
Kembali lagi kepada Ksatria Boses dan Ksatria Khisus lainnya yang masih berbicara dengan Duta Besar Rachel......
Ksatria Boses : “Pantas saja di tempat ini banyak mengenal Komandan Galih dengan hormat dan ditakuti......”
Duta Besar Rachel : “Hahahahaha..........Dia adalah orang yang menyelamatkan separuh dari pasukan disini bahkan walau menyelamatkan mereka dengan tidak ada bantuan dan tahu resiko yang dia terima lalu sebagian perwira juga takut terhadapnya.......”
Ksatria Boses : “Begitu rupanya.......”
Duta Besar Rachel : “Sedangkan kamu sendiri, Bagaimana dengan surat yang diberikan Mayor Vipta untuk Putri Ririn ?....”
Ksatria Boses : “Maksud anda surat ini ?.....” ....Menunjukkan 2 surat yang berbeda....
Duta Besar Rachel : “Kenapa suratnya ada 2 ?.....” ....Melihat 2 surat yang berbeda....
Ksatria Boses : “Yang satu ini sebenarnya dari Komandan Galih untuk Putri Ririn.....”
Duta Besar Rachel : “Baiklah......Kurasa sebaiknya aku pergi karena kalian membutuhkan istirahat yang panjang untuk perjalanan besok.....” ....Sambil berdiri.....
Ksatria Boses : “Terima kasih atas pembicaraan malam ini dan saya menantikannya lagi......” ....Sambil berdiri....
Duta Besar Rachel : “Aku juga begitu, sampai bertemu nanti lagi bersama Putri Ririn.....”
Ksatria Boses : “Hati-hati dijalan......”
Duta Besar Rachel : “Terima kasih.....” ....Sambil berjalan pergi....
Setelah itu, Duta Besar Rachel pergi kembali ke barak VIP miliknya dan Ksatria khusus lain penasaran dengan Ksatria Boses......
Ksatria Khusus 2 : “Wakil komandan, kenapa saat tadi anda bertanya seperti mencari informasi tentang Komandan Galih ?......” ....Melihat Ksatria Boses....
Ksatria Boses : “Karena saat dibalik gerbang bahkan diluar dari militer, Komandan Galih terkenal dengan menjadi pahlawan bahkan dia tidak takut dengan senatnya lalu dia menantang senatnya juga selama disana, aku dan Komandan Ririn dilindungi olehnya termasuk pasukannya selama kami masih disana.......”
Ksatria Khusus 4 : “Anda terlalu mencolok tadi ?......”
Ksatria Boses : “Ada alasannya, aku meninggalkan beberapa dari kalian untuk sebagai jaminan dan mencari informasi tentang Komandan Galih lalu ini juga termasuk dalam permintaan rahasia Komandan Ririn kepadaku juga kalian maka dari malam ini. Aku sudah memberitahukan kepada kalian jadi tolong cari informasi mengenai dirinya dan pasukannya......”
Ksatria Khusus lainnya : “Baik, Wakil Komandan......”
Ksatria Boses : “Aku mengandalkan kalian.....” ....Melihat Ksatria Khusus lainya....
__ADS_1
Kemudian secara bersamaan waktu juga berada di kediaman Putri Ririn berada bersama dengan Ksatria Khusus yang berada di kekaisaran....
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Tampaknya anda sedang bingung sebenarnya apa yang terjadi, tuan putri ?......” ....Melihat Putri Ririn yang sedang bingung duduk di kursi tempat kerja mendiang ibunya....
Ksatria Ririn : “Aku belum dinobatkan sebagai Putri Mahkota jadi panggil saja aku dengan Komandan Ksatria atau Komandan Ririn saja.....” ....Melihat Kepala Pelayan Putri Ririn....
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Baiklah tapi anda bisa menceritakan kepada saya karena semenjak ibu anda sudah tidak ada, saya berjanji kepada mendiang Ratu untuk selalu berada di sisi anda dan saya juga bertanggung jawab penuh atas kondisi anda sekarang ini......”
Ksatria Ririn : “Aku, berterima kasih kepadamu karena telah merawatku sejak kecil hingga sekarang tapi nasib semua orang di kekaisaran sedang berada di pundakku lalu masalah kakakku juga termasuk salah satunya......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Kalau anda khawatir tentang dengan pengamanan anda saat ini, semua Ksatria Khusus ada di kediaman ini.....”
Ksatria Ririn : “Bukan itu. Aku yakin kau telah mendengar beritanya sendiri.......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Tentang usulan perdamaian dengan pasukan yang ada di Bukit Avatra dan berita ini sudah menyebar di berbagai kalangan......”
Ksatria Ririn : “Yahhh......Untungnya segala permasalahan dengan bangsawan Pro-kedamaian sudah diatasi tinggal hanya pertemuan dengan mereka saja tapi yang kukhawatirkan adalah tentang surat khusus yang aku kirimkan dengan bersamaan surat perdamaian oleh Boses yang saat ini belum kembali lalu ini juga mengenai mereka.....”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Ahhhh.........Maafkan saya, pasti tentang prajurit terkuat di Bukit Avatra dan dia juga seorang komandan seperti anda.......”
Ksatria Ririn : “Kau........Darimana kau tahu kabar ini ?......” ....Terkejut dan wajahnya memerah....
