
Kemudian Letnan Galih dan Letnan Andrian bertemu di halaman belakang Villa karena langsung mengarah menuju hutan untuk itu bergantian jaga karena sudah hampir tengah malam dan butuh istirahat yang cukup.....
Letnan 1 Galih : “Letnan, bergantian jaga denganku....” ....Melihat dan berjalan ke arah Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Apakah anda hanya tidur tapi tidak mandi ?......” ....Melihat Letnan Galih dan mencium bau Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Iya, memang aku tidak mandi tapi ada beberapa alasan tertentu aku tidak mandi.....” ....Melihat pintu kaca halaman belakang yang mengarah langsung menuju hutan....
Letnan 2 Andrian : “Apakah mereka ada di luar sana, Letnan ?.....” ....Melihat wajah Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Siapa ???.....Kawan atau lawan ???.....” ....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Keduanya, apa mereka akan menyerang tempat ini ?....”
Letnan 1 Galih : “Untuk urusan itu, kurasa aku akan berterus terang. Jawabannya adalah mereka pasti akan menyerang tempat ini 100 % dan pasti banyak peluru yang beterbangan dimana-mana, kemungkinan tengah malam disaat kita tertidur disitu akan menunjukkan kerentanan kita tapi selagi masih ada aku disini tenang saja.....” .....Melihat hutan yang ada disekitarnya....
Letnan 2 Andrian : “Bagaimana dengan rekan-rekan kita ?.....”
Letnan 1 Galih : “Untuk itu serahkan saja kepada Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta lalu sisanya serahkan saja kepadaku.....”
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan.....”
Letnan 1 Galih : “Mungkin ucapanku yang tadi masih meragukanmu tapi sekalipun kita dikejar. Aku sudah punya rencana pelarian untuk kita semua, seandaikan masih belum cukup. kalian juga boleh meninggalkanku sebagai pengalih perhatian karena aku lebih memikirkan keselamatan kalian dibandingkan denganku sendiri dan merupakan perintah terakhirku, sekalipun aku selamat. Jangan pernah mencariku........”
Letnan 2 Andrian : “Aku mengerti, Letnan. Kalau begitu aku akan pergi mandi dulu dan tidur beberapa jam......”
Letnan 1 Galih : “Baiklah, untuk menjaga kalian serahkan saja kepadaku.....”
Sementara itu di ruang markas strategi sedang sibuk.....
Mayor Vipta : “Jenderal, saya ingin melaporkan hasil temuan Kolonel Fauzan....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Silakan lanjutkan, Mayor.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Menurut laporannya, musuh mempunyai penglihatan malam dan mereka mendekat menuju Villa dengan menggunakan senapan mesin ringan juga beberapa senapan ringan lainnya....” ....Sambil menyerahkan hasil laporan....
Jenderal Isekawa : “Baiklah, terbangkan pesawat AC 130 gunship untuk memberikan bantuan udara dan suruh Kolonel Fauzan menyiapkan laser. Saya mau semua target ditandai lalu dihabisi, kita kirim semua yang kita punya....” ....Sambil membaca laporan Kolonel Fauzan....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal....” ....Kembali ke tempat....
Kemudian tepat saat tengah malam, musuh bergerak menuju Villa Jenderal Isekawa dengan cepat......
Musuh 1 : “Let’s go......Move.....move....” ....Sambil mengambil posisi menembak......
Musuh 2 : “Quiet......Shut up.....” ....Berjalan cepat menuju Villa.....
Musuh 3 : “........”
Musuh 4 : “........”
Pembunuh bayaran : “Ayo kita ambil hadiah kita....” .....Posisi menembak.....
__ADS_1
Letnan 1 Galih : “Akhirnya mereka datang juga, ya ?.....” .....Sambil berlindung dibalik meja kayu tebal.....
Tidak lama kemudian, hujan peluru beterbangan dan menembak Villa itu serta para musuh bertemu dengan musuh lain....
Tentara bayaran : “Sial, ada kelompok lain selain kita......Habisi mereka semua.....” .....Sambil menembak.....Dor......Dor......
Musuh 1 : “Shit.......Boss, there is a another team.....Take’em out......Shoot all....”
Musuh 2 : “Kill them all.....”
Musuh 3 : “.......”
Musuh 4 : “......”
Sedangkan di dalam Villa sedang dengan penuh kericuhan.....
Letnan 1 Galih : "Cepat bangun !!!.......Pergi dari sini dan bawa juga barang-barang kalian !!!!......." .....Sambil mendengar suara tembakan yang keras dan suara Letnan Galih....
Letnan 2 Andrian : "Menunduk !!!!!......." ....Bangun dari tidurnya dan mengambil senjatanya.....
Ksatria Ririn : “Ada apa ini ?.....” ....Sambil menunduk dan kebingungan.....
Prajurit 1 Charen : "Kita diserang !!!....." ....Sambil menunduk dan menembak balik.....
Letnan 2 Andrian : "Pak, apa yang akan kita lakukan ?!!!!!....." ....Sambil menembak dan melihat Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : "Tentu saja, evakuasi dan tembak balik....." .....Dor.....Dor......sambil menembak balik
Letnan 1 Galih : “Buka pintu itu, itu adalah terowongan rahasia milik Jenderal menuju sisi lain tempat ini. Nanti kita akan bertemu lagi.....” .....Melihat pintu dibelakang lemari....
Prajurit 1 Charen : “Baik, pak.......Ayo.....Ayo....Masuk kedalam......Cepat......Cepat.....Lari....” .....Membuka pintunya dan memulai evakuasi......Sambil menembak balik....
