
Kemudian Putri Ririn dan yang lainnya menemui Kapten Galih yang berkumpul dengan rombongannya…..
“Atas namaku, aku minta maaf sebesar-besarnya kepada kalian semua karena kalian seharusnya tamu penting disini……” ....Ucap Putri Ririn sambil menundukkan kepalanya....
“Aku tidak masalah dengan itu tapi sudah lama tidak ada yang mengajakku latih tanding……” ....Ucap Kapten Galih...
“Padahal baru beberapa waktu kemarin melawan Rara…….” ....Ucap Penyihir Nana....
“Tidak masalah, aku juga mengakuinya……” ....Ucap Dewi Rara....
“Apa kau keberatan Asisten Dimas ?......” ....Ucap Kapten Galih....
“Tidak sama sekali dan kami sepertinya menjadi bahan tontonan disini……” ....Ucap Asisten Dimas....
"Apa yang kalian lihat !!!!!.........Kembali ke tugas kalian……” ....Ucap Putri Ririn kepada ksatria khusus lainnya....
“Baik, tuan putri…….” ....Ucap Ksatria Khusus lain dan segera pergi dari sana....
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita berbicara di dalam ?......” ....Ucap Putri Ririn....
“Tentu saja…….” ....Ucap Asisten Dimas....
Setelah itu, mereka semua pindah ke meja perjamuan yang berada di kediaman Putri Ririn dan membicarakan hal penting……
“Seperti yang anda tahu kami akan mengembalikan semua tahanan secara bertahap dengan syarat kami juga ingin tahanan kami kembali dan mendirikan kekaisaran yang baru yang dipimpin oleh anda tapi itu tergantung kepada keputusan anda…….” ....Ucap Asisten Dimas....
“Mengenai tahanan sebenarnya kami tidak memiliki tahanan sama sekali dan kami benar-benar tidak tahu tentang itu……”....Ucap Putri Ririn....
“Jadi rumor tentang informasi itu berarti benar……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Kalau begitu, pasti mereka ada disana semua……” ....Ucap Kapten Galih....
“Itu yang aku takutkan tapi apakah kita bisa kesana, Letnan ?....” ...Ucap Asisten Dimas....
“Tidak bisa mengingat SDM dan SDA kita bisa berperang lebih baik membangun sarana informasi terpadu dulu dan membangun kekuatan aliansi……..” ....Ucap Letnan 1 Andrian kepada Asisten Dimas....
“Mohon maaf………..Tapi apa yang anda bicarakan sendiri ?…..” ....Ucap Putri Ririn....
“Kapten ?......” ....Ucap Asisten Dimas....
“Mereka juga harus tahu sebagai aliansi kita………” ....Ucap Kapten Galih....
“Begini, Putri Ririn sebagai perwakilan kekaisaran yang baru kurasa anda harus tahu tentang ini karena menyangkut kakak anda sebagai putra mahkota pertama. Kami mencari informasi tentang tahanan kami yang sampai saat ini masih hilang bahkan sampai kedalam wilayah kakak anda dan kami menemukan tempat penampungan tahanan kami tapi hanya sedikit yang bisa kami bawa pulang dari sekian banyak…….” ....Ucap Asisten Dimas....
Setelah mendengar hal tersebut, Putri Ririn dan yang lain terkejut……….
“Itu sangat kejam………..” ....Ucap Putri Ririn....
__ADS_1
“Jadi anak kurang ajar itu selalu membuat keributan bahkan sampai sekarang. Dasar anak tidak tahu terima kasih……….” ….Ucap Astorius….
“Tahan dulu emosimu, kita dengarkan informasi yang mereka punya…….” ....Ucap Putri Ririn....
“Tapi sejak waktu pasukan kekaisaran ke dunia sana, mereka tampak tidak membawa tahanan tapi mereka dipimpin oleh putra mahkota pertama bersama dengan teman-temannya yang sekarang menjadi tahanan anda……” ....Ucap Ksatria Boses....
“Kami tidak akan menyangkalnya jika kalian tidak punya tahanan kami tapi seperti itulah faktanya tapi saya yakin kabar tentang kami sudah ada sejak disini mulai menyebar kepada tahanan kami dan apapun yang terjadi kami akan menyelamatkan mereka semua dalam keadaan hidup atau mati karena inilah kewajiban kami untuk melindungi mereka…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Jadi bagaimana rencana kalian ?......” ....Ucap Putri Ririn....
Kembali 15 menit yang lalu saat pertarungan Kapten Galih selesai dengan Astorius (Kepala Pelayan Putri Ririn)****......
“Ada informasi dari markas oleh Mayor Vipta…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian kepada Kapten Galih dan Asisten Dimas....
“Informasi tentang apa ?.....” ....Ucap Kapten Galih....
“Operasi Pegasus Tahap 2 kita mulai tapi kita perlu izin dari Putri Ririn kalau tidak……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Tidak resmi dan tidak akan dianggap oleh pihak lain yang mencoba mengintervensi dari dalam dan luar, bukan ?.....” ....Ucap Kapten Galih....
“Bagaimana anda bisa menebak ?.....” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Itu bukan tebakan tapi fakta akan terjadi cepat atau lambat, sesuatu yang buruk akan terjadi…….” ....Ucap Asisten Dimas.....
“Jadi bagaimana Kapten ?......” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“2 burung dalam sekali tembak……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Markas juga akan memindahkan SDM sebanyak 100.000 dan SDA kita ke Kota Venezia……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Jika aku menebak, Kota Venezia saat ini seperti mangsa empuk bagi banyak pihak……” ....Ucap Kapten Galih kepada mereka berdua....
