Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 60 Faith of Life part 2


__ADS_3

Kembali kepada Mayor Vipta dan Kapten Galih yang sedang mengobrol.....


Mayor Vipta : “Begitu rupanya, yahhh.....aku mengerti jadinya......” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Jadi apa ada tanda-tanda keberadaan pasukan pembunuh di kota ?......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Untuk itu, aku masih menyelidikinya tapi kemungkinan dia menyamar sebagai salah satu penduduk kota dan diam-diam memberikan laporan kepada kekaisaran sama seperti yang kita lakukan saat ini.....”


Kapten Galih : “Perkiraan estimasi jumlah yang sedang menyamar ?.....” ....Sambil minum....


Mayor Vipta : “3-5 orang kemungkinan yang paling tinggi untuk saat ini.....”


Kapten Galih : “Ini akan sulit membedakannya, ternyata cara ini sudah berlangsung sejak lama sebelum kita ada......”


Mayor Vipta : “Benar, karena itulah aku sendiri menempatkan PM berada diluar dan dijaga dengan persenjataan ketat dan sering lebih melakukan aktivitas patroli di sekitaran kota.....”


Kapten Galih : “Bukankah hal itu akan lebih menjadi mencolok daripada biasanya ?.....”


Mayor Vipta : “Memang tapi aku sudah merekrut PM sekitar yang kau ambil menjadi tawanan kita di Kota Venezia saat itu dan kudengar beberapa dari mereka ahli sihir dan pengintaian jadi apa salahnya aku rekrut lalu termasuk dengan Dewi Rara menjadi bagiannya......”


Kapten Galih : “Apa ???.....Dia juga salah satunya ????......” ....Menatap Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Kurasa melihat dari reaksimu, dia belum memberitahukan hal ini kepadamu ya ?....”


Kapten Galih : “Dia belum memberitahukannya dan aku juga belum mendengarnya sama sekali.....”


Mayor Vipta : “Kalau tidak salah alasan dia masuk ke PM adalah mengawasi tawanan yang kau ambil karena kebanyakan adalah wanita dan ahli sihir maka dibutuhkan seseorang yang bisa menggunakan kekuatannya dengan bijak......” ....Sambil mengingat-ingat kembali....


Kapten Galih : “Dia itu.....”


Mayor Vipta : “Kira-kira dia belajar dari mana tentang jawaban itu, ya ?......” ....Sambil minum....


Kapten Galih : “Hah....Apa maksudmu ?....Dari aku, ya ?.......”


Mayor Vipta : “Tepat, nilai 100 untukmu. Entah apa yang kau lakukan terhadap mereka semua tapi kau sendiri yang bertanggung jawab atas mereka karena idemu yang membawa mereka semua kesini sampai sekarang ini jadi kau seperti supervisornya.......”


Kapten Galih : “Ujung-ujungnya, aku juga yang bertanggung jawab atas mereka semua dan terlebih itu semua adalah ideku.....”


Mayor Vipta : “Namanya juga nasi sudah menjadi bubur, apa boleh buat lagi lagipula kita berada disini sekarang dan akan kita lakukan yang terbaik untuk saat ini atau bahkan beberapa minggu kedepan.....”


Kapten Galih : “Kau masih ingat tentang perjanjian kita lakukan dulu ?.....”


Mayor Vipta : “Tentu saja, memangnya kenapa ?....”


Kapten Galih : “Jika salah satu dari kita, hilang ataupun gugur dalam tugas. Permintaan terakhir orang tersebut wajib dilaksanakan apapun yang terjadi.....” ....Sambil berdiri....


Mayor Vipta : “Tentu saja jika hal itu memang yang akan terjadi......”


Kapten Galih : “Permintaanku adalah tolong jaga dia, adikku, dan pasukanku. Hanya itu saja.....” ....Mengambil gelasnya....


