Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 95 Tugas Pasukan Khusus


__ADS_3

Sedangkan di tempat lain di waktu yang bersamaan di tempat pencucian kendaraan bersama ksatria khusus lainnya.........


Sersan 1 Sultan : “Letnan, Apa anda yakin untuk mereka membantu kita dalam mencuci kendaraan kita ?.....” ....Sambil melihat Ksatria Khusus lainnya....


Letnan 1 Andrian : “Lalu apa kau punya ide lain ?.......” ....Sambil menyiram mobil lapis bajanya....


Sersan 1 Sultan : “Tidak ada tapi mereka menjadi daya tarik pasukan lain yang ada disini......” ....Menunjuk ke arah kerumunan yang berkumpul....


Letnan 1 Andrian : “Serahkan saja padaku........Hei.......Kembali bekerja atau aku laporkan kepada Jenderal dan aku tidak peduli pangkat kalian apa !!!!!!!......” ....Sambil berdiri diatas mobil lapis bajanya....


Semua prajurit : “Sir, yes sir !!!!!.......”


Letnan 1 Andrian : “Semua sudah terurus, Sersan.....”


Sersan 1 Sultan : “Luar biasa tapi apa kita diizinkan berbicara seperti itu ?....” ....Sambil menyikat bagian-bagian sulit disiram....


Letnan 1 Andrian : “Sebagai wakil komandan pasukan ini, aku yang bertanggung jawab penuh atas mereka dan sudah diberi wewenang oleh Kapten dan Mayor Vipta jadi jangan khawatir......”


Sersan 1 Sultan : “Aku ingin pulang ke rumah.......”


Letnan 1 Andrian : “Aku mengerti kalau kita semua ingin pulang tapi karena ini adalah pekerjaan kita mau bagaimana lagi. Kita akan pulang ketika semua beres, kalau tidak salah menghitung kita sudah disini hampir setahun lebih dan melewati berbagai liburan juga acara lainnya.....”


Sersan 1 Sultan : “Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ?.......”


Letnan 1 Andrian : “Aku pikir membunuh atau dibunuh selama disini, saat ini kita harus pintar-pintar yang mana teman dan yang mana lawan lalu kau juga bantu aku menyiram mobil ini......”


Sersan 1 Sultan : “Yes, sir.....”


Letnan 1 Andrian : “Terlebih kita harus mencuci 2 kendaraan lagi bayangkan kalau tidak ada mereka, kita bisa seharian penuh disini sementara yang lain juga diberikan tugas yang berbeda......” ....Turun dari mobil lapis baja....


Sersan 1 Sultan : “Anda ada benarnya ?......”


Ksatria Khusus 1 : “Anu, permisi.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Ya ?......” ....Melihat Ksatria Khusus lainnya....


Ksatria Khusus 1 : “Kami sudah selesai membersihkan kuda kalian......”


Sersan 1 Sultan : “Membersihkan kuda ?......” ....Sambil menahan tawa....


Letnan 1 Andrian : “Maksudnya adalah kendaraan lapis kita.....Apa kau sudah selesai ?......” ....Melihat Sersan 1 Sultan....


Sersan 1 Sultan : “Ya, pak. Maafkan saya.....”


Letnan 1 Andrian : “Kami masih membutuhkan kalian untuk mencuci 1 kendaraan lagi yang disebelah sana sementara itu kami akan membersihkan yang ada disini.....”


Ksatria Khusus 1 : “Kalian dengar dari perwakilan utusan sementara ?......”


Ksatria Khusus lainnya : “Kami mendengarnya !!!!!......”


Ksatria Khusus 1 : “Kalau begitu kami permisi dulu.....” ....Pergi meninggalkan Letnan 1 Andrian dan Sersan 1 Sultan....


Letnan 1 Andrian : “Hati-hati saat membersihkannya......”


Ksatria Khusus 1 : “Baik.....”


Letnan 1 Andrian : “Sersan, bereskan yang disini karena aku akan mencuci yang satunya lagi.....”


