Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 99 Surat Hipotesa


__ADS_3

Keesokan harinya, Kapten Galih mengumpulkan semua anggota pasukkannya pagi hari dan termasuk Mayor Vipta yang ada di sana........


Kapten Galih : “Dengarkan ini baik-baik, ada informasi yang akan disampaikan oleh Mayor Vipta dari Jenderal Isekawa untuk kalian semua. Silakan Mayor Vipta.......” ....Melihat seluruh anggota pasukannya....


Mayor Vipta : “Seperti kalian tahu bahwa banyak kalian yang tidak pulang sudah hampir 8 bulan kita disini dan melewatkan beberapa acara penting lainnya jadi sebagai itikad baik untuk mengembalikan moral kalian semua, kalian akan pulang hari dan mendapatkan libur selama 3 hari kemudian kembali lagi kesini untuk menjalankan misi lalu ini adalah perintah bukan permintaan jadi jangan ada yang berani coba-coba dengan kami lalu yang kedua, semua tugas yang disini bisa dikerjakan oleh Kapten Galih sendirian dan dia tidak ikut pulang bersama kalian karena dia sudah mengajukan perpanjangan masa tugasnya kembali kemarin.........”....Melihat seluruh anggota pasukan Kapten Galih....


Kapten Galih : “Apakah kalian semua mendengarkan Mayor Vipta ?......”


Semua anggota pasukan : “Sir, yes sir........”....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Angkutan kalian akan berangkat dari sini ke rumah jam 10.00 berarti masih ada waktu 3 jam kurang untuk kalian membereskan perlengkapan kalian masing-masing dan bukan hanya kalian tapi pasukan lain juga akan kembali. Apakah ada yang ingin bertanya ?......”


Sersan Mayor Wica : “Bagaimana dengan perwakilan utusan dan yang lainnya ?.......” ....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Serahkan saja padaku dan kalian tidak perlu cemas lalu aku ada berita dari rumah bahwa pasukan negara-negara lain yang ada di luar negara kita sedang ditarik mundur akibat perjanjian yang akan kita lakukan dengan kekaisaran......”


Letnan 1 Adrian : “Apa artinya kita memenangkan pertempurannya ?.....”....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Kita mungkin memenangkan pertempurannya tapi masih ada peperangan lain yang harus kita selesaikan hanya oleh kita. Apa ada pertanyaan lain ?......”


Semua anggota pasukan : “Sir, no sir.......”....Melihat Kapten Galih.....


Kapten Galih : “Baiklah kalau begitu. Tanpa penghormatan balik kanan bubar, jalan......”


Mayor Vipta : “Pidato yang bagus......” ....Sambil berjalan pergi....


Kapten Galih : “Menurutmu sendiri.....”....Sambil berjalan pergi bersama Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Cukup setidaknya 1 masalah lain berkurang tapi masih ada masalah lain yang sudah menunggu kita........”


Kapten Galih : “Putra Mahkota Ele, ya ?......”


Mayor Vipta : “Menurut informasi yang beredar, dia sedang mempersiapkan rute pelarian dari ibukota kekaisaran sebelah Timur Laut dan bukan hanya itu saja dia juga sedang merekrut dan melatih pasukan dari semua ras yang ada disini.......”


Kapten Galih : “Jadi dia sudah membuat langkah, ya ?......”


Mayor Vipta : “Haruskah aku mengirimkan pesawat pengebom ?.......”


Kapten Galih : “Tidak, kalau dia ingin menyerang kita sekarang ini harusnya kita sudah bersiaga dari kemarin dan aku yakin dia sedang menunggu sesuatu......”


Mayor Vipta : “Ini seperti shogi atau catur karena semuanya diperhitungkan........”


Kapten Galih : “Dia tidak memperhitungkan aku dengan pasukan yang akan datang walaupun dia terlihat tidak pintar sama sekali bukan berarti di juga bodoh pasti dia sedang menyiapkan sesuatu atau menunggu seseorang......”


Mayor Vipta : “Jangan-jangan salah satu tawanan yang kita tawan adalah teman baiknya dia......”


Kapten Galih : “Kapan kalian akan mentransfer sebagian tawanan ke kota Venesia ?......”


Mayor Vipta : “Kita hanya perlu menunggu surat dari kekaisaran berarti itu artinya kurang dari seminggu ini.........”


