
Kembali lagi kepada Letnan 1 Andrian dan yang lainnya mengantarkan kembali Ksatria Ririn dan Ksatria Boses ke Kota Venezia.....
Letnan 1 Andrian : “Begitu ya, tapi persenjataan apa yang mereka bawa ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Kapal jenis kapal induk tapi diubah menjadi kelas penghancur dan penjelajah berat lalu dengan tambahan lapisan pelindung serta banyak sekali senjata dengan berbagai ukuran dan berat.....”
Sersan 1 Sultan : “Pantas saja, kapalnya begitu besar dan kuat....”
Ksatria Ririn : “Tapi apa alasan Kapten Galih tidak kembali mengisi ulang perbekalan kembali ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Bukankah anda melihat sendiri dengan mata kepala anda, dia adalah tipe orang yang menyelesaikan tugasnya dulu tanpa tidur, makan, dan minum yang membuat dia kuat adalah karakter dia sendiri lalu orang-orang yang berada di belakangnya. Dia memikirkan rekan, bawahan, dan keluarganya yang harus dia lindungi dengan itu dia bertarung serta mengangkat senjata. Bagi dirinya di dunia kami dan kalian, dia harus menjadi lebih kuat, berpendirian teguh, dan keteguhan hati......Kira-kira seperti itu......”
Sersan Mayor Wica : “Sosok seorang ksatria hebat adalah seperti dia tapi karena dia memikul tanggung jawab yang besar sampai melupakan kebahagiaannya sendiri. Tidak pernah libur atau tidak pernah beristirahat sekalipun sekali dia berangkat, kita tidak pernah mendengar kabar dia lagi lalu hal itu menjadi ketakutan terbesar kami......” ....Melihat Ksatria Ririn....
Sersan 1 Sultan : “Bagi kami, dia sudah seperti ayah, kakak, adik, pasangan dan masih banyak lagi begitupun dengan dia yang menganggap kami seperti keluarganya sendiri itulah mengapa Kapten Galih selalu bertugas sendiri dan tidak pernah membawa kami pergi berperang. Demi kami, Kapten Galih selalu memberikan tugas atau misi yang paling rendah sedangkan dia sendiri yang menanggung tugas beratnya. Dia pantas menerima banyak gelar dan seharusnya dijadikan contoh tapi di dunia kami, beberapa ada yang menganggapnya monster atau iblis sekalipun......”
Letnan 1 Galih : “Bagi dia asal kita semua hidup, itupun sudah cukup baginya lalu sisanya adalah terserah kalian. Bagaimana cara kalian melanjutkan hidup ini dan menerima semua kenyataan......Yahhh.....Orang di dunia kami seperti dia, tidaklah banyak tapi untuk orang yang sudah melewati berbagai peperangan dan banyak kematian kurasa hanya dia yang pantas karena dia tidak memikirkan untuk menang tapi rasio atau peluang hidup.......”
Ksatria Boses : “Begitu ya. Pantas saja melawan barghest dia langsung membunuhnya bahkan aura yang terasa pekat sekali lalu terasa seperti bukan manusia biasa.....”
Sersan Mayor Wica : “Barghest ?......” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Ahhh.....Itulah nama hewan yang menyerang kami dulu dan kalian semua menyelamatkan kami.....” ....Melihat semua orang di kendaraan itu....
Letnan 1 Andrian : “Hahahaha.....Jadi begitu rupanya, lagipula itu juga perintah Kapten Galih karena melihat orang yang sedang kesusahan ataupun bahaya yang mengancam......”
Sersan 1 Sultan : “Benar dan bukan untuk pertama kalinya di dunia ini karena dia bahkan sudah melawan naga dan membantu para penduduk sekitar untuk mengungsi......”
Ksatria Boses : “Pantas sepanjang perjalanan kami menuju ke Kota Venezia banyak cerita tentang orang yang melawan naga bahkan mampu melukai naga itu jadi dia orangnya ?......”
Prajurit 1 Charen : “Walaupun orangnya dingin, cuek, dan otaku tapi dia sebenarnya baik, ramah, sopan, jujur bahkan peduli terhadap yang ada di sekitarnya lalu dia adalah orang yang pengertian dan bisa menebak rencana orang serta rahasia yang disembunyikan darinya. Seperti halnya menyelamatkan kalian berdua pada saat itu di dunia kami, dia tidak pernah mempertanyakan dirinya lelah atau tidak lalu tidak ada sedikit keraguan dalam dirinya untuk menyelamatkan seseorang bahkan harus mengancam nyawanya sendiri.”
__ADS_1
Letnan 1 Andrian : “Apa yang selanjutnya kalian lakukan, Ksatria Ririn ?......”
Ksatria Ririn : “Untuk saat ini yang utama adalah mengumpulkan suara terbanyak untuk memilih jalan perdamaian tapi akan menyebabkan pendukung perang seperti kakakku yang akan melakukan kudeta terhadap raja lalu itu adalah kemungkinan terburuknya.”