Sersan 1 Sultan : “Letnan, mobil yang ini baru dicuci setengahnya......”

__ADS_1


Letnan 1 Andrian : “Anggap saja sebagai hukuman karena kau menertawakan mereka kalau tidak bisa dibersihkan gunakan sikat.....” ....Meninggalkan Sersan 1 Sultan sendiri mencuci mobil lapis baja....


Sersan 1 Sultan : “Lagi-lagi aku yang kena getahnya......”


Sementara itu kembali ke kantor Kapten Galih, Sersan Mayor Wica dan yang lainnya masih menyusun laporan.....


Prajurit 1 Charen : “Aku menjadi penasaran.....” ....Melihat Sersan Mayor Wica....


Sersan Mayor Wica : “Tidak boleh itu artinya data itu rahasia......” ....Melihat Prajurit 1 Charen....


Prajurit 1 Charen : “Baiklah......Baik.....”


Tidak lama kemudian, Letnan 1 Andrian menghubungi Sersan Mayor Wica menggunakan radio......


Letnan 1 Andrian : “Sersan Mayor......Apa kau mendengarkanku ?.....Respon......” ....Menghubungi radio....


Sersan Mayor Wica : “Ya, Letnan......Solid copy......”


Letnan 1 Andrian : “Bisa ambil 5 setel pakaian dengan lengkap untuk perempuan sepantaran denganmu dan sedikit besar ?......Over......”


Sersan Mayor Wica : “Untuk siapa, Letnan ?......Over...."


Letnan 1 Andrian : “Bawa saja ke tempat pencucian kendaraan dan aku jelaskan detailnya nanti jika kau membutuhkan tenaga tambahan bawa saja semua orang yang ada bersamamu untuk membantu lalu kunci kantor Kapten Galih kembali......Over.....”


Sersan Mayor Wica : “Copy, over and out......” ....Menutup radio....


Prajurit 1 Charen : “Ada apa di tempat pencucian memangnya ?......”


Re Sersan 1 Mayor Wica : “Entah.......Lebih baik ke ruang perlengkapan dan administrasi logistik dulu.....”


Prajurit 1 Charen : “Baiklah.....” ....Sambil mematikan komputer Kapten Galih....


Penyihir Nana dan Elf Lulala : “Kami akan membantu.....”


Sedangkan di tempat yang berbeda tapi di markas yang sama, Kapten Galih melapor kepada Komandan Batalion Pengintai di tenda komando Unit Pengintai......


Komandan batalion : “Kapten Galih, dimana laporanmu sebenarnya ?.....” ....Duduk di kursinya....


Kapten Galih : “Masih dalam tahap penyusunan, pak......” ....Melihat komandan batalion....


Komandan batalion : “Kau selalu saja membuat masalah untukku tapi kapan kau akan berhenti ?......”


Kapten Galih : “Hanya takdir yang tahu.......”


Komandan batalion : “Aish.......Masih bisa menjawab, sudahlah.......Aku ingin laporan itu selesai sebelum kau ditugaskan lagi.......Apa kau mengerti ?......”


Kapten Galih : “Yes, sir ......”


Komandan batalion : “Apa yang kau tunggu, cepat pergi dari ruanganku !!!!!.....” ....Sambil berdiri....


Kapten Galih : “Laksanakan, pak......Hormat......” ....Memberikan hormat dan berlari pergi....


Komandan Batalion : “Ahhhh......Bocah tengik itu ingin membuat darah tinggiku naik dan membuat malu aku dihadapan Jenderal dan perwira lain.......” ....Sambil duduk lagi....


Setelah itu, Sersan Mayor Wica dan yang lainnya datang ke tempat pencucian membawakan pakaian baru untuk ksatria khusus.....


Sersan Mayor Wica : “Letnan, kami membawakan pakaiannya tapi untuk siapa ?......” ....Sambil membawa pakaian lengkap wanita....


Letnan 1 Andrian : “Kau lihat saja sendiri......” ....Memberi kode....