Letnan 1 Galih : “Letnan Andrian, kau juga ikut dengan mereka untuk mengamankan sisi lain...."
Letnan 2 Andrian : "Bagaimana dengan anda sendiri, Letnan ???!!!!......" .....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : "Tenang saja aku akan baik-baik saja karena aku memiliki ini......" ....Menunjukkan kacamata pencari panasnya....
Letnan 2 Andrian : "Apa itu ?...." ....Melihat kacamata Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : "Kacamata pencari panas, aku sengaja mengambil dari barakku di seberang gerbang....."
Letnan 2 Andrian : "Apa tugasku, Letnan ????!!!!!"
Letnan 1 Galih : "Kau harus ikut bersama mereka dan melindungi mereka sampai di sisi lain, aku akan mengalihkan perhatian musuh dan bawa action figurku !!!!....."
Letnan 2 Andrian : "Maaf, pak.....Mereka menembak action figurmu....." ....Menunjukkan action figurnya pada Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : "Apa !!!!!........Aku harus benar-benar membunuh mereka !!!!!......Aku melindungimu......Hitunganku....." ....Sambil mengisi magazin senjata Letnan Galih....
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan.......Cover fire.....” ....Bersiap untuk lari dan bersiap tembakan perlindungan segera.....
__ADS_1
Letnan 1 Galih : "3......2......1.......Covering fire !!!!.....Move !!!!......" .....Menembak.....Dor.....Dor.....Dor....
Letnan 2 Andrian : “Covering !!!!........” .....Menembak.....Dor.....Dor.....Dor....
Prajurit 1 Charen : "Pak, semua sudah masuk !!!!...." ....Melihat Letnan Galih.....
Dewi Rara : "Aku mencium bau darah.....Aku maju......" .....Mengendus darah dan pergi menuju halaman belakang.....
Prajurit 1 Charen : "Apa kau sudah gila ???!!!...." .....Melihat Rara.....
Letnan 2 Andrian : "Haahhh ???......"
Letnan 1 Galih : "Pergilah dari sini.....Aku akan menyusul dia dan kalian !!!!....." .....Sambil menembak.....
Letnan 2 Andrian : "Baik, Letnan. Sampai jumpa nanti !!!!....." ....Meninggalkan Letnan Galih dan Rara......
Sementara itu di ruang markas strategi, semua orang sedang sibuk termasuk dengan Mayor Vipta......
Ajudan Jenderal Isekawa : "Jenderal, apa yang kita lakukan sekarang ????!!!!....." ....Melihat Jenderal Isekawa....
Ajudan Mayor Vipta : "Jenderal, para warga sipil dan wartawan ingin mendekat ke Villa anda ???!!!......" ....Melihat Jenderal Isekawa....
Sekretaris Jenderal Isekawa : "Jenderal, minta izin terbang diatas kota ???!!!...." ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : "Mayor Vipta, tolong diamkan mereka sebentar....." ....Berbisik kepada Mayor Vipta....
Mayor Vipta : "Baik, Jenderal.........Semuanya diaammmmm !!!!!!!.......Diam
semua !!!!!......Jenderal ingin berbicara......" ....Sambil berdiri dengan suara lantang dan keras....
Jenderal Isekawa : "Apa kalian sudah tenang ????!!!!!.....Apa kalian masih menyebut diri kalian sebagai perwira ????!!!!!.....Lihat itu !!!!!.....Lihat Letnan Galih yang sedang terpojok oleh banyak musuh sementara kalian meminta izin padaku !!!!!....." ....Melihat orang-orang yang ada di ruangan itu dan menatapnya satu per satu lalu menunjukkan layar monitor Letnan Galih yang sedang ditembaki....
Mayor Vipta : "Harap tenang semua, kita tidak bisa mengerjakan ini bila kita terpecah !!!!.....Pikirkan langkah kalian semua !!!!......" .....Melihat semua orang di ruangan itu....
Jenderal Isekawa : "Tutup semua akses jalan yang menuju kesana.....Tidak ada yang boleh masuk kecuali kita.....Kirim unit polisi khusus dan tentara cadangan kita kesana untuk memblokir akses jalan......Semua aku mau, semua......Seluruh penerbangan militer terbang di atas kota diizinkan penuh dariku.....Kirim helikopter tempur kesana, kalau perlu pengebom.....Beritahu Kolonel Fauzan dan pasukannya "Greenlight".....Suruh Kolonel Fauzan menandai musuh.....Apa kalian sudah mengerti ?????.!!!!....." ....Berdiri dan berbicara dengan lantang.....
Seluruh orang yang ada di ruangan : "Sir, yes sir......" .....Berdiri dan sama seperti Mayor Vipta lakukan sebelumnya....
Mayor Vipta : "Move......Move people.....Hurry up....." ....Melihat semua orang kembali pekerjaannya....
Jenderal Isekawa : "Bagaimana dengan pesawat gunshipnya ?....." ....Melihat Mayor Vipta.....
Mayor Vipta : "ETA 5 minute....." ....Melihat layar monitor....
Jenderal Isekawa : "Roger....." ....Sambil duduk kembali di kursinya dan melihat layar monitor.....
Bagaimana kisah selanjutnya ?
Apa yang terjadi dengan Letnan Galih ?
Apakah mereka semua berhasil selamat dari serangan itu ?
__ADS_1
Tunggu....Episode 37 Ancaman Liburan part 6