Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 67 Tamu VIP Bukit Avatra


__ADS_3

Keesokan harinya di gerbang markas Bukit Avatra, Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas sampai di dunia lain di balik gerbang......


Duta Besar Rachel : “Jadi ini, dunia lain itu seperti yang ada di komik atau novel......” ....Melihat markas dan kota dengan matanya sendiri....


Asisten Dimas : “Benar, Duta Besar Rachel.......” ....Melihat hal yang sama....


Duta Besar Rachel : “Tidak perlu canggung seperti itu lagian umur kita sama dan kita tidak sedang di dunia kita jadi panggil Nona Rachel atau Rachel saja.....” .....Melihat Asisten Dimas....


Asisten Dimas : “Baik, Nona Rachel.......” ....Melihat Duta Besar Rachel....


Tidak lama kemudian Mayor Vipta datang menjemput dengan membawa kendaraan dan ajudannya......


Mayor Vipta : “Lama tidak bertemu, Rachel........Tidak atau harus saya bilang Duta Besar Rachel......” ....Melihat Duta Besar Rachel....


Duta Besar Rachel : “Wah.....Wah meskipun umur kita masih muda tapi sayangnya jabatan kita berbeda.......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Sepertinya seseorang membawa jabatan padahal disini tidak ada hukuman apapun alias jabatan tidak berlaku disini dan tampaknya asisten anda juga setuju......”


Duta Besar Rachel : “Jadi ini, kota pengungsi yang dimaksud dalam laporan rahasia dari Kapten Galih kepadaku.......”


Mayor Vipta : “Si bodoh itu pasti memberikan laporan yang ada disini kepadamu......”


Duta Besar Rachel : “Memang tapi hampir semuanya yang terjadi disini lalu bisa jelaskan bagaimana dengan surat yang kuberikan pada Jenderal dan pasukan yang kukirim kesini ?......”


Mayor Vipta : “Mungkin saja, Jenderal sudah membacanya dan pasukan yang ada tersedia disini mulai beradaptasi tapi mereka disini seperti liburan......”


Duta Besar Rachel : “Bagiku adalah hal mudah meminta pasukan tambahan lagi ke sini kepada presiden terlebih jangankan hanya meminta tapi mempercepatnya juga bisa lalu bagaimana situasi dengan kekaisaran ?.......”


Mayor Vipta : “Maaf kalau disini tidak ada pesta sambutan karena semuanya sedang terburu-buru melakukan pekerjaannya lalu untuk itu, aku sendiri yang ditugaskan menjemputmu oleh Jenderal karena terkait dengan itu tidak bisa dijelaskan disini......”


Duta Besar Rachel : “Yahhh.......Baiklah, aku akan bertemu dengan Jenderal sekarang........”


Mayor Vipta : “Baik, sesuai permintaan. Ajudan, letakkan barang-barang Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas di kamar mereka karena mereka sekarang tamu VIP disini setelah itu menyusul ke ruangan Jenderal......” ....Melihat ajudannya....


Ajudan Mayor Vipta : “Baik, pak.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Silakan naik ke kendaraan yang disini, aku sendiri yang akan mengantarkan kalian berdua.....”


Duta Besar Rachel : “Terima kasih......Kita pergi, Dimas......”

__ADS_1


Asisten Dimas : “Baik, Nona Rachel.....”


Setelah itu, Mayor Vipta mengantarkan Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas ke kantor Jenderal Isekawa untuk membicarakan hal-hal penting.....


Mayor Vipta : “Permisi, Jenderal......” ....Sambil mengetuk dan membuka pintu....


Jenderal Isekawa : “Silakan masuk.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Saya sudah membawa tamunya kesini.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Biarkan mereka masuk juga.....” ....Sambil berdiri....


Duta Besar Rachel : “Halo, Jenderal sudah lama kita bertemu secara langsung seperti ini......” ....Melihat Jenderal Isekawa dan menjabat tangannya....


Jenderal Isekawa : “Benar, sudah lama sekali dan tampaknya ini yang pertama kalinya ketika disini, silakan duduk......” ....Melihat Duta Besar Rachel....


Duta Besar Rachel : “Terima kasih, Jenderal.....”


Jenderal Isekawa : “Saya pikirkan pasti ada hal-hal yang ingin dibicarakan dengan saya dan beberapa orang lainnya......” ....Sambil melepaskan jabat tangan....


Duta Besar Rachel : “Tentu saja....”


Jenderal Isekawa : “Mayor, panggilkan wakil komandan unit pengintai ke-5 untuk datang kesini setelah itu kita mulai membicarakannya......” ....Melihat Mayor Vipta....


Jenderal Isekawa : “Silakan duduk lalu diminum tehnya dan dimakan snacknya, Duta Besar Rachel juga Asisten Dimas.....” ....Sambil duduk....


Asisten Dimas : “Terima kasih, Jenderal.....”....Sambil duduk....


Jenderal Isekawa : “Kalau tidak salah, anda pernah menjalankan beberapa misi khusus dengan Kapten Galih di luar negeri.......” ....Melihat Asisten Dimas....


Asisten Dimas : “Benar, Jenderal. Saya bekerja sama dengan Kapten Galih hampir 3 tahun, waktu itu saya adalah agen khusus sementara Kapten Galih ditugaskan untuk melindungi dan menghabisi musuh pada operasi khusus......”


Duta Besar Rachel : “Ada apa memang, Jenderal ?.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Tidak ada apa-apa tapi karena pembicaraan ini akan mengarah pada mereka berdua selebihnya, maksud saya kunci dari operasi yang ada disini ada di tangan mereka berdua......"


Duta Besar Rachel : “Apa maksud Jenderal ?.....”


