
Kembali kepada Ksatria Ririn dan Ksatria Boses bersama ksatria khusus lainnya.....
Ksatria Ririn : “Benar dan pelaku dari semua ini adalah kakak pertamaku sendiri. Aku malu terhadap kalian semua termasuk kepada rakyatku.......” ....Melihat ksatria lainnya....
Ksatria 1 : “Tidak masalah bagi kami, komandan......” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria 2 : “Kami akan mengikuti anda dan menuruti semua perintah anda, tuan putri......”....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Terima kasih kepada kalian semua sampai saat ini, kalian sudah mempercayakannya kepadaku......”
Ksatria Boses : “Tidak, itu karena kami semua sudah terikat janji ksatria khusus yang anda buat sendiri......”....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria 3 : “Itu benar sekali, komandan tapi apakah anda bisa menceritakan tentang prajurit itu secara keseluruhan.....”....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Tentu. Ketika aku di dunia mereka, banyak orang yang menginginkan kami sehingga banyak pertempuran darah terjadi lalu disaat itu prajurit itu melindungi kami semua dengan arahan yang tepat dan kekuatan tempur yang minimal mereka berhasil memenangkannya lalu nama prajurit itu adalah Kapten Galih berserta pasukan khususnya.......”
Sedangkan di markas Bukit Avatra, Mayor Vipta dan Kapten Galih akan berbicara secara empat mata.....
Mayor Vipta : “Maaf, kalian semua. Apa bisa meninggalkan kami berdua sebentar ?. Karena ada beberapa hal yang ingin kubicarakan dengan Kapten Galih......” ....Melihat Penyihir Nana dan Dewi Rara....
Penyihir Nana : “Tentu saja, kami juga akan sedang mencari Lulala......” ....Melihat Mayor Vipta....
Dewi Rara : “Kalau begitu, kami permisi dulu.....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Baiklah, hati-hati di jalan. Jadi apa yang ingin dibicarakan olehmu ?......” ....Melihat Penyihir Nana dan Dewi Rara kemudian melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Tidak disini. Ajudan antar semua barang-barang Kapten Galih ke kantornya tanpa ada yang kurang sekalipun termasuk pedang ini lalu siapkan semua yang ada di dalam daftar ini dan besok pagi harus sudah ada !!!!!!.......Apa kalian mengerti ?????!!!!!.......” ....Sambil melihat ajudannya....
Ajudan Mayor Vipta : “Sir, yes sir......” ....Melihat Mayor Vipta dan Kapten Galih....
Mayor Vipta : “Ayo, ke kantorku. Kapten Galih.....” ....Melihat Kapten Galih dan sambil berjalan menuju kantornya....
Kapten Galih : “Baiklah, baik. Sebenarnya ada apa ?......” ....Melihat Mayor Vipta dan mengikutinya dari belakang....
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Kapten Galih sampai di kantor Mayor Vipta dan bersama orangnya langsung......
Kapten Galih : “Jadi apa ?.....” ....Sambil duduk di sofa kantornya....
Mayor Vipta : “Kalau teoriku benar akan ada banyak perubahan jika kita menyingkirkan Putra Mahkota Ele dan terhadap kita juga......” ....Sambil membuat kopi....
Kapten Galih : “Memang benar tapi apakah itu sebanding dengan membunuh dia ?. Itukah maksudmu, aku sendiri merasa itu sebanding dengan hasilnya tapi kurasa akan banyak orang yang ingin mencoba mencari tentang kematiannya kemudian akhirnya kita tidak hanya melawan 1 kerajaan saja tapi seluruh negeri yang ada di dunia ini tapi itu hanya kemungkinan saja jika kita tidak menyingkirkan kaki tangannya dia dalam sekaligus......”
Mayor Vipta : “Ternyata memang benar sesuai dugaanku juga. Kami memang berhasil menemukan markasnya tapi untuk pemimpin cabangnya kemungkinan adalah sahabat-sahabat dia yang hanya mencari muka dihadapannya dan bermulut besar......” ....Memberikan secangkir kopi kepada Kapten Galih....
Kapten Galih : “Kita akan mengetahuinya segera jika ada salah satu dari kita mengkonfirmasi langsung benar atau tidaknya sejauh ini, kita hanya terus berspekulasi dan sekedar hipotesa tapi tidak memikirkan kedepannya seperti apa.......” ....Mengambil kopi dari Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Sekali lagi kita dihadapkan oleh pasukan seorang pecundang yang hanya bisa berbicara dibalik pemerintahan.....” ....Sambil duduk dihadapan Kapten Galih....
Kapten Galih : “Pasukan pecundang, ya ?......Kapan mau menyingkirkan pasukannya secara keseluruhan ?.....” ....Minum kopi....
Mayor Vipta : “Malam ini juga dan waktunya juga tepat ketika bulan setengah lingkaran lalu pacarmu sendiri juga belum sampai di kerajaan ini ditambah pasukan tambahan yang kukirim juga sudah sampai di lokasi target....”
Kapten Galih : “Apa kau sudah membicarakannya dengan Jenderal ?......”
Kapten Galih : “Begitu, ya. Berarti ucapanku, saat di gedung senat barhasil dan membuat takut orang-orang dari geopolitik.....”
