Travel Into New World

Travel Into New World
116. Long Life The King and His Demons


__ADS_3

Kembali kepada Kapten Galih dan Putri Ririn beserta yang lainnya akan pergi ke kekaisaran menemui Raja Malto…….


“Transportasi sudah tiba, Kapten……” ….Ucap Sersan 1 Sultan….


“Baik, kita brief dulu sebentar karena semua sudah disini……” ….Ucap Kapten Galih….


“Sir, yes sir…..” ….Ucap pasukan yang ada di tempat….


“Sersan Sultan tetap di transport dan mendukung dari belakang jika terjadi sesuatu kita bisa melarikan diri dengan cepat lalu Letnan Andrian dan Prajurit Charen, kalian bersama kita untuk masuk tapi tetap harus waspada dengan segala ancaman yang bisa terjadi mungkin saja mereka ingin memulai perang duluan kecuali jika kita masih mengikuti ROE (Rules Of Engange) dan tetap hati – hati saat menjalankan misi ini…..” ….Ucap Kapten Galih….


“Berarti untuk pengawalan hanya aku dan Letnan Andrian ?.....” ….Ucap Prajurit 1 Charen….


“Ya, kita tidak bisa membuat semua pasukan kekaisaran ikut masuk kedalam istana jangan sampai kalah jumlah kalau bisa…….” ….Ucap Kapten Galih….


“Berarti yang anda sarankan adalah untuk menyamakan kekuatan dengan jumlah ?.....” ….Ucap Letnan 1 Andrian….


“Benar dan kurasa ini lebih dari cukup setidaknya membuat mereka ketakutan dulu alih-alih mereka akan berpikir 2 kali sebelum menyerang kita tapi teap saja jika ingin menyerang akan kita lawan…..” ….Ucap Kapten Galih….


“Ayye – aye sir….” ….Ucap Letnan 1 Andrian….


“Apa ada pertenyaan lain ?.....” ….Ucap Kapten Galih….


“Cukup Kapten……” ….Ucap Sersan 1 Sultan….


“Baiklah,  kita mulai hari ini……” ….Ucap Kapten Galih….


“Sir, yes sir…..” ….Ucap semua pasukan yang ada di tempat….


“Ambil perlengkapan kalian…….Let’s roll out….”….Ucap Kapten Galih….


Setelah itu, Kapten Galih kembali menemui Asisten Dimas dan Putri Ririn bersama pengawalan dari Ksatria Khusus Bunga Mawar Biru……


“Apa semuanya sudah siap ?....” ….Ucap Kapten Galih….


“Aku sudah siap dari tadi…..”  ….Ucap Asisten Dimas…..


“Begitu pula dengan kami……” ….Ucap Putri Ririn yang menunggangi kudanya bersama dengan Ksartia Khusus lain….


“Baiklah, kita berangkat dan pastikan diri kalian  tidak memaksa disana….” ….Ucap Kapten Galih….


“Baik…” ….Ucap Putri Ririn…..


“Lalu bagaimana dengan  kalian ?......” ….Ucap Kapten Galih….


“Tidak ada yang tertinggal dan baru kali ini aku akan menemui raja……” ….Ucap Penyihir Nana....


“Jangan berekspetasi lebih….”….Ucap Asisten Dimas….


“Mari kita lakukan ini……” ….Ucap Kapten Galih….


Sedangkan di markas persembuyian, Sersan Mayor Wica yang memimpin pasukan sementara ini sambil membuka toko apoteknya dengan bayaran informasi mengenai hal-hal aktivtas yang terjadi di kekaisaran termasuk informasi atas Putra Mahkota Ele sebagai calon penerus kekaisaran……


“Apa anda pernah mendengar sesuatu atau seseorang tentang orang – orang yang diambil saat pasukan kekaisaran pergi ke Bukit Avatra  ?.....” ….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Jika ini perang yang terjadi di Bukit Avatra semua orang sudah mendengar hal itu tapi tentang menculik orang – orang yang ada di Bukit Avatra aku pernah mendengarnya dari pasukan kekaisaran yang membawa mereka…….” ….Ucap Elia….


