Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 10 Petualangan Baru


__ADS_3

Setelah 30 menit kemudian pasukan Letnan Galih kembali dengan persenjataan lengkap dengan Mayor Vipta dan Letnan Galih yang akan briefing....


Letnan 1 Galih “Semuanya sudah berkumpul ?....”


Seluruh anggota pasukan : “Sudah, pak....”


Letnan 1 Galih : “Sesuai yang sudah dikatakan saat awal pertemuan kita tadi, kita akan masuk ke teritorial musuh mengingat situasi yang belum dingin tapi kita akan membangun hubungan dengan masyarakat sekitar meskipun terkendala pada bahasa. Silakan, Mayor..”


Mayor Vipta : “Ini adalah kamus yang saya buat agar bisa dimengerti oleh seluruh pasukan dan sandi kalian adalah “Cormorant One” sebagai Unit Pengintai ke-5 dengan misi tingkat S dan saya berharap kalian berhati-hati karena sebagian dari mereka bisa menggunakan sihir bahkan diluar nalar manusia biasa sekalipun...”


Letnan 1 Galih : “Untuk pembagian kendaraan, 3 kendaraan lapis baja yang mampu menampung 4-5 orang dengan senapan berat diatasnya lalu untuk kendaraanku adalah lapis baja tapi tidak dipersenjatai kendaraan lainnya dan mampu menampung 6-8 orang artinya 3 kendaraan lapis baja lainnya harus melindungi kendaraan saya lalu untuk komando diambil oleh saya karena saya yang akan jalan didepan sementara sisanya dibelakang.....Kita akan konvoi tapi tetap waspada akan musuh....”


Mayor Vipta : “Mengerti ?...”


Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir”


Letnan 1 Galih : “Mulai sekarang, ketika didepan orang lain ataupun sedang bertugas menggunakan kode individu kalian masing-masing lalu segera naik ke kendaraan masing.....Briefing Selesai.....”


Kemudian seluruh anggota pasukan naik ke kendaraan masing-masing dengan Letnan Galih sebagai pemimpin konvoi....


1. Kendaraan 1 \= Letnan 1 Galih, Kopral 1 Sultan (Driver), Prajurit 2 Charen, Sersan1 Wica, Letnan 2 Seohyun.


2. Kendaraan 2 senapan berat \= Letnan 2 Andrian, Kapten Richard, Kopral 1 Wahyu (Driver), Sersan Kepala Irhamna (Gunner).


3. Kendaraan 3 Senapan berat \= Sersan Kepala Hank, Kopral 2 Rivandi (Driver), Prajurit 1 Eben, Prajurit 1 Yuda (Gunner).


4. Kendaraan 4 Senapan berat \= Kopral 2 Gusti (Driver), Sersan 2 Kazumayaki, Sersan 1 Hikmal (Gunner).


Setelah naik kendaraan, Mayor Vipta menemui Letnan Galih yang berada di kendaraan 1......


Mayor Vipta : “Ini ada sebuah peta dan kamus....Kau pasti sangat membutuhkannya nanti....” ....Sambil menyerahkan ke Letnan Galih....


Letnan 1 Galih : “Baik.....Terima kasih dan aku punya pertanyaan saat bersama Jenderal....” ....Duduk di kendaraan 1....


Mayor Vipta : “Apa itu ?”


Letnan 1 Galih : “Vip, Kau bilang Raja Molto mempunyai 3 anak. Siapa saja anaknya ?”


Mayor Vipta : “Ahhhh.....yang pertama adalah Putra Mahkota Elle yang akan mewarisi tahta berikutnya tapi dia terkenal sombong, arogan, dan licik. Selanjutnya adalah putra ke-2 yang bekerja sebagai penasihat senat sampai saat ini namanya belum diketahui lalu yang terakhir adalah putri raja satu-satunya namanya Ririn, dia adalah gadis ksatria khusus di “Ksatria Mawar Putih” sekaligus komandan ksatria...Ada apa memangnya ?”

__ADS_1


Letnan 1 Galih : “Aku yakin bahwa dalang dari semua ini adalah Putra Mahkota Elle...”


Mayor Vipta : “Aku sama denganmu sampai saat ini, aku masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada untuk dilaporkan kepada Jenderal...”


Letnan 1 Galih : “Akan kubantu mencari buktinya.....”


Mayor Vipta : “Terima kasih ini sangat berarti bagi keluarga korban dan berhati-hatilah, lih. Jangan sampai mati disini.....”


Kemudian Letnan 2 Andrian datang untuk melapor kepada Letnan Galih juga memotong pembicaraan Letnan Galih.....


Letnan 2 Andrian : “Lapor, Letnan. Semua pasukan siap berangkat....”


Letnan 1 Galih : “Baik.....Kerja bagus....Segera naik ke kendaraan.....”


Letnan 2 Andrian : “Aaayeee.....Sir...”


Kembali ke perbincangan Letnan Galih dangan Mayor Vipta.....


Letnan 1 Galih : “Dasar bodoh....Tidak akan ada yang mati sebelum izinku karena aku “Dewa Kematian” dan lagi disinilah hobiku akan terpenuhi.....”


Mayor Vipta : “Baik...”