Mayor Vipta : “Baiklah, aku akan menjaga mereka.....” ....Berdiri dan mengambil gelasnya....


Kapten Galih : “Terima kasih......Untuk keluarga.....” ....Sambil bersulang dengan Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Tidak masalah.....Untuk saudara perjuangan....” ....Sambil bersulang....

__ADS_1


Kemudian tidak disangka hari menjadi petang dan segera Mayor Vipta menjalankan operasi dari ruang komando.....


Mayor Vipta : “Kurasa sudah saatnya.....” ....Menaruh kembali gelasnya....


Kapten Galih : “Hati-hati saat menjalankan tugas....” ....Melihat Mayor Vipta yang meninggalkan ruangannya....


Mayor Vipta : “Kau juga, Kapten.....” ....Sambil berjalan pergi dari ruangan Kapten Galih....


Setelah itu, Kapten Galih tetap berada di ruangannya dan merenung sambil menangis diam tanpa ada satu orang yang mengetahuinya.....Kembali kepada Jenderal Isekawa yang sudah berada di ruang komando dan Mayor Vipta yang menyusul.....


Mayor Vipta : “Maaf, Jenderal. Kalau saya terlambat.....” ....Melihat Jenderal Isekawa yang sudah duduk di ruang komando....


Jenderal Isekawa : “Tidak apa-apa dan memang ada urusan apa sampai terlambat ?......” ....Melihat Mayor Vipta yang seperti habis berlari....


Mayor Vipta : “Hanya tugas persenjataan dan perlengkapan, Jenderal.....” ....Sambil mempersiapkan semuanya....


Jenderal Isekawa : “Baiklah, kita mulai saja


Mayor Vipta ?......”


Mayor Vipta : “Sir, yes sir. Kepada seluruh pasukan yang berada disini dan di lapangan semua siap !!!!!.......” ....Sambil berbicara di radio komunikasi dan di ruangan itu....


Seluruh pasukan : “Sir, yes sir !!!!.......” ....Mendengar suara Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Tampilkan monitor melalui pengawasan drone dan bersiap membantu jika dibutuhkan lalu pasukan yang di lapangan bersiap untuk segara terjadi berbagai kemungkinan. Semua pasukan jaga komunikasi tetap menyala......”


Pilot Drone : “Drone diterbangkan dan siap digunakan beserta pengawasan.....”


Kapten Pengintai ke 1 : “Komunikasi, senjata, dan umpan cek....Siap....” ....Radio kepada Mayor Vipta....


Jenderal Isekawa : “All Green light, eksekusi seluruh target. Tembak di tempat, cepat, dan tanpa menimbulkan korban sipil....” ....Berdiri dan berbicara kepada seluruh pasukan....


Seluruh Pasukan : “Sir, yes sir....”


Mayor Vipta : “Scorpion-Wolfden, antar segera umpan.....” ....Berbicara melalui radio....


Kapten Pengintai 1 : “Wolfden-Scorpion, umpan diantarkan.....” ....Membalas balik....


Jenderal Isekawa : “Kita lihat reaksi mereka.....” ....Kembali duduk di kursinya....


Mayor Vipta : “Eagle-Wolfden, pastikan jumlah musuh dan terpancing....”


Kapten Intel 2 : “Wolfden-Eagle, Roger.....”


Mayor Vipta : “Scorpion-Wofden, segara bersiap menyambut tamu dan ROE (Rules Of Engagement).....”


Kapten Pengintai 1 : “Wolfden-Scorpion, Roger......”


Mayor Vipta : “Solid copy.....”


Sedangkan Kapten Galih yang dari tadi merenung menjadi tertidur di ruangannya dan bertemu dengan seseorang.....


Kapten Galih : “Dimana ini ?.......” ....Tidak sadar sedang ditarik dunia lain....


??????????? : “Kau sedang berada di dunia kami.....” ....Melihat Kapten Galih....