Jenderal Isekawa : “Yahhh.....Kita akan membahas itu nanti sambil menunggu orang yang ada di ruangan ini hadir semua.....”

__ADS_1


Asisten Dimas : “Baik, Jenderal.....”


Beberapa menit kemudian, Mayor Vipta sampai di ruangan Jenderal sambil membawa Letnan Andrian Unit Pengintai Ke-5 alias Spesial Task Alpha One......


Mayor Vipta : “Jenderal, Letnan Andrian sudah disini.......”


Jenderal Isekawa : “Baiklah......”


Letnan Andrian : “Ada apa, Jenderal memanggil saya ?.......” ....Berdiri....


Jenderal Isekawa : “Duduklah, Letnan Andrian. Kita akan rapat.....”


Letnan Andrian : “Baik......” ....Sambil duduk....


Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta, kita mulai bahas tentang keadaan disini lalu bahas rencana kita selanjutnya dilanjutkan dengan apa yang diperkirakan oleh Kapten Galih berdasarkan laporan dan tentang laporan baru-baru ini........Silakan Mayor......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Baik.....Seperti yang kita ketahui dan rencanakan sebelumnya berdasarkan informasi yang kita kumpulkan lalu dari laporan Kapten Galih juga telah membuat kesepakatan rahasia dengan putri dari kekaisaran dan segera akan mengirim utusan kesini jika mereka telah siap yang menjadi masalahnya adalah putra mahkota pertama adalah dalang dari semua ini karena merujuk pada bukti dia adalah salah satu pendukung anti-perdamaian yang paling kuat dan beberapa teman dan bangsawan yang kita tahan adalah pendukungnya jika menurut perkiraan Kapten Galih benar terjadi yaitu terjadi kudeta, faktanya mereka akan menyadera perwakilan kita entah itu dari Duta Besar atau kami......” ....Menjelaskan yang ditampilkan di proyektor dan melihat ke arah semuanya....


Duta Besar Rachel : “Begitu, jadi ketika kita memenuhi kesepakatan yang telah dibuat dengan melepaskan tahanan kekaisaran, mereka akan mendukung anti-perdamaian dan malah berbalik menyerang ke kita.....”


Mayor Vipta : “Apa yang Duta Besar Rachel katakan benar adanya tapi tidak menutup kemungkinkan juga anda akan ditawan sebagai tahanan saat sedang kudeta terjadi sampai saat ini saya masih mencari informasi lebih dalam dan kemarin malam, kami menghabisi pasukan pembunuh dan menugaskan beberapa unit untuk mengintai dan mengawasi beberapa pergerakan dari kekaisaran sebagai tindakan untuk berjaga-jaga.....”


Asisten Dimas : “Lalu bagaimana dengan saya dan Kapten Galih, Mayor.....”


Mayor Vipta : “Tugas anda dan Kapten Galih beserta dengan pasukannya akan sebagai tanda perwakilan pertama sebenarnya untuk memancing musuh setelah itu Kapten Galih akan melaksanakan misi sendirinya sedangkan untuk Spesial Task Alpha One akan dipimpin oleh Letnan Andrian, itu adalah tugas pertama lalu tugas kedua adalah membangun hubungan dengan para bangsawan itu adalah tugas Asisten Duta Besar yaitu Asisten Dimas sedangkan Duta Besar Rachel akan ke kekaisaran nanti setelah menunggu kabar dari Asisten Dimas tergantung situasi dan kondisi ditambah Kapten Galih akan menjadi demonstrasi pertunjukan kecil-kecilan untuk bangsawan yang pro-perdamaian sementara itu tugas kedua Spesial Task Alpha One akan menggali informasi di dalam rakyat kecil di tembok pertama dan mendapatkan tugas menyamar lalu menunggu informasi selanjutnya.......”


Jenderal Isekawa : “Mayor, selanjutnya lanjut ke skenario terburuknya.....”


Mayor Vipta : “Skenario terburuk adalah pasukan yang ada disini akan dibagi 2 tapi bisa menjadi 3, pertama akan menyelamatkan Duta Besar Rachel dan Asisten Dimas yang disandera saat kudeta terjadi dan sisanya akan membantu Kapten Galih akan melawan naga api. Orang seperti dia pasti akan membuat kehebohan sendiri. Terakhir adalah menyelamatkan 5.000 rakyat kita yang ditawan sebagai tahanan dan menunggu informasi yang lebih rinci tentang itu......”


Asisten Dimas : “Saya mengerti tentang tugas saya......”


Duta Besar Rachel : “Lanjutkan, Mayor Vipta......”


Mayor Vipta : “Ketika itu terjadi, unit-unit sebelumnya yang ditugaskan untuk pengintaian dan pengawasan terhadap kekaisaran akan ikut serta dalam operasi gunanya untuk sebagai garis depan sebelum pasukan utama kita tiba dan kemungkinan ada beberapa misi tambahan lainnya setelah itu kita menjemput semua pasukan yang diterjunkan di kekaisaran termasuk rakyat kita bila ditemukan dan bangsawan yang pro-perdamaian yang juga ikut dengan kita dan tugas Spesial Task Alpha One menyelamatkan bangsawan tapi bila ada orang yang kategorinya VVIP di kekaisaran entah itu Raja atau putri raja itu adalah tugas Unit Pengintai Ke-5 dan Unit Intel ke-2 sebagai garis belakang. Apa anda mengerti, Letnan Andrian ?......”


Letnan Andrian : “Saya mengerti, Mayor. Tentu, Kapten saya juga pasti akan segera tancap gas ke kekaisaran setelah mendengar berita ini dan membunuh naga api.....”


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

__ADS_1


Bagaimana dengan kabar Kapten Galih ?


Tunggu.......Episode 68 ?????


__ADS_2