
Setelah itu, Sersan Mayor Wica dan yang lainnya menemui Letnan 1 Andrian bersama Kapten Galih....
Sersan Mayor Wica : “Letnan, kami sudah selesai.....”
Letnan 1 Andrian : “Baguslah kebetulan juga ada Kapten disini.....”
Kapten Galih : “Maaf kalau aku merepotkan kalian.....”
Prajurit 1 Charen : “Memang merepotkan.....”
Kapten Galih : “Maafkan aku tapi memang sifatmu itu dingin sekali.......”
Letnan 1 Andrian : “Baik......Baik.....Sudah cukup bercandanya......”
Kapten Galih : “Dengarkan baik-baik, aku tahu kalian lelah dan beberapa dari kalian ingin pulang tapi kita masih punya beberapa rencana lagi untuk diselesaikan dengan kekaisaran dan waktu kita masih ada kurang dari 1 minggu ini untuk persiapannya ditambah lagi kita harus menjaga perwakilan dari utusan kekaisaran akan membuat tugas menjadi sedikit lebih berat. Rencana hari ini sampai 1 minggu kedepan adalah mempersiapkan semuanya dan tidak ada yang boleh terlewatkan jika sudah selesai kalian bisa bebas melakukan apa saja tapi masih dalam batas wajar karena pasukan ini adalah salah satu pasukan utama yang akan pergi ke ibukota jadi jaga sikap kalian. Apakah kalian mempunyai pertanyaan ?......”
Sersan Mayor Wica : “Apakah kita bisa membuat api unggun hanya untuk kita di lapangan ?......”
Letnan 1 Andrian : “Sersan Mayor.......”
Kapten Galih : “Tidak apa-apa, Letnan......Tentu saja kalian boleh melakukannya sebenarnya aku juga ingin jadi kenapa tidak ?.....Asalkan jangan mengganggu pasukan lain dan kita bisa mengajak yang lainnya untuk ikut.....”
Sersan Mayor Wica : “Terima kasih, Kapten......”
Kapten Galih : “Tidak masalah, hitung-hitung bayaran atas kerja keras kalian untuk hari pertama dan bagaimana dengan laporanku ?.......”
Sersan Mayor Wica : “Kami sudah menyelesaikan setengahnya dan akan kami selesaikan besok.....”
Kapten Galih : “Baguslah......”
Prajurit 1 Charen : “Tapi kami menemukan file yang tersembunyi dan dilindungi......”
Kapten Galih : “File itu adalah rencana terhadap kekaisaran dan rencana sebelumnya jadi aku tidak ingin itu dicuri......” ....Sambil berbohong karena itu bukan rencana asli markas....
Sersan Mayor Wica : “Begitu rupanya.....”
Kapten Galih : “Kalau begitu, selesaikan pekerjaan kalian yang disini lalu panggil yang lain untuk bergabung membawa segala macam peralatan dan makanan di lapangan sementara aku akan menyusul kalian nanti........”
Letnan 1 Andrian : “Kapten.......”
Kapten Galih : “Aku melapor dulu ke Jenderal dan segera cepat selesaikan semua pekerjaan karena matahari sudah hampir tenggelam......Sampai jumpa nanti.....”
Letnan 1 Andrian : “Baik, Kapten......Kami akan mempersiapkannya.......”
Kapten Galih : “Semoga beruntung.........” ....Sambil berjalan pergi....
Setelah itu, Kapten Galih menemui Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta bersama Duta Besar Rachel......
__ADS_1
Kapten Galih : “Permisi......” ....Sambil mengetuk pintu....
Jenderal Isekawa : “Ada apa Kapten Galih ?.....”
Kapten Galih : “Apa aku mengganggu kalian semua ?......”
Mayor Vipta : “Tidak, kedatanganmu sangat tepat karena kami membutuhkan bantuanmu.....”
Kapten Galih : “Ada apa ?......” ....Sambil duduk bersama yang lain....
Duta Besar Rachel : “Kami akan mengembalikan tawanan kekaisaran kembali tapi kami tidak tahu harus bagaimananya......”
Mayor Vipta : “Terlalu beresiko jika kita mengantar mereka menggunakan helikopter.......”
Kapten Galih : “Kalau begitu bagaimana dengan mengantarkan mereka ke Kota Venesia lalu dari situ mereka bisa naik gerobak kereta yang sudah disediakan terlebih bangsawan yang disana telah mempercayai kita setalah melindungi Kota Venesia dan hitung-hitung sebagai balas budi dan jika kau ingin menjual sesuatu perlu ke kota itu bukan ?.......”
Mayor Vipta : “Benar juga, aku baru ingat bahwa kota itu kota transit di tengah antara kekaisaran dengan masing-masing wilayah bangsawan lain......”