“Apa anda bisa menceritakannya ?.....” ….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Kebanyakan dari mereka adalah pasukan dari Putra Mahkota Pertama dan mereka semua dibawa untuk bekerja di area tambang di wilayahnya lalu ada juga yang menjadi budak yang sudah diperjual belikan oleh bangsawan yang sangat kaya ataupun oleh orang – orang kotor untuk bekerja seperti orang bersamaku dan lagi mereka ditahan di area isolasi yang hanya diketahui beberapa petinggi saja……”….Ucap Elia….


“Begitu rupanya, apa anda pernah melihat seseorang yang anda belum pernah lihat sebelumnya ?.......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….

__ADS_1


“Jika kau membicarakan hal itu, aku teringat bahwa aku melihat orang – orang yang belum pernah aku lihat sebelumnya ada 6 orang yang mengaku katanya orang suruhan dari Putra Mahkota Pertama…..”….Ucap Elia….


“Apa anda tahu mengenai kondisi orang  – orang yang dibawa oleh pasukan itu ?.....” ….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Tidak ada informasi lagi tentang hal itu dan itu saja yang aku tahu…….”….Ucap Elia….


“Baiklah, terima kasih Elia atas informasinya……”….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Tentu tapi aku akan kembali lagi minggu depan dan kurasa aku akan mengajak temanku dan yang lain untuk berobat disini……”….Ucap Elia….


“Tapi kita harus melakukan ini secara diam – diam tanpa diketahui oleh siapapun……”….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Aku akan ingat itu baik – baik……”….Ucap Elia….


“Terima kasih atas kunjungannya….”….Ucap Sersan Mayor Wica….


“Aku akan kembali lagi….”….Ucap Elia….


Kembali kepada Kapten Galih dan yang lainnya sampai di istana untuk menemui Raja Malto……..


“Kita sampai, Komandan Galih dan Utusan Dimas…….” ….Ucap Sersan 1 Sultan….


“Yang benar saja…..Kau pasti bercanda…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian dan melihat istana yang masih harus berjalan lagi….


“Kurasa kita masih harus naik lagi berjalan kaki ke atas sana…..” ….Ucap Kapten Galih melihat tangga yang sama….


“Putri Ririn, bukan bermaksud tidak sopan, tapi apa kita harus naik keatas sana ?.....” ….Ucap Asisten Dimas….


“Ya, saat ini kalian hanya baru sampai di halaman kekaisaran sedangkan istananya ada diatas sana…..” ….Ucap Putri Ririn….


“Kurasa kita tidak punya pilihan lain lagi selain naik kesana…..” ….Ucap Asisten Dimas….


“Cukup banyak jika hanya ditugaskan menjaga 1 orang belum lagi ini masih diluar istana mungkin saja didalam ada lebih banyak……” ….Ucap Kapten Galih kepada Letnan 1 Andrian….


“Sesusai rencana ?.....” ….Ucap Asisten Dimas kepada Kapten Galih….


“Tenang saja semuanya sudah diperhitungkan matang – matang olehku……” ….Ucap Kapten Galih….


“Aku siap bertempur jika dibutuhkan…..” ….Ucap Asisten Dimas….


“Tidak, masih belum saatnya…..” ….Ucap Kapten Galih kepadanya….


“Mari kita pergi Komandan Galih dan Utusan Dimas…..” ….Ucap Putri Ririn….


“Baik, Putri Ririn……” ….Ucap Asisten Dimas….


Kemudian mereka semua sampai di depan istana dan sebelum masuk mereka dicegat oleh penjaga yang berada di depan istana…..


“Apa kalian punya urusan datang kesini ?.....” ….Ucap penjaga istana….


