Travel Into New World

Travel Into New World
109. The Empire of King Crown


__ADS_3

Kembali kepada Putri Ririn yang sedang menunggu kedatangan pasukan Kapten Galih bersama Kepala Pelayannya....


“Apa terjadi sesuatu sampai anda tampaknya gelisah ?......” ....Ucap Kepala Pelayan yang melihat Putri Ririn yang tidak bisa tenang....


“Harusnya mereka semua tiba saat ini kalau aku tidak salah…..” ....Ucap Putri Ririn yang sedang menunggu dengan cemas....


“Apa mungkin terjadi sesuatu ?.....” ....Ucap Kepala Pelayan....


“Saat ini, aku tidak mau memikirkan hal itu dulu……..” ....Ucap Putri Ririn....


Tiba-tiba Ksatria Boses datang ke ruangan kerja Putri Ririn bersama dengan Ksatria Avi yang telah disana sejak dari Venezia………


“Tuan putri, kami sampai !!!!!.........” ....Ucap Ksatria Boses....


“Maaf, tuan putri. Aku sudah berusaha mencegahnya…..” ….Ucap Ksatria Avi….


“Tidak apa-apa dan Boses !!!!........Tapi dimana Komandan Galih dan yang lainnya…….” ....Ucap Putri Ririn smabil melihat Boses....


“Mereka sedang bersembunyi di bagian Timur Kekaisaran karena menunggu kita untuk membawa mereka masuk kedalam sini……” ....Ucap Ksatria Boses....


“Baiklah…….Kalau begitu, siapkan kereta kuda dan pasukan yang sesuai rencana untuk menjemput mereka…..”


“Baik, tuan putri…….” ....Ucap Ksatria Boses dan meninggalkan ruangannya....


“Akhirnya aku sudah bisa bertemu lagi……” ....Ucap Kapten Galih....


“Ohhhh…….Padahal tadi anda sangat mencemaskannya dan menunggu dengan gelisah…….” ....Ucap Kepala Pelayannya sendiri....


“Aku sangat senang bisa bertemu kembali dengannya……” ....Ucap Putri Ririn kepada Kepala Pelayannya....


“Pergilah tuan putri…..” ....Ucap Kepala Pelayan....


“Aku berangkat dulu…..” ….Ucap Ksatria Ririn….


“Ada-ada saja………Tapi……..Kalau dia memang benar orangnya maka aku akan mengujinya dulu…..Apakah dia pantas di samping tuan putri sesuai dengan pesan terakhir ibunya” ….Berbicara dalam hati sang Kepala Pelayan….


Sementara itu di tempat pasukan Kapten Galih berkumpul sisi Timur Kekaisaran……


“Jadi apakah kau ingin membicarakannya tentang masalah tadi ?......” ....Ucap Kapten Galih....


“Ya, tentu saja tapi…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian dan memberikan kode....


“Aku mengerti……” ....Ucap Kapten Galih....


“Aku akan matikan radio sementara…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian sambil mematikan radio....


“Baiklah, aku juga……..Dimas, bisa keliling menemui pasukan untuk mengecek keadaan sekitar ?....” ....Ucap Kapten Galih....


“Tentu saja Kapten…….” ....Ucap Asisten Dimas dan pergi menemui yang lain....


“Terima kasih…..Kembali ke topik jadi berawal dari mana ?....” ....Ucap Kapten Galih dan melihat Letnan 1 Andrian....


“Itu semua sejak kita kembali kesini…….Apa anda ingat saat kita berpisah dan ke tempat yang ingin mereka pergi ?........” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Kalian saat itu ke perpustakaan bukan ?......” ....Ucap Kapten Galih agar tidak salah menebak....


“Benar lalu dia mengambil buku yang diatas rak tinggi tapi hampir jatuh karena aku menyelamatkannya di hari itu……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Ahhhhh………Begitu rupanya……..” ....Ucap Kapten Galih....


“Hubungan ini yang baru tahu hanya anda saja…….” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Aku mencium kata “tapi” apa ada yang salah dengan hal itu ?....” ....Ucap Kapten Galih...