Asisten Dimas : “Saya juga setuju.......”
Jenderal Isekawa : “Apa jabatan bangsawan itu ?.....”
Kapten Galih : “Seorang Countness tapi yang menjalankan adalah putri ketiga kekaisaran sekaligus komandan ksatria khusus......”
Duta Besar Rachel : “Harusnya tidak ada masalah........”
Mayor Vipta : “Harusnya begitu......”
Jenderal Isekawa : “Baiklah......Mayor Vipta, tolong siapkan daftar nama pasukan yang ingin pulang ke rumah hanya untuk 3 hari saja setelah itu melapor kembali bertugas disini termasuk yang sakit ataupun luka-luka......”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal........”
Kapten Galih : “Karena tadinya aku ingin mengajak Mayor Vipta berkumpul bersama kami apa boleh buat......”
Mayor Vipta : “Aku masih punya banyak waktu dan aku menyusul kalian nanti. Bagaimana dengan Asisten Dimas saja ?.....”
Kapten Galih : “Bagaimana Duta Besar Rachel ?.....”
Duta Besar Rachel : “Tentu saja, boleh karena dokumen kami juga sudah selesai......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Baiklah, ayo pergi......Kami permisi dulu......” ....Meninggalkan ruangan Jenderal....
Asisten Dimas : “Terima kasih Duta Besar.......” ....Melihat Duta Besar Rachel....
Duta Besar Rachel : “Sama-sama......”
Setelah itu hanya Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel yang ada di ruangan itu........
__ADS_1
Jenderal Isekawa : “Kau tidak ingin ikut ?.......”
Duta Besar Rachel : “Tidak, umurku sudah diatas Kapten Galih dan sudah tidak pantas lebih baik aku mengurus politik dan lagi aku yakin dari sisi politik masalah yang ada disini bisa menyebabkan peluang yang besar untuk yang di rumah.......”
Jenderal Isekawa : “Benar juga, orang-orang elite itu hanya memikirkan uang yang ada di sakunya tapi tidak memikirkan orang lain.......”
Duta Besar Rachel : “Dari rumor yang beredar ucapan Kapten Galih saat di gedung parlemen membuat kerusuhan di depan gedung setelah kembali kesini dan hampir menghancurkan fasilitas yang ada sampai 3 hari penuh......”
Jenderal Isekawa : “Menakutkan, untuk kita berada disini jauh dari pendemo......”
Duta Besar Rachel : “Apa bedanya disini dengan disana sama-sama mematikan......”
Jenderal Isekawa : “Pagi tadi, aku sempat menerima panggilan telepon dari presiden katanya jika ada masalah jangan ragu-ragu untuk meminta tambahan pasukan ataupun senjata dan biar yang mengurus izinnya adalah presiden sendiri......”
Duta Besar Rachel : “Lalu ?......”
Jenderal Isekawa : “Aku berharap bisa meminta 400.000 pasukan marinir dan senjata kuat lainnya hanya untuk berjaga-jaga.......”
Duta Besar Rachel : “Kau pasti mengkhawatirkan takutnya perang pecah antara kekaisaran dengan kita setidaknya kita harus menang dari segi kekuatan bukan jumlah......”
Jenderal Isekawa : “Benar......Kebanyakan dari negara lain pasti akan menginvasi daerah yang belum terjamah pasti akan menyebabkan perang sesungguhnya......."
Duta Besar Rachel : “Setidaknya kita hanya bisa berharap dan menghindari perang agar tidak terjadi.......”
Jenderal Isekawa : “Itu yang aku inginkan apalagi akhir-akhir ini kabinet yang baru kelihatan sedikit lemah daripada kabinet yang lama akan menjadi beban saja......”
Kembali lagi pada Letnan 1 Andrian dan bersama yang lainnya di lapangan luas.....
Letnan 1 Andrian : “Apa semuanya sudah tersedia dan berkumpul ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Sudah, Letnan......”
Letnan 1 Andrian : “Sersan, nyalakan api unggun dan pemanggangannya......”
Sersan 1 Sultan : “Baik, letnan......”
Letnan 1 Andrian : “Apa yang kalian lihat ?.......Silakan bersenang-senang......” ....Melihat ke semua pasukan dan yang lainnya....
Pasukan Kapten Galih dan yang lainnya : “Yohhoooo.......”
Letnan 1 Andrian : “Sersan Mayor, apakah kau sudah melihat Kapten Galih dan Mayor Vipta ?.....” ....Melihat Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Belum sama sekali, Letnan sepertinya masih di kantor Jenderal mungkin ada hal yang penting yang harus dibicarakan.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : "Mungkin kau benar....."
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Bagaimana kelanjutannya ?
Tunggu.......Episode 97 ????????