“Apa kau sendiri yang tidak tahu malu dihadapanku dan para tamuku ?....” ….Ucap Putri Ririn….


“Maafkan saya, Putri Ririn karena tidak ada yang bilang kepada saya bahwa anda akan datang kesini……” ….Ucap Penjaga Istana….


“Sudahlah…..Apa ada ayahku didalam ?.....” ….Ucap Putri Ririn….


“Tentu, Yang Mulia Raja mungkin sudah menunggu anda di dalam sana…..” ….Ucap Penjaga Istana….


“Bukakan jalan untuk kami lewat…..” ….Ucap Putri Ririn….


“Baik, Tuan Putri…..” ….Ucap Penjaga Istana….

__ADS_1


“Santai semuanya…….” ….Ucap Asisten Dimas kepada yang lain….


“Singkirkan jari kalian dari pelatuknya……” ….Ucap Kapten Galih….


“Apa anda menyadari sesuatu ?......” ….Ucap Asisten Dimas….


“Peraturan nomor 35……” ….Ucap Kapten Galih kepada Asisten Dimas….


“Selalu mengawasi si pelihat……” ….Ucap Asisten Dimas….


“Waspada boleh tapi jangan menembak sebelum aku perintahkan dan jangan menembak sebelum mereka di posisi menyerang….Paham…..” ….Ucap Kapten Galih kepada pasukannya….


“Sir, yes sir…..” ….Ucap pasukan Kapten Galih….


“Kendalikan emosi kalian…..” ….Ucap Kapten Galih….


“Baik Kapten….” ….Ucap pasukan Kapten Galih….


“Itu berarti termasuk kalian semua……” ….Ucap Kapten Galih kepada Rara, Nana, dan Lulala….


“Kami mengerti…..” ….Ucap Rara, Nana, dan Lulala kepada Kapten Galih….


Sedangkan di markas utama di Bukit Avatra sedang mempersiapkan tempat baru untuk pasukan tambahan yang akan datang termasuk suku cadang dan suplai yang dibutuhkan……


“Silakan bicara Mayor……” ….Ucap Jenderal Isekawa yang duduk di ruangannya….


“Kami sedang menyiapkan tempat baru untuk pasukan tambahan dan membuat ruang baru untuk suku cadang dan berbagai suplai lain lalu memperluas markas kita tapi…..” ….Ucap Mayor Vipta yang masuk ke ruangannya….


“Membutuhkan izinku, apa benar Mayor ?.....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Yes, sir….” ….Ucap Mayor Vipta….


“Berikan dokumennya…..” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Ini pak…” ….Ucap Mayor Vipta sambil memberikan dokumennya….


“Beres…” ….Ucap Jenderal Isekawa sambil mengembalikan dokumennya kepada Mayor Vipta….


“Ada kabar dari pasukan Kapten Galih ?.....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Belum ada untuk saat ini, Jenderal…..”….Ucap Mayor Vipta….


“Kabar dari rumah ?....” ….Ucap Jenderal Isekawa….


“Panglima tinggi mengirimkan telegram untuk meminta kita segera selesaikan segala urusan yang ada disini dengan cepat karena situasi di rumah sedang memanas akibat dari pasukan luar……”….Ucap Mayor Vipta….


“Biar kutebak pasukan luar itu adalah pasukan Kapten Galih dan meminta kita untuk mengirimkan Kapten Galih kembali……”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Kira-kira begitu pak…..”….Ucap Mayor Vipta….


“Akan aku pikirkan dulu soalnya ada operasi yang sedang berlangsung……”….Ucap Jenderal Isekawa….


“Yes, sir…….”….Ucap Mayor Vipta….


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Bagaimana dengan kisah Kapten Galih ?


Apa hasil pertemuan Raja Kekaisaran dengan perwakilan utusan ?


Tunggu..........Episode 117 ??????????????............

__ADS_1


__ADS_2