
Kemudian Mayor Vipta pergi ke ruangan Jenderal untuk melapor tentang masalah ini sedangkan Pasukan Letnan Galih mencari Letnan Galih yang pergi menangis di suatu tempat yang berada di markas.....
Letnan Galih : “Nai, apa ini semua salahku karena tidak bisa menyelamatkan mereka ?” ....Sambil memegang foto Rianai dan menangis....
Letnan Galih : “Kenapa aku tidak bisa menyelamatkan 120 orang ?, apa aku kurang kuat ?”
Tiba-tiba Sersan Wica menemukan Letnan dan langsung memeluknya....
Sersan 1 Wica : “Tidak, anda sudah kuat sekali bahkan kami sudah tidak bisa menandingimu. Anda tidak bisa melindungi mereka karena itu adalah takdir dari yang atas. Berkat anda, kami semua selamat dan masih hidup sampai sekarang....” ....Sambil memeluk Letnan.....
Letnan 2 Andrian : “Benar, Letnan. Anda masih mempunyai kami, sebuah keluarga yang peduli terhadap anda dan anda pernah menyelamatkan nyawa saya beberapa kali. Saya siap rela mati demi anda.....”
Sersan 1 Wica : “Benar, anda memiliki kita semua. Beban anda selama ini boleh dilimpahkan kepada kami agar meringankan pundak anda....” ....Melepaskan pelukan dan mengusap air mata Letnan....
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir......Give us an order !!!!” ....Sambil hormat kepada Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Benar, ayo kita kembali dan mengurus penduduk Desa Amara dan Codex....” ....Sambil membalas hormat.....
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir....” ....Menurunkan tangan....
Sementara itu, Mayor Vipta dan Jenderal Isekawa yang bertemu di ruangannya untuk membahas laporan Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Pak, saya ingin melapor....” ....Sambil berdiri.....
Jenderal Isekawa : “Silakan, Mayor.....” ....Sambil duduk.....
Mayor Vipta : “Letnan Galih beserta pasukannya membawa penduduk Desa Codex tapi 120 diantaranya tewas akibat serangan naga api dan 4 orang dari PBB telah kembali ke negaranya.....”
Jenderal Isekawa : “Apa ??? Baiklah, tidak masalah....”
Mayor Vipta : “Untuk berita buruknya Letnan Galih menyalahkan dirinya sendiri dan sekarang, pasukan Letnan Galih sedang mencari juga menghiburnya....”
Jenderal Isekawa : “Sial....Naga api brengsek!!!....Berani-beraninya menyerang keluargaku. Mayor perintahkan Angkatan Udara untuk mengirimkan F-16 dan F-18 , cari makhluk buas tingkat S itu sekarang lalu ukur kemampuannya.....!!!!” ....Marah....
Mayor Vipta : “Baik, pak.....”
Setelah itu, Mayor Vipta pergi dari ruangan Jenderal dan segera mengirimkan jet tempur dari Angkatan Udara untuk melacak & mengukur kekuatan tempurnya. Sementara itu Letnan Galih dan pasukan Letnan Galih membantu Desa Amara dan Desa Codex lalu Letnan Andrian menunjukkan bangkai mayat wyvern yang tidak tahu harus diapakan kepada penyihir manusia Nana dan dewi kematian Rara....
Letnan 2 Andrian : “Ini adalah bangkai wyvern yang kami bunuh saat penyerangan di bukit ini.....”
Penyihir Nana : “Sebanyak ini.....Apa kalian tidak tahu cara menggunakannya ?....”
Letnan 2 Andrian : “Kami tidak tahu dan silakan lakukan yang kau mau....” .....Meninggalkan penyihir nana dan dewi Rara.....
Dewi Rara : “Sisiknya bisa diambil dan dijual mahal lalu masih dalam kondisi bagus....”
Setelah itu Mayor Vipta bertemu dengan Letnan Galih yang sedang membantu penduduk Desa Codex di bangunan sementara....
Mayor Vipta : “Yoo, apa kau sudah tenang ?...” ....Menatap Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Sudah...” .....Melihat Mayor.....
__ADS_1
Mayor Vipta : “Bisa bicara berdua denganmu ?....”
Letnan 1 Galih : “Bisa....Bicara tentang apa ?.....”
Mayor Vipta : “Ini tentang misimu berikutnya, kau harus pergi ke Kota Venezia secepat yang kau bisa bersama dengan pasukanmu....” .....Menatap dengan serius.....
Letnan 1 Galih : “Memangnya ada apa ?”
Mayor Vipta : “Menurut intel, akan ada serangan bandit disana dan disana ada keturunan bangsawan yang mendukung perdamaian dengan kita. Kau harus bisa mempertahankan kota itu....”
Letnan 1 Galih : “Baik, aku akan bersiap.....”
Mayor Vipta : “Berhati-hatilah, Letnan lebih baik kehilangan beberapa orang daripada kehilanganmu....” .....Sambil menepuk pundak Letnan Galih....