Kapten Galih : “Bagaimana dengan unit yang mengawasi dia ?........”


Mayor Vipta : “Masih ada ditempat dan belum aku tarik mundur.......Ada apa ?......”


Kapten Galih : “Suruh mereka mencari nama-nama orang tersebut terutama yang berhubungan dekat dengan dia lalu samakan daftar nama tawanan kita......”

__ADS_1


Mayor Vipta : “Itu bisa mempersempit nama-nama target kita dan separuh dari kekaisaran telah jatuh ke tangan kita.....”


Kapten Galih : “Dia ingin kita mengikuti permainannya tapi tidak akan semudah itu selama masih ada aku.......”


Mayor Vipta : “Dia membutuhkan Jenderal-jenderalnya untuk berperang dengan kita tapi kita tidak tahu kapan akan menyerang.......”


Kapten Galih : “Kurasa aku tahu akan kapan dan siapa targetnya, dia akan menyerang yang jelas targetnya bukan kita tapi seseorang atau sesuatu yang lebih lemah dari kita........”


Mayor Vipta : “Jangan-jangan ibukota kekaisaran........”


Kapten Galih : “Itu yang selalu aku pikirkan dari sejak lama mungkin saja rencana dia adalah merebut ibukota kekaisaran dan menjadikan pemerintahan yang independen sendiri......”


Mayor Vipta : “Bukankah itu hal yang sulit.......”


Kapten Galih : “Tidak itu tidak sulit sama sekali jika kau punya relasi yang banyak dan lagi kita akan memberikan dia keuntungan sangat banyak karena pihak kita dan kekaisaran sedang ada di ibukota ditambah kondisi yang belum kondusif.........”


Mayor Vipta : “Kau......Jangan-jangan sudah......”


Kapten Galih : “Benar dari awal aku sudah bisa membaca gerak-geriknya dan lagi dia adalah orang yang mudah ditebak........”


Mayor Vipta : “Jenderal dan petinggi lainnya punya pikiran yang sama denganmu tapi itu hanya hipotesa saja lalu ingin meminta pasukan tambahan lagi sebanyak 400.000 marinir.......”


Kapten Galih : “Pada akhirnya, kita mengeluarkan semua kekuatan yang kita punya.......”


Mayor Vipta : “Aku mencium aroma yang tidak sedap.......”


Kapten Galih : “Apapun itu kita hanya bisa bersiap tapi kita tidak bisa prediksi atas apa yang akan terjadi selanjutnya.......”


Mayor Vipta : “Apa kau yakin memulangkan semua anggota pasukanmu dan siapa yang mengurus mereka ?.....”


Mayor Vipta : “Kau sendiri ?.......”


Kapten Galih : “Aku sudah berada di rumah......”


Mayor Vipta : “Apa kau sungguh di rumah atau di neraka, teman ?........” .....Berbicara dalam hati......


Kapten Galih : “Aku pergi dulu karena masih ada urusan.......”


Mayor Vipta : “Baiklah.......” ....Melihat Kapten Galih berjalan pergi....


Sementara itu di tempat lain yang jauh, ibukota kekaisaran tempat Komandan Ririn berada...........


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Saya permisi masuk, tuan putri.......” ....Sambil mengetuk pintu dan masuk ke ruangannya....


Ksatria Ririn : “Silakan masuk.......”


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Permisi......”


Ksatria Ririn : “Ada apa ?.......” .....Melihat Kepala Pelayannya.....


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Wakil komandan ksatria baru saja kembali dengan 2 buah surat dari markas yang ada di Bukit Avatra.......”


Ksatria Ririn : “Berikan padaku.....”


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Silakan tuan putri.......” ....Memberikan 2 buah surat.....

__ADS_1


Ksatria Ririn : “Isinya adalah tempat pertemuan mereka dalam kurang seminggu lagi dan mereka berharap bahwa persiapan kita sudah siap lalu mereka akan mengirimkan ksatria terbaik mereka yang dipimpin oleh Komandan Galih bersama Utusan Perdamaian sementara, mereka akan menjalankan rencana pengintaian terlebih dulu untuk pengamanan.......” ....Sambil membaca isi suratnya.....


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Bagaimana dengan persiapan kali ini ?.....” ....Melihat Kepala Pelayannya....


