
Kembali lagi kepada Kapten Galih yang sudah separuh jalan menuju hutan yang sesuai direncanakan.....
Kapten Galih : “Biar aku tebak karena seiring waktu maka 2 legenda itu dilupakan oleh kebanyakan masyarakat yang bebas karena sudah tidak ada perang lagi dengan Raja Iblis bukan begitu ?.....”
Dewi Rara : “Yah......Itu benar sekali selain itu untuk menggunakan sihir sangat mudah....”
Kapten Galih : “Apa maksudnya ?.....”
Penyihir Nana : “Artinya dibutuhkan katalis untuk mengaktifkan sihirnya untuk pertama kali lalu untuk selanjutnya tidak digunakan lagi.....”
Kapten Galih : “Katalis ?.....”
Dewi Rara : “Peristiwa atau kejadian yang bisa jadi pemicu utama untuk menggunakan sihirnya biasanya bisa lewat mimpi atau langsung.....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Begitu.......”
Penyihir Nana : “Untuk kasus seperti anda, tidak dibutuhkan katalis lagi karena sudah diaktifkan sekarang tinggal belajar mengeluarkan dan mengendalikannya cepat atau lambat itu tergantung anda sendiri.....”
Dewi Rara : “Bila kekuatan sihirnya mencapai atau melampui Penyihir Agung itu dapat mengendalikan sihir dengan pikirannya tanpa mengucapkan mantra sihir hanya dengan membayangkannya saja sihirnya akan bereaksi lalu tingkat Penyihir Agung juga dapat menggabungkan sihir yang berbeda menjadi 1 sihir kuat bahkan dapat membuat sihir sendiri dan tidak bisa dipelajari sembarang orang.....”
Kapten Galih : “Baik artinya dibutuhkan latihan praktek secara langsung dibandingkan dengan teorinya......"
Penyihir Nana : “Harusnya lebih cepat seperti itu......”
Kapten Galih : “Aku mengerti......”
Dewi Rara : “Kira-kira seperti itu......”
Sedangkan di markas, Mayor Vipta bertemu dengan Letnan Andrian dan Sersan Mayor Wica.......
Mayor Vipta : “Panggilkan Letnan 1 Andrian dan Sersan Mayor Wica ke ruanganku segera.....” ....Sambil berjalan ke kantornya....
Ajudan Mayor Vipta : “Baik, Mayor.....”
Letnan Andrian : “Permisi, Mayor.....” ....Membuka pintu kantor Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Silakan duduk kalian berdua......” ....Melihat Letnan Andrian dan Sersan Wica....
Letnan 1 Andrian dan Sersan Mayor Wica : “Baik, Mayor....”
Sersan Mayor Wica : “Ada apa Mayor ingin bertemu dengan kami berdua ?....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Baik, sebelum aku membahas tentang misi unit kalian. Apakah kalian sudah mendengarnya dari Kapten Galih tentang Elf Lulala ?.....” ....Melihat mereka berdua kembali....
Letnan 1 Andrian : “Sudah, Mayor.....”
Mayor Vipta : “Bagaimana menurut kalian ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Sangat memperhatikan karena itu adalah psikologi dan mentalnya sendiri.....”
__ADS_1
Letnan 1 Andrian : “Saya juga setuju....”
Mayor Vipta : “Masalahnya adalah sekarang kita sesuai dengan jadwal atau ada percepatan jadwal....”
Letnan 1 Andrian : “Maksud Mayor ?.....”
Mayor Vipta : “Kolonel Fauzan dan bala bantuan sudah tiba bersama persenjataan lainnya lalu besok juga Duta Besar Rachel akan kesini berarti ada kemungkinan kalian akan berangkat lebih awal daripada yang dijadwalkan tapi tidak menutup kemungkinan juga sesuai jadwal. Kembali lagi ke masalah elf Lulala jika kalian pergi lebih cepat akan jadi masalah baru bagi kesatuan karena tidak ada lagi yang mengenal selain kalian dan Kapten Galih itu sebabnya Kapten kalian memintaku untuk menjaga kalian dan dia.”
Sersan Mayor Wica : “Kami mengerti, Mayor karena Kapten juga sudah bilang kepada kami termasuk kepergiannya juga......”
