Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 13 Ancaman kelas S & Rumah Baru


__ADS_3

Kemudian penduduk Desa Codex mengungsi ke Bukit Avatra dibantu dengan pengawalan oleh Letnan Galih beserta sebagian pasukannya.....


Kopral 1 Sultan : “Pak, Kenapa kita harus membawa mereka semua ?” .....Sambil mengemudi.....


Letnan 1 Galih : “Ahaaaa....Tentang pertanyaan itu, kita mengurangi jumlah musuh sebanyak yang kita bisa kemudian tentang misi pencarian Sumber Daya Alam yang belum pernah ada hanyalah sebagi kedok kita, menutupi misi kita sebenaranya....” ....Sambil melihat peta dan duduk disebelah bangku pengemudi.....


Kopral 1 Sultan : “Apa untungnya bagi kita....?”


Letnan 1 Galih : “Mungkin membuat kota di sekitar kita dan bisa mempelajari bahasa kita walaupun sedikit merepotkan lalu bukankah aku pernah bilang untuk urusan itu, aku akan bertanggung jawab penuh......”


Kopral 1 Sultan : “Ayee.....Sir.....”


Kemudian Unit 2 yang berada dibelakang memanggil Unit 1 yang didepan karena sepertinya ada masalah pada penduduk Desa Codex.....


Kapten Richard : “Ini Unit 2 memanggil Unit 1, ganti.....” ....Memanggil lewat radio.....


Letnan 1 Galih : “Ini Unit 1 ke Unit 2 silakan, ganti....” ....Menjawab lewat radio.....


Kapten Richard : “Pak, ada masalah dengan salah satu gerobak penduduk Desa, ganti..”


Letnan 1 Galih : “Baik, aku akan melihatnya, ganti dan keluar....Kopral, kita berhenti.....” ....Menutup radio dan bilang ke Kopral Sultan....


Kopral 1 Sultan : “Baik, Letnan....”


Setelah itu, Letnan Galih bersama Sersan Wica turun dan melihat apa masalah yang dihadapi oleh penduduk desa.....


Letnan 1 Galih : “Apa roda gerobaknya, bisa diperbaiki ?” .....Melihat ke roda gerobak yang sudah lepas...


Warga Codex : “Saya rasa, sudah tidak bisa lagi.....”


Letnan 1 Galih : “Baiklah, bawa barangmu yang penting-penting saja....” .....Sambil menepuk pundak warga tersebut....


Warga Codex : “Saya mengerti....”


Kemudian warga itu membawa barang berharganya dan keluarganya sedangkan gerobak berserta barang sisanya dibakar lalu kemudian mereka melanjutkan perjalanan lagi....Terjadi perubahan, anak-anak, lansia, wanita berada di Unit 1.....


Sersan 1 Wica : “Kenapa harus sampai dibakar ?”


Letnan 1 Galih : “Mungkin saja untuk menghilangkan jejak kita, mengingat bahwa kita masih dalam teritorial musuh dan lagi bila terjadi perang disini. Kita harus bertempur sambil melindungi mereka lalu kita juga kalah jumlah, akhirnya korban mulai berjatuhan.......Hanya membayangkan saja, sudah membuatku takut....."


Sersan 1 Wica : “Anda tidak pernah berubah dari dulu.....” .....Tersenyum....


Letnan 1 Galih : “Entahlah sebab aku tidak pernah tahu itu dan kau, gadis penyihir manusia. Siapa namamu ?...” ....Melihat kebelakang....


Gadis penyihir : “Nama saya adalah Nana dan bagaimana anda tahu saya penyihir ?” .....Menatap Letnan.....


Letnan 1 Galih : “Tidak usah terlalu formal dan namaku adalah Galih, aku tahu karena penyihir selalu menggunakan tongkat juga dari bajumu...”


Penyihir Nana : “Apa kalian juga penyihir ?”


Letnan 1 Galih : “Kurasa kami ksatria dan penyihir yang hanya ingin mencari perdamaian.....Yaahh setidaknya begitu.....”


