuk lain, Pak?" tanya Alexias lagi.
"Belum ada. Masih ini yang kami temukan." kata petugas itu menjawab.
"Baik, terima kasih." jawab Alexias. Ia lalu merangkul Lora yang terlihat sedih memeluk pita milik Odellia.
"Saya permisi, karena masih harus terus melakukan pencarian." kata Petugas berpamitan.
"Ya, Pak. Tolong, kabari saya atau Asisten saya jika ada apa-apa. Beritahu saja apapun. Meski itu hanya petunjuk kecil." kata Alexias menegaskan.
Petugas itupun menganggukkan kepala, "Baik. Saya mengerti." jawabnya.
Petugas itupun pergi. Alexias mengusap punggung Lora dan berbisik sesuatu untuk menguatkan istrinya itu.
"Kau Mama yang hebat. Kau kuat, sayang." bisik Alexias mencium kening Lora.
"Sayang, anak-anak kita pasti baik-baik saja, kan? aku takut terjadi sesuatu pada mereka." kata Lora sedih.
"Mereka pasti akan baik-baik saja. Meraka anak-anak yang kuat dan hebat. Tiga putri kita bukan anak yang lemah, sayang. Kita juga harus berdoa, agar mereka selalu dalam lindungan Tuhan. Semoga secepatnya kita dapat kabar tentang mereka, ya." kata Alexias yakin.
Lora pun merasa lebih baik. Meski ada keraguan dalam hatinya. Ia berharap Anak-anaknya memang baik-baik saja, tidak terluka ataupun dalam bahaya.
__ADS_1
*****