“Pertama, aku belum siap memberitahu kepadan kalian semua lalu hal kedua adalah aku ragu-ragu dengan hubungan seperti ini……..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Saran sebagai teman, memberitahu kepada kami adalah hal yang mudah dan kapan saja jika kau sudah siap tapi yang sulit adalah hubungan kalian disini……Aku tahu kita berbeda dunia ajaib disini, tidak ada salahnya mencari pasangan tentu ada resiko sendiri dalam hal itu…….” ....Ucap Kapten Galih....


“Bagaimana dengan anda sendiri ?.......” ....Ucap letnan 1 Andrian....


“Lebih rumit yang aku takutkan adalah bagaimana kalau aku kehilangan dia lagi…….Tentu kalian juga termasuk tapi jika ada cara lain dalam melindungi kalian aku siap ke ujung dunia bahkan ke neraka sekalipun untuk membawa kalian pulang tapi………..” ....Ucap Kapten Galih dengan masa lalunya....


“Pengorbanan dan resikonya tidak kecil……” ....Ucap Letnan 1 Andrian...

__ADS_1


“Kau benar……Kau sendiri juga sudah melihat dunia ini kan melawan naga dan serigala itu tidak ada yang bisa dijelaskan hanya sekedar kata-kata tapi kita tetap harus melawan……….” ....Ucap Kapten Galih....


“Maksud anda, kita tidak akan selamat jika kita tidak bersama ?........” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Salah satu alasannya itu dan bagaimana suatu saat jika kita dipanggil kembali lalu menutup gerbang itu ? atau kita tidak punya pilihan lain selain mundur dari sini kemudian menutup gerbang itu selama-lamanya ?.......Pilihannya memang tidak terlihat tapi kesempatannya sangat besar……..”....Ucap Kapten Galih...


“Baiklah, kurasa aku paham dengan maksud anda…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian...


“Saran sebagai Komandan pasukan ini, punya hubungan dengan dunia ini bagus tapi ingat kita masih punya musuh dan konsekuensinya juga lebih besar jika dipisahkan, kau akan memilih mana kita atau mereka ?......” ....Ucap Kapten Galih....


“Kalau begitu, aku……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


"Hahhhh…….Dibawa santai saja lalu jangan panik dan tegang seperti orang baru saja……” ....Ucap Kapten Galih sambil memegang pundak Letnannya...


“Baik, Kapten…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Intinya adalah mau melanjutkan hubungan ini atau memutuskannya hanya kau sendiri yang memutuskan, aku hanya memberikan alasan yang terbaik nanti tapi jika kalian suatu saat berpisah disini hal itu menjadi hal menyakitkan yang kau punya…..” ....Ucap Kapten Galih dengan logis....


“Kapten……” ....Ucap Letnan 1 Andrian yang menyadarkan Kapten Galih....


“Kau benar karena aku sudah pernah di posisi itu tapi itu karena kebodohan dan egoku sendiri………” ....Ucap Kapten Galih...


“Baiklah Kapten……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Sejak saat kita disini itulah yang membuatku berpikir keras, apa ada cara lain untuk membantu mereka ?....Tidak peduli belok ke kanan atau kiri tapi yang penting buat keputusan dulu agar tidak menyesal di awal……kurasa seperti itu” ....Ucap Kapten Galih...


“Baik Kapten dan kalau aku boleh bertanya, kapan anda akan memberitahukan kepada semuanya ?.....” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Soal Asisten Dimas ?......” ....Ucap Kapten Galih....


“Ya…” ....Ucap Letnan 1 Andrian dengan pelan....


“Aku sudah mendengarnya dari Mayor Vipta tapi rahasiakan ini sementara waktu dari yang lain, beberapa petinggi sedang menyiapkan rencana besar terhadap Putra Mahkota Pertama dan aku sudah ditugaskan untuk memimpin langsung operasi itu…..” ....Ucap Kapten Galih sambil menjelaskan kepada Letnan yang satu ini....