Tiba-tiba, Kopral Sultan melihat sesuatu di jalan dengan jarak 600 meter dari kendaraan....


Letnan 1 Galih : “Ada apa tiba-tiba berhenti ?!!!.....”


Kopral 1 Sultan : “Ada sesuatu yang menghalangi kita arah jam 12 jarak 600 meter, pak....” .....Melihat dengan teropong.....


Letnan 1 Galih : “Memangnya apa.......Itu baju itu.....Gadis loli gothik...!!!” ....Melihat dengan teropong....

__ADS_1


Kopral 1 Sultan : “Benar !!, pak....”


Lalu secara tiba-tiba, anak-anak turun dari kendaraan Unit 1 dan menjumpai gadis itu serta berdoa kepadanya.....


Letnan 1 Galih : “Siapa gadis itu ?....”


Wanita lansia : “Itu adalah Sang Dewi Kematian, Rara Montesque.....Kami berdoa dan meminta perlindungan kepada dia.....”


Letnan 1 Galih : “Apaaaa ?!!!!......Gak mungkin kan....” ....Terkejut sambil berbicara dalam hati....


Kemudian Dewi itu mendekat ke Unit 1 dan menatap ke arah Letnan Galih.....


Letnan 1 Galih : “Haaalooo.....Selamat siang, ada yang kami bisa bantu ?....hahaaaa....”


Dewi Rara : “Kalian mau pergi kemana ?”


Letnan 1 Galih : “Kami akan pergi ke Bukit Avatra dan mengawal penduduk Desa Codex....”


Dewi Rara : “Tentu, saja...Silakan naik dari belakang.....”


Letnan 1 Galih : “Cihhhh.....Merepotkan saja.....” .....Membuka pintu Letnan Galih dan duduk diatas pangkuannya.....


Kopral 1 Sultan : “Pak, Aku iriiii sekali dengan anda !!!....”


Letnan 1 Galih : “Heh, ini.....Tunggu, gak-gakkan terjadi.....Ini bukan seperti itu bodoh, ini salah paham!!!......Dan kau duduk dibelakang saja dengan tenang!!!!......” ....Terkejut....


Kemudian Letnan Galih melanjutkan ke Bukit Avatra dengan penduduk desa dan sebagian pasukannya. Saat di tengah perjalanan, Letnan Galih akan menemui ancaman yang sangat berbahaya....


Letnan 1 Galih : “Aahhaaa.....Cuacanya panas sekali seperti di Bogor saja....”


Kopral 1 Sultan : “Tidak juga pak...”


Kopral 1 Sultan : “Itu Naga!!!!”


Kemudian naga itu menyerang secara membabi buta dan para penduduk berlari berpencar.....


Letnan 1 Galih : “Semua Unit......Tembak......Tembak...”....Lewat radio....


Sebagian anggota pasukan : “Baik, pak!!!!....”


Letnan 1 Galih : “Unit 2.....Tembak dengan Bazzooka!!!!.....” .....Sambil menembak dengan senapan serbu SS-2 Custom.....


Kapten Richard : “Baik, pak!!!!....”


Letnan 1 Galih : “Awas semburan api!!!......”


Kopral 1 Sultan dan Kopral 1 Wahyu : “Baik, pak.....” .....Sambil mengemudi.....


Kapten Richard : “Bazooka tembak!!!.......”


Letnan 1 Galih : “Sial, tidak akan kena!!!!...........Tunggu mau kemana, Rara!!!....”


Dewi Rara : “Tentu saja, Aku pergi keluar melawan naga!!!!” .....Pergi melompat.....


Kemudian Dewi Rara mengarahkan naga ke bazookanya dengan menjatuhkan kaki naga lalu bazooka mengenai tangan kanannya dan naga itu langsung kabur.....Pertempuran pun usai.....


Kopral 1 Sultan : “Kemana perginya naga itu ?”


Letnan 1 Galih : “Mana ku tahu, ayooo....Cepat turun. Kita periksa yang terluka.....”