__ADS_1


Sersan Mayor Wica : “Aahhhhh.......Aku jadi mengerti dan ini kunci kantor Kapten Galih......” ....Memberikan kunci kantor Kapten Galih....


Letnan 1 Andrian : “Bantu mereka berganti pakaiannya dan kurasa sisanya kau tahu sendiri lalu kita berkumpul disini lagi......”


Sersan Mayor Wica : “Baik, Letnan......”


Letnan 1 Andrian : “Sersan, bantu pekerjaan yang lain agar cepat selesai......”


Sersan 1 Sultan : “Baik, Letnan......” ....Meninggalkan Letnan 1 Andrian sendirian....


Tidak lama kemudian, Kapten Galih datang menemui mereka semua.......


Kapten Galih : “Maaf, kalau aku selalu merepotkan kalian dan terima kasih atas kerja kerasnya hari ini.......” ....Berjalan menuju ke arah Letnan 1 Adrian....


Letnan 1 Andrian : “Kapten........Anda tidak merepotkan sama sekali.....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Dimana yang lain ?......”


Letnan 1 Andrian : “Para perempuan sedang berganti pakaian dan yang lainnya masih menjalankan tugasnya....”


Kapten Galih : “Begitu, ya......Kalau begitu ada beberapa hal yang aku ingin sampaikan hanya kepadamu......” ....Sambil bersandar di mobil lapis baja....


Letnan 1 Andrian : “Ada apa, Kapten ?.....”


Kapten Galih : “Ini adalah surat rekomendasi kenaikan pangkat hanya tinggal tanda tanganmu lalu berikan kepada Mayor Vipta.....” ....Memberikan surat rekomendasi....


Letnan 1 Andrian : “Kapten tapi aku masih ingin dibawah komandomu......." ....Mengambil surat rekomendasi....


Kapten Galih : “Dengar, cepat atau lambat kau akan naik pangkat lalu aku akan digantikan olehmu dan kau juga harus mencari orang yang ada di posisi tersebut jika tidak akan ada Kapten penggantiku tapi kurasa kalian akan membuat keributan......” ....Sambil memandang matahari terbenam....


Letnan 1 Andrian : “Kenapa anda memberikan surat ini kepada saya ?.......”


Kapten Galih : “Karena kau adalah juniorku yang paling ahli setelahku dan aku membutuhkan seseorang yang paling paham di keluarga kita menurutku kau adalah orang yang tepat......”


Letnan 1 Andrian : “Memang ada apa sampai Kapten memberikan rekomendasi kenaikan jabatan ?.....”


Kapten Galih : “Di dunia ini masih banyak hal yang belum dijelajahi dan takdir yang entah dimana hanya saja ketika aku tidak nanti, kau dapat menggantikan peranku di keluarga ini......”


Letnan 1 Andrian : “Tapi Kapten.......”


Kapten Galih : “Letnan Andrian !!!!!.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian dengan tajam....


Letnan 1 Andrian : “Siap, pak !!!!......” ....Berdiri tegak....


Kapten Galih : “Tidak ada kata tapi melainkan ini perintah untukmu dariku lalu jika saatnya sudah tiba kau akan tahu segalanya.......”


Letnan 1 Andrian : “Yes, sir.......”


Kapten Galih : “Jika waktunya sudah datang, kau dapat membongkar brankas yang ada di kantorku bersama Mayor Vipta dan orang yang aku tunjuk untuk menyelesaikan rencana yang aku buat.....”


Letnan 1 Andrian : “Rencana dan orang seperti apa ?......”


Kapten Galih : “Hanya masalah waktu dan rahasiakan hal ini dari yang lain bukannya aku tidak ingin memberi tahu mereka tapi ini adalah pekerjaan prajurit tua masih belum layak diserahkan kepada prajurit muda lainnya.......”


Letnan 1 Andrian : “Aku mengerti, Kapten......” ....Sambil memandang pemandangan matahari terbenam....


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?......


Bagaimana kelanjutan ceritanya ?.....

__ADS_1


Tunggu........Episode 96 ??????????


__ADS_2