“Apa kami akan ikut ?.........” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Jelas tapi kalian tidak bersamaku, kalian diberikan misi yang berbeda jauh lebih menantang dan sangat menarik…..” ....Ucap Kapten Galih dengan memberikan informasi yang telah dibuat dengan Mayor Vipta....


“Misi apa itu ?....” ....Ucap Letnan 1 Andrian yang masih bertanya-tanya....


“Baik, Kapten……” ....Ucap Letnan 1 Andrian yang tidak meragukan lagi komandannya....


“Selain itu apa tidak pergerakkan di sekitar sini ?......” ...Ucap Kapten Galih...


“Jarang sekali ada yang lewat sini tapi ini persembunyian yang bagus…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Pak, ada pergerakkan dari Kekaisaran………” ....Ucap salah satu tim pengintai yang melihat ada pergerakkan dan melapor kepada Kapten Galih....


“Benderanya, apa lambang benderanya ?….” ....Ucap Kapten Galih lewat radio....


“Bunga mawar tapi warna biru……” ....Ucap tim pengintai....


“Jangan tembak…….Biarkan kami yang mengurusnya dan beritahu yang lain…..” ....Ucap Kapten Galih lewat radio....


“Yes, sir….”....Ucap tim pengintai....


“Apa itu jemputan kita ?.....” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Kurasa begitu…..” ....Ucap Kapten Galih kepadanya....


“Akan aku panggilkan yang lain dan membawa semua perlengkapan……” ....Ucap Letnan 1 Andrian dan meninggalkan Kapten Galih sendiri....


“Baik, pergilah….” ....Ucap Kapten Galih....


Kemudian Ksatria Ririn tiba di lokasi bersama ksatria khusus lainnya untuk menjemput pasukan Kapten Galih…….


“Komandan Galih, bagaimana dengan kabarmu ?......” ....Ucap Ksatria Ririn sambil bertanya-tanya pada dirinya apakah ini benar Komandan Galih yang ia suka....


“Aku baik-baik saja tapi kenapa harus formal seperti itu ?.....” ....Ucap Kapten Galih sambil melihat Putri Ririn....


“Soalnya karena mereka…….” ....Ucap Putri Ririn sambil memberikan kode....


“Ahhhh…….Aku mengerti……Baiklah, tuan putri.....” ....Ucap Kapten Galih....

__ADS_1


“Apa hanya anda seorang ?......” ....Ucap Putri Ririn dengan wajah memerah akibat ucapan Kapten Galih sebelumnya....


“Tidak, tunggu sebentar…..” ....Ucap Kapten Galih....


Lalu Kapten Galih bersiul memberikan kode untuk berkumpul…….


“Aku tidak menyangka bahwa kalian sedang bsersembunyi…….” ....Ucap Putri Ririn....


“Ya, untuk berjaga-jaga saja…….” ....Ucap Kapten Galih....


“Kapten, semuanya sudah dihitung dan lengkap…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Baiklah, bawa semua perlengkapan dari sini ke dalam kereta kuda lalu kita akan berangkat dalam 15 menit……” ....Ucap Kapten Galih kepada Letnan 1 Andrian....


“Sir, yes sir…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Apa ini termasuk rencana anda ?.......” ....Ucap Kapten Galih....


“Ya. Bagian dari rencana jika terjadi sesuatu terhadap umpannya yaitu aku, mereka yang akan membereskannya…….” ....Ucap Kapten Galih yang menjelaskan kepada Putri Ririn....


“Dan kami adalah mangsanya ?……..” ....Ucap Putri Ririn....


“Jika itu orang lain atau musuh tidak masalah……” ....Ucap Kapten Galih....


“Apa anda membaca surat dariku ?.....” ....Ucap Putri Ririn....


“Ya, Aku selalu membawanya tapi aku belum membacanya karena aku harus menyiapkan pasukan ini……” ....Ucap Kapten Galih sambil memperlihatkan sebuah surat yang masih tersegel dari kantongnya....


“Dasar tidak peka…..” ....Ucap Putri Ririn dengan pelan...