Mayor Vipta : “Baiklah kalau begitu, masalah ini kuserahkan kepada unit kalian dan kembali ke agenda utamanya. Kemarin malam, unit pengintai ke-1 dan gabungan unit lainnya telah membersihkan pasukan pembunuh milik Putra Mahkota Ele tapi tidak menutup kemungkinan bahwa mereka juga sudah diantara kita setelah pembersihan pagi ini. Saya menerima laporan dan petunjuk mengenai 5.000 warga kita sayangnya masih sedikit bukti-buktinya.....”
Letnan 1 Andrian : “Jadi misi kami ???.....”
Mayor Vipta : “Misi pertama kalian masih bersama Kapten kalian ke ibukota bersama perwakilan utusan yaitu Kapten Galih dan Asisten Duta Besar Rachel yaitu Dimas tapi jangan khawatir tentang asistennya karena dia juga seorang agen. Kalian masuk secara diam-diam lewat kontak kita yang ada disana yaitu Ksatria Ririn tapi aku juga ingin bilangnya begitu....”
Letnan 1 Andrian : “Karena kedatangan Duta Besar Rachel lebih cepat dari jadwal dan ditambah masalah elf Lulala kemudian keterlambatan pihak kekaisaran yang belum menerima informasi dari kita walaupun sudah mengirim utusan.....”
Mayor Vipta : “Yahhhh......Begitulah kira-kira.....Sunggu dilema sekali......”
Sersan Mayor Wica : “Bagaimana kalau dengan sesuai jadwal ?......”
Mayor Vipta : “Mungkin masih bisa tapi memerlukan izin Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel.....”
Letnan 1 Andrian : “Hahhhh.......Rencana dua-duanya juga merepotkan dari berbagi segi.....”
Mayor Vipta : “Itulah kenapa aku memanggil kalian kesini agar bisa memilih......”
Sersan Mayor Wica : “Jelas kalau Kapten akan mengamuk nanti.....”
Mayor Vipta : “Jadinya ?.....”
Letnan 1 Andrian dan Sersan Mayor Wica : “Sesuai jadwal.....”
Mayor Vipta : “Baiklah.....”
Letnan 1 Andrian : “Lagipula kita juga sedang menunggu keputusan kekaisaran yang akan mengirim utusan perintah ke sini.......Entah berdamai atau berperang.......”
Mayor Vipta : “Ya tapi akan merepotkan juga kalau kita berperang sekarang karena kita masih harus mencari 5.000 warga sipil kita......”
Sersan Mayor Wica : “Lalu informasi apa yang kita punya ?.....”
Mayor Vipta : “Jelas kalau yang memimpin pasukan kekaisaran dan menculik warga kita itu adalah perintah Putra Mahkota Ele dan dia juga tidak mengirim pasukan kekaisaran saat kita berperang di bukit ini.....”
Letnan 1 Andrian : “Jadi pasukan yang kita lawan disini selama ini ?......”
Mayor Vipta : “Hanya penguasa setempat seperti Duke atau Viscount dan bisa dilihat jumlah pasukan yang dikirim lebih sedikit dari kita dan kekaisaran.....” ....Sambil menyalakan rokok....
Sersan Mayor Wica : “Jadi apa rencana selanjutnya ?......”
__ADS_1
Mayor Vipta : “Kalian akan ke ibukota lalu sisanya serahkan saja pada Kapten kalian dan tunggu perintah selanjutnya. Bagaimana dengan elf Lulala ?......Bisa disembuhkan atau tidak ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Kalau dari sisi medis masih bisa disembuhkan tapi saya tidak menjamin ini akan ampuh 100 % karena tergantung sudah sampai mana dan lagi, kita masih membutuhkan Kapten sebagai orang yang akan menyembuhkan dia......”
Mayor Vipta : “Begitu ya ?. Orang itu sejak dulu selalu ikut campur masalah orang dan tidak akan mengalah apapun masalahnya dan selalu menjadi kunci perang.....”
Letnan 1 Andrian : “Jadi, kapan kita akan menyingkirkan Putra Mahkota Ele ?.....”
Mayor Vipta : “Kau.......Darimana dapat informasi ini......” ....Sambil terkejut....