“Kalau dipikir lagi itu benar, mangsa yang tidak dapat melindungi diri sendiri tapi bukan berarti mereka tidak bisa bertahan dalam serangan…….” ....Ucap Asisten Dimas....
“Dalam skala kecil memang akan bertahan tapi skala besar seperti pasukan Mahkota Pertama adalah hal yang mudah dalam menjatuhkannya kurang dari 1 hari itu bukan hal yang sulit dan mustahil……..” ....Ucap Kapten Galih....
“Jadi itu yang dipikirkan oleh anda…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Terlebih kota itu adalah kota netral artinya tidak berpihak kepada siapapun tapi mereka tidak akan bisa bertahan dalam hal itu dan kepemimpinan akan jatuh ke siapa saja yang menguasai, satu-satunya cara adalah…….” ....Ucap Asisten Dimas.....
“Seperti yang aku pikirkan, Putri Ririn dan para bangsawan adalah 2 kunci kita……..” ....Ucap Kapten Galih....
Kembali kepada Kapten Galih dan Putri Ririn saat ini…….
“Jujur saja, anda dan para bangsawan lain adala kunci sementara dari akar permasalahan ini…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Biar saya tebak, anda butuh kunci utamanya adalah sang raja itu sendiri……” ....Ucap Putri Ririn...
__ADS_1
“Anda benar dan kami akan menggunakan seluruh kekuatan dan kemampuan yang kami punya untuk membantu kalian…….” ....Ucap Asisten Dimas....
“Kami juga mempunyai masalah dengan raja karena pertemuan ini dilakukan secara mendadak kami belum mempersiapkannya kecuali dari permintaan pihak anda…..” ....Ucap Putri Ririn....
“Begitu rupanya, kami juga ingin meminta izin kepada anda untuk memindahkan 100.000 pasukan kami ke Kota Venezia hanya memindahkan bukan menyerang…..” ....Ucap Asisten Dimas....
“100.000 pasukan ?......” ....Ucap Putri Ririn yang terkejut mendengarnya....
“Kau membuatnya terkejut biar aku yang jelaskan……..” ....Ucap Kapten Galih....
“Maafkan saya….” ....Ucap Asisten Dimas....
“Alasan kami memindahkan pasukan sebesar itu adalah untuk membangun pertahanan dan stabilitas keamanan beserta ekonomi akibat perang yang melawan bandit beberapa waktu yang lalu tapi bukan berarti kami menguasai wilayah itu dan kepemimpinan akan kami serahkan lalu dukungan suara kami ada pada anda dan bangsawan yang disana……..” ....Ucap Kapten Galih....
“Aku mengerti rinciannya tapi pasukan sebesar itu demi melindungi Kota Venezia…..” ....Ucap Putri Ririn kepada mereka berdua....
“Bagaimana Kapten ?......” ....Ucap Asisten Dimas
“Beritahu saja…….” ....Ucap Kapten Galih kepada Asisten Dimas....
“Intinya adalah cepat atau lambat jika tidak bergerak maka kota itu bisa jatuh ke tangan siapa saja dan saat ini, kota itu sangat rentan terhadap serangan apapun baik dari dalam dan luar termasuk dalam kepemimpinannya itu sendiri…..” ....Ucap Asisten Dimas....
“Jika saya boleh berbicara, yang dikatakan oleh Perwakilan Dimas memang benar untuk membangun kekuatan sebesar ini perlu dukungan kuat sementara semua suara yang ada tidak akan cukup untuk mendukung kita jika bergerak sendirian tapi saya yakin ada orang didalam kita bisa membocorkan informasi ke musuh……” ....Ucap Kapten Galih....
“Aku juga sangat waspada tentang itu, kita tidak bisa mempercayai orang-orang kita yang bisa kita percayai adalah orang-orang yang kita kenal…..” ....Ucap Putri Ririn....
“Baiklah aku menyetujuinya tapi kalian membutuhkan izin dari bangsawan yang sudah aku kenalkan waktu itu……” ....Ucap Putri Ririn kepda mereka berdua....
“Permintaan diterima dan kami setuju…..” ....Ucap Asisten Dimas....
“kalau begitu, kami antar anda ke kamar masing-masing khusus tamu penting dan perjamuan untuk makan malam…..” ....Ucap Kepala Pelayan Astorius....
“Sebelum itu, kami ingin pergi ke kediaman yang telah kalian siapkan untuk utusan kami selama disini hanya untuk menilainya jika itu tidak merepotkan kalian…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Baiklah, Boses bisa mengantar anda kesana…….” ....Ucap Putri Ririn....
“Baik, tuan putri…..” ....Ucap Ksatria Boses....
“Aku akan meninggalkan sisanya disini hanya aku, Asisten Dimas, dan Letnan Andrian yang akan pergi kesana…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Baiklah……Kalau begitu saya akan menunggu anda semua di kediaman ini…..” ....Ucap Putri Ririn....
Setelah itu, Kapten Galih bersama Ksatria Boses pergi ke kediaman sementara untuk Duta Besar Rachel lalu sisanya bisa tinggal di kediaman Putri Ririn……
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?......
Apa rencana Kpaten Galih dan yang lainnya pergi ke kediaman untuk Duta Besar Rachel ?......
__ADS_1
Tunggu........Chapter 112 ??????????????????