Ksatria Ririn “Ahhhhhhh........Sudahlah.......Tamat sudah.....” ....Membuang nafas....
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Kalau tidak salah nama dia adalah Komandan Galih dan kabar yang beredar dia yang sudah menyelamatkan dari monster serigala lalu menyelamatkan Kota Venesia dan memanggil bantuan tentara dari Bukit Avatra belum lagi termasuk dia melawan naga dengan 11 ksatria hijau lainnya sambil melindungi orang-orang desa yang mencoba mengungsi dan dia juga ikut menyerang di Bukit Avatra melawan pasukan gabungan kekaisaran.......”
Ksatria Ririn : “Sampai sejauh mana kau mengetahuinya ?......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Itu sudah menjadi salah satu tugas saya sebagai kepala pelayan di kediaman ini untuk mengetahui apapun yang terjadi di seluruh negeri......”
Ksatria Ririn : “Sejak aku kembali kesini, aku hanya terus memikirkannya dan aku masih tidak tahu dengan hatiku.......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Anda sekarang ini adalah wanita dewasa jadi anda berhak membuat keputusan hidup anda sendiri tanpa adanya paksaan jika dia mencintai anda dengan tulus sebaiknya anda segera membalas jawabannya segera karena situasi sekarang yang tidak bisa ditebak oleh kita......”
Ksatria Ririn : “Saat bertemu dengannya, aku bingung harus membalas dengan apa sampai dia memberikan liontin tunangannya yang sudah wafat. Kadang-kadang aku hanya menjadi gugup ketika bertemu dengannya dan hatiku menjadi berdebar dengan kencang.......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Anda sama seperti mendiang Ratu sebelum wafat, sifatnya yang keras kepala dalam membantu Raja lalu dia tidak takut dalam politik tapi dia juga bingung soal cintanya di awal tapi pada akhirnya dia berhasil menaklukkannya sendiri.....”
Ksatria Ririn : “Bagaimana cara mengalahkannya ?......”
__ADS_1
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Sebagai laki-laki dengan umur 62 tahun sekaligus Kepala Pelayan mendiang Ratu Kekaisaran ini dan mantan Komandan Ksatria Kekaisaran, saya tidak tahu jawabannya tapi setiap kali bertanya tentang itu beliau hanya menjawab “Ikuti dia kemanapun dia pergi dan tetap berada di sampingnya jika tidak kamu sendiri yang akan menyesal saat dia sudah tidak ada” bahkan sampai saat ini saya tidak mengerti dengan maksudnya......”
Ksatria Ririn : “Apa inti arti dari maksudnya itu, ya ?.......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Mungkin saja untuk mendukungnya untuk setiap keputusan yang dia buat......”
Ksatria Ririn : “Mungkin saja tapi sebaiknya kau segera melihat Komandan Galih ini......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Saya juga penasaran dengan orangnya seperti apa.....”
Ksatria Ririn : “Dari kabar yang kuterima berdasarkan prajurit Bukit Avatra lainnya setelah kematian tunangannya, dia bisa menghabisi 1.000 orang musuh dalam 1 malam dan yang paling mengejutkannya adalah dia memimpin sebuah armada laut melawan 30 armada musuh sendirian yang 1 armadanya memiliki 10 kapal lalu kabar disini bagi kita adalah ada seorang Prajurit Bukit Avatra yang berhasil mengalahkan naga......”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Setidaknya dia lebih pantas di sisi anda dibandingkan dengan anak bangsawan yang lain hanya mengharapkan tubuh anda, harta, dan perlindungan dari kekaisaran. Maafkan saya, kalau saya berbicara seperti ini......”
Ksatria Ririn : “Tidak apa-apa lagipula aku juga menyukainya.....”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Kalau ada kesempatan, saya ingin mengujinya dengan cara bertarung melawannya agar menentukan apa dia layak untuk anda atau tidak......”
Ksatria Ririn : “Boleh saja tapi apakah kau yakin dengan kemampuanmu yang sekarang ?.....”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Walaupun saya sudah tua tapi kemampuan saya tidak menumpul begitu saja......”
Ksatria Ririn : “Saat kami diserang monster serigala, aku tidak tahu kenapa kemampuanku dibawah kau dan Komandan Galih. Aku merasa lemah dan tidak berdaya.....”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Bukan anda yang lemah tapi monster serigala memang yang menyerang secara bersamaan......”
Ksatria Ririn : “Menurut kabar yang beredar juga sangat ahli menguasai segala jenis bela diri dan senjata jadi berhati-hatilah.....”
Kepala Pelayan Putri Ririn : “Baru kali ini, saya diperingati oleh seorang Komandan Ksatria Khusus sepertinya saya juga tidak boleh menganggap remeh komandan yang satu ini......”
Ksatria Ririn : “Asal kau mengerti saja tapi apa yang sedang dia lakukan saat ini, ya ?......Huhhhh......Boses, cepatlah kembali aku membutuhkan informasi.....” ....Melihat ke arah luar jendela ruangan...
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Apa yang dilakukan Kapten Galih sekarang ini ?
Bagaimana kelanjutan ceritanya ?
Tunggu..........Episode 92 ????????
__ADS_1