
Kembali di tempat villa pribadi milik Jenderal Isekawa yang sudah hancur lebur akibat serangan udara bersamaan dengan Kolonel Fauzan dan pasukannya....
Prajurit : “Kudengar rumornya dia adalah orang khusus dan tingkat dia adalah SS lalu mampu menyelesaikan misi tingkat diatasnya.....” ....Sambil melihat Kolonel Fauzan....
Kolonel Fauzan : “Itu bukan sekedar rumor bahkan hanya beberapa petinggi yang tahu akan hal itu dan dia adalah orang yang ditakuti oleh musuh, dia sangat terkenal di organisasi atau pihak non pemerintah makanya banyak orang yang mengincar dia.....” .....Sambil menyalakan sebatang rokok dengan pemantik apinya....
Prajurit : “Termasuk kehilangan keluarganya ?.....”
Kolonel Fauzan : “Mungkin saja, hanya dia yang tahu tentang kebenarannya dan dia memiliki banyak rahasia.....” ....Sambil merokok....
Prajurit : “Bagaimana tentang musuh-musuhnya ?.....”
Kolonel Fauzan : “Di eksekusi seperti sekarang, tepat ditembak di kepala meskipun memakai helm sekali pun karena senjata buatannya adalah senjata spesial. Dia mempunyai julukan "Peluru Pembunuh" akibat senjata dan peluru yang mematikan....” ....Sambil melihat langit....
Prajurit : “Mengerikan.....”
Kolonel Fauzan : “Memang seperti itu dia yang sudah mencicipi haus darah dan peluru dimana-mana lalu jangan cari masalah dengannya atau dia akan membunuhmu.....” ....Melihat prajuritnya....
Kemudian dengan tiba-tiba Mayor Vipta menghubungi Kolonel Fauzan.....
Mayor Vipta : “Kolonel......Masuk Kolonel......Over....” .....Menghubungi lewat radio....
Kolonel Fauzan : “Disini.....Kolonel Fauzan.....Ada apa Mayor ?.....Over....” ....Membalas panggilan radio....
Mayor Vipta : “Siapa yang suruh untuk menembak Villanya ?.....”
Kolonel Fauzan : “Tidak ada yang memerintahkan tapi anak buahku yang mengatur lasernya.....”
Mayor Vipta : “Bego !!!!......Cepat cari terowongan pelarian karena Letnan Galih beserta tamu VIP kita kabur lewat sana yang berada di bawah Villa itu dan periksa terowongan itu masih ada atau tidak !!!!......Over and out..... ” ....Menutup radio dengan kesal....
Kolonel Fauzan : “Baik, Mayor.....Over and out.....” ....Menutup radio dan mematikan rokoknya.....
Prajurit : “Ada apa, Kolonel ?.....” ....Melihat raut wajah Kolonel Fauzan yang tidak enak dilihat....
Kolonel Fauzan : “Siapa yang mengarahkan lasernya ke Villa ini ????!!!!!!.......” ....Melihat seluruh pasukan....
Prajurit : “6 orang dari pasukan kita, Kolonel.....”
Kolonel Fauzan : “Bersiap untuk hukuman penurunan pangkat 2 tingkat dan cari terowongan yang berada di bawah villa ini sekarang juga !!!!!!......” ....Sambil marah dengan nada tinggi....
Seluruh pasukan : “Sir, yes sir......” ....Melihat Kolonel Fauzan yang marah....
Sedangkan di tempat lain yang berada di balik kaki gunung......
Letnan 2 Andrian : “Lihat itu ada van tapi ada musuh juga.....” ....Melihat van yang menyala dengan 2 orang didalamnya dengan senjata....
Prajurit 1 Charen : “Bagaimana cara kita merebutnya, Letnan ?....” ....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Tunggu, aku mendengar sesuatu dari arah belakang kita. Kita berlindung dulu.....” ....Mendengar sesuatu dari arah belakang dan mencari tempat sembunyi....
Prajurit 1 Charen : “Baik, Letnan....” ....Pergi sembunyi....
__ADS_1
Letnan 2 Andrian : “Siapa kau ?....” ....Sambil menodongkan senjatanya ke orang tersebut....
Letnan 1 Galih : “Whoaw.....Whoaw.....Tenang, ini aku dan Rara.....” ....Sambil mengangkat tangan....
Letnan 2 Andrian : “Letnan Galih ???....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Bisa turunkan senjatanya ?....” ....Melihat Letnan Andrian yang masih menodongkan senjatanya....
Letnan 2 Andrian : “Ahhhh.....Benar juga. Maafkan saya, Letnan.” ....Sambil menurunkan senjatanya....
Letnan 1 Galih : “Apa kalian baik-baik saja ?...” ....Mendekat ke arah Letnan Andrian....
Prajurit 1 Charen : “Kami baik-baik saja dan anda sendiri ?.....” ....Melihat Letnan Galih dan keluar dari tempat persembunyian...
Letnan 1 Galih : “Kami berdua baik-baik saja.......” ....Melihat Letnan Andrian dan Prajurit Charen....
