
Sementara itu kembali pada markas Avatra berada di kantor Kapten Galih dan Asisten Dimas datang bertemu......
Kapten Galih : “Aku ingin cepat tidur. Waktu melawan Rara, senjatanya hampir mengenai bagian titik vital kehidupan untung saja aku tidak lengah......” ....Sambil minum teh dan melihat bulan....
Asisten Dimas : “Permisi, Kapten......” ....Sambil mengetuk pintu ruangan kantornya....
Kapten Galih : “Masuk saja, Asisten Dimas......” ....Sambil berdiri....
Asisten Dimas : “Terima kasih Kapten.......”
Kapten Galih : “Ada apa Asisten Dimas ? Apakah ada masalah ?.....” ....Sambil meletakan tehnya di atas meja kantornya....
Asisten Dimas : “Saya ingin membicarakan sesuatu dengan anda....”
Kapten Galih : “Silakan........”
Asisten Dimas : “Saya tahu mengenai pasukan Serigala Hitam milik anda......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Lalu ?......”
Asisten Dimas : “Saya.....Saya ingin mengaku bahwa saya adalah Komandan Divisi 1 Drimo dan saya akhirnya menemukan anda.......Komandan Tertinggi Serigala Hitam !!!!!......” ....Berbicara dengan lantang....
Kapten Galih : “Hahahahaha........Akhirnya ada seseorang juga yang berani mengatakan kepadaku setelah beberapa tahun lamanya aku sudah lelah untuk menunggu.......Kemarilah !!!!.....Dasar bodoh malah mengaku sekarang tapi tidak masalah, selamat datang kembali......” ....Sambil berpelukan dengan Komandan Divisi ke-1 Serigala Hitam miliknya....
Asisten Dimas : “Ehhh........Jadi anda sudah tahu ?.......” ....Terkejut dipeluk secara tiba-tiba....
Kapten Galih : “Tentu, saat pertama kali bertemu denganmu walaupun wajahmu berbeda tapi aku mengenal baik para komandan divisi milikku dan suara pasti memakai alat mengubah suara ditambah lagi yang paling khawatir tentang kondisiku adalah anak tertua di pasukan Serigala Hitam sekaligus Wakil Komandan.....” ....Melepaskan pelukan dan melihatnya....
Asisten Dimas : “Maafkan saya, karena komandan divisi yang lain juga ikut khawatir soal keadaan anda yang tiba-tiba menghilang.....”
Kapten Galih : “Tidak apa-apa harusnya aku menjelaskan apa yang terjadi saat itu dan hal itu adalah salahku.....”
Asisten Dimas : “Bagaimana anda tahu ?......”
Kapten Galih : “Kalian masih butuh 100 tahun lagi untuk melawanku dan kalian tahu pasti tentang itu tapi saat pertama bertemu, kamu selalu saja mendukung keputusan yang aku buat dan hanya ada 1 orang yang dapat membaca pergerakan yang aku buat.....” ....Sambil duduk....
Asisten Dimas : “Pada akhirnya, anda yang membongkar identitas saya dengan cara menunggu saya mengakuinya......”
__ADS_1
Kapten Galih : “Ilmu yang kuberikan ternyata sudah habis karena aku tidak bisa memberikan kalian apa-apa lagi jadi bagaimana kabar yang lain ?.......Duduk.....”
Asisten Dimas : “Kabar yang lain baik-baik saja tapi ada beberapa komandan yang membangkang untuk melanggar perintah anda yang terakhir di atas meja dalam untuk tidak mencari anda.....” ....Duduk di kursi tamu yang ada di ruangan kantor Kapten Galih....
Kapten Galih : “Begitu rupanya, selama mereka baik-baik saja artinya tidak ada masalah. Kalian sudah aku anggap anakku sendiri jadi kalau ada ribut sedikit pasti akan berbaikan lagi.....”
Asisten Dimas : “Saya sudah mencoba untuk tampil tidak mencolok......”
Kapten Galih : “Kamu juga menyadari hal itu bukan ? Saat di kota, ketika Crux, Atania, dan Jilda yang membersihkan jalan untukku saat berada di gang aku menemukan sudah tewas tapi salah satunya hanya pingsan......”
Asisten Dimas : “Tentu saya juga merasakannya karena Crux spesialisasinya adalah penembak jitu kedua setelah anda lalu Atania yang melumpuhkan orang dengan luka sayatan pisau khusus dan Jilda yang melumpuhkan orang itu hanya dengan bahan-bahan kimia yang membuat pingsan......”
Kapten Galih : “Kurasa tidak sia-sia aku mengajarkan kalian dengan keras terutama denganmu juga......"
Asisten Dimas : “Tidak, anda yang tepat dalam memilih orang. Komandan.....”
Kapten Galih : “Panggil aku dengan Kapten saja tapi waktunya sekarang untuk serius. Aku membutuhkan bantuanmu.....” ....Berbicara secara empat mata dengannya....
