
Sedangkan di sisi lain dengan waktu yang sudah berlalu, kediaman Putri Ririn bersama pasukan Ksatria Khususnya lainnya yang menunggu perintah selanjutnya.....
“Bangunkan Boses dan bawa kehadapanku........” ....Ucap Putri Ririn kepada Kepala Pelayannya....
“Baik, Komandan Ririn......” ....Ucap Kepala Pelayan....
Setelah itu, Kepala Pelayan datang membawa Ksatria Boses.....
“Komandan......Memanggil saya........” ....Ucap Ksatria Boses sambil berlutut dihadapannya....
“Bagaimana dengan istirahat panjangmu ?....” ....Ucap Putri Ririn...
“Saya sudah siap kembali diperintahkan kembali.....” ....Ucap Ksatria Boses....
“Aku ingin memintamu untuk mengantarkan kembali surat yang dikirim oleh Bukit Avatra dan Komandan Galih dengan cepat.....Maaf, kalau aku terkesan seperti memaksamu....” ....Ucap Putri Ririn yang kasihan melihat Ksatria Boses....
“Saya menerima perintah dari Komandan Ksatria Khusus bukan Tuan Putri jadi saya akan melaksanakannya.....” ....Ucap Ksatria Boses....
“Baiklah, ini suratnya dan bilang kepada Komandan Galih untuk sampai jumpa disini......” ....Ucap Putri Ririn....
“Akan saya antarkan sampai Bukit Avatra.....”
“Berhati-hatilah......Boses dan jangan lupa bawa kembali informasinya......”
“Baik, Komandan.......” ....Ucap Ksatria Boses....
Tidak lama kemudian, Ksatria Boses memacu kudanya menuju Markas di Bukit Avatra.....
“Jadi apa anda menuliskan perasaan anda di surat itu....” ....Ucap Kepala Pelayan.....
“Aku menuliskannya dan aku berharap dia dapat membacanya segera.....” ....Ucap Putri Ririn....
“Kalau begitu, saya rasa harus mulai latihan lagi untuk menyambutnya dan lagi anda tidak perlu khawatir.......” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Berlatihlah dengan beberapa orangku agar mereka belajar dan sebelum itu bagaimana persiapan kita sendiri ?......” ....Ucap Putri Ririn....
“Kita sudah menyiapkan 4 tempat di lokasi yang sama berada di Timur sesuai dengan permintaan mereka dan mengenai bangsawan Pro-Perdamaian juga telah setuju jika kita melaksanakan pertemuan secara tertutup dengan mereka saja dan gerbang Timur sudah kami kuasai dengan meminjam Ksatria Khusus anda......” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Bagaimana dengan situasi di gedung senat ?.....” ....Ucap Putri Ririn
“Masih sama seperti biasa dan belum menunjukkan perubahan......” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Seperti di medan perang tapi dengan urat kemarahan mereka, aku harap kakak keduaku bisa bertahan.......” ....Ucap Putri Ririn....
“Saya juga berharap seperti itu.....” ....Ucap Kepala Pelayan.....
“Baiklah......Kau boleh mempersiapkan diri.....” ....Ucap Putri Ririn....
__ADS_1
“Terima kasih......Tuan putri, saya akan minta beberapa pelayan untuk melayani anda disini.....” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Baiklah.......” ....Ucap Tuan Putri Ririn....
Sementara itu setelah liburan beberapa hari yang panjang, pasukan Kapten Galih berkumpul lagi di dibalik gerbang.....
“Kalian kembali disaat yang tepat......” ....Ucap Mayor Vipta....
“Memangnya ada apa, Mayor ?......” ....Ucap Sersan Mayor Wica....
“Kami menerima kabar bahwa utusan perwakilan kekaisaran sedang kembali membawa surat kesini dan kurang dari beberapa hari dari sekarang, kalian akan berangkat kesana.....” ….Ucap Mayor Vipta….
“Lalu mengenai Kapten Galih dan Letnan Andrian ???......” ….Ucap Sersan Mayor Wica….
“Mereka berdua sedang ada tugas sebaiknya kalian besiap dulu baru menemui mereka dan ini adalah perintah langsung dariku........" ….Ucap Mayor Vipta sambil berjalan pergi….
“Anda sendiri mau kemana ?......” ....Ucap Sersan 1 Sultan....
“Aku juga sibuk mempersiapkan rencana yang akan dijalankan sisanya tanya saja kepada Kapten Galih atau Letnan kalian.....” ….Ucap Mayor Vipta….
“Daripada bertanya-tanya lebih baik, kita mempersiapkan dahulu......” ….Ucap Letnan 2 Irhamna….
“Baik.....” ….Seluruh anggota pasukan Kapten Galih….
Sedangkan di Kantor Kapten Galih sedang menyiapkan banyak izin bersama dengan Letnan 1 Andrian......
“Masih banyak dokumen yang harus ditandatangani oleh anda......” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Biasanya tidak sebanyak ini.......” ….Ucap Kapten Galih….
“Itu karena anda yang memimpin operasi kali ini dan anda sudah bermain dengan mereka selama beberapa hari ini.......” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Karena aku juga......” ….Ucap Kapten Galih yang duduk di depan meja kantornya….
“Jadi apa yang anda pikirkan tentang operasi ini ?......” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Sejujurnya yang ada di pikiranku operasi ini akan gagal saat pangeran Ele mencoba mengambil alih Kekaisaran terlebih di parlemen mereka sama seperti kita hanya bisa berdebat tidak jauh berbeda dari kita yang aku takutkan adalah jika kita perlu mengorbankan seseorang untuk memenangkan perang yang tidak berujung ini……” ….Ucap Kapten Galih sambil melihat ke jendela kantornya….