Prajurit 1 Charen : “Baguslah kalau begitu.....”
Letnan 1 Galih : “Jadi apa yang membuat kalian menunggu disini ?.......”
Letnan 2 Andrian : “Lihat itu, Letnan.....” ....Menunjukkan van yang dilihat tadi....
Letnan 1 Galih : “Baiklah, aku sudah mengerti situasinya....Berapa banyak magazin yang kalian punya ?.....”
Letnan 2 Andrian : “Saya tinggal 2 buah magazin lagi......” ....Mengeluarkan semua magazin.....
Prajurit 1 Charen : “Aku sisa 3 magazin lagi.....” ....Mengeluarkan semua magazin.....
Letnan 2 Andrian : “Aku mengerti Letnan....”
Prajurit 1 Charen : “Begitu juga denganku."
Letnan 1 Galih : "Bagus dan Letnan Andrian, jangan lupa memasang kembali peredam suara...." ....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : "Baik, Letnan..." ....Melihat Letnan Galih...
Setelah persiapan penuh dan melihat keadaan yang sudah tenang, Letnan Andrian dan Letnan Galih menjalankan sesuai rencana yang telah disiapkan secara matang-matang. Letnan Galih dan Letnan Andrian sampai di sisi pintu kanan dan kiri....
Letnan 1 Galih : "On my mark....." ....Bersiap di posisi....
Letnan 2 Andrian : "Solid copy...." ....Bersiap di posisi....
Letnan 1 Galih : "3.....2......1....Hit them....." ....Bersiap menembak....
Kemudian Letnan Galih tepat menembak di kepala dan Letnan Andrian mengenai jantung....
Letnan 2 Andrian : "Clear...."
Letnan 1 Galih : "Clear...."
Letnan 2 Andrian : "Bersihkan, Letnan ?...." .....Membuka pintu van....
__ADS_1
Letnan 1 Galih : "Ya, kita letakkan mereka di sisi jalan raya...." .....Membuka pintu van....
Setelah itu, Letnan Galih dan Letnan Andrian membersihkan mayat dan darah yang menempel pada kaca juga kursi van....
Letnan 1 Galih : “Sepertinya kita sudah siap untuk pergi dan aku sendiri yang menyetir van ini karena aku sudah mempunyai rencana langkah keamanan sendiri. Beri mereka sinyal, Letnan Andrian.......” ....Sambil duduk di bangku supir....
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan” ....Melihat Letnan Galih dan pergi memanggil yang lain....
Tidak lama kemudian, Letnan Andrian kembali bersama dengan rombongan sedangkan Letnan Galih menunggu di van. Rombongan Letnan Galih pun langsung naik ke van tersebut.....
Letnan 1 Galih : “Apa sudah semua ?”
Letnan 2 Andrian : “Sudah semua, Letnan.....” ....Sambil duduk di kursi depan sebelah Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Baiklah, ayo kita jalan.....” ....Perlahan tapi pasti menyetir vannya....
Saat ditengah perjalanan....
Prajurit 1 Charen : “Sebenarnya kita mau kemana, Letnan ?......” ....Melihat Letnan Galih yang sedang menyetir.....
Letnan 1 Galih : “Bisa dibilang rumah perlindungan bagi kalian saat dikejar atau diburu oleh orang-orang banyak......” ....Sambil menyetir van....
Letnan 2 Andrian : “Memangnya dimana tempat ini, Letnan ?....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Tenang, kita hampir sampai.....”
Setelah 1 jam, akhirnya Letnan Galih mengantarkan rombongannya sampai di suatu tempat......
Letnan 2 Andrian : “Dimana ini, Letnan ?.....” ....Sambil turun dari van....
Letnan 1 Galih : “Tunggu sebentar, aku akan menyalakan listrik dan airnya dulu.....” ....Pergi untuk menyalakan listrik dan air utama....
Prajurit 1 Charen : “Baik, Letnan....”
Letnan 1 Galih : “Selamat datang di rumahku......” ....Sambil membukakan pintu rumah....
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 1 Charen : “Apa ????!!!!.....Letnan mempunyai rumah.....” ....Terkejut mendengarkan hal itu....
Letnan 1 Galih : “Tentu saja aku punya memangnya apa yang kalian pikir bahwa aku tidak punya sebuah rumah......” ....Melihat Letnan Andrian dan Prajurit Charen....
Prajurit 1 Charen : “Habisnya selama ini anda selalu tinggal di barak.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 2 Andrian : "Kami semua yang 1 pasukan dengan anda berpikir seperti itu....." ....Melihat Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Sudahlah....Ayo masuk dulu....” ....Sambil masuk ke rumahnya....
Bagaimana kelanjutan dari Letnan Galih ?
Apakah ada kenangan yang tersembunyi di rumah itu ?
Berapa banyak lagi rahasia yang dipunyai Letnan Galih ?
__ADS_1
Tunggu......Episode 39 Rumah Pahlawan part 2