Asisten Dimas : “Apapun itu untuk komandan, kami akan selalu siap membantu anda......” ....Sambil mendengarkan baik-baik....
Asisten Dimas : “Anda pasti mempunyai rencana untuk memalsukan kematian anda, bukan ?......”
Kapten Galih : “Tepat tapi setelah misi yang lain selesai baru aku bergerak bersama Big Seven lainnya tapi kurasa yang bergerak adalah 5 diantara 7 karena sisanya harus mengatur strategi disini.......”
Asisten Dimas : “Baik akan saya laksanakan lalu apakah ada tambahan ?......”
Kapten Galih : “Ketika saat itu tiba, berpura-puralah untuk sedih dan tolong selama beberapa hari kedepan lindungi Duta Besar Rachel di kekaisaran juga saat aku tidak cobalah untuk mengganti status MIA (Missing In Action) menjadi KIA (Killed In Action)......”
Asisten Dimas : “Baik, Kapten......”
Kapten Galih : “Selajutnya adalah aku akan membunuh orang-orang yang Pro-Perang di wilayah Putra Mahkota Ele dan membuat keributan satu istana itu terbangun tapi aku ingin kamu mencoba mengulurkan waktu selama 1 bulan dan setelah itu pasti Putra Mahkota Ele itu akan menjadi marah dan kira-kira membutuhkan 8 bulan untuk mengumpulkan pasukan untuk menyerang kita......”
Asisten Dimas : “Selanjutnya saya dan yang lain akan mempersiapkan seluruh pasukan Serigala Hitam untuk bertahan di Kota Venesia sementara pasukan lain akan menghadang pasukan Putra Mahkota Ele......”
Kapten Galih : “Hebat, tebakanmu memang benar tapi ingat dia adalah orang yang licik mungkin saja dia mengirimkan pasukan lain untuk menyerang Kota Venesia......”
Asisten Dimas : “Saya mengerti dan bertahan semaksimal mungkin.....”
__ADS_1
Kapten Galih : “Setelah semua selesai di Kota Venesia segera menuju ke garis depan untuk membantu pasukan kita dengan cepat.....”
Asisten Dimas : “Pasti mereka terjebak dengan posisi dijepit oleh pasukan Putra Mahkota Ele yang menyerang bagian sayap kanan dan kiri Jika lengah sedikit dia akan menyerang ke tengah dengan pasukan yang tersisa yang akan terjadi adalah pembantaian pasukan kita.......”
Kapten Galih : “Benar tapi aku ingin sebagian pasukan kita ada di bagian belakang mereka lalu mendorong ke bagian tengah......”
Asisten Dimas : “Untuk menghentikan pasukan musuh yang mencoba kabur dari perang itu lalu maju secara serentak dengan pasukan kita dari sisi lain tapi bagaimana dengan anda ?.....”
Kapten Galih : “Jangan khawatir, aku juga akan berada disana melihat kalian dan membantu dari jauh.....”
Asisten Dimas : “Seperti pasukan kejut saat perang dunia pertama dan jika ada perubahan maka tugas saya adalah untuk berimprovisasi dan bilang hanya kepada Mayor Vipta tentang rencana ini agar mendapatkan dukungan.....”
Kapten Galih : “Benar, seperti yang kamu pikirkan lalu akan aku berikan password komputerku adalah galih5856 dan untuk brankasku disini adalah 525030 lalu aku juga akan memberitahukan kepada Mayor Vipta.......”
Asisten Dimas : “Bagaimana jika anda gagal saat memalsukan kematian anda ?.....”
Kapten Galih : “Tidak akan......”
Asisten Dimas : “Berarti saya harus berbohong selama 9 bulan dan untuk pasukan Putra Mahkota Ele sendiri pasti mempunyai jumlah pasukan diatas 6 juta mungkin lebih dengan waktu segitu cukup untuk mengumpulkan termasuk melatihnya....”
Kapten Galih : “Benar dan aku juga ingin tahu bagaimana dengan kabar adik kecilku yang berada di luar negeri ?.....”
Asisten Dimas : “Adik anda menjadi gadis yang hebat dan kabarnya dia akan pulang segera dari luar negeri karena masa tugasnya yang sudah hampir habis perkiraan saya mungkin sama ketika anda melakukan rencana ini......” ....Memberikan Flash Drive....
Kapten Galih : “Sampai saat itu tiba, tolong lindungi dia.....”
Asisten Dimas : “Kami adalah pedang dan tameng anda lalu saya berjanji untuk melindunginya bersama yang lain !!!!.....” ....Berdiri dengan tegak.....
Kapten Galih : “Aku mengandalkan kalian semua lagi seperti dulu......”
Apakah yang direncanakan Kapten Galih secara diam-diam ?
Apakah rencana ini akan berhasil ?
Bagaimana dengan kelanjutan cerita ini ?
Tunggu.........Episode 93 ???????
__ADS_1