“Apa hanya itu ?....” ….Ucap Letnan 1 Andrian yang duduk di kursi tamu kantor Kapten Galih….
“Ingat ini baik-baik, tidak sesimpel yang kau bayangkan juga tapi saat keadaan lebih rumit maka kau dihadapkan oleh 1 keputusan yang tidak pernah kamu duga sebelumnya….” ….Ucap Kapten Galih yang melihat dokumen….
“Apa anda sudah mendengar bahwa Ksatria Boses sedang kembali membawa pesan dari Ksatria Ririn ?.....” ….Ucap Letnan 1 Andrian dan melihat Kapten Galih yang sedang menatap jendela kantor….
“Aku sudah mendengarnya sejak pagi tadi dan berkuda selama 3 hari tanpa istirahat itu hal yang luar biasa tapi tetap saja dia bukan karyawan korporat oleh kita, dia akan sampai sore ini atau besok pagi berdasarkan penilaianku…..” ….Ucap Kapten Galih dan melihat Letnan 1 Andrian….
“Anda yakin akan mengurung diri disini ?.....” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
__ADS_1
“Aku tidak masalah agar Komandan Batalion tidak memarahiku lagi selama 3 jam dan apakah mereka juga sudah disini ?.....” ….Ucap Kapten Galih dan berdiri sambil memegang gelas kopinya….
“Mereka baru sampai tadi menurut info yang ada…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian yang melanjutkan pekerjaan Kapten Galih….
“Giliran aku yang bertanya……Jika aku gugur nanti, kau harus gantikan aku dalam posisi di pasukan ini….”….Ucap Kapten Galih memandang ke arah luar Jendela kantornya….
“Kapten…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian dan tiba-tiba berdiri karena terkejut mendengar ucapan Kapten Galih….
“Letnan, aku tidak terima penolakan dan aku sudah memberimu waktu untuk berpikir ditambah surat rekomendasi juga telah disetujui……” ….Ucap Kapten Galih dan berbalik dari jendela menghadap ke arah Letnan 1 Andrian….
“Tapi aku belum siap…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Suatu hari akan terjadi saatnya jika saat itu tiba, aku ingin kau sendiri yang melakukan rencanaku yang tidak selesai……..” ….Ucap Kapten Galih….
“Kapten….” ….Ucap Letnan 1 Andrian dan secara menunduk….
“Berjanjilah padaku…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Saya berjanji hanya kepada anda bukan demi orang lain ataupun paksaan….” ….Ucap Letnan 1 Andrian sambil tangan kanannya bersumpah setia kepada Kapten Galih….
“Aku punya 1 permintaan yang egois kepadamu tanpa yang lain harus mengetahui hal ini…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Saya siap menjalankan perintah anda meski nyawaku taruhannya…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian sambil menurunkan tangannya….
“Jika saat terjadi atau tidak terjadi, aku ingin kau untuk mendukung keputusan yang dibuat oleh Asisten Dimas mungkin kau sudah mengenal siapa dirinya yang sebenarnya tapi dia akan menjadi kunci cadangan setelahku tentang rencana yang telah aku buat…..” ….Ucap Kapten Galih kepada Letnan 1 Andrian....
“Baik, pak…..” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Maaf, aku terlalu memaksakan hal ini kepadamu dan lagi jangan beritahukan hal ini juga kepada siapapun termasuk Ksatria Ririn jika waktunya tiba…..” ….Ucap Kapten Galih….
“Baik…..Sesuai permintaan anda, My Lord….” ….Ucap Letnan 1 Andrian sambil berlutut….
“Aku berharap telah memprediksikan beberapa hal kedepannya mengenai perang yang tidak ada akhir ini dan semoga kalian semua akan menjadi orang yang membuka kunci itu dan mengenai detailnya sudah kujelaskan kepada Asisten Dimas dan belum kuberi tahu pada Mayor Vipta karena aku sengaja merahasiakan darinya……..” ….Ucap Kapten Galih dan melihat Letnan 1 Andrian berlutut dihadapannya....
“Hanya jika situasi telah tiba anda akan menghilang ?......” ….Ucap Letnan 1 Andrian sambil berdiri kembali….
“Tidak, aku akan ada bersama kalian dimanapun dan kapanpun kalian berada tidak peduli sejauh atau berapa lamapun itu, aku sudah siap menyerahkan diri dan melihat kalian dari kejauhan sana bahkan jika situasi tersulitpun….” ….Ucap Kapten Galih….
“Apa anda sedang merencanakan sesuatu ?.....” ….Ucap Letnan 1 Andrian….
“Sudah dari lama bahkan sejak datang kesini, aku sudah berulang kali untuk memikirkannya dan aku sudah yakin dengan keputusan itu, rencana yang kubuat hanya bisa membuka 1 kesempatan jadi jika aku berhasil melakukan itu sisanya kuserahkan kepadamu, Asisten Dimas, dan Mayor Vipta…..” ….Ucap Kapten Galih kepada bawahan terpercayanya….
Bagaiman kelanjutan cerita dari Kapten Galih ????
Apa maksud dari Kapten Galih kepada Letnan 1 Andrian ????
Bagaimana dengan Putri Ririn ????
__ADS_1
Tunggu.................Episode 104 ???????????