Letnan 1 Andrian : “Kapten Galih sendiri yang bilang kepada kami berdua.....”
Mayor Vipta : “Ahhh.....Si bodoh itu......Ya memang kita akan menyingkirnya setelah semua perjanjian perdamaian selesai dan yang mengurus urusan ini adalah Kapten Galih langsung bersama pasukannya sendiri......” ....Merokok....
Sersan Mayor Wica : “Akhirnya kita akan ikut......”
Mayor Vipta : “Siapa bilang bahwa pasukan itu kalian. Jangan berharap dulu, pasukan yang dimaksud adalah pasukan Wolf Brigade lalu dia tidak ingin mengotori tangan kalian sendiri dengan misinya sendiri terlebih bila kalian mengenal Kapten Galih dari kecil, dia bukanlah orang yang sabar tapi adalah orang yang menyimpan dendam......”
Letnan 1 Andrian : “Maksud anda, Mayor ?.....”
Mayor Vipta : “Waktu dia masih di akademi militer, senior-seniornya mengejek teman dia dan Kapten kalian melawannya. 4 lawan 1 sungguh pertarungannya yang tidak imbang tapi Kapten kalian berhasil mengalahkan semua dengan tangan kosong bahkan mereka yang melawan Kapten Galih sampai masuk ruang ICU.......”
Sersan Mayor Wica : “Hanya dengan tangan kosong ?!.....”
Mayor Vipta : “Benar memang walaupun agak kurang sedikit percaya tapi itulah kenyataannya. Semakin besar dendamnya semakin besar juga kekuatannya itulah yang menciptakan monster di dirinya dan setelah itu dia keluar lalu tanpa disangka dia masuk tentara bayaran......”
Letnan 1 Andrian : “Darimana Mayor tahu kalau Kapten masuk tentara bayaran ?......”
Mayor Vipta : “Tidak mudah mencari informasi tentang itu, dia sendiri bagaikan hantu tapi aku sendiri berhasil menanyakan kepada orang yang diselamatkannya waktu itu dia adalah orang luar negeri kita dan mendengar ciri-ciri orang yang menyelamatkan sama persis dengan Kapten kalian makanya pihak swasta menutup ini rapat-rapat dan kode nama Kapten kalian adalah “Raja Iblis” berada ranking 1 tentara bayaran dan dia bisa diajak bekerja sama atau bekerja sendiri......”
Sersan Mayor Wica : “Waktu itu rasanya Kapten membunuh seperti orang yang.....”
Mayor Vipta : “Berpengalaman lebih dari kalian atau seorang veteran bukan ?......Itu yang kau ingin sampaikan.....”
Sersan Mayor Wica : “Iya.....”
Mayor Vipta : “Tentu saja harusnya banyak orang yang takut padanya ditambah dia kembali kesini karena dibutuhkan.....”
Sersan Mayor Wica : “Mayor ?.....”
Mayor Vipta : “Kalau tidak salah seperti ini "Kalau kalian tidak menginginkanku tapi membutuhkanku, aku akan tinggal sedangkan sebaliknya adalah kalau kalian menginginkanku tapi tidak membutuhkanku, aku akan pergi." seperti itu yang dia ucapkan kepada Jenderal dan aku sendiri. Sisanya ketika dia pergi tidak ada yang tahu kemana atau sedang apa yang dia lakukan dan lokasi dia juga sering dirahasiakan ditambah walaupun kalian menemukannya, kalian juga harus melawan pasukan yang ditugaskan untuk melindungi dia baik dari pemerintah atau swasta. 1 orangnya saja sudah cukup merepotkan karena butuh 3 pasukan khusus untuk melumpuhkannya. Kapten kalian orang yang tidak bisa kalian kalahkan sendiri dan tidak akan mungkin kalian kalahkan berapa banyak pun jumlah kalian.......” ....Sambil melihat mereka berdua....
Bagaimana kelanjutan Kapten Galih ?
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Apakah Mayor Vipta menyembunyikan sesuatu dari pasukan Kapten Galih ?
Bagaimana rencana mengobati Elf Lulala yang sekarang phisikologinya yang sedang berguncang ?
__ADS_1
Tunggu.......Episode 63 ????????????