Mayor Vipta : “Bukan hanya itu saja dampaknya malahan mereka semua menjadi mendukung kita apapun yang terjadi lalu di AD, AU, dan AL terjadi perekrutan secara besar-besaran dan untuk membantu menambah kekurangan personil di dunia seberang. Bagian yang merepotkan adalah jika permasalahan ini sudah selesai kita ditugaskan untuk menjelajahi semua bagian negeri ini.”
Kapten Galih : “Itu artinya, kita akan membuka markas cabang dan menambah orang-orang kita itu sama saja seperti menguasai seluruh dataran yang ada disini......”
Mayor Vipta : “Untuk sekarang, isu dan rumornya masih terbendung lalu belum ada yang berani untuk memastikan ini bahkan termasuk negara-negara tetangga kita yang mungkin hampir sepikiran dengan kita.....”
Kapten Galih : “Itu sudah terjadi sebelumnya, ketika aku di Villa pribadi milik Jenderal tapi entah kenapa kami semua yang dijadikan umpan di situ lalu tidak tahu atas perintah siapa.....”
Mayor Vipta : “Hahahaha......Sebenarnya itu perintah Jenderal sendiri, aku hanya mengkoordinasi setiap langkah pasukan kita......”
Kapten Galih : “Pantas saja, orang tua itu mempercayakan semuanya kepadaku. Tidak tahu betapa merepotkannya......”
__ADS_1
Mayor Vipta : “Untuk urusan itu, maafkan saja......”
Kapten Galih : “Yahhhhh......Terserah kalian sajalah......”
Mayor Vipta : “Lalu bagaimana dengan persiapanmu untuk datang ke istana kekaisaran ?.....”
Kapten Galih : “Ayolah.....Apa kau bercanda ?.....Sangat siap tapi jika dia ada disana juga termasuk salah satu warga sipil kita, aku sendiri yang akan bertindak sebagai malaikat maut lalu untuk Ksatria Ririn sendiri sebenarnya aku juga tidak mau melihat ini juga.....”
Mayor Vipta : “Aku mengerti tapi tentang perasaanmu itu kuserahkan kembali kepadamu hanya kaulah yang bisa memutuskan hidup atau mati kakaknya kuserahkan kepadamu......”
Kapten Galih : “Aku mengerti, secara langsung ataupun tidak langsung aku sendiri sudah terlibat membawa perasaan pribadiku ke dalam pekerjaan ini.......”
Mayor Vipta : “Itu mungkin salah satunya tapi yang ingin kukatakan adalah sejak hari pertemuan kau dengan dia, itu merubah kau sepenuhnya kembali ke dalam jalur yang kumaksud adalah kebahagianmu sendiri terkadang sebuah kebahagian bisa diraih dengan tanganmu sendiri tapi tidak bisa dicari olehmu.....”
Kapten Galih : “Aku mengerti ucapanmu dan sadar akan hal itu tapi di dalam hatiku sendiri perlu keyakinan itu. Aku juga sudah menceritakan rahasiaku kepada dia sampai detailnya tapi aku takut kejadian seperti dulu kembali terulang......”
Mayor Vipta : “Ada beberapa hal yang ada di dunia manapun yang tidak kita mengerti sedikitpun dan itu semua sudah diatur tapi kita hanya menunggu dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya lalu rencana itu terkadang memang sudah takdir atau memang bisa dirubah oleh tangan kita memang tidak ada yang mengatakan semuanya akan mudah tapi sebagai atasanmu, kau sendirilah yang harus menaklukkannya hanya kau yang bisa dan sejak saat itu kau tidak pernah terikat tentang perasaan, kau selalu sendiri menyerang musuh tanpa takut ataupun rasa ingin mundur dari medan perang bahwa itu tandanya kau sudah siap menghadapi kematian.....”
Kapten Galih : “Jadi itu, menurut pandanganmu sendiri terhadapku ?....."
Mayor Vipta : “Tidak, Aku sendiri tidak pernah mengatakan dari sudut pandang mana tapi hal itu. Kami melihatnya sendiri bukan cuman hanya aku tapi Jenderal, pasukanmu, dan seluruh prajurit yang ada di markas ini. Semuanya merasa beruntung bila kau sudah mau ada di sisi kami selama ini.....”
Kapten Galih : “Tidak ada pengorbanan yang terlalu hebat, tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan, tugas panggilan yang pertama.....”
Mayor Vipta : “Ohhh......Kata siapa ?.....”
Kapten Galih : “Kata ayahku sebelum dia wafat. Baiklah, aku sudah mengerti.....”
Mayor Vipta : “Baguslah tapi tidak ada yang mengatakannya semua akan mudah dan baik-baik saja akan ada banyak hal yang terjadi entah itu besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan. Semuanya masih misteri dan teka-teki yang harus dipecahkan......”
Bagaimana kisah selanjutnya ????
Apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap Kapten Galih ????
__ADS_1
Apa yang direncanakan sebenarnya oleh Mayor Vipta, Kapten Galih, dan Jenderal Isekawa ????
Tunggu........Episode 58 ????????......