Ksatria Ririn : “Untung saja, aku sudah mempersiapkan semua hanya tinggal 1 masalah lagi, yaitu cara bagaimana pertemuan dengan Pro-kedamaian.......”


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Bagaimana dengan undangan acara minum teh bersama di sore hari lalu hanya mengirimkan undangan kepada bangsawan yang Pro-Kedamaian dan Pro-perang ditambah ada bangsawan terkuat dan memiliki suara terbanyak yang belum anda bujuk bergabung ?.......”


Ksatria Ririn : “Itu benar tapi aku ingin menemui Boses dulu......”


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Mohon maaf sebelumnya tapi wakil komandan ksatria tidak bisa ditemui dulu karena demi mengantarkan surat ini beliau tidak istirahat sepanjang perjalanan dan terus melaju dengan kudanya........”


Ksatria Ririn : “Kalau begitu, surat yang terakhir ini dari Komandan Galih.......” ....Melihat surat kedua....


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Kenapa anda bisa tahu ?.......”


Ksatria Ririn : “Karena lambang keluarganya adalah 2 ekor serigala hitam yang membentuk hati dengan simbol bintang diatasnya........”


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Apa anda ingin sendiri ?.....”


Ksatria Ririn : “Ya, tolong berjaga di depan pintu dulu.......”


Kepala Pelayan Putri Ririn : “Saya permisi dulu......” ....Meninggalkan Ksatria Ririn....


Ksatria Ririn : “Baiklah, kita lihat isi suratnya walaupun aku sedikit takut......” ....Membuka isi surat dari Kapten Galih....


Isi surat Kapten Galih untuk Ksatria Ririn adalah.....


“Rin, bagaimana dengan kondisimu ? Aku berharap kamu baik-baik saja saat ini dan dalam waktu dekat aku akan memimpin pasukan khusus ke ibukota kekaisaran, aku yakin kamu sudah mendengarnya dari markas sebenarnya aku sudah membuat rencana darurat jika terjadi sesuatu terhadapmu ditambah aku juga akan menjalankan misiku sendiri nanti. Saat ini aku sudah bilang kepada seseorang yang aku kenal tapi aku belum bisa bilang kepadamu karena ini adalah rahasia tapi aku yakin suatu saat nanti orang itu akan menyampaikan nanti lalu aku juga sudah mempersiapkan hadiah untukmu untuk berjaga-jaga kalau kau membutuhkannya........


Dengarkan aku baik-baik, saat itu terjadi aku akan menyerahkan segala kekuasaan dan keputusan yang aku miliki hanya kepadamu dan simpan surat ini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu terhadapku........Aku selalu memikirkanmu dan menyayangimu sepanjang waktu walaupun entah perasaanmu kepadaku hanya kebohongan tapi aku tidak peduli lagi apa kata orang lain..........Tolong berhati-hati dari saat ini karena kami menduga ada penghianat”...........Dari Komandan Galih...........


Ksatria Ririn : “Aku tidak mengerti apa maksudnya. Apa dia sudah mempunyai rencana lain ?.........Kepala Pelayan masuk !!!!!......”


Kepala Pelayan Ksatria Ririn : “Ada apa tuan putri ?........” ....Segera masuk kembali ke ruangannya....


Ksatria Ririn : “Berapa lama mempersiapkan jamuan teh sorenya ?......”


Kepala Pelayan Ksatria Ririn : “Kalau mulai dipersiapkan hari ini untuk kemudian hari kita hanya tinggal menyusunnya saja......”


Ksatria Ririn : “Lakukan secepatnya dan maaf aku akan mengandalkanmu lagi........”


Kepala Pelayan Ksatria Ririn : “Tidak masalah, tuan putri.......”


Ksatria Ririn : "Lalu kirim surat ini untuk mereka kepada Boses dan aku menitip pesan kepada Komandan Galih yaitu maaf, aku tidak bisa membalas suratmu karena aku sedang mempersiapkan semuanya tapi dalam waktu dekat ini kita akan segera bertemu......" ....Sambil memberikan surat balasan.....


Kepala Pelayan Ksatria Ririn : "Baik, tuan putri akan saya sampaikan ke Ksatria Boses......" ....Menerima surat dan pesannya....


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Apa yang terjadi dengan tugas Kapten Galih berikutnya ?


Bagaimana dengan surat balasan yang akan dikirimkan ?


Tunggu............Episode 100 ??????????????

__ADS_1


__ADS_2