Letnan 1 Andrian : “Begitu ya, kalau begitu ini akan menjadi sulit.....” ....Sambil mengambil rokok dan pemantiknya....
Sersan 1 Sultan : “Memangnya mengapa, Letnan ?.....” .....Sambil menyetir....
Letnan 1 Andrian : “Untuk kemungkinan terburuknya, kita akan berperang demi merebut takhta dan perdamaian yang setelah itu negeri ini akan menjadi 2 kubu dan posisi kita adalah netral. Nantinya kadang-kadang kita hanya melihat situasi memanas dari 2 kubu itu.....Sangat sulit sekali.....Belum termasuk dengan korban jiwa.....” ....Menyalakan rokok dengan pemantiknya....
Ksatria Boses : “Itu benar. Belum termasuk delegasi kalian.....”
Sersan Mayor Wica : “Keadaannya akan semakin kacau.....”
Ksatria Ririn : “Tidak masalah bahkan Kapten Galih akan membantuku apapun yang terjadi. Karena aku dan Kapten Galih sudah membuat janji.....”
Letnan 1 Andrian : “Yaahhh.....Anda bisa memegang teguh dan percaya 100 % kepada janjinya, Kapten Galih adalah orang yang memenuhi janjinya sampai matipun. Jadi tenang saja kalau ada dia kalau dia disini, mungkin saja dia akan berbicara hal yang sama.....”
Sersan Mayor Wica : “Jangan terima kasih kepada kami tapi terima kasih saja pada dia......”
Prajurit 1 Charen : “Benar, kami hanya menjalankan perintah 60 % dari Kapten Galih lalu sisanya adalah kepercayaan kami kepadanya.......”
Ksatria Ririn : “Kalau begitu, aku akan berterima kasih nanti padanya.....”
Sersan Mayor Wica : “Itu bagus......Bagus......”
Sementara itu di kantor Kapten Galih markas Bukit Avatra, Kapten Galih mendengar semua pembicaraan mereka sejak dari tadi......
Kapten Galih : “Harusnya tidak perlu terima kasih kepadaku, Rin karena aku melakukan atas dasar mencintaimu demi dirimu harusnya aku yang terima kasih......” ....Sambil menutup alat pendengaran pengintainya yang terhubung dengan kalung Ksatria Ririn yang diberikan Kapten Galih....
Kapten Galih : “Lalu untuk pasukanku kurasa aku akan mengurangi hukuman kalian tapi aku berterima kasih kepada kalian yang telah mempercayakanku sampai pada titik ini bahkan menjadi bagian keluargaku lalu maaf kalau aku tidak bisa menjadi seorang pemimpin terbaik bagi kalian. Aku juga akan selalu melindungi kalian semua sampai kapanpun......” ....Berdiri dan melihat ke arah luar jendela ruangannya....
__ADS_1
Kapten Galih : “Ahahahaha.......Terima kasih kalian semua......Lalu sebaiknya, apa yang harus aku lakukan dengan semua tumpukan dokumen di ruanganku ini......Yahhh.....Tidak masalah akan aku kerjakan semua dengan semangat setelah itu menulis surat.....Tidak....Tidak kurasa menulis surat dulu......” .....Berbalik dan melihat tumpukan dokumen yang tergeletak dimana-mana....
Sedangkan di ruangan kantor Jenderal Isekawa. Mayor Vipta dan Jenderal Isekawa sedang membuat rencana strategi.....
Jenderal Isekawa : “Kurasa seperti itu dulu. Bagaimana menurutmu, Mayor ?” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Sudah sangat siap dan matang, pak.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Berarti ada 2 misi utama......Tidak melainkan 3 rencana lalu ditambah dengan 1 rencana darurat....”
Mayor Vipta : “Secara garis besar. Yang pertama adalah mengirim Kapten Galih ke ibukota lalu kedua, mengirimkan kapten galih dengan perwakilan kita setelah itu yang ketiga, bersiap terjadinya penggulingan pemerintahan atau kudeta yang terjadi. Untuk rencana darurat yaitu, mengirim setengah jumlah pasukan kita kalau rencana ketiga dijalankan tapi kalau tidak sebaliknya......”
Jenderal Isekawa : “Kurasa itu semua cukup, apa kau ingat detailnya ?......”
Mayor Vipta : “Tentu, Jenderal. Rencana pertama yang pertama adalah.....”
Kemudian Jenderal Isekawa terburu-buru menutup mulut Mayor Vipta dengan tangannya.....
Jenderal Isekawa : “Tutup mulutmu, Mayor. Jangan beritahukan disini sekarang karena pembaca novel ini bisa langsung tahu.....”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal.....Maafkan saya, Jenderal......”
Jenderal Isekawa : “Tunggu.......Kisah kami semua berikutnya yaaaa......Apa kalian mengerti ??!!!!!......”
Apa isi surat yang dituliskan oleh Kapten Galih dan untuk siapa ?
Apa yang akan dilakukan selanjutnya ?
Apa tantangan yang menunggu Kapten Galih berikutnya ?
Tunggu.........Episode 51 ???????
__ADS_1