__ADS_1


Kopral 1 Sultan : “Ayeee, sir....”


Kemudian pasukan Letnan Galih merawat yang terluka dan menghitung jumlah korban secara keseluruhan lalu menguburkan yang meninggal....


Sersan 1 Wica : “Pak, Jumlah korban sudah dihitung 120 meninggal, 20 diantaranya luka-luka, 220 selamat....”


Letnan 1 Galih : “Terlalu banyak korban, ini semua salahku andai aku lebih cepat......” ....Sambil menangis....


Sersan 1 Wica : “Ini bukanlah salah anda, pak tapi naga itu. Apakah anda selalu menanggung beban ini sendirian ? Karena saya sudah mengenal anda sejak peperangan waktu itu...” .....Sambil memeluk Letnan.....


Letnan 1 Galih : “Benar dan rasanya sangat berat.....” .....Melepaskan pelukan....


Sersan 1 Wica : “Anda akan baik-baik saja, pak....”


Letnan 1 Galih : “Terima kasih sersan, aku baik-baik saja....Mari bersiap untuk berdoa....”


Sersan 1 Wica : “Baik, pak dan tolong jangan bersedih lagi dihadapan pasukanmu....”


Letnan 1 Galih : “Baik, Aku yang memimpin doa.....”


Kemudian Letnan Galih yang mempimpin doa dan melanjutkan ke Bukit Avatra untuk mengantarkan penduduk yang tersisa di Desa Codex.....


Letnan 1 Galih : “Akhirnya sampai juga di markas...”


Kopral 1 Sultan : “Pak, anda baik-baik saja ?”


Letnan 1 Galih : “Aku baik-baik saja....”


Setelah itu Mayor Vipta dan seluruh pasukan Letnan Galih bertemu dengan Letnan Galih....


Mayor Vipta : “Yooo, bagaimana kabarmu ?”


Letnan 1 Galih : “Baik sekali...”


Mayor Vipta : “Baiklah, 4 orang dari Dewan Keamanan PBB segera dipanggil untuk pulang, aku mendapatkan perintah ini dari Jenderal....”


Letnan 1 Galih : “Atur saja olehmu....Letnan Andrian, tolong antar 3 gadis ini ke tempat mereka dan tolong ambil alih pasukan sementara waktu” ....Sambil berlari menjauh dari pasukan dan Mayor Vipta beserta 3 gadis itu.....


Letnan 2 Andrian : “Baik, pak!!!!!”


Mayor Vipta : “Sebenarnya ada apa dengannya ?”


Sersan 1 Wica : “Kami menghadapi makhluk buas tingkat S dan korban tewas 120 orang dari 360 orang penduduk Desa Codex....


Mayor Vipta : “Begitu yaa.....Menyalahkan diri sendiri dan tidak ada yang menyalahkannya....”


Sersan 1 Wica : “Benar pak.....”


Mayor Vipta : “Baiklah....Dengarkan aku!!!.....Ini adalah tugas kalian yang pertama, hibur Letnan kalian sendiri sampai keadaan normal lalu bersiap untuk misi selanjutnya dan 4 orang yang dikirim oleh PBB segera melapor ke negara kalian masing-masing lalu tidak usah khawatirkan Letnan Galih. Ini juga urusanku!!!!......”


Seluruh pasukan : “Sir, yes sir!!!!!”


Kemudian Letnan Andrian mengantarkan ke-3 gadis itu ke kamar bangunan sementara sedangkan itu Letnan Galih yang sedang menangis karena menyalahkan diri sendiri. Lalu Kapten Richard, Letnan Seohyun, Sersan Hank, Sersan Kazumayaki dipanggil pulang oleh masing-masing negara.....


Bagaimana kisah petualangan berikutnya dari Letnan Galih ?


Akankah ia bangkit dari kesalahannya ?


Tunggu.....Episode 14 Misi Baru & Pertemuan Pertama.....

__ADS_1


__ADS_2