Letnan 1 Galih : “Kopral Sultan....Ayoo jalan...Aku pergi dulu, Mayor....” ....Sambil melambai belakang ke arah Mayor....


Ksatria Ririn : “Bangsawan Lugia, Apa yang terjadi padamu ?”


Bangsawan Lugia : “Saat di Bukit kami menyerang pasukan itu tapi saat kami datang pasukan itu yang menyerang duluan dengan senjata sihir milik mereka. Mereka dapat menghancurkan dari jarak jauh, bagi kaisar ini adalah keruntuhan kaisar. Maaf kalau saya berbicara seperti ini, saya rasa harus ada “Jalan Perdamaian”....Uhukuhukhhhh...” ....Sambil batuk....


Ksatria Ririn : “Baiklah aku mengerti tapi aku harus melihat mereka dulu.....Seperti apa mereka....”


Bangsawan Lugia : “Sekarang pilihannya ada di tangan anda yang mulia....”


Ksatria Ririn : “Aku mengerti.....Terima kasih sarannya....” .....Sambil berjalan pergi.....


Kemudian ksatria Ririn keluar dari kamar bangsawan Lugia untuk segera menemui Ksatria lainnya untuk pergi ke Kota Venezia karena membutuhkan waktu 6 hari perjalanan.....Sementara itu Mayor Vipta bertemu dengan Jenderal Isekawa di ruangannya.....


Mayor Vipta : “Permisi, Jenderal. Saya mau melapor....”


Jenderal Isekawa : “Silakan, Mayor.....”

__ADS_1


Mayor Vipta : “Unit pengintai ke-5 sudah berangkat baru saja dan saat ini kami masih mencari tentang keberadaan tim assassin musuh, pak....”


Jenderal Isekawa : “Bagus dengan ini misi kita dimulai dan saya rasa Letnan Galih juga merasa seperti itu juga lalu obat dari Letnan Galih mungkin ada disini....”


Mayor Vipta : “Mungkin saja, pak....”


Jenderal Isekawa : “Misi kita sebenarnya adalah mencari obat untuk hatinya Letnan Galih dan kita juga sama-sama tahu bahwa kita berdualah keluarganya maka dari itu, Mayor. Kita harus optimis...” ....Sambil menepuk pundak Mayor.....”


Mayor Vipta : “Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu mau ke ruang operasi dan operator....”


Jenderal Isekawa : “Baiklah Mayor dan satu lagi, Mayor. “Operasi Kilat 2” selesai dilaksanakan...”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal.....”


Kemudian Mayor Vipta pergi dari ruangan Jenderal untuk pergi ke ruangan operasi & intel dan beralih kepada Letnan Galih yang yang sedang dalam perjalanan menuju desa....


Letnan 1 Galih : “Semua unit, ini unit 1. Apa kalian mendengarku, ganti....”


Letnan 2 Andrian : “Ini unit 2, kami mendengar keras dan jelas, ganti...”


Sersan Kepala Hank : “Ini unit 3, kami mendengar jelas, ganti...”


Sersan 2 Kazumayaki : “Ini unit 4, keras dan jelas, ganti....”


Letnan 1 Galih : “Sepertinya, kalian semua masih memiliki pertanyaan dan akan kujawab sekarang tapi sebelum itu misi kita yang pertama adalah melihat desa dan membangun hubungan kerjasama dengan jalur yang kita akan lalui. Pertama kita ke Desa Amara lalu selajutnya menuju Desa Codex, saat di desa Codex cari tentang info mengenai apa yang ada di jalur kita lalu saya sendiri yang menyusun starategi berikutnya.....Mengenai yang pertama, ada yang ingin ditanyakan oleh kalian ?,ganti....”


Letnan 2 Andrian : “Kenapa kendaraan dan senjata kita adalah versi lama sedangkan anda sendiri memiliki senjata versi baru ?, ganti...”


Letnan 1 Galih : “Itu karena keterbatasan dana kita yang sedang rendah akibat membuat markas disini ditambah kita juga memindahkan kendaraan tempur ke sini dan senjataku versi baru mungkin ini ulah Jenderal atau Mayor, ganti...” .....Membalas dengan radio dan didengar oleh seluruh anggota.....


Sersan 2 Kazumayaki : “Apa misi kita sebenarnya ?, ganti”


Letnan 1 Galih : “Misi kalian adalah mencari tahu 5.000 orang yang hilang sedangkan misiku adalah membunuh dan menghancurkan dalan dari semua ini, ganti...”


Sersan kepala Hank : “Sepertinya misi ini sesuai dengan sebagian dari hobi anda, ganti...”


Letnan 1 Galih : “Benar dan lagi unit pengintai ke-5 hanya sebagai kedok agar kita masuk jauh kedalam teritorial musuh lalu saat ini tetap fokus, ganti & keluar.....”


Kemudian ksatria Ririn pergi dari tempat Bangsawan Lugia setelah itu Unit Pengintai 2 menemukan lokasi rahasia bangsawan Lugia dan segera membawa kembali ke markas di Bukit Avatra...

__ADS_1


Bagaimana petualangan Letnan Galih dan pasukannya yang akan menghadapi ancaman tidak terduga dan mampukah meyakinkan seluruh desa ?....


Tunggu........Episode 11 Petualangan Baru Part 2...


__ADS_2