Kemudian Mayor Vipta meninggalkan Letnan Galih lalu Letnan Galih menghubungi Kopral 1 Sultan lewat radio.....
Letnan 1 Galih : “Kopral Sultan, masuk...Ganti...” ....Lewat radio....
Kopral 1 Sultan : “Ada apa, Letnan ?....Ganti.....” ....Membalas radio....
Letnan 1 Galih : “Isi ulang bahan bakar kendaraan dari Unit 1-4 lalu isi amunisi senapan berat dan bazooka karena kita akan pergi lagi....”
Kopral 1 Sultan : “Baik, pak...”
Letnan 1 Galih : “Seluruh anggota, dengarkan aku. Kita akan pergi ke Kota Venezia dengan misi perlindungan VIP, persiapkan senjata & peralatan kalian !!!....” .....Lewat radio.....
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir...” ....Membalas radio....
Sersan 1 Wica : “Letnan, ganti....” ....Lewat radio....
Letnan 1 Galih : “Yaa, sersan, ganti....” ....Membalas radio....
Sersan 1 Wica : “Gadis Elf yang kita temukan sudah siuman sebaiknya anda segera ke barak medis sekarang, ganti...”
Letnan 1 Galih : “Baik, aku akan segera kesana....”
Lalu Letnan Galih berlari menuju barak medis menemui Sersan Wica.....
Letnan 1 Galih : “Bagaimana keadaannya ?” ....Melihat Sersan Wica....
Sersan 1 Wica : “Keadaannya stabil dan masih syok tentang apa yang terjadi.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Baik, tinggalkan aku dan persiapkan dirimu untuk berangkat segera nanti....”
Sersan 1 Wica : “Baik, Letnan....” ....Meninggalkan Letnan....
Letnan 1 Galih : “Nama saya, Galih. Siapa namamu ?”
Gadis Elf : “.........................”
Letnan 1 Galih : “Anda berada di Bukit Avatra. Desa anda sudah terbakar habis oleh naga api dan saya yang telah menyelamatkan anda, jadi setidaknya beritahu saya siapa nama anda ?....”
__ADS_1
Gadis Elf : “Nama saya Lulala dan dimana penduduk desa yang lain....”
Letnan 1 Galih : “Maafkan saya tapi kamu saja yang berhasil selamat.....” ....Sambil memeluk erat....
Elf Lulala : “Dimana keluargaku dan teman-teman ras elfku ?.....” ...Sambil menangis memeluk Letnan....
Letnan 1 Galih : “Maafkan aku tapi hanya kamu saja dan saya siap bertanggung jawab sebagai apapun yang kamu mau....” ....Membisikkan di telinganya....
Elf Lulala : “Saya hanya butuh kamu....” ....Menatap Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Maaf untuk itu saya tidak bisa melakukannya....” ....Mengusap air matanya....
Elf Lulala : “Kenapa ?...”
Letnan 1 Galih : “Saya sudah mendapatkan perintah untuk bertugas kecuali kamu ingin benar-benar ingin ikut bersama saya.....”
Elf Lulala : “Saya akan mengikutimu....”
Letnan 1 Galih : “Baiklah, saya akan selalu disamping kamu selamanya.....”
Kemudian Letnan 1 Galih dan Lulala pergi menemui pasukan Letnan, Rara, dan Nana yang sudah siap dikendaraan lalu Mayor Vipta datang.....
Mayor Vipta : “Wah....Wah....Lihat ini, seorang ksatria sejati bersama 3 orang gadis yang berbeda. Aku benar-benar cemburu sekali....” ....Dihadapan seluruh pasukan....
Seluruh anggota pasukan : “Cieeeeee.........”
Letnan 1 Galih : “Berisik.......Cepat naik ke kendaraan !!!” .....Sambil tersipu malu....
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir !!!”
Dewi Rara : “Aku tidak apa-apa menjadi yang kedua....”
Letnan 1 Galih : “Aaaaaiiiihhhh......Sudahlah, kalian bertiga naik kendaraan itu...”
Mayor Vipta : “Padahal di hatimu sedang berbunga-bunga....”
Letnan 1 Galih : “Bodo amat...” ....Sambil naik ke kendaraan...
Mayor Vipta : “Terserah kau saja dan satu lagi, atas perintah Jenderal ke AU. Aku sedang mencari makhluk buas tingkat-S kalau sudah ketemu aku akan beritahu....”
Letnan 1 Galih : “Terima kasih Mayor....Baka....”
Mayor Vipta : "Hati-hati dijalan....." .....Melambai ke arah Letnan Galih....
Kemudian Letnan Galih beserta pasukannya pergi ke kota Venezia untuk misi perlindungan VIP dengan bantuan Dewi Kematian, Gadis Penyihir, dan Gadis Elf......
Apakah mereka bertiga menyukai Letnan Galih ?....
Bagaimana dengan kunci kebahagiaan Letnan Galih yang sebenarnya ?....
Apakah Letnan Galih akan melakukan perdamaian atau sebaliknya ?
__ADS_1
Tunggu.....Episode 15 Pertarungan Cinta....