__ADS_1


Kapten Galih : “Siapa kalian ??!!!.....” ....Melihat 2 bayangan yang tidak dikenal....


??????????? : “Tenang sedikit.....Kami adalah bagian darimu.....” ....Menatap Kapten Galih....


Kapten Galih : “Bagian dariku ?.....”


Ksatria Pahlawan : “Aku adalah Ksatria Pahlawan sedangkan dia adalah Raja Iblis......”


Kapten Galih : “Bukankah itu dari cerita yang berdasarkan legenda itu......”


Raja Iblis : “Benar, kami sekarang menjadi bagian darimu dan kami akan membantu dan meminjamkan kekuatan kami......”


Kapten Galih : “Tunggu bukankah kalian bermusuhan menurut legenda itu ?......”


Ksatria Pahlawan : “Memang benar dan kami berdua sudah tewas akibat pertarungan kami lalu kami melihat dirimu sejak dahulu.....”


Raja Iblis : “Kami mengawasi, melihat, dan menilai semua tindakanmu. 2 tindakan dalam 1 jiwa yaitu Ksatria Pahlawan dan Raja Iblis sendiri......”


Kapten Galih : “Sejak dahulu ????......Berarti kalian juga yang membantuku di Kota Venesia waktu itu dan perasaan lalu kekuatan ini ?.....”


Ksatria Pahlawan : “Benar, itu adalah kami. Perasaan seperti seorang Ksatria Pahlawan tapi dengan kekuatan yang mengerikan seperti Raja Iblis.....”


Kapten Galih : “Apa tujuan kalian ?.....”


Raja Iblis : “Aku yakin kamu pasti sudah mendengar cerita itu dan disinilah kita sekarang untuk membuat perjanjian dengan kami.....”


Kapten Galih : “Sebuah perjanjian ????.....”


Ksatria Pahlawan : “Kau ingin melindungi semua orang termasuk orang yang kau cinta selama ini, bukan ?.....Tapi walaupun itu dengan membunuh orang banyak atau tidak kan ?.....”


Kapten Galih : “Benar, Apa yang sebenarnya harus kulakukan ?.....” ....Sambil menundukkan wajahnya....


Raja Iblis : “Kami akan membantumu untuk selamanya lalu kami akan tinggal di tubuh dan jiwamu yang sekarang tapi perasaan itu harus dikendalikan.....Bagaimana apa kamu bersedia menerimanya saat ini juga ?....”


Kapten Galih : “Baiklah, aku bersedia menerimanya.....” ....Menatap kembali kepada mereka berdua....


Ksatria Pahlawan : “Baik, perjanjian telah dibuat. Setelah kamu bangun dari tidurmu, kamu tidak mengingat percakapan tentang ini dan kamu hanya mendengar tentang legenda kami tapi kami sudah menjadi bagian darimu.....”


Kapten Galih : “Kenapa ?.....”


Raja Iblis : “Ada beberapa hal yang manusia tidak boleh tahu tentang kami berdua.....Sekarang kembalilah ke duniamu !!!!! Wahai Ksatria Pahlawan Iblis !!!!........”


Setelah itu, Kapten Galih terbangun dari tadi tertidur lelap di ruangan kantornya sendiri dan tidak mengingat mimpinya.....


Kapten Galih : “Apa yang terjadi denganku ?......Ahhh ini di kantorku.....” ....Sambil bangun terkejut dan berbicara diri sendiri....


Kapten Galih : “Sepertinya aku ketiduran disini padahal tadi aku sedang merenung.....”


Kapten Galih : “Aku bermimpi buruk, ya ?........Yahhh apapun tentang mimpi itu.....” ....Sambil minum membantu menyadarkan....


Siapakah adik Kapten Galih yang disebutkannya ?


Perjanjian apa yang Kapten Galih buat dengan Ksatria Pahlawan dan Raja Iblis ?


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

__ADS_1


Tunggu............Episode 61 ???????????


__ADS_2