“Apa ada yang salah ?......” ....Ucap Kapten Galih yang melihat wajah Putri Ririn tidak senang....


“Ehhhhhh…….Tidak……..Hmmph…..” ....Ucap Putri Ririn dan memalingkan wajahnya dari Kapten Galih....


“Kurasa salahku ya……” ....Ucapnya sendiri dan melihat Putri Ririn yang pergi begitu saja...


Setelah itu, Pasukan Kapten Galih dan Ksatria Khusus pergi ke lokasi persembunyian……..


“Tempat yang bagus……” ....Ucap Kapten Galih Melihat sekeliling bangunan....


“Aku menyerahkan tanggung jawabnya ke Boses sedangkan aku akan menyiapkan hal – hal dibutuhkan dulu lalu setelah ini, perwakilan bisa pergi ke kediamanku…..” ....Ucap Ksatria Ririn lalu meninggalkan Kapten Galih di tempat itu dan berkuda kembali ke kediamannya....


“Baiklah, sampai ketemu nanti…….” ....Ucap Kapten Galih dan melihat Ksatria Ririn pergi....


"Apa ada arahan selanjutnya ?...." ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Ya, bilang kepada semua pemimpin tim berkumpul segera…..” ....Ucap Kapten Galih sambil melihat Letnan 1 Andrian....


"Perhatian kepada semua pempimpin tim, segera berkumpul di bangunan utama....." ....Ucap Letnan 1 Andrian lewat radio....


“Baik, pak !!!!.....” ...Ucap semua lewat radio yang dibawa....


“Kapten, semuanya sudah berkumpul……..” ....Ucap Letnan 1 Andrian kepada Kapten Galih....


“Kita akan briefing dulu sebelum melanjutkan operasi ini, Regu pengintai  ke 4, 5, dan 6 akan melindungi dan menjaga parimeter sekitar termasuk patroli tapi jangan sampai mencolok lalu tim medis berada di dalam parimeter dan melapor hanya kepadaku, Letnan Andrian, dan Sersan Mayor Wica selain dari itu tanyakan dulu lalu kita akan pergi ke lokasi kediaman Putri Ririn yang pergi adalah aku, Asisten Dimas, Prajurit Charen, dan Letnan Andrian termasuk mereka bertiga (sambil memberikan kode kepada Rara, Nana, dan Lulala) lalu sedangkan yang lain tugasnya hanya di sekitar sini dan melapor kepada Letnan Irhamna tapi jika mendesak bisa hubungi aku atau Letnan Andrian dan nanti malam ada pengiriman dari markas di tempat lokasi kita tadi jika kami belum kembali pergilah bersama Letnan Irhamna……Apa semuanya jelas ?.....” ....Ucap Kapten Galih kepada yang lain....


“Jelas tapi bagaimana jika ada situasi darurat atau mendesak ?.......” ....Ucap salah satu pemimpin pasukan....


“Aku saja Kapten, jika hal itu terjadi kalian diizinkan untuk mundur dan meninggalkan zona ini ke LZ (Landing Zone) tapi tidak ada yang melindungi tim medis jika kalian diserang kalian diperbolehkan untuk menembak dan tim medis bantu Sersan Mayor Wica untuk mencari informasi mengenai warga kita yang masih hilang walaupun kecil harapannya bisa mendapatkan lokasinya tapi apapun itu entah rumor atau fakta ambil semua informasi dan kami sendiri yang akan memilahnya……..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....


“Sudah jelas ?......” ....Ucap Kapten Galih....


“Siap, sudah pak….” ....Ucap yang lainnya....


“Tetap berhati-hati dan waspada……Kita disini sendirian tanpa bantuan jadi jaga satu sama lain…..” ....Ucap Kapten Galih...


“Yes sir…..” ...Ucap semuanya....


“Ke posisi masing-masing, bubar……” ....Ucap Kapten Galih....


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Bagaimana dengan Kapten Galih yang akan pergi ke kediaman Putri Ririn bersama beberapa pasukannya ?

__ADS_1


Tunggu.......Episode 110 ????????????????????????????


__ADS_2